Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kekesalan Asyifa


__ADS_3

Episode #139


    Sesuai dengan permintaan Asyifa, Bastian sudah membuat iklan, lowongan pekerjaan sebagai asisten pribadi dari salah satu petinggi di Prameswari group, ribuan email pun membanjiri email kantornya Bastian, Dari semuanya halnya sepuluh yang lolos seleksi, semuanya akan di interview setelah jam makan siang.


  " Nona Boss, ada sepuluh kandidat, wawancara nya sekitar jam satu siang, apa Nona Boss ada waktu?"Bastian bertanya kepada Asyifa yang sedang serius menatap komputer di depannya.


  Asyifa tidak mendengar sedikitpun pembicaraan dari Bastian, pikirannya masih melambung pada Amar, dia tak habis pikir, jika Amar akan benar benar membawa air laut, dua jerigen besar, padahal niat hatinya ingin diajak liburan ke laut," Uggh," dasar tidak peka!" pikirnya.


    Amar masih terus menghubungi Asyifa, dia heran kenapa Asyifa mengusirnya, padahal dia sudah membawa pesanan Asyifa, Air laut, bahkan dia muter dari gunung salak ke pelabuhan ratu, dengan jarak tempuh sekitar dua jam, hanya untuk mengambil air laut," Dimana salahnya?" pikirnya.


    " Nona Boss!" Bastian memanggil lagi, tapi nampaknya Asyifa masih melamun.


  " Sudahlah, sepertinya Nona Boss sedang ada masalah!" pikirnya, dan kembali ke meja kerjanya.


    Sementara itu, Amar masih uring-uringan di kantornya, Arsyad yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat bosnya yang sedang galau.


     " Tuan muda, apa ada yang bisa saya bantu? tuan muda nampaknya memiliki permasalahan yang berat!" Arsyad memberanikan diri bertanya.


    " Hufft!" Amar membuang nafas, dia sudah bingung menghadapi Asyifa, sehingga dia menceritakan tentang Air laut itu, pada Arsyad.


  Arsyad yang biasanya sedingin salju, terbahak bahak,dia sampai memegangi perutnya.


    Amar mendelikan matanya.


  Arsyad berusaha mengontrol dirinya," Maaf tuan muda, saya tidak bisa menahan diri saya!" Arsyad masih menutup mulutnya dan bahunya masih naik turun." Sepertinya tuan muda salah paham, Nona May bermaksud meminta air laut, adalah mengajaknya liburan ke laut, bukan malah membawakan air laut dua jerigen,"


  Amar seketika merasa tercerahkan," Ha ha ha!" Dia mentertawakan dirinya sendiri, " Haissh, bodoh sekali Aku!"


  Arsyad hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak mengetahui bahwa tuan mudanya membawakan dua jerigen besar air laut dari pelabuhan ratu pada Nona May, hal ini di karenakan dia cuti beberapa hari untuk mempersiapkan pesta pernikahannya, seandainya dia ada di lokasi, pasti kesalah pahaman seperti ini tidak pernah terjadi.

__ADS_1


  Kemudian Amar melirik Arsyad, " Atur Blusukan ke Bali, jangan beritahukan kunjungan ke sana, Booking dua tiket kesana atas nama saya dan Nona May,"


  Amar pun akhirnya tersenyum lega, beban di pundaknya serasa hilang.


    " Pantes selama ini tuan muda tidak pernah dapet cewek, gak romantis!" cibir Arsyad dalam hatinya.


  Tanpa dia sadari, dia juga sebelas dua belas dengan sang tuan, sama sama tidak paham perempuan.


    Sementara itu di tower Prameswari group.


    " Hatsyi! Hatsyi! Hatsyi!" Asyifa bersin Sampai tiga kali.


    Bastian langsung menuju dispenser untuk mengambilkan air hangat, dia segera memberikannya pada Asyifa.


  " Nona Boss, apa Nona Boss baik baik saja? Sepertinya Nona Boss tidak enak badan!" Nada khawatir dari Bastian terlihat jelas.


  Asyifa memegang hidungnya seraya berpikir," Siapa sih, yang omongin aku di belakang?"


  Asyifa baru teringat, bahwa dia memiliki jadwal untuk mewawancarai para pelamar, tapi sungguh, dia tidak memiliki mood untuk itu, dia masih kesal dengan Amar.


    " Kamu atur saja bagaimana baiknya, toh nanti si pelamar juga akan bekerja di bawah arahan kamu!" Asyifa berbicara enteng.


    "Ya sudah, saya istirahat sebentar," Asyifa langsung masuk ke ruang belakang dari ruangannya, itu adalah ruangan pribadi Asyifa, yang terdiri dari satu ranjang dan satu Lemari, terkadang Asyifa akan menginap di ruangannya jika dia harus mengerjakan tugas hingga lembur.


  Waktu terus bergulir, jam makan siang pun akhirnya tiba, Asyifa sudah terlelap dalam mimpinya, dia memang merasa tidak enak badan, sehabis mengguyur tubuhnya, hanya untuk melihat tato yang ada di tengkuknya, dan ternyata om Rio benar, ada tato kupu-kupu yang berwarna hijau, ketika tengkuknya terkena air laut.


  Bastian tidak ingin mengganggu Asyifa, jadi, dia sudah memesan nasi ayam bakar plus lalapan, dan segelas jus alpukat, dia meletakkannya di atas meja kerja, dan jus alpukat nya dia taruh di dalam kulkas, Dia menulis catatan," Nona Boss, jangan lupa makan, ada jus alpukat di kulkas, jangan lupa di minum!" Catatan itu diakhiri dengan emot lucu yang tersenyum.


    Beginilah cara kerja Bastian, dia pasti memperhatikan bosnya, tidak perduli Bagaimana sikap bosnya, perlakukan yang sama juga dia terapkan pada Camilla dulu, ketika masih menjadi menejernya, akan tetapi kali ini dia lebih tulus, karena Nona Boss nya tidak memperlakukannya seperti bawahan.

__ADS_1


  Jam makan siang pun telah usai, para pelamar sudah memasuki ruangan mereka, sudah siap untuk di wawancarai, ada Tia di sana, adik dari ARDIANSYAH.


  Ksli ini Bastian akan mewawancarai para kandidat yang berkasnya sudah lolos, Bastian memilih para pelamar yang memiliki kualifikasi Bagus, tak perlu dia Fresh graduate, atau berpengalaman, kepribadian adalah hal utama penilaian dari Bastian, dia tidak ingin bekerja satu ruangan dengan orang yang manipulatif dan menyembunyikan sifat asli, alias orang bermuka dua atau suka cari muka.


  Bastian datang ke ruangan itu, dia berpenampilan sangat cupu, baju kemejanya kedodoran, kacamatanya tebal, ada tompel besar di pipi sebelah kiri, pipinya juga di tumbuhi beberapa jerawat yang begitu parah.


  Beberapa orang menatapnya jijik ketika Bastian hendak duduk, beberapa pelamar mengusirnya dengan jijik.


  " Hush! Hush! jangan duduk di sini, di tempat lain saja!" Kata salah seorang pelamar wanita, dengan wajah jijik.


  Bastian pun mulai mencari tempat duduk di sebelah laki laki tampan yang memakai suit, ketika Bastian hendak duduk, kursi tersebut di tarik oleh peserta lain, sehingga Bastian jatuh terduduk.


  Gelak tawa pun terdengar, laki laki yang memakai suit tadi dan laki laki yang menarik kursi tos,


  Tia tidak tinggal diam, dia menolong Bastian yang jatuh terjerembab tadi, " Kalian keterlaluan!" Tia memarahi keduanya.


  Bukannya takut atau merasa bersalah, semua yang hadir malah mentertawakan Tia dan Bastian.


  " Wah, kalian terlihat cocok sekali, sepertinya benih cinta segera tumbuh, Ha ha ha!" seorang pelamar perempuan yang begitu cantik meledek keduanya.


   Gelak tawa pun terdengar lagi.


    Tia pun mendengus," Udah, jangan pedulikan mereka lagi, ayo duduk di situ saja!" Tia menunjuk kursi di pojokan.


Keduanya duduk di pojokan, pelamar yang lain memandang mereka dengan tatapan meremehkan.


Tia berusaha menghibur Bastian," Sudah jangan hiraukan mereka, mereka itu semua se-ons kurang!"


Bastian menganggukkan kepalanya, dan melihat Tia begitu imut ketika mengatakan se-.ons kurang.

__ADS_1


****


__ADS_2