
Episode #40
Amar tertawa terbahak bahak, ketika Asyifa menceritakan kejadian ketika memberikan pelajaran Camilla di kamar mandi, " Hahahahah, jadi dia ketakutan, ketika mendengar suara aslimu?"Asyifa hanya mengedikan bahu tidak perduli, " Mana aku tahu, Aku tidak melihat wajahnya,!
" Tapi nona bisa di bilang hebat loh,.. nona bisa memiliki jenis suara yang berbeda, sepertinya nona cocok untuk mengisi suara telenovela atau kartun yang di tayangkan di televisi!" lontar Arsyad, yang berbaur dengan percakapan antara Amar dan Asyifa, dia masih fokus untuk mengantarkan Asyifa ke hotelnya, gadis itu belum memutuskan untuk tinggal dimana, jadi dia tetap nginap di hotel.
Tawa Amar tergeletak, Ketika mendengar celetukan Arsyad.
Setelah menenangkan dirinya Amar menjelaskan, " Ha-ha-ha," asal kamu tau aja Arsyad, syifa ini dulu hobinya mengerjai guru untuk bisa bolos, dia akan menelpon untuk menirukan suara mamanya, agar tidak masuk sekolah karena tidak mengerjakan PR! dia bisa menirukan berbagai jenis suara, dan pernah di tawari juga untuk mengisi suara di salah satu telenovela, tapi dia menolak!"
" Iyalah, jelas aku tolak! pengisi suara hewan peliharaan! siapa juga yang mau! ketusnya.
" Dan karena sifatmu itu yang selalu mengadu, karena aku bolos ke warnet, jadinya aku di hukum dengan tidak di beri uang jajan selama seminggu!" lanjut Asyifa dengan tampang kesal ketika mengingat moment itu.
" Apesnya balik ke aku, kamu malakin aku selama seminggu! Dasar begal! Amar menjitak kepala Asyifa.
Asyifa berusaha membalas, tetapi tangannya di tahan oleh Amar.
Asyifa dan Amar pun terkekeh mengingat kenangan dulu.
Arsyad senang melihat keakraban keduanya, dia merasa tuan muda AMAR begitu hangat dengan nona Asyifa.
Mobil pun terus melaju ke arah hotel, dimana Asyifa menginap untuk beberapa waktu.
****
Sesampainya Camilla di apartemen, dia langsung membersihkan dirinya, dia begitu jijik melihat bekas muntahan Ani di gaunnya, untung gaun itu di beli dari uang transferan Ardi, jika menggunakan uang pribadinya, dia pasti tidak bisa memaafkan begitu saja.
Selesai berendam di Bath up, dengan alunan musik klasik dan aroma lavender, suasana hatinya yang kacau sedikit lebih baik, dia merenung, dan banyak berfikir, dia sadari kalau dia sudah bertingkah terlalu jauh hari ini, untuk pertama kalinya dia mengakui bahwa dirinya bodoh, terlebih di pesta ulang tahun tuan Wijaya Kusuma, Hari ini, untuk pertama kalinya dia mengakui bahwa dirinya bodoh, terlalu terprovokasi dengan mudahnya oleh Humaira, sehingga tidak bisa mengendalikan dirinya, tidak bisa mengendalikan emosinya, pengendalian emosi dari Camilla adalah kunci senjata, untuk mengendalikan musuh musuhnya, seharusnya dari awal dia mendekati Humaira, dan menawarkan persahabatan seperti yang di lakukan kepada beberapa orang sebelumnya, bukan malah mencari masalah, entah kenapa, belakangan ini dia sering merasa sensitif.
Dia begitu ngantuk, setelah melewati beberapa incident buruk hari ini, dari gaun indah yang ternyata sudah di miliki Humaira duluan, kejadian memalukan di salon, dan lagi lagi itu karena ulah Humaira, kesempatan yang hilang, untuk jadi model utama, dari desainer terkenal Tyas Suroso, dan yang paling tidak bisa di terima, tamparan bulak balik dari Humaira.
" semua ini gara gara perempuan itu, aku tak akan membiarkannya begitu saja, dia harus membayar sepuluh kali lipat dari yang dia lakukan PP ada seorang CAMILLA! geramnya.
Setelah mengoleskan beberapa krim ke wajah mulusnya, Camilla teringat akan botol obat yang di rekomendasikan oleh dokter di klinik kecantikan itu, dan mengingat kulit Melinda yang semakin cantik, segera dia mengambil botol itu dan ingin meminumnya, tetapi ketika dia melihat gelas yang di atas nakas samping tempat tidurnya kosong, segera dia mengurungkan niatnya, " Besok sajalah," pikirnya.
Kemudian dia beranjak menuju tempat tidur, dia mematikan ponselnya, tanpa memeriksanya terlebih dahulu, kemudian memadamkan lampu dan beranjak tidur.
__ADS_1
Entah mengapa, tidurnya malam ini begitu gelisah, suara rintihan Asyifa terngiang ngiang lagi di telinganya.
" Hik,Hik,Hik, Camilla, .. Camilla. aku kesepian di sini,.. dingin,.. ikut aku yuk,.. katanya kamu selalu ada buat aku, Ayok mil,.. ikut aku,. Hik,. Hik..Hik."
Camilla seketika terjaga, keringat sudah membasahi tubuhnya, entah mengapa dia bermimpi tentang Asyifa, dan wanita itu mengajaknya, pergi, dia ketakutan, dan meringkuk dalam selimutnya, karena saking takutnya, diapun tertidur.
****
Pagi menjelang, kesibukan ibukota kembali terulang, para pekerja dan pelajar memadati jalanan menuju tujuan masing-masing, pada jam seperti ini, kemacetan akan merajalela, Asyifa sangat membenci itu, jadi dia masih bersantai, walaupun sudah rapi berdandan.
Hari ini dia akan mulai bermain main dengan orang-orang toxic, dan di mulai dari pion nya, siapa lagi kalau bukan, Ami, sang adik iparnya.
Sekitar pukul sepuluh, Asyifa sudah tiba di kantor pak HAMDAN, paman angkat sekaligus pengacara keluarganya, mereka sudah membuat janji tadi malam di pesta tuan WIJAYA Kusuma, ketika dia tiba, para karyawan langsung menyapanya ramah, diapun segera berlalu ke ruangan pak HAMDAN.
"Bagaimana paman? tanya Asyifa, langsung duduk di meja kerjanya.
Kedatangan tiba tiba Asyifa, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.membuat orang tua itu menggeleng perlahan, dengan lesu dia menjawab, " Sepertinya ini sudah di manipulasi," katanya setelah menyerahkan dokumen yang sudah di periksa nya, setelah pak HAMDAN meneguk air di mejanya dia melanjutkan," ketidak hadiran mu, atau berita tentangmu, telah membuat orang orang itu berani bersikap curang, untuk memalsukan data,"
Mendengar itu Asyifa tidak heran samasekali, sebagai orang yang berpengaruh dan pernah berada dalam perusahaan itu dalam empat tahun belakangan ini, tentu dia paham, bagaimana cara kinerja para bawahannya, mengingat dana yang di gelapkan adalah miliknya, seketika dia mengepalkan tangannya, dia geram sekali.
"Ini pasti ulah si AMI, dia pasti tidak terima dengan surat wasiat itu, dan memikirkan berbagai cara untuk menggelapkan dana dari PRAMESWARI group! paman, tolong panggilkan auditor dari PRAMESWARI group, aku akan membawanya ke kantor PT GARUDA TV NUSANTARA hari ini, mereka tidak bisa di biarkan,!" katanya kesal, ini merupakan kesempatan Asyifa untuk membalas mereka satu persatu, dan itu di mulai dari sang pion, Ami.
****
Bastian sudah tidak sabar lagi, segera dia berlari ke apartemen Camilla dan langsung masuk, laki laki itu tahu kode apartemen Camilla, tetapi dia tidak pernah masuk tanpa ijin, dia menghargai privasi artisnya.
Setelah masuk, Bastian menuju kamar tidur Camilla, Dia bersyukur Camilla hanya tidur seorang diri, akan sangat canggung rasanya jika, dia membangunkan Camilla di sebelah laki laki lain, entah itu, Michael ataupun Ardi.
Bastian melangkah, dia menarik gorden dan membiarkan sinar matahari masuk, Camilla yang merasa ada cahaya menempa dirinya seketika menggeliat.
Laki laki itu menarik selimut Camilla dengan kasar, kemudian dia mengambil segelas air dan memercikkannya ke wajah Camilla, sayangnya Camilla tetap bergeming, dia melanjutkan tidurnya.
Bastian tidak kehabisan akal, dia mendekatkan bibirnya dan kemudian berteriak,. " CAMILLA, BANGUN,! KAMU SEDANG VIRAL!"
" Deg,"
Mata merem Camilla langsung terbelalak, seketika dia terduduk, tangannya terasa dingin, aliran darahnya serasa mengalir dua kali lebih cepat.
__ADS_1
Bastian kemudian memapahnya keluar dari kamar, mereka menuju sofa, laki laki itu mendudukan Camilla kemudian mengambil remote tv dan menekan tombol itu, seketika layar televisi hidup, dan menampilkan acara infotainment, dimana Camilla sedang mengomentari soal pete ketika berada di salon kemarin.
" Apa hebatnya makan pete, makanan orang kampung yang buat orang lain tidak nyaman, belum lagi bau mulut dan bau di kamar mandi! membuat orang lain tidak nyaman!"
Komentar tersebut langsung di buru para netizen, bahan pete dan Camilla jadi tranding topik di berbagai media sosial dengan berbagai hastag, sekarang banyak bermunculan berbagai meme, yang menampilkan wajah Camilla dengan Pete.
" HUMAIRA, SIALAN," umpatnya kesal.
Bastian berjalan ke arah dapur, dia membuka kulkas, dan mengambil minuman kaleng, segera dia berjalan menghampiri Camilla dan menyerahkannya.
Camilla mengambilnya dan langsung meneguknya, tanpa mengucapkan kata terima kasih, Bastian tidak merasa tersinggung dengan sikap Camilla yang seperti itu, dia sudah terbiasa, apalagi hati perempuan itu sedang begitu panas, wanita itu sedang had mood, jadi,"
Menghindar atau menimbulkan masalah adalah sikap yang bijak kali ini.
Setelah melihat wanita itu tenang, Bastian melanjutkan bicaranya," Karena kasus ini viral, semua kontrak terpaksa di tunda, tidak ada pemotretan ataupun syuting, mereka semua menunggu klarifikasi dari kamu"
" Apa,?" Bagaimana bisa terjadi?" Camilla terbelalak kaget, dia menggaruk area pipi dan wajahnya, dia merasa gatal di area itu.
" Mereka tidak ingin masyarakat kecewa, dan mempengaruhi penjualan produk mereka, jadi untuk sementara mereka menangguhkan kontrak, aku sudah memperingatkan kamu, untuk menjaga tutur kata dan sikap di luar! Agar masalah ini tidak terjadi!" Bastian mengungkapkan kekesalannya.
Camilla tetap menggaruk wajahnya, " Jangan salahkan aku, semula ini salah wanita j@lang itu!"
Bastian kesal dan menjitak kepala Camilla, tidak terasa memang, tapi itu menambah kesal artisnya itu, " Perempuan itu tak pernah mengusikmu dan mengganggumu, kamu yang tak pernah bisa menjaga emosimu! kalau sudah seperti ini, sekarang bagaimana? Aku gak mau tau, kamu harus membuat video permintaan maaf! Apalagi kamu menyeret orang kampung!" tegas Bastian, segera meninggalkan Camilla di sana, lelaki itu kesal sekali, dia sudah bersusah-payah mendapatkan banyak job untuk Camilla, malah di hancurkan dengan tingkah gadis itu.
" Haaaisshh,! dia mendesah kecewa.
Camilla semakin marah'melihat kepergian Bastian, kekesalannya tadi malam belum juga hilang, di tambah dengan Bastian dan juga masalah ini.
Pipi dan dagunya semakin gatal, dan dia masih terus menggaruk.
Setelah beberapa saat dia pergi kearah cermin.
"Aaaaaaah!" Camilla berteriak, area yang di garuknya tadi memerah dan meninggalkan sedikit ruam, dia semakin kesal.
" Aku tak bisa seperti ini! Aku harus periksa ke dokter kulit!" Camilla bersiap membersihkan diri, setelah selesai dengan ritual mandinya Camilla pun berangkat, tidak lupa dengan masker yang menutupi area wajahnya yang ruam itu, Dia menyetir mobil sendiri tidak mengajak Bastian, lelaki itu masih kesal dengan tingkahnya.
Camilla heran dengan wajahnya, yang tiba tiba mengalami ruam tersebut, tanpa ia sadari, ketika pipinya di tampar dan dagunya di cengkraman oleh Asyifa, serbuk sari bunga matahari juga menempel di wajahnya, karena Asyifa tahu bahwa Camilla alergi dengan serbuk sari tersebut, jadi dia sudah merencanakan sebelumnya, dia membubuhi tangannya dengan itu,lalu kemudian menampar dan mencengkram dagu mantan sahabatnya itu, tak heran jika ada ruam kulit dan rasa gatal juga panas di area wajah Camilla.
__ADS_1
****