Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
*ASYIFA *


__ADS_3

Episode 2


pencarian terus di lakukan hingga hari ketujuh tetapi tidak ada titik terang samasekali.


Gabungan tim SAR dan TNI sudah menyisiri area sungai sepanjang tiga puluh kilometer tetapi tetap tak menemukan jejak.


pencarian pun terpaksa di hentikan.


Ardi begitu bahagia dengan kabar ini, lelaki itu berharap dapat menemukan mayat istrinya akan tetapi wanita gendut itu sukar sekali di temukan.


" Seharusnya dengan bobot badan seratus lima puluh kilogram pasti wanita itu tersangkut di bebatuan atau pepohonan" pikirnya.


Disisi lain Camilla terus memposting unggahan memori persahabatannya dengan wanita tersebut , sebagai seorang publik figur dengan jutaan pengikut di media sosial nya.


setiap postingan nya yang berbau tentang mereka terus viral di serbu para netizen dan para infotainment , dia begitu bahagia menikmati kepura puraanya tersebut.


" Bagaimana sayang, aktingku bagus gak,?" tanya Camilla kepada Ardi yang duduk di sebelahnya menyaksikan infotainment yang selalu di siarkan di beberapa stasiun televisi.


" aktingmu selalu bagus sayang" puji Ardi tulus sambil mengelus pucuk kepala Camilla.


" iya dong,. pastinya,..!" Camilla membanggakan diri.


"Yang,.. aku di undang oleh salah satu acara tv nih,.. tadi si Rio menejerku menghubungi" infonya sambil menyodorkan hapenya ke arah Ardi.


" Ambil saja yang,.. lumayan untuk naikin popularitas kamu" usul Ardi


" iya sih,..aku sudah iyakan,.. hmm,..berkah banget ya yang,.. karena si gendut itu aku jadi banyak di panggil ke acara podcast sama tv" lapornya.


"Hem eem.." Ardi menanggapi singkat.


" Sayang,.. ko cuma He em doang sih,..?" Camilla mengerucutkan bibirnya dan menepuk lengan Ardi.


" Gak sayang,.. aku hanya kepikiran sesuatu, " balas Ardi.


" kepikiran apa,?" ,, istrimu,.. OPS!" mantan istri,!" tawa Camilla sumringah.


Ardi tersenyum kecut.


" selama mayatnya belum di temukan sukar sekali membuat akte kematian , .. bagaimana caranya untuk klaim asuransi dan pemindahan hak milik ke aku" ucapnya gusar.


mendengar itu Camilla mengernyitkan dahinya.


" Bener juga ya " ucapnya.


" ya sudah nanti saja di pikirkan, aku balik dulu ya sayang," Ardi bersiap pulang.


" Gak nginep di sini saja,. ?" aku masih kangen !" rujuk Camilla sambil memeluk Ardi .

__ADS_1


Ardi balas memeluk dia mengecup kening kekasihnya itu mesra.


kemudian dia menangkupkan tangannya ke wajah gadis nya tersebut.


" Besok aku harus kekantor Cinta,. sudah seminggu aku ninggalin kantor banyak pekerjaan yang terabaikan,.. lusa deh aku nginep di sini"


" iya deh,. " ucap Camilla kesal, bibirnya maju dua senti tangannya di lipat ke dadanya.


" Ardi melihat tingkah Camilla dan langsung memeluknya erat.


" Jaga diri baik baik ya,. " pesan Ardi seraya keluar dari pintu dan menghilang.


Setelah memastikan bahwa Ardi telah Pergi menjauh, gadis cantik itu meraih gawai nya dan menelpon seseorang.


" Tut,..Tut,..Tut,.." suara telpon menghubungkan .


"ya,. " suara di seberang menyahut.


" Sayang,.. kesini,..aku sendirian,.." balas wanita itu dengan nada manja dan sedikit mendesah,.


" Segera meluncur"! ucap dari seberang dengan semangat dan langsung menutup telepon.


****


Hari ini Ardi akan masuk kantor, setelah tujuh hari sibuk mencari keberadaan istrinya baik masih hidup ataupun telah tiada , semalam dia tidur begitu lelap setelah pulang dari tempat Camilla.


ketika melihat jam di ponselnya, tiba tiba dia menyemburkan air dari dalam mulutnya lalu seketika bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju ke kamar mandi.


" Siaaaaalll !" aku terlambat" pekiknya.


Buru buru Ardi menyelesaikan mandi paginya, ketika dia keluar kamar dia cukup terkejut karena tidak menemukan pakaian yang akan dia kenakan untuk ke kantor karena tidak ada yang menyiapkan seperti sebelumnya.


dengan tergesa-gesa pria itupun membongkar lemarinya, mencomot sembarang kemeja, celana dan jas tanpa memperdulikan apakah warna pakaian yang di ambil cocok atau tidak.


ketika mencari kaos kaki dia membongkar seisi lemari tetapi belum juga menemukan nya.


"SYIFAA,.. KAUS KAKIKU DIMANA,. ' Ardi berteriak lantang.


"SYIFAAA,...." panggilnya kemudian.


Tak ada jawaban membuatnya kesal.


"SYIIIFAAA,....." panggilnya kesal, sepi, hanya ada suara yang memantul.


" Kemana itu si Babon bulet !" gumamnya heran.


"ASYIFA, . atau yang biasa di panggil SYIFA, istri dari Ardiansyah yang terlibat kecelakaan dan sering di ejek dengan sebutan Babon bulet, karena memiliki fisik yang kurang proposional yaitu memiliki badan yang besar dengan kaki yang kecil .

__ADS_1


Setelah menemukan kaus kaki di laci paling bawah Ardi segera melangkah ke arah dapur, dia sudah membayangkan sepiring nasi goreng atau Roti bakar,


Dia membuat tutup tudung saji di meja makan dan tidak ada makanan samasekali.


" ASYIFAAA,.." teriaknya lagi.


seketika dia melirik jam tangan merk Casio Edifice di pergelangan tangannya.lalu berlari keluar dan mengunci pintu dia benar benar sudah terlambat.


ketika sudah memasuki mobil dan menyetir beberapa meter , dia baru tersadar dari kenyataan bahwa istrinya masih belum jelas keberadaannya , apakah masih hidup atau telah tiada.


" Bagaimana aku bisa lupa kalau dia sudah tidak ada " gumam Ardi ketika berhenti di lampu merah.


Selama berumah tangga Asyifa istri Ardi tidak pernah lupa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri meskipun dia seorang wanita karir , seorang CEO dari salah satu televisi swasta yang paling berjaya di negeri ini , tugas sebagai seorang istri selalu di utamakan.


karena bagi Asyifa tugas seorang istri selalu di utamakan karena baginya pekerjaan hanya sebagai pekerjaan sampingan.


Sesampainya di kantor Ardi ingin langsung menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sedang keroncongan , akan tetapi rupanya dia harus menunda nya karena tiba tiba telponnya berdering.


" Kriiing,.. Kriiing,.. Kriiing,.." bunyi telpon Ardi terus berkicau.


Ardi berhenti dan meraih gawainya dari saku celana di sana terlihat sang secretaris menghubunginya.


" iya,.. ada apa Rani,. !" sapa Ardi di telpon.


" Bapak sedang di tunggu untuk rapat direksi dadakan , seluruh pemegang saham sudah menunggu di ruang meeting!" jelas Rani si sekretaris Ardi.


"Baiklah saya langsung menuju kesana,!" balas Ardi dan mematikan telponnya.


Ardi akhirnya menunda kepergiannya ke kantin dan langsung menuju ke ruang meeting.


Di sepanjang perjalanan menuju ruang meeting banyak mata yang memperhatikan penampilan Ardi yang berbeda hari ini, biasanya Ardi selalu tampil dengan balutan busana yang matching , tetapi kali ini terasa berbeda.


" Pasti pak Ardi sedih banget ya,.. karena di tinggal Bu SYIFA secara beliau kan cinta banget sama istrinya!"


" iya ya,.. mana belum tahu lagi kepastiannya tentang ibu Asyifa bagaimana"!


" Lihat saja sekarang penampilan pak Ardi kacau banget setelah di tinggal sang istri , seperti tidak ada gairah hidupnya samasekali"


" iya ya,.. wajahnya seperti lelah sekali, tak ada gairah hidup, pucat seperti tidak ada tenaga gitu,"


" hooh,..trus liat deh,.. outfitnya yang biasanya rapi dan fashionable sekarang rada kacau"


" iya bener,..pak Ardi cinta banget sama istrinya, duh,.. bikin iri aja deh,. " di anggukan semuanya.


Beberapa karyawan bergerumbul menggosipkan tentang keadaan Ardi,


Ardi yang sayup sayup mendengar gosip tersebut merasa senang , bagaimana pun citra suami sayang istri yang dia bangun di kantor selama ini tidak sia-sia, bibirnya melengkung tersenyum manis.

__ADS_1


**


__ADS_2