
Episode #46
Sementara itu di kamar rias, Molly duduk dengan tenang, sebelumnya dia sudah di wanti wanti dengan Meghan, untuk bisa menghadapi segala intrik di mansion Jhonson.
" Apa kamu pikir bisa menang dariku Rebecca?" Bibir Molly melengkung indah, Dia kemudian membuka tasnya, di sana dia sudah menyiapkan sebuah gaun yang lebih indah di bandingkan gaun yang sudah rusak tadi, " Untung aku sudah mengantisipasi semuanya, jika tidak entah apa yang akan terjadi.
Molly kemudian mengenakan gaun tersebut, dia melihat penampilannya di cermin," Keahliannya memang sangat bagus, sayangnya dia memakai bahan berkualitas rendah," Molly mencibir, kemudian dia menghapus riasannya dan kembali merias wajahnya sendiri dengan kosmetik yang di belikan Alice beberapa hari lalu.
" Kita lihat, siapa yang akan jadi bintang malam ini!" molly kemudian mengaplikasikan riasannya.
Acara pun sudah di mulai, beberapa orang sedang sibuk dengan jamuan makannya.
Tiba tiba pembawa acara berbicara," Mohon perhatiannya sebentar!"
Seluruh undangan semua mengalihkan perhatiannya kepada pembawa acara.
" Baiklah, tiba saatnya yang kita tunggu tunggu, inilah Nona Molly Jones, cucu perempuan dari tuan Edmund Jhonson!" pembawa acara berseru.
molly pun memasuki aula, semua mata tertuju padanya, dia berjalan dengan anggun kedalam aula, dia terlihat sudah terlatih, cara berjalan dan semua tata Krama, bisa di bilang sempurna, bahkan tidak berbeda dengan anggota kerajaan, model gaun dan riasannya sangat mirip dengan Lady.
" Wah, dia benar benar mengingatkan ku dengan Lady!"
" Lady muda sangat mirip dengan dia!"
" Benar benar sepasang ibu dan anak!"
Beberapa penonton berkomentar.
" Bagaimana bisa?" Nora mengepalkan tangannya." Dari mana rakyat jelata itu mendapatkan gaun itu? apakah dia mempersiapkannya lebih awal? gumam Nora.
Rebecca berbisik," Ma, kata mama, dia akan tampil menyedihkan, kenapa dia malah memukau dan merebut semua perhatian?
" Lihat riasannya, sempurna sekali, bukankah tadi mama bilang dia menyuruh Semua orang keluar dari ruangannya?" Rebecca menggerutu.
Semuanya tidak tahu jika Meghan sudah memasukan Molly ke kelas makeup sebelumnya, keahlian Molly bisa di bilang setara dengan penata rias profesional.
Hanya Amar yang tertegun di tempatnya, Dia menatap lekat Molly" Kenapa wajah Molly sangat mirip dengan Tante flora? mamanya Asyifa? Bahkan wajahnya memiliki kemiripan dengan Asyifa sebelum wanita itu operasi plastik, orang akan percaya jika keduanya kakak beradik.
__ADS_1
Rebecca menyenggol Amar yang memperhatikan Molly, dengan sangat seksama, entah kenapa dadanya terasa panas melihat Amar menatap Molly dengan cara yang berbeda.
Edmund pun segera menghampiri Molly yang tampil memukau seolah bintang, semua perhatian terarah pada perempuan itu, walaupun wajah Molly sangat mirip dengan Lady putri kandungnya, tapi orang tua itu tidak merasakan perasaan apapun, tidak ada sedikitpun desiran dalam hatinya, bukankah hati kita akan berdesir jika melihat orang yang kita sayangi apalagi dalam jangka waktu lama sudah terpisah.
molly nampak kaget dengan perlakuan Edmund kepadanya, Edmund menghampirinya dan menggandeng tangannya menuju keramaian, bisik bisik Terdengar, semua memuji penampilan Molly yang sangat cantik.
Rebecca mengepalkan tangannya, terlebih melihat Amar yang menatap Molly tak berkedip sedikitpun, wajah Rebecca langsung terlihat masam.
Tak jauh dari sang putri, Nora pun terlihat geram, selama ini anaknya yang selalu jadi pusat perhatian, kenapa sekarang jadi rakyat jelata itu?
" Baiklah para hadirin sekalian, perkenalkan, ini adalah Molly Jones, anak dari putriku, Lady Jhonson!" kemudian Edmund memberikan sambutan dan mengucapkan rasa terima kasihnya karena sudah memenuhi undangannya.
" Prok! Prok! Prok!" tepuk tangan menggema seisi ruangan.
Acara pun di lanjutkan, para undangan bebas untuk menyantap hidangan yang di sediakan ataupun hanya sekedar berdansa.
Prof Wilson mengajak Moana untuk berdansa," Maukah kau berdansa denganku princess?"Wilson mengulurkan tangannya.
Sebagai keturunan bangsawan, Moana memang seharusnya di panggil princess, entah mengapa pipi Moana bersemu merah.
" Aku... Aku tak pernah berdansa sebelumnya, mohon bimbingannya!" Moana menyambut tangan prof Wilson.
dia sudah di latih sejak kecil Bagaimana bersikap dan bertingkah sebagai bangsawan, dari sikap, duduk, berjalan, makan, bahkan berdansa atau menari.
" Kau terlalu merendah princess?" prof Wilson menuntunnya ke lantai dansa.
Sejenak Moana mencari keberadaan Jasmine, bocah itu ternyata sedang bermain dengan teman sebayanya yang di bawa oleh keluarganya, Di pojok ruangan tersebut, pihak hotel menyediakan area permainan yang khusus di buat untuk anak anak.
" Apa kau mau berdansa Amar?" sang pianis itu menoleh kepada Amar, sedari tadi dia menunggu Amar mengajaknya berdansa, tapi hingga beberapa menit Amar tetap diam, akhirnya, Rebecca menurunkan harga dirinya dengan mengajaknya berdansa terlebih dahulu.
" Amar menggeleng" Maafkan Aku Rebecca, Aku tidak tahu cara berdansa, Aku tak pernah berdansa dengan siapapun sebelumnya!"Amar berkata jujur apa adanya, dia menyimpan keinginan, bahwa wanita satu satunya yang akan dia ajak berdansa adalah Asyifa, cintanya.
" Tidak mengapa, Aku bisa,... "
" Maukah kau berdansa denganku princess Rebecca?" ucapan Rebecca di potong oleh Justin Griffin, cucunya Barney Griffin si raja industri hiburan.
" Kau?" Apa si cupu ini gila? Apa tadi dia bilang? Dia ingin mengajakku berdansa? Akh, yang benar saja? Apakah tidak ada lawakan lagi yang paling lucu?" cibir Rebecca, seraya memperhatikan penampilan Justin, dari atas ke bawah dan ke atas lagi.
__ADS_1
Justin memang berpenampilan cupu, tapi, bukan berarti dia tidak mengerti apa apa, sebagai seorang yang sudah lama terjun di industri hiburan, dia dapat mengenali, apakah orang tersebut serius, atau sedang akting.
" Akh, Justin, maaf Aku tidak bisa berdansa denganmu, Aku tidak terlalu sehat!" Senyum merekah di bibir Rebecca, dia mengesankan dirinya sebagai pribadi yang lembut dan anggun.
Mata Justin berkedut, sebagai seorang yang sudah tumbuh bersama, dengan Rebecca, dia tahu bahwa Rebecca berbohong.
" Baiklah kalau seperti itu Rebecca, Aku permisi dulu, semoga lekas sembuh!" Justin meninggalkan keduanya.
Beberapa langkah, setelah Justin melangkah, dia mencibir," Kurang sehat apanya? Jelas jelas dia sosok yang paling semangat di pesta ini!"
Sementara itu, Molly di perkenalkan dengan beberapa tamu yang datang, ketika tiba di tempat Griffin, Justin kemudian meminta ijin ke Edmund," Kakek, boleh tidak, Aku berdansa dengan Ms Jones?"
Sosok yang di panggil Ms Jones tidak lain adalah Molly, Molly Jones.
" Tentu saja Justin!" Edmund melepaskan rangkulannya pada Molly.
Molly tersenyum, tidak ada pilihan lain, selain mengiyakan ajakan orang tersebut, Diapun menyambut uluran tangan Justin, Meghan sudah mengingatkan berkali kali, untuk tidak mencari masalah, terlebih dengan orang penting.
Keduanya tiba di lantai dansa, keduanya berdansa tepat di samping prof Wilson dan Moana.
" Terima kasih Ms Jones, sudah mau berdansa denganku?" ucap Justin.
" Seharusnya saya yang merasa terhormat, jika seseorang yang begitu berpengaruh di industri hiburan, mengajak saya berdansa," Molly berkata apa adanya, dia tahu, bahwa Justin Griffin bukan orang biasa, selama ini dia bergelut dengan berbagai seni peran, jadi mudah baginya untuk mengetahui seseorang berkata tulus atau hanya sekedar berbasa-basi.
Justin tersenyum senang, awalnya dia mengira, cucu Edmund Jhonson yang ini juga akan searogan Rebecca, namun dia ternyata salah, molly adalah sosok yang rendah hati dan hangat.
" Aku sedang menggarap sebuah film, apa kau tertarik untuk bergabung?"Justin sudah mendapatkan kesan yang baik dari Molly, jadi dia tidak segan segan untuk menawarinya.
Molly tersenyum" Apa kau yakin Mr Griffin? Aku tak pernah masuk kedalam dunia seni peran sedikitpun, aku tak ingin membuatmu malu!"
Justin puas dengan jawaban dari Molly," Tidak ada salahnya mencoba kan? Kau bisa mengikuti casting, siapa tahu ada peran yang cocok untukmu, anggap saja ini sebagai permintaan awal perkenalan kita, Bagaimana?"
" Aku tak pernah membayangkan, bahwa aku akan terjun ke dunia hiburan, Mr Griffin," Molly masih tersenyum, kemudian dia melihat Rebecca di sana, dia jadi punya ide untuk membalasnya, Rebecca pasti akan sangat marah, jika dirinya menjadi seorang bintang film.
" Kau pikirkan saja dulu, kalau kau berubah pikiran kau bisa menghubungiku kembali, Ms Jones," Justin menyarankan.
" Baiklah, Aku akan ikut casting Mr Griffin, Aku ikut karena menghargai pertemanan baru kita," Molly mengangguk.
__ADS_1
Justin tersenyum puas.
****