
Episode #20
" Camilla, Sini! Bisa cepat gak sih? lelet Sekali jadi orang!" Putri berteriak keras pada Camilla.
Camilla yang sedang tiduran di alas tipis, hanya bisa menahan amarahnya, ingin sekali dia menjambak rekan satu selnya itu, hanya saja Camilla lebih lemah dibandingkan putri, jadi dia sering di suruh ini dan itu oleh tahanan lain, dengan lesu dia menghampiri putri.
" Pijitin kaki gua! kalau gak enak pijitannya lu bersihin lagi tuh toilet di sana!" tunjuknya ke arah toilet yang ada di dalam sel mereka.
Di sel itu hanya ada toilet, Camilla dan enam lainnya mengisi sel itu.
Camilla mulai memijit kaki putri, " Yang enak napa, tenaga lu kaya orang yang gak pernah makan!" hardik putri.
Camilla semakin menguatkan pijitannya, di dalam sel kekuatannya yang paling lemah, sehingga dia sering menjadi bulan bulanan tahanan yang lain.
"Gue denger denger, lu masuk ke sini karena ngebunuh sahabat lu sendiri dan merebut suaminya ya?" Putri memejamkan matanya merasakan pijatan Camilla yang semakin enak.
Camilla hanya diam saja.
" Orang kaya mah ngebunuh hanya karena alasan tidak suka aja, gak seperti kita kita, ngebunuh karena mempertahankan diri, eh malah kita yang di masukan ke sini," Celetuk Anita.
" Camilla, asal lu tau aja, gua masuk kesini gara gara ngebunuh anak majikan yang mau ngelecehin gua, pas adegan itu gua berusaha berontak, untung ada pisau dapur, langsung deh gua tusuk lehernya, eeh malah tewas!" putri cekikikan.
" Gua di begal, trus gua ngelawan, eh malah gua yang di masukin ke sini, jelas jelas gua Hanya membela diri!" Anita menambahkan.
" Gua denger lu manfaatin adik ipar lu ya, untuk ngebubuhin obat tidur, ketika dia mau berangkat pulang?" Putri bertanya.
Camilla hanya diam saja.
Putri mulai merasa kesal, karena di diamkan saja oleh Camilla sedari tadi.
Putri langsung menjambak rambut Camilla, " Elu punya telinga gak sih? Lu gak tuli kan? Atau mau kita bikin tuli?"
" Aaargh!" Camilla meringis kesakitan, dia menahan tangan putri yang sedang menjambak rambutnya.
" Am,... ampun putri,..Sa,... sakit!"Camilla memohon putri melepas jambakkannya.
__ADS_1
Putri mengibaskan kepala Camilla," Makanya, kalau di tanya itu di jawab! punya telinga dan punya mulut itu di pake! Atau kau mau, telinga dan mulutmu itu gak berfungsi lagi? Dengan senang hati kita bisa membantu untuk menghilangkan fungsinya!" putri menarik turunkan alisnya.
Camilla sontak ketakutan, pupilnya mengecil, badannya gemetaran, Dia menyatukan tangannya membentuk segitiga di dadanya" Maaf kak putri!" dengan suara gemetar dia meminta maaf.
Camilla masih mengingat jelaa, ada tahanan baru yang begitu angkuh, tidak mau melakukan kerja bakti, putri yang sangat kesal dengan tingkah tahanan baru yang bersikap seperti putri raja itu, langsung menyeretnya ke kamar mandi, sesampainya di sana, putri menendang dan memukulinya dengan brutal, wajah lebam dan gigi tahanan batu itu copot dua, bagi putri memukul orang adalah cara yang sangat sederhana, sebelum masuk penjara, dia pemegang sabuk hitam karate, bela dirinya sangat jago, oleh karena itu dia dengan mudah bisa menghabisi nyawa anak majikannya.
Tahanan yang lain tertawa geli melihat Camilla.
" Ha ha ha!" Lihat ekspresinya, eh jangan ngompol di sini ya?" ejek tahanan yang lain.
Mereka tertawa lagi.
Tak berapa lama, seorang sipir penjara mendatangi sel mereka,
Mereka Semua diam, Seolah-olah bersikap tidak terjadi apa-apa.
" Camilla ada tamu yang datang!" ucap sipir sambil membukakan pintu sel.
Camilla keluar.
Di ruang tunggu, Camilla melihat sosok yang tak ingin di lihatnya kembali, di sana duduk perempuan cantik, yang menatap dirinya dengan tajam, di mata itu, Camilla tak lagi melihat kelembutan yang selama ini dia temui, sekarang hanya ada kilat amarah dan kebencian yang sangat dalam yang memenuhi bola mata perempuan itu.
Camilla duduk," Untuk apa kau datang kesini? Apa kau kesini hanya ingin mentertawakan ku? Silahkan tertawa sepuasmu!""
Asyifa, sosok tamu yang mengunjungi Camilla kemudian tertawa, " Ha ha ha!" Aku tertawa karena kau yang menyuruhnya, lihatlah keadaanmu, kau lusuh, begitu kusam dan menyedihkan,Ha ha ha!"
Camilla hanya mampu mengepalkan tangannya saja, dia sangat membenci perempuan ini.
" Sudah puas tertawanya? kalau sudah aku akan kembali ke dalam sel!" Camilla berdiri.
" Tenanglah, Bestie! duduklah dulu, Sudah lama kita tidak berbincang sebagai bestie, apa kau tak ingin bercengkerama dengan bestie terbaikmu ini, yang tak hanya membelikanmu mobil sebagai hadiah ulang tahunmu, tapi juga memberikan suaminya untuk melayani nafsumu?" Asyifa menaik turunkan alisnya, perkataannya penuh dengan sindiran halus.
Camilla mendengus dan memilih duduk, sekarang dia tahu, semengerikan apa Asyifa, jika dia tidak menuruti keinginan mantan istri suaminya ini, Asyifa tidak akan segan segan membayar teman satu selnya untuk mengerjainya lagi, tidak di bayar saja rekan satu selnya begitu beringas kepadanya apalagi di kasih uang?"
Melihat Camilla yang sudah duduk Asyifa pun memuji," Nah, begitu dong! anak baik!"
__ADS_1
Camilla mengerlingkan bola matanya dengan malas, " Katakan, untuk apa kau kesini, jangan bilang kau kesini karena merindukanku?" Camilla berkata dengan begitu sinis.
" Ha ha ha!" Asyifa tertawa, dia masih memegangi perutnya lalu berkata," Ya ampuh Camilla, sepertinya jeruji besi membuatmu jadi humoris, lihatlah, sekarang bahkan kau sudah bisa melawak!"
Mendengar itu wajah Camilla menjadi masam.
" Sudahlah bestie, jangan marah, aku hanya bercanda! Bukankah kita sering bercanda? Saking bercandanya kau malah merebut suamiku dan ingin melenyapkan ku agar bisa menguasai asetku! Lihatlah, bukankah kita sudah sering bercanda? Asyifa melengkungkan bibirnya, tawa renyahnya seketika keluar.
Sipir yang ada di sana merinding mendengar candaan seperti itu.
" Baiklah, Aku tak akan membuang waktumu lagi! Waktumu sangat berharga bukan?"kali ini Asyifa berusaha untuk serius.
" Suamiku, eh maksudku mantan suamiku, ARDIANSYAH, menghibahkan deposito nya senilai dua puluh milyar kepadaku, Aku baru tahu, ternyata dia begitu mencintaiku!" Asyifa terlihat sangat senang.
Camilla melongo mendengarnya," Apa? Deposito dua puluh milyar?"
" Kau tidak tahu? Sayang sekali, padahal sebagai istrinya seharusnya kau tahu jika dia memiliki deposito sebanyak itu, CK CK!" Asyifa menggelengkan kepalanya pelan seraya berdecak.
" Eh, maaf! Aku keceplosan!" Asyifa menutup mulutnya," Tujuanku kan Sebenarnya bukan memberitahukan hal ini, maaf,..maaf!"Asyifa menyatukan kedua tangannya dan membentuk segitiga lalu meletakkannya di depan dadanya.
Wajah Camilla sudah menghitam seperti pantat kuali.
" Aku itu datang kesini, selain merasa kangen! Asyifa menekankan Kata kangen," Aku juga mau memberitahumu, bahwa komunitas yang selama ini kau kelola dengan teman teman mu, sudah terbongkar, jadi siap siap menghadapi persidangan selanjutnya,"
Camilla mengeryit, alisnya menyatu, seolah minta penjelasan lebih lanjut.
" Ya, Ovan dan kawan kawannya, yang menjadi mesin penguras uang, Sedang melapor ke pihak berwajib, mereka bahkan sudah mengumpulkan bukti, sepertinya, hari harimu kedepannya akan lebih berat, sebagai sahabat yang baik, Aku Hanya meminta, kamu mempersiapkan dirimu dengan baik, ya?" Asyifa langsung ke intinya.
Asyifa menoleh ke arah arloji Seiko di pergelangan tangannya, " Baiklah, waktunya sudah hampir habis, aku pamit undur diri!"
Setelah mengatakan itu, Asyifa pergi tanpa menoleh ke Camilla.
Camilla masih terdiam di ruang tunggu, tatapannya benar benar kosong.
Tak lama kemudian, sipir penjaga datang, dan membawanya kembali ke sel.
__ADS_1
****