Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Ketegasan Angga


__ADS_3

Episode #19


     Di tower Kusuma group.


     " Panggilkan tuan muda Angga kemari!" tuan besar Wijaya Kusuma memerintahkan salah seorang pengawalnya.


     " Baik tuan!" si pengawal langsung meninggalkan ruangan Wijaya Kusuma, kakinya melangkah cepat menuju ruangan Angga Kusuma.


     Angga terlihat sedang memeriksa dokumen di hadapannya, tapi pikirannya melanglang buana, dia sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk kakeknya, menurut watak kakeknya, dia tidak akan melepaskan dirinya.


      " Permisi tuan muda!" suara pengawal kakeknya membuyarkan lamunannya.


     Angga Hanya melihat sekilas, dia sudah tahu jika kakeknya mencarinya perihal trending topik dia dan Carrey, mengingat Carrey, tiba tiba hatinya menghangat, dan entah bagaimana dia seperti mendapatkan kekuatan untuk menghadapi sang patriark keluarga Kusuma tersebut.


    " Tuan besar meminta tuan muda untuk datang ke ruangannya," Si pengawal sudah menyampaikan pesan dari tuan besar Wijaya Kusuma.


     " Persis seperti yang aku tebak!" pikir Angga, " Baiklah!" Angga meletakkan dokumen yang ada di tangannya, dan melangkah menuju ruangan kakeknya.


    Si pengawal mengikuti dari belakang.


  Tak ada pembicaraan di sana.


    Sesampainya di ruang kerja Wijaya Kusuma, Angga langsung duduk di sofa, yang di persilahkan terlebih dahulu oleh kakeknya.


    Mata tuan besar Wijaya Kusuma sedikit berkedut, melihat tingkah Angga yang semakin menjadi dari hari ke hari.


     Tuan besar mengibaskan tangannya, dan semua orang yang ada di ruangan itu mengundurkan diri, kecuali Angga.


     Sebelum tuan besar Wijaya Kusuma membuka suara, Angga sudah mendahuluinya," Tadi malam Aku tidak ikut makan malam keluarga, Aku secara pribadi melamar Carrey Ramos, perempuan yang di isukan dekat denganku itu, pada keluarga besarnya, aku di terima, jadi, kira kira kapan kakek punya waktu luang, untuk datang melamar secara resmi?"


  DUAR!


  Langit tuan besar Wijaya Kusuma seketika runtuh, bagaimana bisa dia melamar seseorang tanpa persetujuannya? ingin sekali dia menampar wajah cucu kesayangannya ini.


   " Aku tidak setuju!" suara tuan besar Wijaya Kusuma meninggi." Aku sudah menjodohkan mu dengan Gu Yue, anak dari Gu Yan! Bagaimanapun ceritanya, kau harus menikah dengannya, Aku akan menemanimu ke keluarga Ramos untuk membatalkan lamaran!"


  Angga memandang kakeknya yang di penuhi amarah, tatapannya begitu tajam, hingga bisa menembus jiwa seseorang, jika tatapan bisa membunuh, mungkin Angga sudah kehilangan nyawanya.


     Angga juga memperhatikan warna wajahnya yang memerah, nampak sekali kakeknya Sedang marah besar.


   Jika ini Angga beberapa bulan lalu, dia akan menggigil ketakutan, atas tekanan dan dominasi kakeknya, sayangnya, Sekarang Angga sudah memiliki pijakan, jadi, walaupun hatinya sedikit takut, dia terlihat biasa saja, dia benar-benar tidak menganggap penting kemarahan tuan besar Wijaya Kusuma.


    " Jadi selama ini kakek sudah menjodohkan aku dengan Gu Yue, anak perempuan Gu Yan, yang pemilik salah satu kasino terbesar di Macau?"Angga membelalakkan matanya, nampak sekali dia terkejut.


    tuan besar Wijaya Kusuma bersikap angkuh dan sombong seperti biasanya, " Ya, dan kau harus tahu, bahwa Gu Yan juga adalah salah satu taipan yang merajai dunia bawah tanah, kali ini kau tidak bisa menolak, dan kau harus membatalkan lamaranmu dengan segera, aku tak mau tau!"


  " Wah, Aku takut sekali!" Angga meledek kakeknya, dengan bersikap seolah dia ketakutan.

__ADS_1


    Kemarahan pun terlihat di wajah tuan besar Wijaya Kusuma, dia merasa di remehkan dengan sikap cucunya tersebut, " Apa maksudmu?"


  " Sayangnya perjodohan itu tak akan pernah terjadi, Kakek!" Dia menggelengkan kepalanya, Diapun berdecak, " Ck CK!"


   Kemudian Angga menyilang kan kakinya, dia sama sekali berusaha mengacuhkan sang patriark Wijaya.


    " Apa maksudmu?" tuan Wijaya Kusuma memekik, kali ini dia ingin sekali membunuh cucu yang selama ini susah payah dia bentuk.


  Angga berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan ibukota, banyak sekali gedung pencakar langit di sana.


     " Apakah tidak ada pertanyaan lain, selain Apa Maksudmu? Kakek? Aku benar-benar bosan mendengarnya!" Angga mengorek kupingnya dengan telunjuknya.


    " Kau,...!" tuan besar Wijaya Kusuma benar benar murka kali ini.


    Angga berbalik dan tersenyum, " Kalau kakek tidak suka, silahkan telpon Gu Yan, aku sudah bicara, dan sudah membatalkan perjodohan ku dengan anak perempuannya Gu Yue, bahkan Aku sudah mendiskusikan ini dengan Gu Yue sebelumnya,"


   Tanpa membuang waktu, tuan besar Wijaya Kusuma langsung mengambil ponselnya dan segera menelpon Gu Yan.


    Setelah tiga panggilan tidak di jawab, panggilan ke empat, baru ada suara," Hallo Wijaya, Apa kabarmu?"


   Tuan besar Wijaya Kusuma mendelik ke Angga sebelum dia bersuara, " Halo kawan, Aku baik baik saja, Hmmp, Aku menelpon untuk menanyakan perjodohan cucuku dengan anak perempuan mu!"


  Orang besar seperti Wijaya Kusuma dan Gu Yan tidak suka berbasa-basi, jadi mereka langsung masuk ke inti pembicaraan.


  " Ha ha!" terdengar gelak tawa di seberang, ".Apa cucumu Belum memberitahu padamu, bahwa dia membatalkan perjodohan? Dia dan Gu Yue datang menemui ku dan berkata bahwa mereka tidak saling menyukai dan mereka sudah punya pujaan hati masing-masing, sebagai orang tua yang mengedepankan kebahagiaan anak, Aku hanya bisa menerima keputusan mereka, apa dia belum memberitahukanmu kawan?"


" Tak apa kawan, Aku malah bangga dengan cucumu, karena dia bisa menentukan kebahagiaan dia sendiri, sayangnya, baik Gu Yue maupun Angga tidak saling menyukai!".


" Baiklah kalau begitu, Aku lega mendengarnya, kalau dia tidak menyinggungmu, kalau begitu, terima kasih atas waktunya, Maaf sudah mengganggu!"


" Kau bersikap seperti pada orang lain saja, It's ok!"


Panggilan pun terputus.


Gu Yan di dalam kasino hanya bisa menggelengkan kepalanya," Cucumu terlalu bahaya untukku, Wijaya, dia bahkan berencana merebut kekuasaan mu yang kakek kandungnya sendiri, bagaimana denganku yang akan jadi ayah mertuanya? Bukankah sama saja di kemudian hari? Aku tak ingin mengambil resiko itu!" gumamnya.


Tiga bulan yang lalu, dimana kasus pembunuhan Asyifa terungkap ke publik, Gu Yan mendapatkan seorang tamu yang datang bersama anak perempuannya, Gu Yue.


" Ayah!" Gu Yue masuk dan menyapa sang ayah, kemudian Gu Yan mencium pipi kiri dan kanan putrinya secara bergantian.


" Tuan Gu Yan!" Angga menyapanya sambil menundukkan wajahnya.


Tuan Gu Yan pun mempersilahkan mereka duduk.


" Maaf jika saya mengganggu waktu tuan Gu Yan, perkenalkan sebelumnya, Saya Angga Kusuma, cucu dari teman anda Wijaya Kusuma,"


Gu Yan terlihat mengingat ingat,..dan dia mengingatnya, belasan tahun yang lalu temannya Wijaya Kusuma pernah membawa cucunya ini bertemu dengannya.

__ADS_1


" Ya, Aku Ingat, kau tumbuh dengan sangat cepat!" puji Gu Yan.


" Tuan, Aku bersama Gu Yue kesini, Hanya ingin menyampaikan, bahwa aku dan Gu Yue tidak ingin terikat dengan pernikahan, kami sudah memiliki kekasih!" Angga langsung pada intinya.


" Iya, ayah, bagaimanapun aku sudah punya pacar, Aku dan pacarku saling menyayangi, Aku tidak ingin hidup dengan sosok orang yang tidak Aku cintai dan tidak mencintaiku!" Gu Yue bergelayut di lengan ayahnya.


Gu Yan juga berpikir tentang kebahagiaan putrinya, terlebih lagi, tidak banyak keuntungan, jika pernikahan putrinya dan Angga berlangsung, Dia hanya kehilangan beberapa tempat investasi sebagai tempat pencucian dari bisnis kotornya.


Seperti memahami kegelisahan Gu Yan, Angga pun mengeluarkan suara, " Tuan jangan terlalu gelisah, apapun yang kakek janjikan pada tuan, saya pastikan anda akan tetap mendapatkannya, saya akan menggulingkan kekuasaan kakek dalam waktu dekat, kakek sudah terlalu tua, dan waktunya untuk beristirahat, jadi, apa tuan masih merasa keberatan?"


" Ha ha ha!" Gu Yan tertawa senang, " Bagus! Bagus! anak muda!" Dia menepuk pundak Angga.


" Kau pintar sekali mencari peluang! Kalau begitu, Aku tak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi bagiku kebahagiaan Yue'er adalah yang paling penting!" Gu Yan terlihat sangat senang.


Mata Angga berkedut, dia tak heran akan keputusan seperti ini, di bawah kepentingan, siapa yang bisa menolak?"


Kembali ke Jakarta, di tower Kusuma group.


" Bagaimana,.. Bagaimana mungkin? tangan tuan besar Wijaya Kusuma gemetaran, dia sangat mengenal baik Gu Yan, tidak semudah itu Gu Yan di goyah kan.


" Kau,... Apa yang kau perbuat?" amarah tuan Wijaya Kusuma begitu memuncak.


Angga melengkungkan bibirnya, dia mendekati kearah kakeknya, Dia melangkah semakin dekat, tuan Wijaya Kusuma mundur sedikit demi sedikit.


Jarak diantara mereka semakin dekat, tuan besar Wijaya Kusuma sudah tersudut di dinding.


Angga memperbaiki dasi kakeknya, " Kakek,.. Kakek sudah terlalu tua mengurusi bisnis ini, jadi, lebih baik kakek pensiun saja, Aku akan menghubungi semua pemimpin di bawah naungan Kusuma group, dan memberikan mereka dua pilihan, ikut bersama kakek atau ikut denganku, jika ikut bersama kakek, jika kakek sudah tiada, Mereka tidak akan ada tempat di Kusuma group, kakek pasti sudah tahu apa pilihan mereka kan? Semuanya memilih Aku, karena Aku masih muda dan menjanjikan!"


Setelah memperbaiki dasi kakeknya, kemudian Angga duduk di kursi kerja tuan besar Wijaya Kusuma, kursi itu di putar dan menghadap ke arah tuan besar Wijaya Kusuma, " Begitu juga dengan Gu Yan, Aku menjanjikan hal yang sama dengan apa yang kakek janjikan padanya, dengan adanya perjodohan ini, Kakek bisa menebak hasilnya seperti apa kan?"


" Gu Yan tentu saja setuju! Di satu sisi, dia tidak di rugikan apapun, dan di sisi lain, putrinya juga tidak akan membencinya, jadi, menurut Kakek, apakah Gu Yan akan menolak?" Alis Angga terangkat sebelah.


" Kau,..!" tuan besar Wijaya Kusuma mengepalkan tangannya.


" Kakek mau tau, kenapa bawahan kakek setuju begitu saja?" Senyum mengejek muncul di wajah Angga, " Itu karena kecerobohan kakek sendiri, Baskara, tangan kanan Kakek sudah tertangkap, semua orang juga tahu, bahwa Baskara adalah suruhan kakek, apalagi Prameswari group tidak akan diam saja , bukan? mereka akan terus menyelidiki kasus ini sampai terungkap! Kakek hanya tinggal menunggu detik-detik tidur di hotel prodeo!"


" Cucu kurang ajar!" tuan besar Wijaya Kusuma menampar Angga.


" PLAK!"


Angga tidak menghindar, walaupun dia punya kemampuan untuk menghindar.tamparan yang kuat membuat sudut bibir Angga berdarah.


" Sebagai cucu yang berbakti, Aku tidak akan melawan kakek, sebagai cucu yang baik, Aku meminta kakek untuk melamar Carrey Ramos untukku secara resmi Minggu depan, jika tidak, bukti pembunuhan kepada kedua orang tua Asyifa akan Aku serahkan kepada pihak kepolisian, Aku sudah menangkap orang yang mencelakakan om Umar dan istrinya.


Setelah mengatakan itu, Angga segera beranjak dari ruangan tuan besar Wijaya Kusuma, dia keluar dari kantor dan menuju ke arah parkiran, Dia langsung mengendarai mobilnya, dan langsung menuju kampus dimana Carrey mengajar, sebelumnya dia mengirimkan pesan.


My future wife:. "Sayang, Aku jalan menuju kampusmu, Aku rindu sekali! Aku ingin mengajakmu makan siang.

__ADS_1


****


__ADS_2