
Episode #70
Jadi mereka akan ke Bali, menghadiri fashion show itu?" tanya Amar, sambil menyesap teh, dia memandang ibukota Jakarta dari jendela kantornya.
" Seperti yang di katakan Nona Melinda, tuan muda, nona May juga ikut dalam perayaan itu, Bahkan Bastian sendiri yang mengirimkan formulir pendaftaran kepada Melinda, sesuai instruksi dari Nona May! sepertinya Nona May sedang merencanakan sesuatu," Arsyad menganalisis situasi.
" Sepertinya kamu sudah akrab dengan pemilik butik itu ya? apakah kamu tak ingin menyusulnya ke Bali?" nada menggoda tuan Amar begitu jelas, hingga membuat Arsyad merinding.
" Tuan muda terlalu berpikiran jauh, saya sama nona Melinda hanya sebatas komunikasi dalam kerjasama ini saja" Arsyad mencoba berkilah, akan tetapi dia tidak dapat membohongi isi hatinya, jika apa yang di katakan tuan muda AMAR juga ada benarnya.
" Kamu harus berjuang untuk mendapatkan dirinya, jangan sampai ada penyesalan suatu hari nanti, menyesal karena berdiam diri dan takut mengungkapkan, lebih menyakitkan di bandingkan penolakan!" ucap Amar sendu, pandangannya masih melihat gedung pencakar langit dari jendela kantornya, pandangannya begitu kelabu, ada mega mendung di sana, seolah apa yang diucapkan oleh Amar seperti itu lah yang dia rasakan.
Untuk sesaat Arsyad tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia harus bersikap seperti apa, dia memang sedikit mengetahui, jika tuan muda yang dia ikuti sekarang, pernah memendam perasaannya pada seorang wanita, dan dia tidak berani untuk mengungkapkannya, karena takut hubungan diantara keduanya berubah, hingga si wanita idaman tuan muda tersebut melabuhkan hatinya pada sosok yang lain, oleh karena itulah, tuan muda AMAR berusaha memulihkan hati dan pikirannya, ke benua biru, selama beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali yang penasaran akan sosok wanita tersebut, sayangnya tuan muda AMAR menutup rapat kisah itu, bahkan sahabatnya sendiri Asyifa tidak mengetahuinya.
" Baiklah saya mengerti tuan muda" hanya kata itu yang bisa Arsyad ucapkan.
" Omong omong, Kapan pagelaran busana itu di adakan?" Amar membalikkan badannya, setelah mengatakan itu.
" Pagelarannya akan di adakan pada akhir bulan ini, tepatnya selama seminggu, tetapi penampilan Nona May, akan di prediksi di hari ke tiga" jelas Arsyad.
" Baiklah, pesan tiket ke Bali, kita akan menonton pertunjukan tersebut" Amar mengeluarkan perintah, dia meletakkan gelas tehnya di atas meja.
" Tapi, tuan muda, di hari itu kita ada meeting penting dengan investor dari Ausi selain itu kita juga ada beberapa meeting penting di sini" ucap Arsyad, mengecek jadwal di ponselnya.
" Kamu atur aja seperti apa, rapat investor di sini biar di tangani oleh departemen yang bersangkutan, untuk apa mereka di gaji, jika saya juga yang harus turun tangan! sementara untuk klien yang dari Ausi, ganti pertemuannya di Bali, itu akan lebih berkesan di bandingkan di lakukan di Jakarta" jelas Amar.
" Baiklah tuan muda, saya akan atur secepatnya," Arsyad kemudian sibuk mencatat kembali pembaharuan di ponselnya.
" Oh, ya, satu lagi! tolong rahasiakan tentang kedatangan saya kesana, saya sekalian ingin blusukan ke beberapa kantor cabang syaputra group, di sana, biar terlihat seperti pejabat pemerintah, he he he!" kekeh Amar.
Ardy mengangguk, dan menambahkan jadwal blusukan di agendanya.
****
Sementara itu di apartemen Michael, yang hanya berjarak sekitar setengah jam dari apartemen Camilla.
"Semuanya hancur Mil! Melinda Sudah tahu aku jalan dengan Rachel, bahkan dia menampar dan menyiram aku dengan teh panas ke wajahku!"Michael mengeluh kepada Camilla, dia sedang mengompres wajahnya dengan ice bag compress, rasa perihnya sedikit berkurang.
__ADS_1
" Trus!" Camilla bertanya sambil terus melihat ponselnya.
" Dia tidak mau mendengarkan penjelasan ku, dan tiba tiba ada orang asing yang memukulku, lihat nih! wajah tampanku sudah bengkak gara gara lelaki sok pahlawan itu" Michael terus mengeluh.
Camilla hanya melirik sekilas, dan melihat wajah kekasih gelapnya itu, hatinya terenyuh, betapa wajah tampannya sudah bengkak dan memerah mirip sekali dengan kepiting rebus, dengan setoples wafer di depannya dia berkomentar," Bukannya sok pahlawan! semua orang akan berpikir sama, jika melihat seorang wanita di kasari di parkiran, seharusnya kamu bersyukur, tidak di bawa ke bagian keamanan, atau lebih parahnya lagi di bawa ke kantor polisi!"
Michael hanya mendengus kesal, dengan apa yang di katakan Camilla, Dia memang tau dia salah, telah berbuat kasar dengan Melinda, laki laki itu menyesal.
" Bantuin aku dong Mil, untuk jelasin ke Melinda kalau itu salah paham" rengek Michael.
Camilla kesal mendengar hal itu, diapun melempar toples wafer itu ke Michael yang sedang mengompres wajahnya, untungnya toples itu hanya mengenai perutnya, entah akan seperti apa bentuk wajah Michael, jika toples itu juga berkontribusi merusak wajah tampannya.
" Melinda terus! Melinda terus!" Camilla kesal, nada suaranya mulai naik satu oktaf," Aku rasa, hanya kamulah satu-satunya laki laki yang meminta pacarnya menjelaskan pada selingkuhannya, jika dia tidak berselingkuh dengan cewek lain"
Camilla adalah pacar Michael, karena mereka sudah lebih dulu berhubungan di bandingkan dengan Melinda, jadi Melinda sebenarnya adalah selingkuhan Michael.
Belum sempat Michael menyelesaikan ucapannya, Camilla sudah membentak lagi, " Melinda! Melinda! Melinda? ada apa lagi sih, dengan Melinda? kenapa kau galau banget di putusin Melinda? Emang Melinda masih berguna sekarang? perempuan itu sekarang sudah tidak punya apa-apa, bisa di bilang dia sudah melarat, tidak ada income atau pemasukan! tidak bisa lagi di manfaatkan! jangan bilang, kamu sekarang Udah ada hati sama dia, Gitu? mata Camilla melotot, menandakan bahwa dia sudah benar-benar marah.
"Glek!"
Michael hanya menelan ludahnya kasar.
Di awal, dia memang tidak punya secuil pun perasaan dengan perempuan mantan pemilik butik itu, tapi, ketulusan dan kehangatan yang Melinda tawarkan akhir akhir ini, membuatnya terbawa perasaan," Apakah aku sudah benar benar jatuh hati pada Melinda? pikirnya.
" Sekarang, Bagaimana Rachel? jangan bilang, dia sudah tidak mau kenal sama kamu lagi! jangan bilang kamu gagal mendekati dia gara gara insiden ini?"
Michael hanya diam saja, dia tak menjawab apapun pertanyaan Camilla.
" Jadi benar, sudah gagal?" tanya Camilla lagi dengan tatapan tajam.
Michael pun hanya menganggukkan kepalanya dengan lemas, kemarin setelah dia kena bogem oleh Arsyad, dia kembali lagi, menghampiri Rachel, tetapi, Rachel hanya mendengus kesal, dan menghentakkan kakinya pergi, Michael sebenarnya ingin mengejar, tetapi kondisinya tidak memungkinkan.
__ADS_1
" Dasar sampah, tidak berguna" cibir Camilla.
mendengar umpatan itu, wajah Michael yang sudah merah, akibat bogem mentah dan siraman air panas semakin memerah, dia menghempaskan ice bag compress, yang sedari tadi dia tempelkan ke wajahnya dengan keras ke lantai, kemudian dia berdiri menghampiri Camilla, dengan kedua tangan, dia mengangkat tubuh wanita itu, sehingga posisinya berdiri, dengan tatapan mata tajam, Michael mencengkram dagu Camilla dengan kuat, dan mendongakkan kepalanya, Aura membunuhnya terasa sekali.
" Dengar ya, perempuan, kau jangan sok hebat,..kita setara di sini, kita partner, sekali lagi kau rendahkan aku, siap siap, kau akan aku serahkan pada Koh Erik! Taukan? berapa banyak yang bisa aku dapatkan, jika kau jatuh ke tangan laki laki itu? jadi, mulutmu ini agak di rem lah sedikit, gak cuma kau yang bisa bertindak, Aku juga!" Suara Michael terdengar pelan dan lirih, tetapi Sangat melukai perasaan.
Camilla berusaha melepaskan diri, Michael pun melepaskannya, dia mengambil kembali ice bag compress yang ia hempaskan tadi, lalu menempel nempelkannya ke pipinya.
Camilla yang langsung terlepas, merasakan sesak di dadanya, dia duduk, dan mengatur kembali pernapasannya, dia menghirup nafas panjang dan kembali membuangnya.
" ya sudah, lupakan saja kalau begitu! terlebih lagi! Rachel sepertinya sulit di taklukan, cari yang lain lagi saja! tetapi, kamu harus ingat, cerita sama aku! aku gak mau seperti kejadian kemarin lagi! Camilla memberikan peringatan, nada bicaranya sudah melunak di bandingkan sebelumnya, walaupun terdengar masih sedikit ketus.
" Ya sudah kalau begitu, kamu lebih baik istirahat, pulihkan diri, aku mau balik lagi ke apartemen," lanjut Camilla, dia segera beranjak pergi, dia sudah tidak ingin berlama-lama di sana , perasaannya sudah tidak aman dan nyaman.
Sebelum Camilla melangkah, Michael berucap," Aku ikut ke Bali yah? laki laki itu bertanya, seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.
Camilla mencibir, " Terserah kamu, asal tiket dan akomodasi nya kamu bayar sendiri!"
Setelah mengatakan itu, Camilla meninggalkan Michael sendirian.
" SIALAN!" umpat Michael, dan kemudian mengaduh karena luka di pipinya.
Dia terus menghubungi Melinda, tetapi tidak satupun pesan dan telponnya yang terhubung, sepertinya nomornya sudah di blokir, " Melinda, jangan harap, kamu bisa lepas dari aku," Michael bergumam sambil mengepalkan tangannya.
\*\*\*\*
__ADS_1