Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Viral, Carrey dan Angga


__ADS_3

Episode #15


  Jagad Maya di hebohkan oleh kedekatan tuan muda Kusuma dengan salah seorang wanita cantik berprofesi sebagai Dosen, foto dan video tangkapan kamera juga tersebar di berbagai akun gosip di seluruh sosial media, foto liburan di Cisarua dan labuan Bajo juga sudah tersebar, entah bagaimana cara media mendapatkannya.


     Pemberitaan tersebut langsung viral, banyak warganet yang menyelidiki soal Carrey Ramos, wanita sang tuan muda, sosoknya semakin populer, karena prestasi yang selama ini dia raih, semakin dia viral, semakin banyak mata yang memandangnya kagum.


  Hal ini sampai juga di telinga tuan besar Wijaya Kusuma, bagaimanapun dia dan Gu Yan sudah sepakat menjodohkan Angga dan Gu Yue, jika ini tersebar dan sampai ke telinga Gu Yan, sedikit banyaknya akan berpengaruh.


  Di tower Kusuma group, tuan besar Wijaya Kusuma marah marah lagi.


  "Pekerjaan kalian apa sih sebenarnya? Pekerjaan kalian tidak ada yang beres satupun! Sudah berapa kali saya sampaikan, bahwa apapun pemberitaan tentang keluarga Kusuma, harus selalu di tekan, kecuali yang positif dan berbau prestasi, Tapi ini apa? kenapa beritanya sangat viral?" Bentakan demi bentakan di keluarkan oleh tuan besar Wijaya Kusuma, kepada tangan kanannya, Wira, yang mengurus di kantor.


   " Maafkan kami tuan besar!" jawabnya, wajahnya memucat, dia menundukkan wajahnya, pria yang sudah memasuki usia berkepala empat itu tak berani mengangkat kepalanya.


  " Kami sudah menekan berita itu, tapi entah kenapa, setiap pemberitaan hilang, beritanya selalu viral, hingga sekarang warganet Sedang membahas tentang kedekatan mereka," suaranya begitu lemah, tidak sesuai dengan tubuhnya yang berotot, hasil mengolahnya di gym.


   " Prang!" gelas teh di ruangan itu, melayang lagi mengenai dinding.


    Beberapa pengawal pribadinya yang berjaga di depan pintu, hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah tuan besar mereka yang hobinya melemparkan gelas jika suasana hatinya sedang tidak enak.


    " Sumpah! Begitu saja kalian tidak berguna! Buat apa menggaji Tim IT tinggi tinggi, jika hal seperti ini tidak bisa mereka kendalikan, Pecat semua!" tuan besar Wijaya Kusuma murka.


    " Tuan, kendalikan amarah anda! nanti darah tinggi anda kumat!" salah seorang asisten di belakang tuan Wijaya Kusuma memberi peringatan.


    " Haissh!" respon tuan besar Wijaya Kusuma, seraya mengibaskan lengannya, menyuruhnya keluar bergabung dengan beberapa asisten lainnya.


    Wira sekarang berkeringat dingin, di bawah pendingin udara.


  Tuan besar Wijaya Kusuma duduk, dan dia memerintah," Tolong panggilkan Angga kesini, kami perlu berbicara!"


  Salah satu asistennya menjawab," Maaf tuan besar, tuan muda Angga Sedang meninjau proyek besar di daerah Utara, jadi tuan muda tidak berada di kantor!"

__ADS_1


    "Prang!" kali ini pecahan vas yang berada di meja menjad sasarannya.


  Wira menjadi semakin berkeringat dingin, kakinya seperti menancap kuat di dalam tanah.


     Sementara itu, di sebuah kampus di bilangan Jakarta Selatan yang memiliki nama stasiun sendiri.


  Ovan sudah selesai bimbingan bersama Carrey, jauh sebelum berita kedekatan Dosennya itu dengan seorang tuan muda pewaris sebuah grup besar, dia sudah mengetahui, dan membuang niat buruknya jauh jauh, dia sempat meledek dirinya sendiri jika mengingat bagaimana dia menantang dirinya sendiri untuk mendapatkan hati Carrey Ramos.


   " Nah, semuanya sudah bagus ya? Kamu sudah bisa seminar proposal, setelah itu kamu bisa mengumpulkan data!" Carrey Ramos menuliskan tiga huruf keramat bagi mahasiswa yaitu"ACC"


  Ovan berseru senang," Terima kasih ibu, saya akan berusaha semampunya, sekali lagi, terima kasih banyak Bu!"


  "Iya, berusaha lebih keras lagi ya!" Carrey Ramos memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingannya yang terancam DO tersebut, jika tidak selesai tahun ini.


  Ovan pun pamit dan berlalu.


  Carrey Ramos sudah kembali ke mejanya, di sana sudah ada beberapa Dosen senior dan Dosen Junior seperti dirinya.


     Carrey menyadari hal itu, dia tahu ketidaksukaan Mala pada dirinya, di setiap meeting dan kesempatan, Mala selalu memojokkan dirinya, walau demikian, Carrey tidak memperdulikannya.


  Mendengar pernyataan dari Maka, Carrey hanya mengulas senyum tanpa memberikan komentar apapun.


    " Bu Carrey, hati hati loh, biasanya orang seperti itu banyak simpanannya, kenalannya banyak, dan perempuan yang mendekatinya juga sangat banyak, saya hanya takut, Bu Carrey hanya di jadikan mainan, Habis manis,..eh,..sepah di buang!" Mala menambahkan dengan gerakan seolah membuang sampah.


    Carrey sudah selesai berkemas, semua draft skripsi yang sudah dia periksa, sudah dia taruh di tote bag, sebelum pergi, dia menatap Mala dan tersenyum," Terima kasih loh, Bu Mala, atas perhatian dan nasihatnya, hanya saja Bu Mala tidak memiliki kualifikasi apapun untuk memberikan nasihat pada saya, mari Bu, saya permisi, tuan muda Kusuma hendak menjemput saya untuk makan malam.


carrey berlalu tanpa menoleh sedikitpun ke belakang, dia hanya mengerucutkan bibirnya dan bergumam," Dasar Mak lampir!"


Sementara Mala yang di tinggalkan Carrey hanya bisa mengepalkan telapak tangannya sambil menghentakkan kakinya, " Dasar perempuan setan!"


" Perempuan setan aja bisa menggaet seorang tuan muda, apa kabar tuan putri kita ini?" celetuk Vanesa salah satu admin yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Vanessa sudah lama tidak menyukai Mala yang sok kecakapan.


Sementara itu, tak lama kemudian Carrey sudah sampai di kosannya, dia segera membersihkan diri dan menyegarkan pikirannya, bohong jika dia tidak terganggu dengan viralnya dia di berbagai platform sosial media, satu hal yang dia takuti, keluarganya akan mengetahui hal ini.


Tak perlu menunggu lama, apa yang di takuti menghampiri dirinya, teleponnya berdering, dan itu dari ibunya, Sekar Ramos.


" Hai, ma!"


" Darling, apa benar gosip di berbagai media? Kamu berkencan dengan Angga Kusuma dan berlibur ke labuan Bajo?"


carrey hanya bisa tersenyum pahit, dia tak tahu harus menjelaskan darimana, keluarganya Masih keturunan bangsawan, yang masih memegang adat yang begitu kuat di daerahnya, peraturan di keluarganya jelas, tidak di perkenankan memiliki hubungan dengan lawan jenis sebelum menikah, kedekatannya hanya bisa di lakukan, jika sudah memiliki tanggal pernikahan dan itupun hanya sekedar mengurus pernikahan saja.


" Darling!"


" Itu hanya gosip, ma, jangan terlalu di ambil hati!'


" Eh, Carrey, papa tidak mau tahu ya, suruh laki laki itu menemui keluarga kita, untuk klarifikasi semua ini, papa tidak mau mendengar penolakan!"


Papanya Rendra Ramos segera merebut ponsel istrinya.


" Sudahlah, Sekar, biarkan mereka jelaskan semuanya di sini!" terdengar pertengkaran antara kedua orang tuanya .


Tak lama kemudian telepon terputus.


Carrey hanya bisa mendesah pasrah, mau tidak mau dia harus menghubungi Angga dan mengajaknya berdiskusi.


Diapun segera mengirimkan pesan kepada Angga.


Angga, k: kita perlu bicara, ada hal penting yang harus kita diskusikan.


****

__ADS_1


__ADS_2