Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Sandiwara di mulai


__ADS_3

Episode #46


     Matahari sudah merangkak naik dari peraduannya, Melinda Sudah menyiapkan diri untuk pertunjukan hari ini, jujur, dia gugup, Melinda memang jarang bersandiwara dalam kehidupannya, dia terkesan blak blakan, dan tidak pernah menyimpan apapun dalam hatinya, jika dia merasa tidak puas atau terbebani, dia langsung mengatakannya, sehingga tidak jadi beban di hatinya.


       Tuan muda AMAR SYAPUTRA, Humaira Pramesti dan dirinya sendiri, sudah menyusun rencana hari ini, Semoga dia bisa memainkan perannya kali ini dan selanjutnya.


     BIP, BIP, BIP..


  suara getar ponsel Melinda, menandakan ada pesan yang masuk.


   Melinda yang sedang sibuk menggugah foto baru di akun olshopnya segera mengalihkan perhatiannya, lekas dia meraih ponsel yang terletak tidak jauh dari jangkauan nya.


    Ada pesan dari Nany, si pegawai butik.


    { Ci, Michael nya udah di sini, Sekarang lagi di parkiran"} lapor Nany.


   { Ok } balas Melinda singkat.


   Melinda memang menyuruh Nany, jika Michael sudah datang, kemudian dia berjalan menuju wastafel, ada cermin besar di sana, Dia menghirup nafas panjang kemudian membuangnya perlahan-lahan sambil memejamkan mata, setelah mendapat ketenangan, dia membuka matanya, memaksakan tersenyum, dan mensugesti dirinya sendiri." Ayo Mel, kamu bisa, kamu pasti bisa,"


   " Tap, Tap, Tap," Suara langkah kaki terdengar.


   " Tok, Tok, Tok," suara pintu di ketuk tiga kali.


     Melinda masih tetap di posisinya, dia tidak ingin menyambut Michael seperti biasanya, dia akan berlama lama di kamar mandi, hingga Michael sendiri yang memutuskan untuk masuk.


   " Kreeek! Suara pintu berderit, Michael masuk ke ruangan Melinda.


    " Barbie,.. Barbie,.. lagi di kamar mandi ya?" tanya Michael memastikan, setelah celingak-celinguk, dan tidak menemukan keberadaan Melinda.


    " Iya,.." sahut Melinda.


   Michael segera duduk di sofa, dan membuka alat kerjanya, Dia mengeluarkan kamera DSLR nya, dan kemudian mulai membidik kameranya ke sekitar, dia sedang mengatur fokus dan pencahayaan, sesekali dia mengecek hasil gambar bidikannya.


  " Kreek!


   Pintu kamar mandi terbuka, Melinda berjalan perlahan, Michael berdiri dan membidikan kamera ke arah Melinda, beberapa kali dia membidikan kameranya, hingga Melinda memangkas jarak keduanya.


  Setelah tidak ada jarak, di antara mereka, Michael menurunkan kameranya, dia mengecup pipi Melinda sekilas.


    Melinda sebenarnya risih, tapi dia harus berpura pura bodoh, tidak mengetahui apapun.


   Setelah itu, mereka berdua duduk.


  " Maaf ya Barbie, akhir akhir ini aku jarang ada waktu buat kamu, aku sibuk banget ama jadwal pemotretan dan Deadline, jadi kurang memperhatikan kamu!" ucap Michael sendu, Dia menggenggam tangan Melinda dengan hangat.


       Melinda hanya bisa mencibir, dalam hatinya, " Sibuk dengan jadwal pemotretan untuk di suguhkan kepada Erik, sibuk dengan Camilla juga, Dasar keong racun!


  Melinda membalas genggaman tangan Michael, dengan nada yang lembut dan meyakinkan dia berkata," Aku ngerti sayang, yang penting kamu selalu kasih kabar, jangan ngilang gitu aja!"


   " Hahahaha," Michael tidak bisa menahan tawanya, setelah menguasai keadaan dirinya, dia berucap mesra, "Selama ini, sesibuk apapun aku akan selalu mengabari kamu, mengingatkan mu makan, dan satu hal yang paling penting,.." Michael memegang dagu Melinda, dan menatapnya dalam, sebelum dia berujar," Aku selalu merindukanmu!"

__ADS_1


   Melinda tersipu malu, bagaimanapun dia masih ada perasaan dengan keong racun di depannya ini, " Seandainya ini terjadi di masa lalu, dan tidak tahu kedokmu, bisa di pastikan Aku akan semakin bucin sama kamu," pikir Melinda.


   Melihat Melinda yang tersipu, Michael menjadi gemas, dan tak sadar mencubit pipi wanita itu dengan gemas, entah bagaimana, ada perasaan hangat mengalir dalam diri laki laki itu,. " Ada apa denganku? Apakah Aku ada perasaan dengan perempuan ini? ini tidak boleh terjadi!" batin Michael.


    Ketika Michael dan Melinda asik bercengkrama, Nany masuk dan mengatakan, bahwa pakaian dan model telah siap, tinggal di potret saja, setelah itu dia pamit undur diri.


   " Ya sudah, yuk,. jangan biarkan mereka menunggu!" ajak Melinda kepada Michael.


     Michael mengangguk dan mengiyakan perkataan Melinda, lelaki itu kemudian berkemas dan membawa perlengkapan fotonya, ke studio dalam butik ini.


  " Butik Lady's palace, memang memiliki studio foto sendiri, karena olshop Melinda juga berkembang, jadi mereka telah mengupdate foto terbaru, dari barang jualan mereka.


     Michael pun memulai sesi pemotretan, ada beberapa jenis pakaian, yang dia potret kali ini, ada couple, baju tidur, baju anak, gaun, gamis dan juga hijabnya.


    Pemotretan berlangsung sekitar dus jam, ketika pada sesi terakhir, Melinda di panggil Nany.


    Melihat kode dari Nany, Melinda kemudian, keluar ruang studio dan bertanya," Ada apa?"


      Nany tidak tahu harus menjawab apa, dia juga terlihat bingung mau menjelaskan dari mana, " Anu Ci,. ada tamu yang ngotot ketemu sama Cici, satu orang paruh baya dengan tiga orang temannya, temannya nakutin, badannya kekar kekar, serem deh,!" ungkap Nany..


     Melinda dan Michael, seketika langsung menoleh, " Siapa ya, kira kira? pikir mereka.


Melinda mengalihkan pandangannya ke Nany, " Bawa mereka ke ruangan saya, saya akan kesana sebentar lagi, jangan lupa, suguhkan cemilan dan minuman," perintah Melinda.


" Baik Ci! jawab Nany, dan segera berbalik menemui keempat tamu lelaki itu.


" Siapa ya mereka, Perasaan aku jadi gak enak beb!" keluh Melinda, wajahnya menunjukkan raut khawatir.




" OK!" jawab Melinda akhirnya.


Keduanya segera melakukan sesi pemotretan terakhir.


Setelah itu, Melinda dan Michael bergegas ke ruang kerja, dimana tamu yang di sebutkan Nany sedang menunggu mereka.



" Tap, Tap, Tap," Suara langkah kaki terdengar.



Keempat lelaki dalam ruangan tersebut, sontak berdiri, melihat Melinda dan Michael memasuki ruangan.



Melinda pun mempersilahkan mereka untuk duduk.


Keempatnya pun langsung duduk.

__ADS_1


Sebelum Melinda bertanya lebih lanjut, pria paruh baya itu sudah mulai berbicara, " Maaf, Sebenarnya saya ingin bertemu dengan nyonya Liliana, apakah beliau ada?"


Melinda dan Michael sontak terkejut, mereka saling berpandangan.


kemudian Melinda angkat bicara,. " Maaf, sebelumnya anda ini siapa? dan ada keperluan apa dengan mendiang mama saya?"


Mendengar pernyataan Melinda, pria paruh baya mengeryit heran, kemudian dia bertanya kaget," Apa? Nyonya Liliana sudah meninggal?"


Malinda mengangguk, " Benar, mama saya sudah berpulang sejak empat tahun lalu,, maaf ada keperluan apa?"


Pria paruh baya tersenyum dan mengendalikan diri," Saya Bayu, saya kesini sebenarnya ingin menemui nyonya Liliana, nyonya ada hutang dengan boss saya, pak Roso, sebanyak tiga milyar, lima tahun lalu, dengan jangka waktu pembayaran lima tahun, sudah empat tahun nyonya Liliana tidak membayar cicilan dan bunganya, jadi sekarang total hutang nyonya ada lima milyar rupiah, kalau anda tidak percaya, ini, saya ada buktinya, semuanya lengkap di sini;" Bayu menyerahkan beberapa dokumen di atas meja.


Melinda meraih dokumen tersebut, dia memeriksanya satu persatu, dia hanya menghela nafas pelan dengan lesu, dia memandang Michael, dan berkata, " Semuanya asli,"


Michael terkejut dengan kenyataan ini, dia melirik Melinda, wajah wanitanya itu sudah begitu sendu, ada kabut tipis di pelupuk mata wanita itu.



Michael berusaha menguatkan Melinda, dia mengusap bahunya perlahan.


Bayu pun hanya memperhatikan mereka, sebelum berkata," Maaf sebelumnya, jika ini mengejutkan, selama ini kami sudah berusaha mencari keberadaan nyonya Liliana, dari data yang ada pada kami,, tetapi kami tidak menemukan jejaknya samasekali, hingga akhirnya kami menemukan, bahwa butik ini adalah miliknya, oleh karena itu, kami kesini, kami tidak menyangka, jika nyonya Liliana sudah berpulang, kami turut berdukacita, akan tetapi, bagaimanapun, perjanjian tetaplah perjanjian, batas waktu untuk pelunasan hutang pokok beserta bunganya, sebesar lima milyar rupiah adalah Minggu depan, kami harap kerjasamanya,"


Melinda lemas.



" Baiklah, kami permisi dulu Nona, Minggu depan kami kesini lagi" ucap Bayu, dia menyeruput teh sebentar, kemudian berdiri, beranjak pergi, ketiga pria kekar di belakangnya mengikuti.



Setelah kepergian empat orang itu, Michael berkata," Mereka Debt colector,"


Melinda menunjukkan raut tak berdaya, dengan wajah yang begitu memelas, dia bertanya pada Michael, " Aku harus bagaimana? Dapat darimana aku duit lima milyar? Hutang dua ratus juta saja belum terbayar sepenuhnya,.. Hiks, hiks, hiks," Melinda terisak, dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Michael membawa tubuh Melinda kedalam rangkulannya, entah mengapa hatinya sedikit tercubit, melihat kerapuhan dan air mata wanita itu, biasanya dia tidak pernah melibatkan perasaan, Tapi apa ini?


Dalam rangkulan Michael dan dalam isak tangisnya, Melinda menyunggingkan senyum manisnya, hanya sepersekian detik, sepertinya akting ku sudah bagus, si keong racun itu bahkan tertipu, He, He, He," kekehnya dalam hati.


Melinda melepas rangkulan Michael, dengan terisak dan mata berkaca-kaca dia berkata," Aku harus gimana Mike,? Aku gak tau dapat uang Lima milyar darimana? Melinda mencoba kuat, dia menghapus air matanya


Michael menangkupkan tangannya di wajah Melinda, dia menatap manik mata wanita itu dalam dan kemudian berkata " Kamu tenang ya,.. semuanya pasti ada jalan, Aku ada di sini buat kamu,. sabar ya?"


Untuk lebih meyakinkan aktingnya Melinda pun menyentuh tangan Michael yang ada di wajahnya, dengan mata berbinar, tampak adanya ketulusan dan ketidak berdayaan dia berucap," Makasih Mike!"


Michael pun mengangguk tersenyum dan berucap," Ssstt, jangan ucapkan terima kasih,"


Melinda pun mengangguk, dan membenamkan dirinya di pelukan Michael.


Michael membalas seraya memberikan ketenangan pada wanita itu,


Melinda mencibir dalam hatinya, " Seandainya kamu tulus, pasti aku akan bahagia sekali,!"

__ADS_1


__ADS_2