Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Hacker Rahasia


__ADS_3

Episode @102


    Berita tentang penculikan Asyifa dan Melinda yang di lakukan oleh seorang mucikari menjadi hot news dalam beberapa hari, kemana saja Asyifa dan Melinda melangkah, akan ada wartawan yang membuntutinya, untung saja Asyifa dan Melinda Sudah di ungsikan oleh Amar dan Arsyad.


    Berita itu semakin heboh, baik Asyifa ataupun Amar, tidak berniat untuk menekan pemberitaan tersebut, Hal ini masih menyulitkan Koh Erik yang masih buron, dimana mana foto Koh Erik Sudah terpampang sebagai buronan polisi.


    Camilla yang baru pulang dari Thailand untuk perawatan operasi menghilangkan bekas luka dan juga sedot lemak, merasa terkejut dengan pemberitaan yang ada, perempuan itu tidak menyangka jika Koh Erik menjadi buronan dan Michael Sudah menjadi tersangka penculikan, tetapi setelah mengetahui ada Melinda sebagai korban, dia sudah bisa menebak akhir ceritanya, karena Melinda Sudah tidak ingin kembali dengan lelaki itu lagi, jadi Michael nekat menculik dan menjual Melinda, sebagai pelampiasan sakit hatinya, kepada Koh Erik yang terkenal sebagai mucikari dan sekaligus penyaluran di beberapa daerah di dunia.


Camilla merebahkan tubuhnya di ranjang, dia sangat merindukan apartemennya ini, dia masih tidak menyangka, bagaimana dia bisa mengalami kenaikan berat badan drastis, padahal dia sudah menjaga dengan ketat asupan yang masuk ke tubuhnya, dia berusaha mengingat lagi, tetapi tidak ada yang mencurigakan.



Dia berdiri, dan langsung melangkah menuju meja rias, dia memperhatikan bekas luka di wajahnya, bekas cakaran monyet itu sudah sepenuhnya hilang, badannya juga sudah kembali langsing, walaupun dengan operasi pengecilan lambung.



Dia menghela nafas pelan, Badan dan wajahnya memang sudah kembali ke keadaan semula, tetapi tidak dengan pekerjaannya, Dunia hiburan Sepertinya Sudah tak mengingat namanya, Beberapa insiden sebelumnya sudah membuat beberapa brand tidak memakai jasanya lagi.


" Trus, bagaimana aku bisa bertahan hidup? Jika mengandalkan endorse yang sekarang tidak begitu ramai, sepertinya tidak mungkin," pikir Camilla, sambil menghela nafas.


" Ardi,.. Ya, Ardi, aku akan meminta dia untuk menikahi ku, walaupun pendapatan dia sebagai CEO tidak terlalu tinggi menurut ku, tetapi dia pasti mendapatkan warisan, harta gono-gini, dari pernikahannya dengan Asyifa, lihat saja mobil dan rumahnya, itu pasti salah satu harta gono-gini yang sudah beralih tangan kepadanya, kalau tidak, pihak kuasa hukum dari Asyifa akan segera menariknya kembali, dan otomatis Ardi tidak akan tinggal di sana, jadi, Jika Aku dan Ardi menikah, aku akan tinggal di rumah mewah itu, he he he!" gumam Camilla, sambil terkekeh membayangkannya.



Camilla terus membayangkan, bagaimana dia hidup dengan Ardi dengan mengandalkan harta peninggalan Asyifa, dia tidak perlu capek lagu, bekerja dan tinggal di apartemen, hidupnya akan lebih mudah.



Membayangkan hal itu, Camilla langsung mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang, dia segera menghubungi sang kekasih, Ardi.



Ardi yang sedang berada di bar, di kelilingi cewek cewek seksi, tentu tidak mendengar panggilan dari Camilla, dia sudah cukup pusing, dengan tekanan yang di berikan oleh tuan Wijaya Kusuma, untuk mendapatkan aset'peninggalan Asyifa.


" Di minum lagi sayang," Seorang wanita berpakaian seksi, langsung menuangkan segelas anggur merah ke dalam gelas Ardi yang sudah kosong, laki laki itu meneguknya hingga tandas.


" Aaargh!" Camilla melemparkan ponselnya ke ranjang, dia kesal Ardi tidak menjawab telponnya.

__ADS_1



Sementara itu, di jam yang sama, dengan tempat berbeda.



Ferdinand sang asisten pribadi ARDIANSYAH, Sedang mencuci piring bekas makan dia dan ibunya, di rumahnya, setelah selesai, dia segera berlalu ke kamar, setelah memastikan pintu dan jendela rumahnya sudah terkunci, dia kembali ke kamar, menutup pintu dan langsung menyalakan laptopnya, Di saat saat malam begini, dia akan memulai pekerjaannya yang lain, yaitu sebagai hacker.



Ya, Ferdinand adalah seorang Hacker handal yang selama ini di pekerjakan oleh Asyifa atau Humaira, tidak ada yang mengetahui identitas nya ini selain Ibu Boss kesayangannya Asyifa Prameswari.


" Kriiing, ...Kriiing,...!" suara ponselnya berdering.


Ferdinand melihat ponselnya, dia mengeryit, karena nomor itu tidak ada di daftar Kontaknya, tetapi karena si penelpon menghubungi di kontak pekerjaan sebagai hacker, dia pun mengangkatnya, biasanya para klien, hanya mengirimkan Email padanya, bukan menelpon.



Seperti biasa, Ferdinand tidak menjawab panggilan si penelpon, biasanya dia akan menelpon balik atau menjawab dengan mengubah suaranya dengan berbagai aplikasi yang tersedia, terkadang dia mengubah suaranya, menjadi suara anak anak, suara kartun, atau bahkan suara perempuan, yang pasti, dia sangat berhati-hati dalam pekerjaan ini.


Setelah dering panggilan berhenti, dia pun langsung menghubungi kembali nomor si penelpon.


" Aku butuh bantuanmu Ferdinand!" suara dari seberang.



Ferdinand terpaku beberapa detik, jantungnya berdebar, jiwanya seolah di tarik dari tubuhnya, dan kemudian di hempaskan kembali ke badannya, hal ini terjadi, bukan karena si penelpon tau identitas asli dirinya, akan tetapi, suara itu, adalah suara orang yang selalu dia rindukan, " Bu, Boss" lirihnya, air matanya terus saja mengucur, untung saja ini di kamarnya, jadi dia tidak perlu untuk menutupi perasaannya.


Bu Boss yang dia maksud adalah Asyifa Prameswari, mantan CEO PT GARUDA TV NUSANTARA.


" He he he he!" Asyifa terkekeh, dia sudah menduga jika Ferdinand pasti akan menangis, mengeluarkan air matanya.


" Aku tahu, May, sudah memberitahukan mu tentang keadaan yang sebenarnya, Aku masih hidup! Ini rahasia yah? Aku merindukan kopi racikanmu!" Asyifa bicara tanpa memperdulikan lawan bicaranya yang masih shock.


Setelah mengatur kembali perasaan dan pernapasannya, Ferdinand langsung menjawab dengan senyum sumringah, " Bu Boss, tau sendiri, bagaimana terpukulnya saya melihat pemberitaan di luaran, tentang kecelakaan yang menimpa Bu Boss, seperti menghilang di telan bumi, siapa yang tidak sedih dan kepikiran?"


Asyifa terkikik di telpon " Ini baru Ferdinand, si asisten paling banyak ngomel," benaknya.

__ADS_1


" Katakan, Bantuan apa yang Bu Boss inginkan, Aku pasti akan berusaha mewujudkan semuanya," terang Ferdinand, dengan suara perempuan yang begitu ceria, " Anggap sebagai hadiah dari aku," lanjutnya.


" Ferdinand,.." panggil Asyifa.



"Saya, Bu!' jawab Ferdinand menunggu perkataan Asyifa selanjutnya.



" Saya ingin kamu mempengaruhi Ardi, agar menikahi Camilla secepatnya, Kamu aturlah, skenario untuk mereka," Asyifa langsung berkata pada intinya.



" Bu,..Ini,.." Ferdinand tidak bisa menyelesaikan perkataannya, ada keraguan dalam hatinya, " Bukankah selama ini, Bu Boss Sudah tidak memperdulikan hubungan dua makhluk tersebut?" pikirnya.


" Kamu lakukan saja apa yang ingin saya perintahkan, tetapi kamu harus ingat, jangan sampai foto atau video skandal mereka terjadi sebelum hari pernikahan, setelah resepsi, kamu bebas melakukan apapun kepada keduanya.


" Baiklah Bu Boss, saya akan mengerjakannya dengan sepenuh hati," ucap Ferdinand, dengan senyum penuh arti, Sudah lama sekali dia ingin memberikan pelajaran pada pasangan laknat tersebut, akhirnya kesempatan itu datang juga, dia langsung bekerja, day seketika ide ide mengalir di kepalanya.


" Baiklah Ferdinand, Aku tau kamu sudah ada gambaran ide di kepalamu, aku serahkan tugas ini kepadamu," Oh ya, satu lagi," Asyifa hampir melupakan sesuatu, " Awasin terus Ardi di kantor, dan cari tahu titik kelemahan Ardi, bukti apapun itu. kumpulkan tanpa menimbulkan kecurigaan, kita akan melengserkannya dari posisinya sekarang,"


" Baiklah Bu Boss, perintah Bu Boss akan segera di laksanakan," kekeh Ferdinand.


" Baguslah kalau begitu, Hmmp," Jika Ada hal penting, aku akan menghubungi mu kembali," lanjutnya.


Ferdinand tersenyum, persis seperti apa yang Asyifa bayangkan.


Sebelum Ferdinand menjawab, Asyifa Sudah memutuskan panggilannya.



Untuk sesaat, Ferdinand masih tidak percaya, bahwa Bu Boss nya masih hidup.



Ferdinand kemudian tersenyum, dia sudah tidak sabar menunggu hari esok.

__ADS_1


****


__ADS_2