Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Rebecca Jhonson


__ADS_3

Episode #28


     Flash back on


Indah yang uring uringan pulang dari rumah temannya di tanya oleh Wijaya, " Dek, kamu ada masalah apa? Cerita sama kakak? kakakmu ini adalah satu satunya keluargamu, tempat bernaung mu, kamu kenapa?"


  Bukannya menjawab indah malah menangis sejadi jadinya.


   Wijaya bingung," Dek, jangan seperti ini! kakak tidak tahu harus berbuat apa, jika kamu tidak menceritakan masalahnya!" Wijaya membelai rambut adik semata wayangnya tersebut.


    Indah mengibaskan tangan Wijaya, dan suara isakan nya pun mulai menggema.


  " Kamu kenapa dek? apa kamu merasa sakit?" Wijaya Kusuma tidak mampu menahan rasa khawatirnya.


  Tanpa menunggu lama, Wijaya Kusuma langsung meminjam sepeda ontelnya Amir, dan membonceng indah ke puskesmas terdekat.


   Setelah indah di periksa, Bu bidan segera memanggil Wijaya ke ruangannya.


    " Ada apa dengan adik saya Bu bidan? Adik saya sakit apa?" Wijaya bertanya dengan nada yang sangat khawatir.


  Bu bidan menghela nafas," Apa adik anda sudah berkeluarga?"


  Wijaya refleks menggelengkan kepalanya.


  " Selaput dara adik anda robek, dan itu umum di lakukan oleh orang yang sudah menikah, itu adalah hasil dari pemeriksaan saya, tidak ada yang aneh pada keadaan tubuh adik anda!"Bu Bidan melaporkan hasil pemeriksaannya.


    " DUAR!" Bagai petir menyambar, awan rasanya runtuh, Wijaya sangat terpukul, tanpa mengucapkan sepatah katapun, Wijaya kembali membonceng adiknya kembali, dengan sepeda ontel, keduanya kembali ke gubuk dekat ladang tebu, tempat tinggal mereka, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara keduanya.


   Berhari hari indah tak pernah lagi mengeluarkan suara, beberapa kali Wijaya mengajaknya berbicara, tapi tidak ada hasil, Amir pun sempat menjenguk indah, tetapi di usir oleh perempuan itu.


  Tiga hari kemudian, Wijaya mengajak adiknya berbicara dari hati ke hati, " Dek, kakak sudah tahu semuanya, jangan lagi di tutupi, siapa yang melecehkan kamu? waktu itu Amir mengantarmu pulang, Apa Amir pelakunya?"


  Bukannya mengeluarkan jawaban, isak tangis dari indah pun menggema, dalam gubuk itu, " Iya, kak!"


  Wijaya tersentak," Setelah hampir dua Minggu adiknya mau berbicara jujur.


  Ada keraguan dalam hati Wijaya," Sepertinya tidak mungkin itu Amir!"


  Indah kemudian menatap Wijaya dengan pandangan yang sulit di artikan.


    Wijaya hanya menghela nafas, " Kamu istirahat saja dulu, kakak mau mengambil rumput untuk makanan si Ireng!"

__ADS_1


   Ireng adalah sejenis kambing jantan, harta mereka satu satunya, upah Wijaya dari juragan Darso yang menggembalakan kambingnya.


  Indah mengangguk.


  Sepulang Wijaya dari mencari rumput, dia berteriak histeris dan begitu memilukan, dia melihat indah sudah kehilangan nyawanya, dengan sebuah kain jarik yang di gantungkan keatas pohon sukun di belakang gubuknya, dekat kandang si Ireng.


  Di hadapan indah yang sudah tidak bernyawa, Wijaya bersumpah, akan menghabisi Amir dan seluruh keturunannya,


  flash back off


***


  Sementara itu. di lain tempat dan negara.


  " Kau terlihat gagah sekali kali ini, Amar!" Glenn Yaw menggeleng gelengkan kepalanya menatap takjub Amar di hadapannya.


 " Haish!" Amar mengibaskan tangannya, " jangan bilang oriental seksual mu sudah berubah, Aku tak tertarik pada sesama pria!" Amar berkata tegas.


  " Ha ha ha!" Glenn Yaw tertawa," kau berpikiran terlalu jauh Amar, Aku Hanya sekedar memuji, jika penampilanmu seperti ini, Aku takutnya Rebecca tidak akan melepaskan mu dan akan menyetujui perjodohan itu!"


  Amar mendengus," Aku sudah memikirkan hal itu! menurutmu, jika aku berpenampilan sederhana dan apa adanya, Apa Rebecca mau bertemu denganku? yang ada Aku di usir oleh kru di sana!"


   " Ha ha ha! Aku tidak berpikir seperti itu! Baiklah Aku mengerti!" Glenn Yaw mengalah.


  Glenn Yaw bahkan memberi tips pada kru, untuk memberi pesan, bahwa Amar syaputra akan bertemu dengan Rebecca setelah pertunjukan, tak lupa Glenn Yaw memberikan tips sebesar seratus pound Sterling, kru itu sangat senang, dan tak lupa mengucapkan terima kasih, baginya, jumlah itu sudah besar.


  Setelah keduanya duduk, suara dari beberapa tamu VVIP jelas terdengar, di meja sebelahnya, empat orang wanita duduk bergerombol.


  " Kau tahu! aku sangat beruntung mendapatkan tiket ini! Aku sangat mengagumi Nona Rebecca!"


  " Aku juga penggemar beratnya, sayangnya kehidupan pribadinya begitu tertutup, bahkan di akun Instagramnya, semuanya tentang musik dan penghargaannya, tidak pernah menampilkan kehidupan pribadinya!"


  " Benar, setiap aku buka storynya, tak pernah menampilkan kehidupan pribadinya, semuanya hanya tentang bermusik saja!"


   " Aku dengar Rebecca itu seorang bangsawan, kakeknya berjasa dalam peperangan!"


  " Tak heran kehidupannya sangat di tutupi, menurutmu, apakah dia sudah punya pacar?"


  " Aku tidak tahu, Setahuku kaum bangsawan rentan dengan perjodohan, mungkin dia sudah di jodohkan dengan orang lain!"


  Tepuk tangan riuh menghentikan obrolan mereka, Rebecca sudah memasuki panggung, sinar lampu mengarah padanya.

__ADS_1


  Rebecca memiliki tinggi tubuh 170cm, rambutnya ikal brondle, hidung mungil,pipi kemerahan dan berbintik, dia memakai gaun merah marun, yang menampilkan lekuk tubuh indahnya.


  Setelah mengucapkan beberapa patah kata, Rebecca memulai pertunjukannya.


Suara piano menggema, tak ada lagi orang yang mengeluarkan suara, semua larut dalam melodi indah yang di mainkan oleh Rebecca, jari jari Rebecca begitu indah memainkan piano.


Satu, Dua, Tiga, Empat, lagu di mainkan Rebecca, gemuruh tepuk tangan langsung menggema di seisi gedung, semua orang meng elu elukan nama Rebecca.


Rebecca kembali ke balik panggung, penampilan selanjutnya,di lanjutkan oleh Sharon, seorang pianis muda yang sedang viral di sosial media.


Saat ini Rebecca sedang berada di ruang ganti, penata riasnya sedang menata penampilannya kembali, setengah jam kedepan dia akan tampil lagi, mendampingi seorang penyanyi terkenal.


Di ruang ganti tersebut, seorang kru datang menghampirinya," Nona Rebecca, maaf saya mengganggu! Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu!"


Rebecca mengangguk, mempersilahkan kru itu menyampaikan tujuannya, penata rias sedang memperbaiki lipstik nya.


" Seorang tamu VVIP ingin bertemu Nona, dia bernama Amar syaputra!"


Penata rias sudah selesai memperbaiki makeup nya, sekarang merapikan rambutnya.


Rebecca mengeryitkan dahinya," Amar syaputra?"


Kru itu menunjukkan kertas yang di tulis oleh Glenn Yaw.


" Benar nona, namanya Amar syaputra!


Kemudian Rebecca membuka kertas itu," Nama belakangnya sangat asing, mungkinkah dia bukan orang Britania?'


" Baiklah, sampaikan padanya, untuk menemui saya di belakang panggung, selesai acara nanti!" Rebecca mengembalikan kertas tersebut.


" Baiklah Nona!" si kru langsung keluar ruangan, dan segera menuju meja yang sedang di duduki oleh Glenn Yaw dan Amar.


Amar dan Glenn Yaw yang sedang menikmati alunan musik segera di hampiri oleh kru.


" Nona Rebecca berkata, untuk langsung menemuinya setelah acara selesai, di belakang panggung!" si kru langsung melaporkan.


Glenn Yaw mengangguk.


" Lihat, mudah sekali bukan? kau hanya perlu mengeluarkan uang sebesar seratus pound Sterling, dan semua urusan terselesaikan!"


Amar menatap Glenn Yaw," Tapi tidak semua urusan bisa di selesaikan dengan uang.

__ADS_1


Keduanya kembali melihat keatas panggung, kali ini Rebecca mendampingi seorang penyanyi terkenal, penampilan keduanya begitu memukau.


****


__ADS_2