
Episode #29
Setelah perbincangan dengan Song Chai Mi dengan dirinya di atap gedung, rumah sakit, Asyifa banyak termenung, dia mengulang beberapa memori selama berumah tangga dengan Ardi.
Awalnya Ardi adalah lelaki yang manis, entah sejak kapan perangai lelaki yang mengucapkan sumpah sehidup semati itu berubah drastis, selama ini dia sudah berusaha menjadi, istri, ipar dan menantu yang baik, semakin dia mengingat, semakin dia merasakan sakit sendiri, entah kesalahan apa yang dia perbuat, sehingga ibu mertua, adik ipar dan suaminya berubah,.
" Mungkin ada sebagian orang yang memang di takdir kan tidak bisa berbuat baik, sejauh apapun kita berbuat baik, selalu tak pernah di anggap, sudahlah, memang watak manusia susah untuk di rubah," setelah mengatakan itu, Asyifa tertidur.
v Pagi hari, Song Chai Mi,sang perawat, Min Ho, sang psikolog, Kim Ye Joon , sang dokter yang menangani operasi bedah plastik Asyifa, berkumpul di ruangannya, tidak banyak yang hadir di ruangan itu, Hari ini adalah pembukaan perban di seluruh wajah Asyifa, jujur saja, Asyifa sangat gugup dengan wajah barunya, " Bagaimana hasilnya,? Aku deg degan sekali,!" pikirnya.
Kim Ye Joon, lelaki rupawan yang sangat mirip dengan oppa oppa yang sangat di gandrungi para remaja dalam negri, pelan pelan mulai membuka perban di wajah Asyifa, pelan dan begitu lembut, Asyifa sempat meremas seprei saking dia tak bisa menahan gejolak hatinya.
" The operation was successful, it's perfect," Seru Kim Ye Joon gembira.
( operasinya berhasil,.. ini sempurna,)
"Daebak,! " You are georgeous," Song Chai Mi tidak bisa menahan rasa kagumnya, dia mengangkat dua jempol keatas.
( Hebat, kamu cantik)
Min Ho tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum.
" Na Jinjja yeppeo,?" Asyifa menarik turunkan alisnya, dia berusaha menggoda Song Chai Mi.
( Apakah aku sungguh cantik?)
Mendengar bahasa Korea Asyifa, sontak semuanya tertawa, mereka tidak menyangka jika Asyifa akan merespon dengan bahasa mereka.
" your Korean isn't that bad, if you stay a little longer maybe you can improve it, maybe you can even write Hangul," kelakar Kim Ye Joon.
( bahasa Korea mu tidak terlalu buruk,.. jika kamu tinggal lebih lama lagi mungkin kamu dapat meningkatkannya, bahkan mungkin kamu dapat menulis Hangul/ aksara Korea)
"Hahahaha, you're a bit exaggerated oppa, I only know that sentence because every time Song Chai Mi always asks that every time we meet," jelas Asyifa dengan senyum manisnya.
( Hahahaha, kamu sedikit berlebihan oppa, saya hanya tahu kalimat itu karena setiap waktu Song Chai Mi selalu menanyakan itu setiap kita bertemu.)
Semua tertegun, melihat senyum Asyifa, kecantikan yang nyaris sempurna, tidak ada yang akan menduga, jika itu hasil operasi.
Sepersekian detik kemudian semuanya tersadar.
Song Chai Mi tersenyum malu malu, dia menundukkan wajahnya sebentar.
Semua tertawa melihat reaksi Song Chai Mi yang seperti gadis remaja, dia terlihat sangat imut.
"Ekhem," Min Ho alias Jhon berdehem dan mengembalikan fokus semua orang.
Kim Ye Joon akhirnya mengajak Asyifa ke arah cermin yang terletak di ruangan itu.
__ADS_1
Jantung Asyifa berdegup begitu kencang, tangannya dingin, perasaan tegang seperti ini pernah di alaminya pada saat Ardi mengucapkan sumpah sehidup semati di mata negara dan agama.
Langkahnya semakin mendekati cermin.
" calm down,.. if you feel nervous, close your eyes and open slowly," Min Ho memberikan saran.
( tenanglah,.. jika kamu merasa gugup, tutup matamu dan buka perlahan lahan)
Asyifa mengangguk, dan mencoba saran dari psikolognya, dia menutup matanya dan membuka matanya perlahan lahan.
Setelah melihat wajah barunya dia tertegun, semua fitur wajahnya berubah, bibirnya tipis kemerahan, hidungnya mancung, alis yang hitam dan begitu rapi, mata yang indah dan begitu tajam, serta dua lesung pipi yang akan terlihat jelas jika ia tersenyum, rambutnya panjang lurus sepinggang, dan tubuhnya yang begitu proposional, badannya seperti gitar spanyol, tidak terlalu langsing, lekuk tubuhnya terlihat jelas dan indah, dia begitu terpaku untuk beberapa saat, ketika menyadari bahwa itu adalah dirinya, dia seperti dewi Yunani yang sedang turun ke bumi, tidak dapat di pungkiri, dia begitu senang dengan perubahan tersebut, dia begitu puas dengan hasilnya, walaupun sebenarnya dia masih sangat mencintai dirinya, Asyifa dengan tubuh gemuknya.
Bagi Asyifa tidak ada yang salah dengan tubuh gemuk, karena itu bukan sebuah dosa dan juga bukan sebuah aib, entah siapa yang menerapkan bahwa standar kecantikan itu kurus, sehingga banyak sekali orang merasa minder dan insecure hingga lupa bersyukur dan mencintai dirinya sendiri.
" Miss May?" suara Song Chai Mi membuyarkan lamunan singkatnya.
Asyifa masih di panggil Miss ( nona) bukan Mrs ( nyonya ) karena di status barunya Humaira Pramesti masih single dan Belum menikah.
" Miss May?" panggil Song Chai Mi lagi.
" Hah,?" May alias Asyifa gelagapan, terlihat sekali dia sedang melamun,
Semua yang ada di ruangan itu sontak tertawa menyaksikan tingkah Asyifa yang menggemaskan.
" don't laugh at me, i just can't believe that the girl in the mirror is me, she looks like a goddess," Asyifa meraba wajahnya setelah mengatakan itu, terus terang dia juga merasa kagum.
( jangan tertawakan aku, aku hanya tidak percaya bahwa perempuan yang ada di dalam cermin adalah aku, dia terlihat seperti dewi)
Min Ho hanya mengamati, di dalam pikirannya, dia sudah tahu, apa Sifat yang harus di kendalikan oleh Humaira, dia sudah berdiskusi dengan Kim Ye Joon untuk membiarkan Humaira keluar dan berinteraksi dengan sekitar, di temani oleh Song Chai Mi sebagai guide, dan melaporkan bagaimana Humaira bersikap kepada Min Ho.
" miss may,.. today you are free, you can go sightseeing, Song Chai Mi will accompany me to make sure that you don't get lost.," Kim Ye Joon memberikan ijin keluar pada Asyifa.
( nona may ,.. hari ini kamu bebas, kamu bisa pergi jalan jalan, Song Chai Mi akan menemaniku untuk memastikan bahwa kamu tidak tersesat.)
Asyifa begitu senang, akhirnya dia dapat keluar dari rumah sakit dan dapat melihat dunia luar.
" Finally you know, I'm really bored here," Asyifa tersenyum senang dan langsung menoleh pada Song Chai Mi,. " Let's get dressed first Rose, let's hang out," Seru Asyifa pada Song Chai Mi, dan langsung berlari ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
( akhirnya kamu tahu, aku sangat bosan di sini)
( ayo ganti pakaian dulu Rose, kita nongkrong)
Ketiga hanya menggelengkan kepala, melihat antusiasme dari Asyifa, Kim Ye Joon akhirnya berpesan pada Song Chai Mi agar Asyifa meminum obatnya tepat waktu, sebelum dia dan Min Ho meninggalkan ruangan tersebut.
*****
Sementara itu, pagi ini Camilla masih sangat kesal pada Bastian, karena laki laki itu tidak berinisiatif menolongnya, dari gempuran rmak - emak di daerah perumahan orang tua Ardi.
__ADS_1
" Loh,.. aku kan bekerja sebagai manager bukan bodyguard, lagipula sebelumnya aku sudah sarankan untuk menelfon saja, eeh, malah kamu ngotot datang kesana, ya, resiko," Bastian membela diri, dia semakin senang melihat Camilla yang masih kesal.
" Yaudah, mumpung hari ini free, ga ada pemotretan, ga ada syuting, bagaimana kalau aku ajak ke tempat Melinda, sapa tau mood kamu bagus lagi, lagian dari kemarin Melinda mau quality time bareng, Gimana,?" kalau iya, aku ke parkiran duluan, buat manasin mobil, kalau nggak aku pulang dan tidur," ucap Bastian pada Camilla.
' Bastian dan Camilla, memang tinggal di satu gedung tapi beda lantai'
" Baiklah, aku siap Siap dulu,,!" jawab Camilla masih ketus, dan langsung ke kamar mandi membersihkan diri, sedangkan Bastian berjalan keluar parkiran menunggu Camilla di sana sambil memanaskan mobil.
Perjalanan yang biasanya empat puluh lima menit menjadi dua kali lipat, karena mereka berangkat pas pada jam macet, ketika mereka sampai di butik, Melinda baru saja sampai, dan memasuki butiknya.
" Mil, aku gak ikut yah,.. aku masih ada kerjaan lain,.. kalau butuh jemput nanti call aja, ok,!" Bastian langsung pamitan pada Camilla.
"Hmmp," Dehem Camilla, sambil membuka pintu mobil dan keluar, dia masih sebel dengan tingkah Bastian.
Camilla memasuki butik, para pegawai yang melihat langsung menatap takjub Camilla, semua menatap dengan tatapan memuja, tidak dapat di pungkiri bahwa mereka adalah fans Camilla, para pegawai selalu ingin minta selfie bareng, tetapi peraturan butik melarang keras, mengganggu kenyamanan pengunjung, jadi mereka hanya menatap Camilla dari jauh.
Camilla hanya memberikan senyum pada mereka, dan langsung menuju ruangan owner butik Lady's palace, Melinda.
" Hy, Mel, sorry baru bisa kesini, jadwal padet, hari ini baru free," cerocos Camilla ketika memasuki ruangan Melinda tanpa mengetuk.
Melinda yang baru saja membuka laptopnya melirik ke arah Camilla yang sudah berbaring di sofa,. ' Tuh wajah kenapa,? kusut banget seperti jemuran Belum di setrika," Melinda memperhatikan Camilla, terlihat jelas tidak ada wajah senang di sana, biasanya artis itu langsung heboh jika mereka bertemu.
" Aku kesel sama Bastian, Aku kesel sama Ardi,!" seru Camilla sambil menutup matanya dan membuka lagi melihat langit langit.
"Sama Michael kesel ga!" ejek Melinda dalam hati.
" Kamu kenapa? yuk cerita,! Melinda beranjak dari meja kerjanya dan menghampiri Camilla di sofa.
Camilla langsung duduk, ketika Melinda mendekat.
" Ada apa? Ada masalah? tanya Melinda peduli, sebenarnya dia sudah tidak mau tahu lagi tentang apapun yang menyangkut Camilla, tetapi demi misi dari tuan muda AMAR SYAPUTRA, dia berlapang dada, bersikap baik pada ular betina satu ini.
Tidak ada jawaban dari Camilla.
" Kenapa?" Melinda bertanya lagi, dia benar benar menunjukkan tingkat kepedulian yang begitu tinggi ke Camilla. hal ini yang membuat CAMILLA merasa nyaman dengan Melinda.
Camilla kemudian menceritakan segalanya, mulai dari dia yang minta di jemput oleh Ardi ke gala premiere,, tingkah Ardi yang tiba tiba berubah, pertengkaran mereka ketika hendak pulang dari gala premiere, menghilangnya Ardi, serta kejadian di rumah Tante Ani, mamanya Ardi, di mana para ART berebut foto selfie dengan dia, sebagai aksesoris pendapuran, ada yang selfie dengan Sutil, pisau dapur, sapu dan bahkan belanjaan, saking semangatnya, Belum lagi para ibu ibu majikan mereka.
Mendengar bagian cerita terakhir, Melinda sudah tertawa terpingkal pingkal, membayangkan betapa tersiksanya Camilla, seorang model yang tiap hari pemotretan dengan barang barang wah, tiba tiba menjadi model pendapuran, demi menjaga citra baik yang selama ini di bangunan nya dia rela menderita sedikit, Melinda membayangkan, betapa terhiburnya Bastian dan gak enaknya perasaan Tante Ani pada waktu kejadian
"Lho,! kok malah ikutan tertawa sih,! nyebelin akh! kamu sama saja seperti Bastian," rujuk Camilla, wajahnya terlipat, bibirnya mengerucut, kedua tangannya di lipat ke depan dadanya.
Tawa Melinda semakin kuat, dia senang sekali menggoda Camilla.
" Maaf,! Maaf,! sebagai permintaan maaf, yuk kita nyalon aja, aku dengar ada klinik kecantikan yang bagus, dokternya rekomendasi katanya, kesana yuks,!" ajak Melinda sambil menaik turunkan alisnya.
Setelah mendengar kata nyalon, segera mood Camilla yang hancur membaik, senyumnya mengembang, dia melangkah keluar, " Ayok, buruan, Aku tunggu di parkiran, GPL gak pake lama ,!" Camilla keluar dan langsung menuju parkiran.
__ADS_1
Melinda begitu senang, melihat Camilla begitu semangat, dia segera menganggukkan kepalanya sebelum Camilla keluar, setelah itu dia menarik satu garis bibirnya " Waktunya akan segera di mulai, ular," cibirnya dalam hati.
****