Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Labuan Bajo


__ADS_3

Episode #109


      Keesokan harinya Ardi langsung memboyong Camilla ke labuan Bajo, untuk meminta restu kepada ayahnya Camilla. Mereka tiba di bandara Soekarno Hatta jam delapan pagi, dengan penerbangan transit di bandara Juanda Surabaya, beberapa jam ketika hampir menjelang sore, penerbangan ke Bandara komodo, labuan Bajo pun segera berangkat.


     Ini adalah pertama kalinya Camilla langsung menemui ayahnya ke pulau Flores, biasanya ayahnya yang menemuinya di Jakarta, alasannya sederhana, hanya Camilla belum bisa menerima perceraian kedua orang tuanya, sehingga dia belum bisa bertatap muka dengan ibu sambungnya dan adik adiknya, hal serupa juga berlaku pada ibunya, yang sekarang menetap di Paris bersama suami barunya, walaupun sesekali ibunya mengirimkan Tiket kepadanya, dia tidak pernah mengunjungi ibunya, walaupun tiket nya di pakai hanya untuk berlibur.


     Sesampainya di Bandara komodo, Ardi dan Camilla, sudah di jemput oleh karyawan Edward, ayah Camilla. Edward berhalangan hadir karena harus mengurus sebuah perjamuan yang akan di laksanakan beberapa hari lagi di resort miliknya, sang pemesanan orang yang cukup penting dan sangat terpandang, jadi dia akan berusaha memberikan kesan yang sangat bagus, Hal ini tentu akan berpengaruh pada resort yang di kelolanya.


     Ardi dan Camilla segera keluar dari Bandara, di sana sudah banyak para supir travel yang menjemput pelanggan mereka, semuanya mengangkat kertas yang sudah di tulis nama yang mereka jemput tinggi tinggi, hal itupun berlaku pada Camilla, di sana tertulis, " Nona Camilla, kesayangan papa Edward."


Dengan tulisan seperti itu, Camilla pasti tahu bahwa itu adalah utusan papanya, walaupun sedikit geli membaca tulisan itu, hati Camilla juga tidak dapat berbohong, jika dia senang, Ardi dan Camilla pun segera menghampiri kedua karyawan tersebut.


Kedua karyawan tersebut adalah orang lokal dengan ciri khas masyarakat setempat, ketika Camilla dan Ardi menghampiri keduanya, mereka terbengong, mereka tidak percaya bahwa anak bosnya adalah seorang artis, walaupun sudah tidak seterkenal dulu, keduanya begitu antusias, dengan mengajak foto bersama.


" Nona Camilla, bolehkah kita foto bersama, saya ngefans berat dengan Nona," ucap pegawai itu dengan nama tag Ruli.


" Saya juga Nona!" ucap teman seprofesinya.



" Saya duluan!"


"Saya duluan!"


keduanya bertengkar.


Menyaksikan itu Ardi sedikit sakit kepala, dia menekan pelipisnya dengan jari jempol dan jari tengah.



" Baiklah, sini saya fotokan kalian masing masing, setelah itu kalian foto bertiga,.. jangan berantem lagi, pusing saya mendengarnya!" Ardi memutuskan persengketaan keduanya.


__ADS_1


keduanya tersenyum dan mengangguk setuju, segera mereka mengeluarkan ponsel mereka masing masing.



Camilla hanya terkikik geli, melihat tingkah kedua anak buah ayahnya ini, pantas ayahnya betah tinggal di sini.



Setelah sesi foto, merekapun menuju parkiran, Abdul dan Ruli berdua duduk di depan mobil Toyota Avanza, sedangkan Camilla dan Ardi duduk di belakang.



Mobil pun melaju perlahan di tanah pulau Flores, Abdul yang duduk di belakang kemudi, begitu bersemangat menceritakan perasaannya, bagaimana dia selalu menonton setiap acara tv yang ada Camilla nya, begitupun dengan Ruli, tak kalah antusiasnya menceritakan hal yang sama, tetapi keduanya heran, tidak ada tanggapan samasekali dari Camilla, keduanya sontak melihat ke belakang, dan mereka menepuk dahinya bersama, Ardi dan Camilla sedang tertidur pulas karena kecapean.



Mobil pun melaju ke Matahari Flores resort, yang di kelola oleh Edward, yang terletak di pantai waicicu labuan Bajo Manggarai barat.


Sesampainya di sana Ruli membangunkan Ardi dan Camilla, dengan menepuk nepuk tangan keduanya, mereka pun terbangun, Camilla sempat memekik kaget melihat Ruli, ketika membuka matanya, Abdul pun tak bisa menahan tawanya, dia jadi ada bahan tambahan untuk mengejek Ruli, Ruli hanya mendengus kasar, dia menjitak kepala Abdul.


Saat memasuki hotel, Camilla terpana dengan keindahan resort yang di kelola ayahnya ini, bangunannya menggunakan arsitektur tradisional dengan setiap vila memiliki akses langsung ke laut, banyak juga terdapat spot menarik dan romantis, sehingga cocok untuk pasangan berbulan madu, memikirkan bulan madu, wajah Camilla merona seperti buah delima, pantas saja ayahnya betah tinggal di sini.


Tak lama kemudian seorang pelayan hotel, masih dengan orang lokal, menyapa keduanya, dari seragam yang di pakai di ketahui namanya Lande.



" Nona dan tuan, saya sudah menyiapkan kamar, mari ikuti saya!" Landepun berjalan, menuju salah satu vila mewah di resort itu, Edward tentu saja menyambut putri sulungnya dengan sangat baik, karena ini pertama kalinya sang putri mau mengunjunginya setelah perceraian dengan ibunya Camilla.



Di depan pintu Lande berpesan, " Nona istirahat dulu, nanti saya panggil setelah jam makan malam, tuan sudah menyiapkannya," Setelah itu Lande pamit dan mengantarkan Ardi ke kamar sebelah kamar Camilla.


__ADS_1


Camilla pun segera masuk ke kamar dan langsung merebahkan diri, View' dan akses masuk langsung ke pantai, membuatnya bersemangat, tak lama kemudian, Camilla pun tertidur.



Selang beberapa jam kemudian, jam makan malam telah tiba, Lande menjemput Ardi dan Camilla, untuk datang ke perjamuan.


Camilla memakai dres kasual yang sangat cocok di tubuhnya, Dress itu tidak terlalu polos dan tidak terlalu glamor, Ardi juga tampil dengan setelah jas, keduanya berjalan beriringan di belakang Lande, mereka sangat serasi.


Edward yang menunggu sedari tadi, Langsung merengkuh putri sulungnya, Camilla pun sama, keduanya langsung melepas kerinduan masing masing, Edward pun mencium pipi kiri dan kanan Camilla, sebagaimana dia lakukan sewaktu Camilla kecil.


Setelah itu, Ardi dan Camilla di perkenalkan kepada istri dan anak anaknya, walaupun Camilla enggan, dia tetap menunjukkan sikap ramah pada ibu sambung dan ketiga adiknya.


Makan malam pun dimulai dengan penuh canda tawa, suasananya begitu hangat, pembicaraan di dominasi oleh Edward dan Camilla.


Ketika semuanya selesai makan, Camilla dan Ardi pun membicarakan hal serius kepada Edward, mereka memilih salah satu spot di tepi pantai, suasananya begitu bagus dan romantis, ada lampion di sepanjang jalan menuju pantai.


" Sebenarnya kedatangan saya kemari untuk melamar Camilla, saya ingin menjadikan dia istri saya," Ardi sedikit gugup, ini pertama kalinya dia melamar pada pihak perempuan, sebelumnya kepada Asyifa dia Hanya meminta persetujuan gadis itu saja, karena dia sudah tidak punya orang tua ataupun wali.


Mata biru Edward menelisik Ardi, wajah bulenya yang begitu mirip Camilla terlihat tegas, " Apakah ini pernikahan pertamamu?"


" Tidak, ini pernikahan keduaku, sebelumnya saya kehilangan istri saya karena kecelakaan," Ardi berkata jujur.


Edward mengangguk, " Jika kamu serius ingin menikahi anak saya, ijab Kabul akan di laksanakan tiga hari kedepan, saya akan mengatur semuanya di sini," Edward berucap serius.



Ardi Dan Camilla terbelalak, mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


" Kalau kamu keberatan, tidak akan ada lagi pernikahan, jangan mencari alasan dengan pengurusan dokumen, semua bisa kalian urus ketika kembali ke Jakarta, Bagaimana?" Edward menatap tajam Ardi.


Ardi tidak ada pilihan, selain setuju.


Seketika Camilla memeluk Edward dengan penuh terima kasih, papanya memang tidak pernah mengecewakannya.

__ADS_1


Ardi hanya pasrah dan kehilangan kata kata, dia seolah di jebak oleh rubah tua yang licik.


***


__ADS_2