Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Antagonis dan protagonis


__ADS_3

Episode #64


   Seminggu telah berlalu, semenjak kejadian itu, seminggu ini tak ada berita yang aneh, Asyifa menjalani kehidupannya dengan tenang, aman dan damai.


    Besok adalah hari, dimana dia dan Camilla mantan sahabat, akan di pertemukan dalam satu pekerjaan, Asyifa sudah sangat menantikan ini dengan sangat lama,


   Hari ini Asyifa ada jadwal pemotretan tentang salah satu produk perhiasan berlian, sang owner tidak sengaja melihat penampilan Humaira di pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma, yang mengenakan satu set perhiasan berlian, dia sangat tertarik, dan merasa Humaira cocok untuk menjadi modelnya, jadi dia meminta timnya untuk mencari keberadaan Humaira sampai ketemu, untungnya keberadaan Humaira sangat mudah di lacak, karena waktu itu dia datang bersama tuan muda AMAR SYAPUTRA.


   Ketika sedang break photo shoot, Bastian menghampiri Humaira.


     " Nona, Boss," panggil menejer barunya Humaira.


    Asyifa sudah beberapa kali meminta Bastian memanggil dengan namanya saja, tetapi Bastian kekeh ingin memanggilnya, ''Nona Boss' katanya biar lebih akrab.


      Bastian menyodorkan sebotol air mineral kepada Asyifa, dia tahu, artisnya pasti haus, inilah yang di sukai Humaira dari Bastian, tanpa ia harus menyuruh atau meminta tolong, lelaki tersebut sudah melakukannya, maka dari itu Asyifa sering memberinya bonus lebih.


        " Kenapa Ian? apa ada yang penting" tanya Asyifa, wanita itu lebih suka memanggil Bastian dengan sebutan nama belakang daripada nama depan, jika dia masih memanggil dengan nama depannya yaitu Bas, dia merasa bahwa dia masih menejer nya Camilla.


    ' Begini, Nona Boss" Bastian mengambil kursi dan langsung mendudukinya, " Bagaimana kalau Bu, Boss membuat akun Instagram dan akun lainnya? jadi para penggemar Bu Boss, atau jika ada job, mereka bisa langsung menghubungi Bu, Boss? Dan juga pihak dari pak Aliansyah, penyelenggara acara televisi itu, agar lebih mudah, untuk promosi acaranya?" usul Bastian bersemangat.


    " Aduh, Ian, Aku paling males, main sosial media, bagi aku itu tidak terlalu penting, I feel calmer without them, tapi kalau mereka minta, ya buat saja, nanti kamu yang handle, OK?"


    ( Aku merasa lebih tenang tanpa mereka)


   Bastian tersenyum, dia mengangguk setuju, dengan cara ini, dia merasa lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan untuk Nona Boss May, pundi pundi rupiahnya pun semakin banyak.

__ADS_1


     Pemotretan pun di mulai kembali, sang fotografer Erwin Triadi, cukup puas dengan penampilan dari Asyifa, dia merasa Asyifa bisa berpose natural, tanpa di arahkan lagi, sepertinya dia dan kamera saling terhubung, dan memiliki ikatan, kalau terus seperti ini Erwin pun bisa menjamin kalau Asyifa bisa menjadi Top Supermodel.


    Gea, tamu sang owner pembisnis berlian tersebut, merasa cukup puas dengan penampilan Humaira, dia terus menonton pemotretan tersebut, tak sekalipun Erwin, mengulang atau mengarahkan posenya, yang berarti bahwa Humaira memang berbakat, Dia tau, bagaimana kerasnya watak fotografer yang terkenal di negara ini, jika dia menemukan model yang susah di arahkan, dia bisa saja membatalkan pemotretan dan menyuruh untuk, mengganti model.


   " Oke, pose terakhir!" ucap sang fotografer membidik kameranya.


  Erwin Triadi cukup puas dengan penampilan Humaira, tetapi dia tidak akan memujinya.


    Bastian menarik nafas lega, laki laki itu tau betapa mengerikannya seorang Erwin Triadi, jika modelnya susah di atur dan di arahkan, tidak keluar kata kasar saja itu sudah merupakan pujian, tiba tiba dia teringat, ketika Camilla di katain bodoh, oleh fotografer tersebut di salah satu pemotretan.


   Bastian sebenarnya heran dan bercampur kagum pada bos barunya ini, dari informasi yang susah payah ia peroleh, dia menemukan bahwa Nona Boss nya ini, tidak pernah mengenyam sekolah modeling, tapi kenapa dia bisa begitu lincah di depan kamera? mungkin inilah yang namanya bakat!" begitu pikirnya.


     Jika Asyifa tahu apa yang di pikirkan oleh Bastian, mungkin dia akan tertawa terbahak bahak, hanya AMAR SYAPUTRA dan Angga Kusuma yang tahu, jika dulunya Asyifa pernah berkecimpung di dunia modeling anak, akan tetapi akhirnya berhenti, karena mamanya ingin Asyifa fokus pada sekolah dan pendidikannya, jadi tidak heran jika Asyifa bisa tampil memukau di depan kamera.


    "Nona Boss, lihat ini!" Bastian langsung menyodorkan ponselnya kepada Humaira, itu adalah akun Instagram yang baru di buatnya satu jam lalu, kemudian akun itu langsung menampilkan live tentang pemotretannya barusan, dalam satu jam, akun Instagram Humaira langsung centrang biru dan memiliki 20k followers, bahkan akun itu belum meng-upload sebuah fotopun,.


    Setelah pemotretan selesai, jadwal Asyifa hari inipun berakhir, Bastian ingin mengantarnya pulang, tetapi Nona Boss nya itu menolak, Bastian pun tidak bisa memaksa,. laki laki itu pun langsung mengeluarkan draft untuk syuting besok, Asyifa harus menghapal beberapa dialog nya.


    Asyifa membuka Draft yang di berikan oleh Bastian, dia mempelajarinya secara seksama, dia pun manggut-manggut, dan memuji, jika acara ini di kemas dengan begitu rapi, drama yang di campur dengan sitkom, akan membuat penonton tidak emosi dan tegang bersamaan, Dalam naskah itu di sebutkan bahwa Asyifa berperan sebagai, Bu Boss cantik, yang menjadi penyemangat seluruh karyawan, dia memiliki saudara tiri yang selalu cemburu padanya, dan memiliki beberapa trik, agar Asyifa mendapat sial, tetapi Asyifa selalu selamat, dan saudara tirinya selalu menjadi korban senjata makan tuan, yang memerankan saudari tirinya tersebut, tak lain adalah Camilla.


    Membacanya saja membuat perut Asyifa serasa di kocok, dia setuju dengan ide pak Aliansyah ini, entah mengapa dia senang sekali, karena di adegan ini, Camilla akan selalu mendapatkan adegan, memalukan dan menyedihkan.


    ****


  Di apartemen Camilla.

__ADS_1


         "Apa apaan sih ini!" pekik Camilla, membuang draft yang sudah di bagikan oleh pak Aliansyah.


  Mendengar suara gedebug, Melinda segera keluar dari kamar mandi.


   " Napa, Mil? kenapa di buang Draft nya? kan besok sudah mulai syuting, harus hafal dialognya dong," Melinda berkomentar, Setelah mendengar bunyi gedebug yang cukup kencang, Setelah mengatakan itu, perempuan itu langsung mengambil Draft naskah yang di buang oleh Camilla.


    " Kesel banget, dapet peran seperti itu, masa aku menjadi pemeran antagonis yang selalu sial? padahal selama ini aku selalu menjadi peran protagonis, Ini semua gara gara Ardi, yang terlambat kasih tahu pada pak Aliansyah, akhirnya aku mendapat peran begini, menyebalkan!"Dengusnya,dia masih kesal karena Humaira dapat peran utama.


   Camilla meraih toples yang berisi macaroni kering yang pedas, dalam sekejap mata, isi dari toples itu sudah berpindah ke lambungnya.


     Melinda diam diam senang, melihat Camilla tidak bisa mengontrol nafsu makannya, tetapi sebagai menejer yang baik hati, tentu saja dia sangat perhatian dengan artisnya.


Melinda kemudian merebut toplesnya, dengan mata sipit yang dicoba melotot dia mencoba menasehati Camilla, " stop eating,! you have to control your weight,"


( berhenti makan,! kau harus mengendalikan berat badanmu)


Melinda Sudah memperingatkan Camilla dengan kebiasaan makannya, walaupun dia senang, dia harus tetap berakting bahwa dia peduli, Melinda bahkan menggunakan bahasa Inggris untuk memperingatinya, karena menurut gadis itu, peringatan dengan bahasa ibu itu lebih terasa, dibandingkan dengan bahasa lain, sebagai ras campuran, Camilla memang di besarkan dengan berbahasa Inggris.



Camilla hanya mendengus kesal, dia menarik kembali toples itu dan mengunyah seperti biasa,.


Melinda hanya bisa menghela nafas, dia terlihat begitu pasrah dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


" Baiklah, aku tak akan melarang mu lagi, tapi mulai besok kita luangkan waktu untuk bakar itu semua kalori, biar badanmu tetap bagus, dan wajahmu lebih fresh," Melinda memperingati lagi, dia terus mengambil pena, dan mengecek kapan, jadwal Camilla kosong, itu akan dia gunakan untuk olahraga.

__ADS_1


Camilla mengerucutkan bibirnya, tapi dia tidak mengatakan apapun, dia hanya ingin makan, rasanya bebannya berkurang jika dia terus makan.


\*\*\*\*\*


__ADS_2