
Episode #60
Sepulang dari lapas Asyifa melajukan mobilnya ke arah kantor Amar, dia sudah tidak sabar untuk menceritakan kunjungannya tersebut, Dengan hati bahagia, dia bersenandung mengikuti irama lagu dari radio lokal.
Tak lama kemudian dia sampai di kantor Amar, dengan menaiki lift pribadi dia menuju ruangan sahabatnya itu, dia tak harus berbasa basi pada karyawan, selain itu juga terhindar dari pusat perhatian.
Asyifa sudah keluar dari lift, dia berjalan ke ruangan Amar, tetapi di berhentikan oleh Arsyad yang tiba tiba saja datang entah dari mana.
" Maaf, Nona, tuan muda Amar sedang ada meeting, harap Nona menunggu sebentar," ucap Arsyad lembut dan tegas.
" Huuft," Asyifa mendesah kecewa, tapi dia tidak egois langsung menerobos masuk, lagi pula dia yang salah, tidak membuat janji Sebelumnya, " Aaih, sejak kapan aku kalau mau ketemu Mr Teddy Bear harus janjian dulu? Dulu aja kalau mau ketemu aku panjat pagar rumah dan juga jendela kamarnya, he he he," kekeh Asyifa, ketika mengenang masa bandel remaja mereka.
Tanpa Asyifa sadari, dia senyum senyum gak jelas, Arsyad yang melihat mengeryitkan dahinya.
" Nona, Nona," panggil Arsyad lembut.
Asyifa tidak menggubris, dia masih terhanyut oleh kenangan masa remajanya.
" Nona," panggil Arsyad sekali lagi.
Tidak ada tanggapan.
" Nona,.." panggil Arsyad lagi, kali ini nadanya sudah naik satu oktaf.
" Oh, iya," Asyifa tersadar, dia sedikit malu pada Arsyad, untuk menutupi rasa canggung nya dia bertanya," Gimana dengan jadwal tuan muda AMAR hari ini? Apakah sibuk? Apa masih ada meeting lagi? selesainya kapan?"
Arsyad pusing dengan pertanyaan bertubi tubi dari Nona di hadapannya ini, dia sebenarnya tahu jika perempuan itu hanya menghilangkan rasa canggung nya, bukannya malah hilang, malah makin kentara.
" Saya bingung, mau jawab dari yang mana dulu ini Nona!" ucap Arsyad jujur.
" Tetapi, setelah ini tuan muda AMAR, sudah tidak ada kegiatan penting lagi, seperti meeting," Arsyad mulai membocorkan informasi, sembari mengecek jadwal big boss nya dari layar ponsel.
__ADS_1
" Hmmp, baguslah, kalau gitu, kita bisa makan siang, oh, ya Syad, tolong reservasi restoran biasa ya!" Asyifa memberi perintah.
" Baiklah Nona, akan saya laksanakan," Seraya mengambil ponselnya kembali, dan melakukan panggilan.
Setelah itu dia melapor kembali ke Asyifa.
Asyifa mengangguk, dan bicara lagi, " Tolong hubungi Melinda, suruh gabung, Camilla sepertinya tidak ada kegiatan lagi, dia lagi free, lagian makan bertiga gak asik!" Buruan!"
Mendengar perintah Asyifa, seketika raut wajah Arsyad memerah, entah mengapa dia malu untuk menghubungi sosok yang akrab di panggil Cici itu, akan tetapi karena ini adalah perintah, mau tidak mau, dia harus lakukan.
Kembali Arsyad menghubungi Melinda, tapi entah kemana keberaniannya, dia hanya mengirimkan pesan, menyuruh Melinda datang ke sebuah restoran, dia juga mengirimkan lokasinya.
Melinda yang menerima pesan tersebut pun hanya tersenyum senang, entah kenapa, hatinya berdebar-debar membayangkan wajah Arsyad, sudah lama mereka tidak berjumpa, setelah acara pelelangan itu berakhir, ini kali pertama, mereka bertemu lagi, Dengan begitu bersemangat, Melinda pun langsung bersiap siap, dia ingin tampil lebih cantik lagi, tak sadar dia bersenandung.
" Tap, Tap, Tap," Suara langkah kaki menuju pintu.
Mendengar itu, Asyifa bersiap siap juga melangkah ke ruangan, begitu pintu terbuka, seseorang telah menyapanya terlebih dahulu.
" Nona May! Sungguh sebuah kejutan! lama sekali kita tak berjumpa? Bagaimana kabar Nona? Semakin hari Sepertinya semakin eksis di dunia hiburan? he he he," Seseorang menyapa Asyifa dengan begitu hangat dan akrab.
" Oh, Ada tuan muda Angga Kusuma, apa kabar tuan muda?"tanya Asyifa sopan, bagaimanapun juga yang ada di hadapannya ini adalah pewaris dari Kusuma group, satu dari lima keluarga yang berpengaruh di kota ini.
Amar memandang masam, dua orang yang sedang berbicara du depan pintu, dia masih mengingat jelas, bagaimana romantisnya, ketika mereka berdansa di pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma.
" Aduh, Nona May, sudah berapa kali saya katakan, jangan memanggil saya dengan sebutan tuan muda, panggil saja nama saya Angga," pinta laki laki itu.
" Huek!" Amar rasanya ingin muntah mendengar kata-kata Angga, semua pengusaha muda tau, betapa playboy nya seorang Angga.
May mengangguk setuju dan berucap " Baiklah Angga,"
" Hmm," Angga berdehem, sebelum melanjutkan bicaranya, " Apakah Nona May, ada waktu untuk dinner?"
__ADS_1
Mendengar itu Humaira tertawa, " He he he, apakah secara tidak langsung, anda mengajak saya berkencan?"
Angga terlihat salah tingkah, tak pernah ada seorang perempuan pun menjelaskan terang terangan seperti ini.
" Hanya dinner biasa, bukan kencan, Nona May!" kilah Angga.
Wajah Amar terlihat sangat masam.
" Baiklah kalau seperti itu, ini kartu nama menejer saya, nanti dia yang akan mengatur jadwal saya, konfirmasi saja ke dia," Humaira mengeluarkan kartu nama dan memberikannya kepada Angga.
" Baiklah Nona May, terima kasih" Angga pun pamit undur diri, setelah melirik ke arah Amar yang berwajah masam.
Angga melangkah sedikit kecewa, karena Nona May hanya memberikan kartu nama asistennya, tadinya dia berharap, May akan memberikan nomor telepon pribadinya, " Haissh, susah sekali sih, mendekati perempuan itu" gerutunya dalam hati.
Asyifa pun langsung masuk ke ruangan Amar, segera dia menjarah minuman dan Snack yang ada di sana, kualitas Snack dan minuman di ruang Amar, limited edition, disiapkan langsung oleh cheff ternama.
" Kamu jangan tergoda oleh laki laki itu, dia playboy kelas kakap!" Amar menasihati Asyifa, terdengar ada sedikit rasa cemburu di sana, walaupun di samarkan dengan nada yang datar.
" Hah? Nggak nyangka, seorang tuan muda AMAR SYAPUTRA, suka juga bergosip! ha ha ha ," ledek Asyifa.
AMAR memutar matanya dengan malas, dia mendekat ke arah Asyifa, Asyifa waspada, dia takut Amar akan mengambil makanannya, akan tetapi terdengar suara.
" Tak" Amar menjitak kepala Asyifa.
" Di bilangin malah gak nurut, mau di mangsa buaya lagi?"omel Amar.
" Ampun Mr Teddy Bear? ga apa apa di jitak, asal cemilannya jangan di ambil, ha ha ha," ledek Asyifa.
Amar mendengus dingin.
Setelah menghentikan tawanya, Asyifa berujar, " Asal Mr Teddy Bear tau aja ya! Aku kenal Angga dari kecil, mamanya teman arisan mamaku, terus dia juga senior di kampusku, sudah tau lah sepak terjangnya dalam dunia percintaan, Camilla itu cinta banget sama Angga, tapi dia gak pernah ngegubris Camilla, sebenarnya aku ada ide,.." Lalu Asyifa menarik Amar dan berbisik di telinganya.
__ADS_1
Amar hanya geleng-geleng kepala, ruangan ini kedap suara, kenapa juga harus berbisik bisik? pikirnya.
***