
Episode #96
" Paman, Aku ingin mengambil semua aset yang ada pada Ardi, Aku ingin dia keluar dari rumah itu dan juga mobil sport yang dia pakai sekarang," Keluh Asyifa pada Hamdan Hutapea, yang sedang sibuk memeriksa dokumen dari klien.
Pak HAMDAN hanya tersenyum, dan memandang Asyifa dengan lembut, segera dia menatap keponakannya tersebut, dan menutup berkas yang tadi di periksa nya
" Kamu yakin?" tanyanya.
" Iyalah paman, ini sudah hampir setahun pasca kecelakaan Asyifa, dia sudah cukup waktu menikmati fasilitas Prameswari group, Aku Sudah tidak bisa menunggu lagi, makin lama dia makin keenakan," Asyifa mengerucutkan bibirnya, dia sudah muak dengan Ardi.
" Hmmp! Baiklah!" setelah bergumam sebentar.
" Bagaimana paman?" Asyifa nampak sudah tidak sabar.
" Itu permasalahan yang mudah di tangani, kamu buat Ardi segera menikah, dengan seperti itu, semua aset yang dia pakai, akan di tarik kembali, sesuai dengan surat wasiat," Setelah mengatakan itu, pak Hamdan Hutapea, segera menyeruput teh hijau yang baru di berikan Asyifa, dahinya sedikit mengeryit, ini sangat berbeda, ketika dia meminum teh biasa dengan gula.
" Membuat dia menikah? " Bagaimana caranya?" Asyifa bertanya tanya.
" Nah, itu tugasmu, aku hanya menunjukkan arah jalan, Sekarang waktunya kamu yang bertindak," Pak HAMDAN memeriksa kembali, dokumen yang dia tutup tadi.
" Hmmp! Baiklah paman, aku permisi dulu, aku akan bertindak sekarang," Asyifa segera berlalu dari ruangan pak HAMDAN, dan meninggalkan kantor kilau hukum.
Pak HAMDAN hanya menggelengkan kepalanya, Asyifa memang tidak pernah berubah, walaupun sekarang bentuk luarnya sudah sangat berbeda, "Umar, putrimu semakin tangguh, sekarang kamu sudah tidak perlu khawatir lagi tentang keadaannya," gumam Pak HAMDAN di dalam hatinya, seraya melirik foto tahun delapan puluhan, yang ada di meja kerjanya, itu foto dia bersama dengan ayah Asyifa, ketika masih menjadi MABA, alias mahasiswa baru.
Asyifa mengendarai mobilnya yang semakin laju, jika kepalanya bisa di belah sekarang pasti otaknya sudah mengeluarkan asap, karena berpikir bagaimana mencari cara agar Ardi bisa menikah secepatnya, apakah perlu menjebak laki laki tersebut, atau cukup dengan sedikit ancaman, dia menggelengkan kepala pada opsi kedua, dan akan menjalankan rencana untuk menjebak Ardi saja.
Asyifa segera berlalu dan bergegas menuju kantor PT GARUDA TV NUSANTARA, Dia ada syuting satu jam lagi, dia akan mendiskusikan rencana penjebakannya bersama Ferdinand setelah syuting nanti.
__ADS_1
" Kruuk!" Suara perut Asyifa terdengar, dan minta segera di isi, dia baru ingat, kalau dia belum makan siang, dan tadi pagi melewatkan sarapannya, Diapun segera bergegas menuju kafe terdekat untuk makan siang.
Di sebuah kafe yang tidak jauh dari PT GARUDA TV NUSANTARA, Asyifa pun memutuskan untuk makan siang di sana saja, dia masih memiliki cukup waktu untuk mengisi perutnya.
Asyifa pun akhirnya sampai, Setelah memasuki kafe, suasana pun begitu ramai, karena memang ini jam istirahat makan siang, Dia celingak-celinguk melihat kesana Kemari, memastikan apakah ada kursi kosong atau tidak, tetapi usahanya nihil, semua kursi telah terisi, Asyifa menghela nafas kecewa, dan ingin segera berlalu dari kafe tersebut.
Ketika melangkah keluar, suara sapaan menghentikan langkah perempuan itu.
" Nona May!"
Suara itu nampak sangat familiar, Asyifa segera membalikkan badannya, dan dugaannya ternyata benar, itu adalah suatu lelaki yang sedari tadi ada di pikirannya, " Pak Ardi? anda di sini?"
" Sudah berulang kali saya sampaikan Nona, jangan panggil saya dengan sebutan pak, panggil dengan nama sebutan saja, biar terdengar akrab"Ardi tersenyum manis, senyumnya menambah nilai ketampanannya, pantas saja Asyifa pernah jatuh cinta dan tertipu dengan model seperti ini.
" Akrab kepala gundul mu" cibir Asyifa dalam hati.
Asyifa mengangguk, segera dia duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman kepada pelayan kafe.
" Saya merasa terhormat sekali, bisa semeja dengan seorang CEO
" Asyifa terkekeh,.
" Tidak usah terlalu sopan nona?'?" Ardi menanggapinya santai.
Asyifa menganggukkan kepalanya.
" Ekhem!" Asyifa berdehem, dia sedang mencari topik pembicaraan dengan Ardi
__ADS_1
Tetapi, walaupun dia tahu, sosok di depannya ini luar dalam, sebenarnya cukup malas untuk segera berbincang, akhirnya dia memilih diam saja, dan biarkan Ardi yang memukai topik perbincangan.
" Aku dengar dengar, Nona May, sahabat dari Song Chai Mi,ya? Calon istrinya Arif!?" topik tentang pernikahan Song Chai Mi dan Arif, yang di bahas oleh Ardi.
Asyifa menganggukkan dua kali tanda mengiyakan" Iya, hubungan kami cukup dekat, dia sahabat aku ketika berada di Korea, kita awalnya tetangga kamar, dengar dengar, calon suaminya adalah mantan adik iparmu ya? Apakah dia mantan suaminya Ami?" Asyifa menanyakan hal yang sangat dia ketahui.
Ardi terlihat menghela nafas," Iya, dia adalah mantan suami adikku Ami, dia cukup bodoh melepaskan suami seperti Arif, ibaratnya dia membuang sebongkah berlian" ungkapnya sedikit kecewa, sebenarnya dia ingin melanjutkan ucapannya, " Dan memungut batu kali, yang tidak lain adalah Ovan, berondong keturunan Turki, selingkuhan Ami," Namun tidak dia ucapkan, karena itu akan lebih mempermalukan keluarganya, Aib memang harus di sembunyikan bukan?"
" Syukurlah kalau Arif adalah pria yang setia, Aku selalu berdoa, agar rumah tangganya adem dan lancar nantinya, Aku akan mengebiri Arif, jika dia ketahuan selingkuh, apalagi selingkuh dengan sahabat dari Song Chai Mi," He he he!" Asyifa terkekeh, dia terkesan bercanda dengan hal ini.
Entah kenapa, hati Ardi sedikit tersentil dengan yang di ucapkan Asyifa, alias Humaira, tanpa di sadari dia melirik ke selangkangannya, dan sedikit bergidik ketika mendengar kata," mengebiri" karena dia pernah berselingkuh dengan sahabat istrinya sendiri.
" Eh, omong omong masalah pernikahan, Bagaimana dengan pak Ardi? kapan atuh, ibu Camilla di resmikan?" Asyifa mengerdilkan sebelah matanya ke Ardi.
Ardi sempat terpana dengan tingkah Asyifa, yang lain dari biasanya, datar dan dingin.
" Ardi!" panggil Asyifa, karena tidak ada tanggapan samasekali dari pertanyaannya.
" Eh, iya!" Ardi segera tersadar, " Nona May, tau darimana, saya dan Camilla ada hubungan? Bukannya Nona May, nih, yang sebentar lagi jadi nyonya muda Kusuma?" Ardi nampak mengalihkan pembicaraan.
Asyifa terkekeh geli, ingin sekali dia menjitak kepala mantan suaminya ini.
" Semua orang juga tau tentang hubungan Ardi dengan Camilla, bahkan beberapa dari mereka menyematkan kata" Ibu negara" padanya, emangnya betah ya, menduda terus?" ada nada sindiran pada kalimat terakhir.
Ardi tentu saja, mengerti hal itu, Humaira adalah bagian dari Prameswari group, yang masih memberikan fasilitas kepadanya, selama dia tidak melepas status dudanya, Ardi hanya tersenyum menanggapinya.
Tak begitu lama, pelayanpun datang membawakan pesanan mereka berdua, mereka langsung menyantapnya dengan pemikiran yang berbeda.
__ADS_1
****