Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
saling cemburu


__ADS_3

Episode #114


     Ketika perjalanan menuju resort, Asyifa melihat sosok yang tak asing di matanya, sedang berjalan berdua keluar dari kapal, sosok itu adalah Amar dan Carrey.


  Amar pun tak sengaja melihat ke arah Asyifa, Dia kaget melihat Asyifa akrab dengan seorang pria ras campuran.


     Tatapan mereka bertemu, Aroma mesiu pun bisa langsung tercium.


     Tatapan keduanya masih bertemu.


    Melihat Carrey berjalan di samping Amar, entah mengapa hati Asyifa merasakan sesuatu yang tidak nyaman, " Dasar penipu! jangan jangan tadi malam dia salah kirim pesan, yang dia maksud cantik dalam pesan itu pasti Carrey, dasar Playboy cap kadal!" umpat Asyifa dalam hatinya, seraya mengingat pesannya Hanya di baca saja, segera dia mengapit tangan Niko menuju kafe di pinggir pantai.


    Anggota keluarga Kusuma pun mengikuti mereka, para sepupu Angga, asik berfoto, mengisi story'media mereka.


    Tamara berbisik ke telinga Charlie, sepertinya rencanamu berhasil, si Humaira sepertinya mulai tertarik dengan Niko, setelah itu kamu atur agar si Niko dekat sama aku, ya?" pintanya.


    Jangan terlalu senang dulu, percuma mereka dekat, kalau Angga tidak menyaksikan kemesraan mereka," , ucap Charlie pelan.


    " Aku tahu! Sekarang yang penting, bagaimana caranya membuat may, itu jatuh hati pada Niko," Charlie nampak berfikir.


     " Kalau itu, serahkan saja padaku!" Tamara melengkungkan bibirnya, dia sudah punya rencana sendiri.


    Sebenarnya bibi dan sepupu Angga, sudah tidak tahu, cara apalagi untuk menjauhkan Angga dan Humaira, selama ini perempuan yang dekat dengan Angga akan mereka ancam, ancaman itu bisa berupa, mencelakakan anggota keluarga, membuat miskin, mematikan karir ataupun yang lainnya.


      Sayangnya hal ini tidak berlaku pada Humaira, tidak ada hal yang bisa mengancamnya, dia sudah tidak punya anggota keluarga, dan bekerja di Prameswari group, dimana tidak ada sedikitpun kerja sama dengan Kusuma group, jadi mereka hanya bisa membuat hubungan Humaira dan Angga merenggang.


    Di sisi lain pantai.


 " Amar, tim ahli sudah menunggumu di sana, mari kita temuin Mereka lebih dulu, dan membahas rencana kedepannya!" Carrey berjalan mensejajari langkah Amar, Carrey tidak tahu jika ada Asyifa di sini.


    " Baiklah, ayo!" Amar menjawab dengan pandangan terus menuju tangan Asyifa yang mengamit tangan seorang pria keturunan, wajahnya yang putih seketika memerah, memerah karena rasa cemburu.


     Carrey memperhatikan raut wajah Amar, yang berubah warna, segera dia menyodorkan sunsecreen, miliknya dari tas tangannya, dia mengira kulit wajah Amar sensitif, terkena panas matahari, terlebih di pinggir laut sebuah pulau, " Wajahmu merah!" Carrey memberitahukannya.


   Amar hanya bisa tersenyum, dia kehabisan kata kata, tak mungkin dia mengatakan hal sebenarnya, jika dia sedang di landa rasa cemburu, akhirnya dia menerima dan mengoleskan sunsecreen itu dengan canggung.


    Asyifa hanya mencibir dalam hatinya, ketika dia menyaksikan adegan, bagaimana Carrey sangat perhatian pada Amar, perhatian sekali!" sinisnya dalam hati, Diapun semakin menampilkan sikap mesra dengan Niko.


    Sebenarnya Niko heran dengan sikap Humaira, dari informasi yang di berikan oleh Charly, Humaira merupakan tipikal perempuan yang sulit di taklukan, karena itulah dia mau menerima pekerjaan dari Charlie, karena dia menganggap in adalah tantangan.

__ADS_1


    " Hmmp, sepertinya ada sesuatu?" pikirnya.


Carrey dan Amar terus melangkah masuk ke sebuah kafe, kemudian seorang wanita berkulit putih segera menghampiri keduanya, dengan bahasa Inggrisnya yang Pasih dia menyapa mereka, " Halo tuan Amar dan nona Carrey, senang bertemu dengan anda, saya Daniah Wilson.


"Senang berjumpa dengan anda Nona Wilson!" balas Amar sambil berjalan mengikuti Carrey dan Menuju sebuah meja yang telah di isi oleh tiga orang lainnya, satu diantaranya, adalah seorang pria berkulit hitam bernama Willy dan sisanya adalah perempuan bernama, Sue dan Katy.



Dari jauh Asyifa memperhatikan, akhirnya dia bernafas lega, setelah melihat Carrey dan Amar menghampiri sekelompok bule tersebut, walaupun kecemburuan dalam hatinya mereda, namun dia belum bisa memaafkan, bagaimana Amar hanya membaca pesannya saja.



" Nona May, Aku akan pergi mengecek persiapan amor dan diving, apa kamu mau ikut atau di sini saja? tanya Niko.



Tidak ada tanggapan dari Asyifa, dia masih fokus melihat Amar dari kejauhan.


" Nona May!" panggil Niko sekali lagi.


" Ya, bagaimana?" Asyifa bertanya seolah dia tidak mendengarkan apapun sebelumnya.



Asyifa menggeleng kepalanya perlahan, " Aku di sini saja, aku masih mual setelah berlayar tadi, " Asyifa membeberkan alasannya, sebenarnya dia ingin mengawasi Amar dari jauh.



" Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu!" pamit Niko.dan segera pergi ke area perlengkapan di belakang kafe.


Tinggallah Asyifa sendirian.


Amar juga mengamati kalau Asyifa duduk sendiri.


" Jadi, survival program ini lebih menitik beratkan, pada keberlangsungan hidup komodo di pulau komodo,dan pulau Rinca, selain itu program ini juga bertujuan,..."


' Maaf, saya permisi sebentar!" Amar menyela pada sue, setelah itu dia berjalan ke arah barat kafe dan menghampiri Asyifa.


__ADS_1


Carrey masih terus, mendengar penjelasan sue, wanita keturunan Jepang, , terkait Komodo survival program, sambil mengamati kemana langkah Amar pergi, setelah dia melihat sosok Asyifa di sana.careey pun mengerti, kenapa Amar tiba tiba mencari alasan untuk mengajaknya kesini, awalnya dia juga heran, kenapa tiba-tiba Amar suka komodo dan ingin menjadi salah satu donatur Indonesia itu, pengembangan satwa endemik, setahu Carrey, Amar tidak pernah tertarik dengan program yang seperti ini, Carrey hanya tersenyum penuh arti sambil bergumam dalam hati, " Sekarang aku mengerti!"


Carrey merupakan sahabat Amar, ketika menempuh pendidikan sarjana di Inggris, selain satu kelas, mereka juga aktif di perhimpunan palajar Indonesia. sedikit banyaknya Carrey tau tentang Amar, Carrey selalu menjadi perisai ketika, banyak perempuan mendekati laki laki tersebut, dia akan berpura pura menjadi pacar, Amar dan Amar juga yang memintanya.


" Halo Nona manis, berkenan kah nona, mempersilahkan saya untuk duduk di sini?" Amar segera duduk tanpa menunggu jawaban dari Asyifa.


Asyifa diam dia terus memandang ke arah laut,, dia menikmati indahnya panorama, dia mengabaikan Amar sepenuhnya


. Amar hanya tersenyum dan mulai mencibir, " Wah, sepertinya ada yang langsung move on nih, setelah sang mantan Menikah, kapan nih nyusul si mantan?"


Asyifa mendelikan matanya dan berkata, dengan ketusnya, " Gak jelas! setidaknya aku pernah ke pelaminan, nah situ? cewek saja tak punya,"


" Ha ha ha!" Amar tertawa, ":ini lagi berjuang ngedapetin cewek nya,!"


" Berjuang, berjuang, hingga salah kirim pesan, " Hay cantik bagaimana perjalanannya? aku pikir kamu nanya aku, padahal mengirim chat itu ke Carrey, buktinya sekarang dia ada di sini, berarti chat itu untuk dia!" Asyifa melotot habis habisan.


" Itu!" ada jeda sedikit, " Aku tidak salah kirim,":ujar Amar.



" Trus, kenapa gak di bales?" Asyifa bertanya sengit, tatapannya tajam seolah ingin menguliti Amar hidup hidup.



" Amar mendesah pelan, " Aku Sudah menulis jawaban, tapi lupa kirim, Aku pikir sudah terkirim, jadi aku langsung tidur, ketika aku bangun teks nya masih ada dan langsung aku kirim, tapi sampai sekarang masih centang satu, aku telpon juga tak terhubung, ternyata orangnya Sedang asik dengan cowok lain," Amar berkata sinis di kalimat terakhir.


Asyifa teringat, semalam dia mengecas ponselnya dan mematikannya, hingga saat ini ponsel itu masih di sana dia lupa membawa ponselnya.


Keduanya terdiam, mereka bertingkah seperti anak muda yang baru pacaran, dan bertengkar hanya gara gara chat.


" Itu,...!" Keduanya berbicara berbarengan,


Suasana semakin kikuk.


" Eh, ada nak Amar, liburan kesini juga?" suara Helena, ibunya Angga datang tepat waktu.


Helena yang menggandeng lengan suaminya bertanya, setelah melihat Amar berbincang dengan Asyifa.


****

__ADS_1


__ADS_2