
Episode #17
Mobil Angga sudah sampai di depan rumah Carrey, seorang satpam bernama Rasid, membukakan pintu, satpam itu di beritahukan Sebelumnya, bahwa akan ada tamu yang akan datang, jadi dia sudah bersiap di depan pintu pagar.
carrey dan Angga selalu berpegangan tangan, seolah tidak ingin terpisahkan, Carrey sangat gugup, begitu juga dengan Angga, tetapi lelaki itu pintar menyembunyikannya.
Mereka berdua keluar dari mobil, Angga membukakan pintu mobil untuk Carrey, keduanya bergandengan tangan menuju ke kediaman keluarga besar Carrey.
Rumah Carrey benar benar bertema klasik, temanya gabungan antara adat Jawa dan bangunan Belanda, selain itu, rumahnya benar benar asri, rumahnya seperti berada di tengah hutan, karena di kelilingi pohon pohon besar, walaupun berada di ibukota, suasana rumahnya persis seperti berada di pedesaan.
carrey dan Angga langsung masuk, di dalam ruang tamu, keluarga Carrey sudah berkumpul, Ada sepasang pria dan wanita yang berusia sekitar lima puluhan, itu adalah orang tua Carrey, ada juga sepasang suami-istri seumur tuan Wijaya Kusuma dan nyonya Arum Kusuma.
" Itu, mbah kakung, dan mbah putri!" bisik Carrey lembut.
Angga mengangguk.
" Semuanya, pakde dan bude, paklik dan Bulik," Carrey berbisik lagi.
Angga segera menyapa semuanya di ruang tamu, dia menjabat tangan semua orang yang ada di sana..
Angga dan Carrey kemudian di suruh duduk di tempat yang di sediakan, keduanya nampak seperti terdakwa di ruang sidang.
Para pelayan pun segera menyajikan makanan ringan dan minuman ke atas meja, setelah itu mereka langsung mengundurkan diri.
Sebelum para tetua berbicara, Angga sudah membuka suara," Om, Tante, Kakek dan nenek, Sebelumnya, perkenalkan saya Angga Kusuma! Angga memperhatikan sekitar dan melihat ke semua arah.
carrey begitu gugup, dia meremas pakaiannya sendiri.
__ADS_1
Semua tatapan tertuju pada Angga sekarang.
" Sebelumnya saya minta maaf, entah kenapa Foto dan video saya dan Carrey tersebar di semua platform sosial media, bahkan jadi viral, saya tahu bahwa keluarga Ramos sangat menjunjung tinggi adat dan istiadat, sehingga tidak memperbolehkan hubungan kedekatan dengan lawan jenis, kecuali sudah membicarakan tentang pernikahan,"
Semua yang hadir masih diam menatap Angga, Aura kepemimpinan Angga menguar begitu saja, walaupun dia merasa gugup, dia bisa menekannya sejauh mungkin, pertemuan kali ini lebih membuatnya gugup, di bandingkan pertanggungjawaban tugas akhirnya di universitas.
" Saya sudah memiliki perasaan pada Carrey Ramos, semenjak kedekatan kami sekolah, mengambil master di London, ketika itu saya menahan diri, untuk mengungkapkan perasaan saya, karena saya menghormati adat dan istiadat yang di pegang teguh keluarga Ramos,"
"Awalnya saya ingin melamar Carrey setelah menyelesaikan beberapa urusan , berhubungan, ada hal seperti ini, saya ingin mengutarakan niat saya, untuk melamar putri keluarga Ramos, untuk menjadi istri saya,"
Angga menatap lekat semuanya.
Semua yang hadir di sana membelalakkan matanya, awalnya mereka menyuruh Carrey dan Angga datang Hanya untuk meminta klarifikasi tentang hubungan mereka, para tetua Ramos tak menyangka, akan ada lamaran malam ini.
" Maaf, sebelumnya saya dan Carrey tidak pernah menjalani yang namanya pacaran, kita hanya dekat sebagai teman saja, Maaf jika lamaran ini terlalu mendadak, saya sudah tak bisa menahan diri lagi!" Angga mengatakan semuanya dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Semua mata saling melirik, Yoga Ramos, embah kakungnya Carrey hanya bisa menghela nafas, " Kalau masalah lamaran, saya serahkan kepada Carrey dan kedua orang tua Carrey!"
Semua mata tertuju pada Sekar dan Rendra, Mereka menantikan keduanya berbicara.
Rendra hanya bisa menyunggingkan senyumnya.
" Baiklah, saya hanya bisa menanyakan hal ini pada Carrey, bagaimanapun Carrey yang akan menjalaninya, suka dan duka dia yang akan merasakannya, bagi kami sebagai orang tua, kebahagiaan adalah yang paling penting," Rendra akhirnya membuka suara.
" Carrey, apakah kamu serius mau menerima lamaran Angga Kusuma?"tatapan lembut seorang ayah langsung menghujani Carrey.
carrey tersipu, wajah putihnya memerah seperti tomat, dia hanya mengangguk dan tersenyum, dia tak berani mengangkat wajah.
__ADS_1
Tiba tiba suara tawa meledak," Lihat! Mbak Carrey yang biasanya galak bisa tersipu juga, wajahnya memerah, ha ha!"
Semua mata kemudian melihat ke sudut ruangan, di sana seorang anak laki-laki sekitar berusia sembilan tahun, tertawa cekikikan.
" Maaf ya?" Salah seorang Bulik Carrey segera beranjak menuju anak kecil yang tertawa itu, segera dia menjewer telinganya dan mengajaknya masuk." Sakit ma! Juna minta maaf!" sebuah kerlingan mata sempat dia lakukan kearah para tetuanya, yang berkumpul di ruangan, sebelum dia di paksa pergi oleh mamanya.
" Ha ha ha!" suara tawa langsung menggema di seluruh ruangan.
Wajah Carrey semakin memerah, jika bisa, dia ingin memasukan wajahnya ke kolong meja.
Suasana tegang pun seketika mencair.
" Baiklah, kalau Carrey setuju, kami juga tidak bisa mengatakan apa apa!" Rendra berkata lembut, sosoknya yang tegas di lingkungan kerja begitu terbalik, jika berhadapan dengan keluarganya, " Kalau Begitu, bawalah keluarga besarmu untuk melamar secara resmi, di sana, kita akan langsung saja membicarakan pernikahan, tidak perlu tunangan dulu, bukankah hal baik harus segera di segerakan?"
" Ya, Aku setuju! toh tidak ada lagi yang harus di tunggu, kalian sudah siap, baik secara mental dan fisik untuk menikah, terlebih lagi usia kalian sudah mendekati angka tiga puluh, jadi lebih baik menikah saja langsung!" yoga langsung mendukung usulan anaknya tersebut.
" Yes!" Angga tiba tiba berseru.
Semua mata tertuju pada Angga, dan gelak tawa pun segera terdengar.
Angga Hanya bisa tersenyum malu malu, sungguh, dia tak bisa menahan kebahagiaannya sendiri, untungnya dia hanya berseru, tidak melakukan selebrasi seperti tim bola kesayangannya menang di pertandingan.
" Tinggallah untuk makan malam sejenak!" Yoga mengundang Angga untuk menghabiskan waktu lebih lama di kediaman keluarga Ramos.
Semuanya pun menuju meja makan, semua keluarga Ramos memang menyetujui Angga masuk ke dalam keluarga mereka, awalnya mereka mengira, Angga adalah sosok yang angkuh dan sombong seperti rumor yang tersebar di luaran, sekarang mereka percaya kalau itu hanya sekedar rumor, keluarga yang semula ingin menolak malah menerima dengan terbuka, Mereka tidak menyangka, bahwa Angga adalah seorang pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul.
Angga begitu bahagia menghabiskan waktunya dengan keluarga Ramos, baru kali ini dia di perlakukan seperti keluarga, bukan seperti atasan yang selama ini dia di perlakukan, beberapa keponakan Carrey yang masih balita, malah menjadikan dia seekor kuda.
__ADS_1
" Besok, entah perang seperti apa yang akan terjadi!" pikir Angga.
****