
Episode #79
" Ian, setelah ini, apa ada kegiatan lagi?" tanya Asyifa pada Bastian, yang sedang sibuk berkemas, menyusun barang barang milik Asyifa.
Asyifa sendiri sedang membaca scriptnya yang harus dia hafal untuk syuting keesokan harinya, untuk Drama sitkom yang di tayangkan oleh PT GARUDA TV NUSANTARA, Drama sitkom itu meraih rating tinggi, sehingga jam tayangnya di perpanjang, dan otomatis jumlah script yang harus di hafal juga bertambah, untungnya Asyifa memiliki daya ingat yang kuat, jadi hal seperti itu bukanlah masalah untuknya.
Bastian yang sedang berkemas langsung menghentikan aktivitasnya, segera dia meraih ponselnya dan memeriksa jadwal Asyifa hari ini, " Setelah pemotretan produk kecantikan ini, Nona Boss, ada waktu senggang hingga sore hari, akan tetapi malam ini, Nona Boss, sudah berjanji, untuk makan malam bersama tuan muda Angga Kusuma, dari Kusuma group, sudah itu saja" Bastian memasukkan kembali ponselnya, setelah memastikan jadwal kegiatan Asyifa hari ini, dia lanjut berkemas kembali.
" Oke, Thanks ian!" ujar Asyifa.
Bastian hanya menganggukkan kepalanya dua kali dengan ekspresi, " Sama sama Nona Boss"
Pemotretan untuk sesi terakhir pun di lakukan, Asyifa dengan berbagai pose, tampak begitu menawan, dia berpose begitu natural, bahkan sang fotografer pun diam diam mengaguminya, jarang ada model yang tidak perlu mendapatkan arahan dari fotografer.
Setelah pemotretan selesai, sang fotografer berniat untuk berbincang sejenak dengan Asyifa, dia begitu tertarik dengan pesona perempuan itu, berbagai trik dan taktik Sudah terbayang dalam benaknya, untuk mendekati model yang di potretnya ini, dia berpikir bahwa sosok ini termasuk dalam kategori, tinggi, dalam bisnisnya dia bisa Untung besar.
Membayangkan itu senyum sang fotografer mengembang sempurna.
Tak berapa lama pemotretan selesai, ketika ingin menghampiri Asyifa, dia langsung menghentikan langkahnya, karena melihat sosok yang tidak asing di matanya, dia melihat Bastian sedang membantu Asyifa berkemas, berbagai pertanyaan pun bermunculan di benaknya.
Di saat seperti itu, seorang karyawan dari produk yang di potret kali ini, lewat di hadapannya, segera si fotografer mencegat karyawan itu.
Pegawai tersebut langsung berhenti, dan mendongak untuk bertanya, " Mas Michael, apa ada keperluan yang lain, yang bisa saya bantu?" Michael sang fotografer, langsung menganggukkan kepalanya tanda ia membutuhkan bantuan.
" Begini, mba,.." Michael menggantungkan ucapannya, dan membaca sekilas name tag " Dina" pada kemejanya, " Begini mba Dina" ulangnya lagi, " Saya mau bertanya,apa Mba Dina tau siapa menejer dari model kita saat ini, Mba, May? saya ingin mendiskusikan tentang sebuah pekerjaan"
Perempuan yang di panggil Dina pun segera mengangguk, dia celingak-celinguk sesaat ke sekitar, tanda ia sedang mencari seseorang, tak lama kemudian dia berhenti, ketika sudah menemukan orangnya.
__ADS_1
Tampak Michael masih sangat sabar.
" Itu tuh mas, yang jadi menejernya sekarang" Dina menunjuk kearah Bastian yang asyik berkemas, menyusun barang Asyifa kembali, " Kalau saya tidak salah, namanya Bastian, apa perlu saya antar mas Michael kesana? kalau iya, hayuk bareng!" tawar Dina gembira, dia begitu terpikat dengan wajah Michael yang ganteng.
" Tidak usah mba, terima kasih sebelumnya, sepertinya dia sekarang lagi sibuk, saya akan menemuinya nanti saja" Michael menolak halus.
Dina ingin menanyakan sesuatu, tetapi langsung di sela oleh Michael, " Mari Mba!" Michael pamit undur diri.
Dina hanya melihat punggung si fotografer berlalu dari pandangannya.
" Aduh, sial banget sih,. coba aja menejernya bukan Bastian! yah, walaupun aku tidak ada masalah dengan laki laki itu, minimal, dia sudah tahu aku dan sepak terjangku bersama Camilla, dia pasti mewanti-wanti sekali, jika aku mendekati perempuan itu, Akh, gagal lagi aku dapat korban baru,mana Koh Erik sudah minta terus, Rachel juga gagal, tidak mau ketemu aku lagi, Setelah di labrak Melinda waktu itu, Akh, pusing aku!" pikir Michael dalam hatinya, dia langsung menyugar rambutnya kasar, laki laki itu terlihat pusing sekali.
Bastian hanya melirik Michael dengan dingin, dan tidak ada tegur sapa diantara mereka, dia mengenalnya, hanya karena Camilla menjalin hubungan rahasia dengan Michael dibelakang Ardi.
Asyifa memperhatikan gestur Bastian yang tatapannya mengarah kepada si fotografer, Asyifa memang belum pernah bertemu langsung dengan Michael sebelumnya.
Bastian yang merasa di tanya oleh Asyifa, dia menoleh ke arah Nona Boss itu dan menjawab, " Hanya sekedar kenal, Nona Boss, Dia itu mantan pacar Melinda, sekaligus selingkuh Camilla, kita sering bertemu di apartemen Camilla, Nona Boss harus berhati-hati, jika bertemu dengan dia, sepertinya dia bukan orang yang memiliki niat baik" Bastian tidak menyembunyikan apapun.
Asyifa menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti, " Jadi, gara gara laki laki ini, akhirnya Melinda bisa gabung dengan rencana pembalasan ini?" benak Asyifa.
Pemotretan pun selesai, Bastian mengantarkan Asyifa pulang ke apartemennya.
Awalnya Asyifa menolak, karena pekerjaan Bastian hanya sebagai menejer, dan tidak merangkap sebagai supir, tetapi lelaki itu bersikeras, untuk jadi supir Asyifa, katanya" Saya senang menyetir Nona Boss" Asyifa pun hanya membiarkannya sejak saat itu.
Malam pun tiba dengan cepatnya, Asyifa Sudah bersiap dengan dress kasual, yang dipakainya untuk makan malam, sapuan riasan natural semakin memperkuat Auranya, dia tidak berpenampilan berlebihan, karena ini hanya makan malam biasa.
Angga pun menjemput Asyifa ke apartemennya, dia sedikit terpana, dengan penampilan yang selalu memukau dari Asyifa, dia selalu ingin memiliki wanita itu, tetapi sayangnya, sangat sulit untuk di dekati, Setelah pertemuan pertama mereka, sekitar enam bulan yang lalu, baru ini, si bintang baru itu, memenuhi undangannya untuk makan malam bersama.
__ADS_1
Didalam perjalanan, tidak ada perbincangan serius diantara mereka, baik Asyifa maupun Angga, hanya membalas apa yang mereka dengar dari radio mobil, hingga saat ini, mereka termasuk nyambung jika berbicara.
Tak lama berselang mereka pun sampai disebuah restoran mahal di kota itu, semua pengunjungnya mengenakan dress dan jas, Nampak sekali, ini adalah restoran berkelas.
Angga pun membuka pintu mobil dan menggandeng Asyifa untuk masuk ke dalam restoran, beberapa pasang mata sedang memperhatikan mereka, tentu saja para pengunjung mengenal laki laki itu, sang pewaris dari Kusuma group, tetapi para pengunjung bersikap acuh tak acuh,ini restoran mewah, tentu saja para pengunjungnya adalah orang orang berkelas, yang tidak punya waktu mengurusi kehidupan orang lain.
Perbincangan pun terus mengalir sembari menyantap makan malam mereka, terlihat sekali, jika Asyifa Sudah terbiasa dengan etiket meja makan, dan Angga pun sedikit bangga dengan hal itu.
Jadi sebelum Nona May, jadi selebriti seperti ini, nona Bekerja di Prameswari group?" tanya Angga sambil tersenyum hangat.
Asyifa sudah menduga Sebelumnya, persis seperti yang Amar katakan di kantor pak HAMDAN, bahwa dia harus berhati-hati dengan Angga.
Dengan anggun dan elegan Asyifa menyesap minumannya sekejap, sebelum menjawab pertanyaan dari Angga, " Sepertinya tuan muda Angga sudah mencari informasi tentang saya terlebih dahulu, he he he!" Asyifa terkekeh.
Angga pun terkekeh " Bukan begitu Nona, saya hanya terkesan saja, nona tak hanya cantik, tapi juga berkompeten di perusahaan, semua orang tau, jika sulit untuk memasuki perusahaan Prameswari group"
Saya hanya beruntung aja pak,.. saya mendapat beasiswa dari group itu, sehingga saya bisa bekerja sambilan di sana, walaupun hanya sebagai Auditor lepas saja, itupun jika tenagaku di butuhkan," menjawab dengan penuh arti.
" Seperti itu!" jawab Angga.
Mereka pun melanjutkan makan malamnya tanpa membahas Prameswari group lagi, Angga tidak ingin membahas lebih jauh lagi, dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan Asyifa..
Asyifa hanya tersenyum, Angga sudah jatuh dalam perangkapnya.
\*\*\*\*\*
__ADS_1