Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Menjenguk Ami


__ADS_3

Episode #134


   Ketika memasuki kamarnya, Camilla terlihat sedang beberes, dia sedang memasukkan beberapa bajunya kedalam koper, Ardi terhenyak melihat itu semua, akan tetapi dia sadar, dia yang memulai kekacauan ini.


   Ardi bergegas masuk tanpa suara, dia membantu Camilla memasukkan bajunya kedalam koper.


  Tindakan Ardi membuat Camilla keheranan," Kamu sakit?"


  Ardi hanya menghela nafas, dia melirik Camilla sebentar dan kemudian membantunya berkemas lagi.


  " Aku sakit, sakit melihat kamu menyusun barang mu sendiri, Aku sakit, telah membawamu kesini," Ardi berhenti sejenak, dia memutar badannya ke arah Camilla, dia menggenggam tangan istrinya tersebut, " Besok kita pindah ya? Aku sudah dapat info beberapa apartemen, setelah berkemas, nanti kita lihat sama sama, mana apartemen yang cocok," Setelah mengatakan itu, Ardi mengecup tangan Camilla.


    Camilla tidak bisa tidak luluh, dia memeluk Ardi, hatinya melunak.


  Ardi menghela nafas lega, dia harus menyenangkan Camilla, beberapa hari ini bahaya, jika Camilla melaporkannya dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karirnya bisa hancur, jika ini di dengar media dan dewan direksi.


    Sementara itu, Camilla tersenyum licik, jika dia tinggal di apartemen, dia akan leluasa mengatur waktu untuk bertemu dengan Glenn Yaw, membayangkan pertemuan mereka, Camilla pun tersenyum.


    Keduanya pun saling membantu dalam berkemas, besok keduanya akan pindah.


  Camilla sudah tidak sabar lagi, ingin bangun siang sepuasnya, dan terbebas dari Omelan ibu mertua.


  ***


     Ardi sudah memilih apartemen yang akan di sewanya bersama Camilla, dia meminta bantuan Ferdinand untuk mengurus, sehingga bisa langsung mereka tinggali, tanpa harus berurusan dengan pihak pengelola.


  Kabar tersebut tidak luput dari Asyifa, Ferdinand selalu melaporkan apapun padanya, di tengah malam pun Ferdinand menghubungi Asyifa.


  Asyifa langsung mengangkat telpon di tengah malam tersebut, dia juga masih terjaga karena sedang menonton drama Korea terbaru.


    " Halo Nona May, besok pak Ardi akan pindah ke apartemen buana yang terletak tidak jauh dari kantor, saya yang mengurusnya, apa perlu di berikan fasilitas tambahan?" Ferdinand bertanya.


    Asyifa paham, bahwa yang di maksud aksesoris adalah, kamera rahasia tersembunyi atau perekam suara.

__ADS_1


    " Kamu atur saja, kita harus mendapatkan bukti pengakuan mereka, tentang bukti keterlibatan mereka berdua, dalam rangka melenyapkan Nona Asyifa," Asyifa mengatakannya, seraya menyeruput kopi di tangannya.


  " Baiklah nona May, akan saya urus semuanya, selamat malam!"Ferdinand pamit.


    Setelah itu, Ferdinand langsung meluncur ke apartemen Ardi, dalam kamar utama dia menyisipkan kamera tersembunyi, sedangkan dalam kamar mandi, dia menyisipkan perekam suara.


   Setelah itu dia pergi pulang.


***


  Sesuai saran dari Ani, akhirnya Ardi dan Camilla pergi membesuk Ami di rumah sakit jiwa, sekaligus mengabarkan, bahwa mereka telah menikah,.


  Ardi berencana pindah ke apartemen di sore hari, Ferdinand di tugaskan untuk berbelanja keperluan sehari-hari di sana, walaupun enggan, Ferdinand tidak mampu untuk menolak.


    Setelah berkendara hampir dua jam, tanpa mengalami kemacetan yang berarti, Ardi dan Camilla akhirnya tiba di rumah sakit jiwa, dimana Ami di rawat, perawatan Ami untuk satu tahun ini sudah di bayar Arif, sebagai kompensasi perceraian mereka, Song Chai Mi, istri barunya Arif juga sudah menyetujui.


    Keluar dari parkiran, mereka segera menuju ke ruang informasi, mereka mencari keberadaan pasien yang bernama Ami Andreas.


  Jauh dari apa yang Ardi dan Camilla bayangkan, suasana di rumah sakit jiwa ini tidak seperti apa yang ada di film atau sinetron, Di sini para ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) bertingkah seperti manusia normal, tidak banyak Drama.


    Ardi dan Camilla memang di arahkan oleh petugas untuk menunggu di taman.


     " Nyari siapa mas?" tanya ODGJ seumuran Ardi, Perawakannya tinggi dan berwajah bersih.


  Ardi sebenarnya malas menanggapi, tapi melihat perawat ada di sana, dan juga ada cctv, dia harus bersikap baik, dan menampilkan citra, seorang yang penuh cinta kasih.


     " Adik saya mas, namanya Ami!" Dengan terpaksa Ardi meladeninya, senyumnya tulus sekali.


   " Oh, Ami, iya saya kenal dia, Biasanya jam segini dia ke taman!" balas ODGJ tersebut.


    Ardi mengeryitkan dahinya, orang di depannya ini, tidak terlibat seperti pasien.


  Ardi dan ODGJ itu pun mengobrol, dan obrolan mereka begitu nyambung, sementara Camilla lebih asik membuka ponselnya, dia menanti siaran langsung dari sang idola, Glenn Yaw.

__ADS_1


    " Kamu Sepertinya normal, trus kenapa kamu bisa masuk ke sini?" tanya Ardi penasaran.


     " Itu karena keluargaku tidak percaya, kalau aku ini pangeran dari kerajaan siluman ular!" Si pasien itu berbicara serius.


  Ardi menepuk jidatnya, dia hanya menggeleng pelan.


  Tak lama kemudian, seorang perawat muda menghampiri keduanya.


Ardi dan Camilla mengekor di belakang perawat, mereka menuju salah satu bangku taman, di sana sudah duduk seorang pasien berambut panjang sepinggang, nampak sekali pandangan matanya kosong.


    " Ini nyonya Ami nya pak, bu,.. jika ada apa apa bisa segera hubungi kami, petugas di sini!"


  Setelah mengatakan itu, kedua perawat itu undur diri.


  Ami tidak menyangka sebelumnya, jika tamunya adalah orang yang telah membuat hidupnya hancur berantakan, jika bukan karena Camilla yang memperkenankan Nya pada Ovan, selingkuhan keturunan turkinya, pasti sekarang dia masih berstatus masih jadi istri Arif, Arif juga tidak akan menikah dengan gadis keturunan Korea itu, Diam diam dia mengepalkan tangannya, sorot matanya tetap kosong, dia masih berpura-pura gila, agar tidak kembali ke jeruji besi.


Ardi membelai rambut Ami " Kamu apa kabar? kami ada kabar gembira, aku dan Camilla sudah menikah, dulu kamu selalu mengharapkan Camilla menjadi kakak iparmu, kamu cepat sembuh ya? biar kita bisa berkumpul kembali seperti dulu, rumah Benar benar sepi tanpamu, mama juga begitu merindukanmu.


Ami tak menyahut, pandangannya tetap ke depan, kosong.


Camilla pun tidak tinggal diam, " kakak tau jika kamu sudah tahu jika Arif telah menikah lagi, kamu jangan khawatir jika kamu sembuh, kakak akan mencarikan seorang pria yang baik padamu!" Camilla mencoba menghibur, sebagai kakak ipar yang baik.


" Cuih! mengenalkan pria baik, pria baik seperti ovan yang memerasku? entah berapa persen kamu mendapatkan uang dari dana penggelapan Dividen yang aku korupsi, Trus sekarang kamu berdalih sebagai seorang kakak ipar yang baik?" cibir Ami, dalam hatinya, dia sangat mengutuk wanita siluman di hadapannya ini.


alis Ami tiba tiba mengeryit, Kakak ipar? berarti mereka telah menikah, dan Ardi sudah meninggalkan rumah mewah dan mobil itu.. " Ternyata ucapan Asyifa benar," analisis Ami, di dalam pikirannya.


Ardi pun kemudian melanjutkan, Tia sekarang sudah lulus kuliah, dia lulus seleksi di Prameswari group, dia ingin interview Senin besok, doakan lulus ya!"


Ami tertawa dalam hatinya, Asyifa sangat menyayangi Tia, pasti lah dia akan menyelamatkan anak itu!"


Mereka tetap berbincang bertiga, selayaknya keluarga yang saling mencintai.


Ketika Ardi dan Camilla pamit, Ami mengucapkan kata yang sangat mencengangkan mereka berdua.

__ADS_1


" Syifa,.. masih hidup!" sorot mata Ami pun tetap dingin, kosong dan suram.


****


__ADS_2