Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Carrey Ramos


__ADS_3

Episode #97


     Pernikahan Arif dan Song Chai Mi pun akhirnya tiba di gelar.


    Pernikahan itu di hadiri oleh, keluarga, teman, dan rekan bisnis dari Arif, Tampak pula di sana, keluarga dari mantan istrinya, pak Andreas, djeng Ani, ARDIANSYAH dan Tia Andreas, mantan istrinya Ami, tentu saja tidak dapat hadir, karena masih menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.


     Pasangan pengantin, Song Chai Mi dan Arif, begitu menarik perhatian, terutama mempelai wanita, yang berasal dari negri ginseng tersebut, begitu menarik dalam balutan pakaian tradisional Sunda, banyak tamu undangan yang diam diam membuat story' mereka.


      Setelah menunggu antrean yang cukup lama, tibalah giliran keluarga Andreas, untuk mengucapkan selamat pada pengantin, pak Andreas tak bisa menahan kabut di matanya, ketika bersalaman dengan Arif, sang mantan menantu.


      " Selamat berbahagia ya, nak! semoga ini pernikahan terakhir, semoga kalian selalu di berkahi dunia dan akhirat, semoga rumah tangga kalian selalu harmonis, dan menggapai, sakinah, mawadah, dan warohmah," Pak Andreas memeluk mantan menantunya penuh haru, " Maafkan putri bapak ya nak!" bisiknya kemudian, dengan suara lirih.


    " Aamiin!" terima kasih Doanya ya pak! Saya juga akan selalu mendoakan keberkahan dalam hidup bapak dan keluarga, saya sudah memaafkan putri bapak, semua sudah berlalu pak," Arif melepas rangkulannya.


   " Udah deh pah, jangan banyak Drama, buruan salamannya, yang lain masih ngantri tuh!" djeng Ani berucap dengan ketus, dia melirik sinis ke arah Song Chai Mi, sebenarnya wanita paruh baya itu belum ikhlas melepaskan Arif, dia tidak rela Arif menceraikan putrinya, namun dia tidak bisa melakukan apa-apa, Ami yang selingkuh, dan berbuat salah, hal itu yang tidak bisa di toleransi oleh Arif.


    Pak Andreas hanya mengangguk, dan menjabat tangan Arif, setelah itu dia tersenyum pada Song Chai Mi, dan berkata dalam bahasa Inggris, " take care of her,. you are lucky to get diamonds like Arif," setelah bersalaman dengan mempelai wanita tersebut, diapun berjalan kearah meja prasmanan.


  (jaga dia,. kamu beruntung mendapatkan berlian seperti Arif)


  Djeng Ani pun kemudian menyalami kedua mempelai, dia tidak mengatakan apapun, dia melengos pergi begitu saja menyusul sang suami ke meja prasmanan.


  Ardi pun hanya tersenyum dan mengucapkan selamat, kepada kedua mempelai, dia tidak banyak drama seperti kedua orang tuanya.


    Sekarang tiba giliran Tia, sama seperti pak Andreas, Tia tidak bisa menahan emosi di dalam hatinya, bagaimanapun dia sangat dekat dengan Arif, melebihi kedekatannya dengan ARDIANSYAH, kakak kandungnya sendiri.


  Tia tidak bisa berkata apa-apa, bibirnya terasa terkunci, Arif paham dengan apa yang di rasakan oleh Tia, jadi dia berkata dengan lembut, " Jangan khawatir, selamanya aku akan tetap jadi kakak kamu, tidak ada yang berubah dari kita, kamu tetap adik perempuan kakak yang paling cantik,"


   Kata kata Arif tersebut, seketika menghilangkan mega mendung yang bergelayut di wajah cantiknya Tia, Diapun tersenyum dan segera mengucapkan selamat pada Arif, Diapun memeluk tulus pada Song Chai Mi.


     Djeng Ani, yang menyaksikan adegan pelukan antara Tia dengan istri mantan menantunya, hanya bisa mencibir sinis, " Entah siapa yang jadi kakaknya, sebenarnya,"


     Pak Andreas yang mendengar cibiran tersebut, langsung memasukkan potongan kue kedalam mulut djeng Ani.


  " Huk,..huk,..huk!" djeng Ani tersedak, dia mendelikan matanya pada sang Suami, pak Andreas, yang terus melanjutkan makannya. sepenuhnya dia mengabaikan istrinya.


     Sementara itu, di palaminan Song Chai Mi, bertanya pada Arif, yang kini sudah sah menjadi suaminya, " Mereka siapa?"


   " Keluarga mantan istriku!" jawab Arif lembut.

__ADS_1


  Song chai mi hanya menganggukkan kepalanya, tanda dia mengerti.


    " Humaira dan Amar, kemana yah? Kok mereka belum datang juga?" Song chai mi, mencari keberadaan kedua orang yang di anggapnya sahabat di negara ini.


   " Sabar, sebentar lagi juga mereka datang," ucap Arif mengusap lembut tangan istrinya.


    Wajah Song Chai Mi mendadak menjadi merah, setelah sang suami mengusap lengannya.


     Tidak lama berselang, Asyifa pun tiba, semua tamu yang datang, langsung mengalihkan perhatian mereka pada Asyifa.


  Song chai mi yang awalnya senang melihat kedatangan Asyifa, menjadi kecewa, Dia berbisik bertanya kepada suaminya, " Laki laki yang datang bersama Humaira itu siapa? Aku baru melihatnya?"


  Arif sedikit terkejut mendengar pertanyaan istrinya, tetapi kemudian dia tersadar, bahwa istrinya bukan warga negara sini, yang artinya dia tidak terlalu mengenal keluarga Kusuma, Arif pun akhirnya menjawab, " Dia adalah seorang Pewaris bisnis terkemuka di negara ini, namanya, Angga Kusuma,"


  Song chai mi, nampaknya tidak tertarik dengan status Angga," Aku mengira May, kesini dengan menggandeng Amar, Aku berharap mereka jadi pasangan," Song Chai Mi mendesah pelan.


    " Huusst! mereka kesini, pasang wajah ceria!" Arif memperingati istrinya.


   Song chai mi mencebik, seolah berkata " Iya, Aku tau!"


   Angga dan Asyifa pun akhirnya tiba di pelaminan, Asyifa memeluk erat Song Chai Mi, dan mengucapkan beberapa doa untuk Arif dan Song Chai Mi.


  Angga dan Arif seketika bergidik ngeri.


  " Yang namanya suami istri pasti macam macam Dong!" Arif berkelakar.


   Tawapun meledak diantara mereka berempat, banyak sorot mata yang mengarah ke pelaminan, rekan kerja Arif tidak menyangka, bahwa Arif cukup dekat dengan tuan muda Angga Kusuma.


  Angga dan Asyifa pun turun dari palaminan, dan memberikan kesempatan pada para tamu undangan lainnya untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


 Tak lama berselang, Amar pun datang, dia bersama seorang perempuan berdarah campuran Indonesia dan Eropa, di belakangnya ada Arsyad dan Melinda, yang datang dengan bergandengan tangan.


   Song chai mi merasa heran, dengan sosok yang di bawa Amar, Dia samasekali tidak mengenalnya.


     " Kamu kenal dengan perempuan itu?" Song chai mi berbisik di telinga suaminya.


    Arif menggelang perlahan, yang berarti dia tidak mengenalnya.


Asyifa pun merasakan hal yang sama, dia tidak mengenal perempuan berdarah campuran tersebut, entah kenapa hatinya sedikit tercubit, melihat Amar dengan wanita itu, seperti ada sedikit kecemburuan, hatinya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


    Angga seperti mengerti rasa penasaran Asyifa, Namanya Carrey Ramos, Dia salah satu Dosen di kampus negri, dia juga mengajar di kampus swasta di ibukota, Sepertinya dia baru pulang belajar dari Amerika,"


  " Kamu mengenal dia? Asyifa penasaran.


" Iya, kami satu kelas, ketika mengambil master di Oxford university," Angga menjawab santai.


Asyifa langsung mengerti, kemungkinan perempuan itu adalah teman satu kampus Amar di Oxford university juga.



Amar dan Asyifa memang tidak satu kampus, setelah lulus SMA, Amar melanjutkan kuliah di Oxford university, sedangkan Asyifa tetap kuliah di dalam negeri, itulah kenapa, Camilla yang menjadi sahabat Asyifa semenjak di bangku kuliah, tidak mengenal Amar, dan lebih mengenal Angga, yang merupakan senior mereka di kampus.



Setelah mengucapkan selamat kepada pengantin, Amar, Carrey, Arsyad serta Melinda, kemudian turun, dan menghampiri Angga dan Asyifa.


Amar pun mengenalkan Carrey pada Asyifa.


Asyifa mencoba untuk tetap bersikap biasa, tapi entah mengapa, hatinya mendadak tidak nyaman, ada perasaan seperti tidak rela, jika Amar berdekatan dengan perempuan itu.


Setelah mengobrol sejenak, Asyifa permisi ke kamar mandi sebentar, dia menyeret Melinda untuk menemaninya, dia ingin bertanya lebih jauh tentang perempuan itu kepada Melinda.



Keduanya pun langsung berlalu ke kamar mandi hotel, tempat resepsi di gelar.



Setelah keduanya masuk ke kamar mandi, seorang laki-laki yang memakai seragam petugas kebersihan langsung menelpon, " Bos, target sudah memasuki lokasi," lapornya.


" Segera laksanakan!" perintah dari seberang telepon.


" Ok!" telpon di matikan.


Laki laki itu pun langsung masuk ke kamar mandi perempuan.


****


  "

__ADS_1


__ADS_2