
Episode #81
Hari ini Camilla di panggil pak Aliansyah, penanggung jawab sitkom drama yang di bintanginya, Nathan sang asisten yang bertugas sebagai kepala Tim kreatif sudah menyampaikan hal itu kepada Melinda, selaku menejer dari Camilla, Melinda pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Ketika break syuting para kru banyak yang beristirahat, nampak Asyifa sedang sibuk bersama Bastian, nampaknya mereka sedang sibuk dengan akun media sosialnya, terutama Instagramnya, Asyifa yang sekarang sudah tembus sepuluh juta pengikut, dua juta lebih banyak dari Camilla, banyak sekali pesan masuk atau DM yang minta mengendorse produk produk kecantikan, fashion, bahkan kuliner, dengan sopan Asyifa membalas satu persatu DM tersebut, sisanya di serahkan pada Bastian yang memegang akun tersebut, Akun Instagram tersebut lebih banyak memposting tentang kegiatan Asyifa dalam berkarya, seperti, syuting atau pemotretan, bisa di katakan, akun Instagramnya hanya sebagai media berbisnis bukan yang lain, hingga saat ini tidak ada foto atau video endorse di sana, Asyifa juga jarang sekali live secara pribadi, dia hanya live ketika ada pemotretan dan syuting, baginya privasi adalah hal terpenting.
Berbeda dengan Camilla, yang sedang di bisikin oleh Melinda, agar segera menemui pak Aliansyah, Camilla meminta Melinda menemaninya ke ruangan tersebut, tentu saja Melinda mengiyakan, karena dia paling senang melihat ada drama, apalagi jika itu menyangkut tentang Camilla.
Melinda dan Camilla berjalan beriringan, mereka meninggalkan lokasi syuting, para kru tidak perduli dan melanjutkan istirahat mereka.
Sementara itu, Bastian memperhatikan gerak gerik kedua wanita itu, sedangkan Asyifa terkesan tidak peduli.
Di dalam ruangannya, pak Aliansyah nampak menimbang nimbang, apa yang akan di ucapkan oleh kekasih sang CEO, lelaki paruh baya itu tidak ingin menyinggung siapapun, terlebih itu memiliki kekuasaan di atasnya.
" Tok Tok Tok" suara ketukan pintu membuyarkan lamunan pak Aliansyah.
" Silahkan masuk" suara pak Aliansyah terdengar jelas.
Pintu berderit, Melinda dan Camilla memasuki ruangan pak Aliansyah, lelaki itu mempersilahkan keduanya duduk di sofa, di meja tersedia beberapa minuman gelas air mineral juga beberapa macam Snack ringan, sehingga tidak perlu meminta kepada pesuruh ataupun asistennya.
__ADS_1
" Baik, langsung saja" kata pak Aliansyah tak ingin berbasa-basi terlebih dahulu, " ini, lihatlah" pak Aliansyah menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Camilla.
Camilla menerima lembaran kertas itu dan dia membelalakkan matanya setelah melihatnya, itu adalah kritik dan saran yang di kirimkan oleh penonton, terhadap sitkom drama yang sedang tayang, disana kebanyakan penonton memuji sitkom itu, karena berbeda dengan yang lain, tetapi khusus untuk Camilla, para penonton mayoritas menyuruh sutradara menggantinya, karena mereka berpendapat bahwa Camilla sekarang sudah gemuk, dan sudah tidak cocok dengan peran yang sekarang, yang membutuhkan Bentuk tubuh supermodel, Jika itu Camilla yang dulu tidak masalah.
Melihat ekspresi Camilla yang begitu mencurigakan, Melinda langsung mengambil kertas itu dari tangan Camilla, dan membacanya, ekspresinya menunjukkan keterkejutan, dia memang terkejut, dan dia bahagia, sudut bibirnya melengkung untuk sepersekian detik dan tak ada yang menyadari itu.
" Ini,.." Melinda tidak dapat melanjutkan kata katanya, dia bingung, harus berkata apa.
" Saya juga bingung, harus bereaksi apa pada kritik seperti itu," pak Aliansyah terdiam beberapa saat sebelum dia melanjutkan, " Saya juga tidak mungkin mengganti saudari Camilla dari peran ini, itu menyalahi kontrak, itu juga tidak fair terhadap anda, saya hanya meminta, Bagaimana kebijaksanaan anda, bagaimana harus menanggapinya, Rating acara sitkom drama kita ini cukup tinggi, dan bisa bersaing dengan program stasiun televisi yang lain, saya tidak ingin penonton kehilangan minat mereka dan beralih ke acara yang lain, mohon kerjasama dari anda,"
Setelah menimbang cukup lama, akhirnya keluar juga kata kata yang sudah di rangkai dari tadi, wajah pak Aliansyah terlihat cukup lega, Setelah menyampaikan kalimat itu, menurutnya, lebih baik Camilla sendiri yang sadar diri dan harus bersikap seperti apa, daripada harus menyinggung sosok di balik perempuan itu, bisa tamat karirnya di kantor ini.
Pak Aliansyah merasa lega, melihat punggung kedua wanita itu meninggalkan ruangannya, menuju studio, " Setidaknya, Aku Sudah mengatakannya, andai kedepannya Rating memburuk karena perempuan itu
, aku sudah bisa menyelamatkan diri sendiri, karena semua keputusannya sudah aku serahkan kepada perempuan itu, terserah dengan dia, mau ikut syuting seraya melakukan program penurunan berat badan, atau memilih berhenti, dan perannya di gantikan oleh artis lain" gumamnya.
Melinda segera mengirimkan rekaman suara ke Bastian, percakapan di ruang pak Aliansyah, telah terekam Sempurna, dari semenjak dia mengetuk pintu hingga keluar dari ruangan itu.
Asyifa yang sedang makan salad buah, seketika di sela oleh Bastian, " Nona Boss, Melinda mengirimkan rekaman suara" tunjuknya sambil memperlihatkan ponselnya.
__ADS_1
" Putar!" ucap Asyifa, Setelah memastikan tidak ada kru atau orang lain selain mereka berdua, setelah itu dia menyendokkan kembali salad buah ke mulutnya.
Bastian menganggukkan kepalanya dua kali, setelah itu dia menekan tombol play di ponselnya.
Rekaman suara pak Aliansyah yang secara tersirat meminta Camilla sadar untuk mengundurkan diri pun terputar, Asyifa yang mendengarkannya begitu santai, sambil sesekali menyendokkan salad buah ke mulutnya, Bastian mengerutkan keningnya, sudah tidak bisa membaca ekspresi dari Nona Boss nya itu.
Setelah rekaman selesai di putar, barulah Asyifa berkomentar, " Beberapa bulan ini, aku merasa bosan, karena dunia kita terlalu damai, tak ada sensasi dan tak ada keributan, jadi aku menyewa hacker untuk membuat kritik seperti itu, sangat mudah baginya untuk berkomentar hal serupa dengan ribuan akun yang berbeda"
Bastian hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tersenyum canggung, tidak menyangka, jika Nona Boss nya merasa bosan, akan menghancurkan karir seseorang.
Melihat sifat asli Camilla, dia tidak akan pernah diam, dan menerima keadaan, perempuan itu akan mencari Nona Boss, sebagai pelampiasan amarahnya, karena dia sangat membenci Nona Boss, sejak pertama kali Nona Boss muncul di media," Bastian berusaha memperingatkan Asyifa, bahwa betapa berbahayanya seorang Camilla, bagaimanapun laki laki itu sangat mengenal, bagaimana watak artis yang pernah di menejerinya selama bertahun-tahun itu.
" Aku lebih tau tentang kepribadian wanita murahan itu Bastian? aku sudah bersahabat dengannya begitu lama" pikir Asyifa sebelum dia berkata," Tenang saja, justru itu yang aku tunggu, aku tak sabar melihat aksi yang akan dia gunakan untuk menjerat dirinya sendiri"
Melihat sikap Nona Boss nya yang cukup tenang dan mengingat insiden Bali Fashion show di musium pasifika di Nusa dua Bali, beberapa bulan yang lalu, yang mempermalukan Camilla, akhirnya Bastian bisa tenang, Nona Boss bukan orang yang mudah di hadapi" pikirnya, dengan perasaan kagum.
__ADS_1
****