
Episode #100
" Penyusup?" Michael dan Koh Erik bertanya berbarengan, seketika keduanya langsung saling melirik, Michael sudah tidak memperdulikan lagi rasa sakit di area kejantanannya.
" Cepat, temukan penyusupnya, dan langsung habisi" Koh Erik memberikan perintah, suaranya begitu tegas, ada nada kemarahan di dalamnya.
Anggota Koh Erik yang berjumlah enam orang langsung mencari di setiap sudut bangunan kosong, banyak perabot terbengkalai di sana, sehingga memudahkan Arsyad untuk bersembunyi.
Melinda menghembuskan nafas lega, tidak pernah terbersit sedikitpun di pikirannya, bahwa dia akan dirudapaksa oleh mantan kekasihnya sendiri, di hadapan banyak orang, direkam pula!
Asyifa sedikit melengkungkan bibir, dia tahu, Amar akan datang untuk menyelamatkannya, dia sudah menduga Sebelumnya, bahwa Amar akan segera mencari jika sudah terlalu lama di kamar mandi, pasti hal itu menimbulkan kecurigaan.
Para anggota suruhan Koh Erik menyisiri gedung, mereka mengeluarkan belati tajam, dari saku masing-masing.
" Buukh!" suara tendangan kaki jelas terdengar, salah satu anggota Koh Erik terjungkal ke lantai, tendangan Arsyad tepat mengenai wajah anggota itu.
Hal tersebut sontak mengalihkan perhatian para anggota lainnya, dan mereka pun langsung menyerbu kearah Arsyad dengan pisau mereka.
Melinda terkejut, begitu melihat Arsyad terkepung oleh para pengawal, air matanya mulai berjatuhan," Hati hati," gumamnya lirih.
Arsyad melirik Melinda dengan keadaan yang cukup kacau, air mata menggenangi pipi mulusnya, Arsyad pun mengerti gerakan bibir Melinda, yang menyuruhnya berhati hati.
Amar Sudah menghubungi pihak kepolisian, dengan kedudukan Amar sekarang, tidak perlu menunggu lama, pihak kepolisian segera meluncur ke TKP yang sudah Amar informasikan.
Live streamingnya masih berlangsung, Arsyad meletakkan ponselnya di tempat yang strategis, Amar yang melihat bahwa Arsyad Sedang di kepung, segera mengarahkan para pengawalnya, Dia memutuskan untuk bertarung.
"Semuanya, segera ke gedung kosong, Irfan, kamu tetap berjaga di sini, menjaga para penculik itu, dan menunggu polisi datang," setelah mengucapkan perintah itu, Amar dan lainnya segera bergegas ke gedung kosong.
Pertempuran sengit pun berlangsung di dalam ruangan, satu lawan enam, dan Arsyad masih unggul, dia masih bertahan, walaupun sudah di kepung, tidak sia sia dia mendapat pelatihan ekstra untuk menjadi sosok asisten pribadi, merangkap bodyguard untuk tuan muda AMAR SYAPUTRA.
" Menyerahkan, atau gadis ini akan terluka!" Michael sudah menekan leher Melinda dengan pisau, yang tadi sempat terlepas karena terpelanting akibat tendangan Arsyad, sontak semuanya mengalihkan pandangannya ke arah Melinda dan Michael, senyum kemenangan tercetak di wajah Michael.
Melihat pisau di leher Melinda, ada sedikit goresan luka di sana, Arsyad begitu geram, tangannya mengepal, ingin sekali dia menghantam kepala Michael ke tembok dan menghancurkan wajahnya, "Beraninya dia mengancam seorang wanita, Dasar pengecut!"benaknya.
Arsyad mengangkat tangannya tanda dia menyerah, sekalipun hanya umpatan dia tidak mengatakan apapun, untuk saat ini itu tidak berguna, umpatan hanya akan memperburuk situasi, dan membuat pihak lawan semakin senang, karena mereka menganggap umpatan tersebut sebagai tanda kekalahan atau frustasi,tentu saja, pihak lawan menikmati semua itu.
Koh Erik masih duduk di kursi plastik, yang di siapkan para penculik sebelumnya, Dia tidak melakukan apapun, dia terlihat santai, seperti menonton pertunjukan.
" Ringkus dan bawa dia kemari!" perintah Michael.
Para pengawal segera melaksanakan perintah, dua pengawal tersebut langsung meringkus Arsyad, mereka mengikat tangan Arsyad dan melemparkannya ke arah Michael.
Michael tersenyum senang.
__ADS_1
Hati Melinda begitu perih, melihat keadaan Arsyad, " Jahanam kau Michael!" maki Melinda.
Asyifa hanya memandang Melinda. dan menggelengkan kepalanya pelan.
" Cinta memang buta, jelas jelas Arsyad hanya mengulur waktu, agar Amar dan yang lainnya bisa bertindak terlebih dahulu, sesuai dengan rencana, Tapi bagus juga, setidaknya dengan apa yang Melinda lakukan, para bandit ini akan mengurangi kewaspadaannya," batin Asyifa.
Sifat Asyifa yang tenang tanpa perlawanan, sedikit menarik perhatian Koh Erik, dia mengamati wanita itu, " Benar benar wanita yang menarik, dalam situasi sekarang, dia masih bersikap tenang, bahkan setelah dia tau, bahwa dia akan di jual ke Macau, Apa dia berpikir Angga akan datang dan membantunya? naif sekali!" Pikirnya, bibirnya melengkung dan tatapannya sinis, meremehkan.
" Hahaha," tawa Michael pecah, dia menendang perut Arsyad dengan kuat, tendangan tersebut sedikit menggoyahkan Arsyad, dia tersungkur ke belakang, tapi masih di tahan oleh kedua pengawal Koh Erik.
" Kamu mau berlagak jadi pahlawan di sini, Arsyad?" Michael bertanya, " Aku tau kamu sangat mencintai j@lang itu, jadi ketika dia lama di kamar mandi dan kamu tidak bisa menghubunginya, kamu pasti takut kan? Akhirnya kamu mengikuti dan mencoba menyusup ke sini,.." Ada sedikit jeda, sebelum dia melanjutkan, " Sayangnya kamu masih terlalu bodoh! kamu ketahuan sudah menyusup! ha ha ha!" tawa Michael membahana.
Para pengawal juga mentertawakan kebodohan Arsyad, " Berani beraninya dia seorang diri, menyusup melawan enam orang, mau mati konyol dia," pikir mereka.
Para pengawal lupa, jika mereka hampir saja tumbang, jika Michael tidak mengancam dengan mengarahkan belati ke leher Melinda.
Suara suara mencemooh dan menghina Terus keluar dari mulut Michael, " Kekasihmu ini lumayan tampan juga ya, Barbie, Good looking, kamu memang tak salah memilihnya, sepertinya dia juga bagus, menemanimu di Macau, aku rasa para Tante Tante senang, di sana pasti suka dan akan menjadikan dia kesayangan mereka, bagaimana koh?" Michael melirik Koh Erik, yang nampak sedang memikirkan sesuatu.
Mendengar itu, para pengawal tak bisa menahan tawa, Koh Erik tidak terlalu menanggapi, dia melirik Asyifa sekilas, ketenangan yang di pancarkan wanita itu seolah menyadarkannya, " Sial, kenapa aku lupa, jika Arsyad adalah asisten pribadi Amar, dan perempuan itu berhubungan dengan Amar sebelumnya, walaupun aku belum mengetahui hubungan mereka, pasti Arsyad sudah menghubungi Amar terlebih dahulu, sehingga dia memilih untuk menunggu, siapa dalang di balik penculikan ini, kalau tidak, dia akan langsung menyelamatkan keduanya ketika para penculik itu masih disini, Sial! ini benar benar jebakan, anak itu berusaha mengulur waktu, Amar pasti sedang menuju ke sini, dia sudah mengantongi buktinya! aku harus kabur sebelum mereka datang!"
Koh Erik tiba tiba bangkit dan berlari keluar.
" Bos, bos, mau kemana?" tanya Michael, ketika melihat koh Erik berlari menuju belakang gedung.
" Sepertinya, pak bos Sedang kebelet buang air kecil, jadi terburu buru," salah satu pengawal berspekulasi.
Tak lama kemudian, Amar dan anak buahnya telah tiba, mereka tidak banyak bicara, dan langsung baku hantam.
Pertarungan pun segera terjadi, Michael dan para koloninya segera tumbang, mereka bukanlah lawan yang layak untuk pengawal Amar yang terlatih.
Seketika Michael dan para pasukannya sudah terkapar di lantai, wajah dan tubuh mereka telah lebam tak berbentuk, di pukuli oleh anak buah Amar hingga tidak bisa di kenali lagi.
__ADS_1
Amar dan Arsyad segera berlari, menuju tempat Asyifa dan Melinda di sekap, Arsyad membuka ikatan Melinda, dan Amar melepas ikatan dan sumpalan di mulut Asyifa,
Arsyad begitu lembut memperlakukan Melinda, perempuan itu langsung berhambur ke pelukannya.
" Lehernya masih sakit ya? maaf ya, aku telat nolongin kamu,.. Maaf aku belum bisa menjagamu dengan kondisiku yang sekarang!" bisik Arsyad di telinga Melinda.
pelukan merekapun terlepas.
" Dasar bodoh!" umpat Melinda bahagia." Kalau bukan karena kamu, kami tidak akan selamat!" Melinda menghapus air matanya.
" Ssst! jangan bicara seperti itu! Aku,.. Aku, ingin sekali menjagamu, di seluruh waktuku,.. Maukah kau,.. Maukah kau, menikah denganku? Arsyad menatap Melinda dengan binar cinta.
Melinda menjitak kepala Arsyad, " Bisa bisanya melamar di tempat seperti ini, tidak ada cincin, tidak ada bunga, dengan tubuh lebam dan debu, Hufft, tidak ada romantis romantisnya! keluhnya kemudian, " Trus mana langsung ngajak nikah segala, pacaran aja belum!" lanjutnya..
Arsyad hanya cengengesan, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dia memang bukan tipe pria yang romantis.
" Aku,..Aku mau menikah denganmu" jawab Melinda tanpa berpikir.
Mendengar itu Arsyad langsung memeluk Melinda dan mencium pucuk kepalanya.
Berbeda dengan keadaan Melinda dan Arsyad, yang nampak bahagia, Amar dan Asyifa malah terjadi perang kecil.
Setelah melepaskan ikatan dan sumpalan di mulut Asyifa, perempuan itu sontak menampar Amar.
" Plak!" suara tamparannya tidak begitu keras.
Amar kaget, dan melihat Asyifa, mata perempuan itu berkaca kaca, Amar yang ingin berkata-kata pun jadi menelan kembali ucapannya.
Asyifa kemudian menggambur ke pelukan Amar dan berbisik, " Kenapa lama sekali? Aku sudah lama menunggu, Apa kamu terlalu sibuk dengan si Carrey Ramos itu, hingga lupa sama aku?"
Amar terdiam, dan tak bisa berkata apa-apa, " Bisa bisanya di saat seperti ini, Syifa membahas tentang Carrey Ramos," Dengusnya dingin, tiba tiba dia tersadar, " Apakah Asyifa cemburu?"
Carrey Ramos Sedang berbicara dengan Angga di pesta Arif dan Song Chai Mi pun bersin.
Tak lama kemudian, Irfan datang bersama polisi, segera meringkus Michael dan komplotannya, semuanya pun di minta ikut ke kantor polisi, untuk di mintai keterangan.
***
Penasaran kan?
Jangan lupa ya,.. terus dukung author,
karena masih ada sekitar lima puluh episode lagi nih😁
terima kasih ya? buat yang selalu memberikan like dan komentar nya
I love you all ❤️❤️❤️
__ADS_1