Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
pamer


__ADS_3

Episode 6


ANI ibu mertua Asyifa sedang mengadakan arisan dengan teman teman sosialitanya di salah satu mall ternama di ibu kota, mereka terlihat begitu bahagia dengan sajian makanan dari salah satu restoran Jepang di sana, seperti biasa pembicaraan mereka tidak jauh dari harta dan pencapaian.


"Djeng Ani, setiap hari semakin cantik saja ya,. auranya itu loh,.. gak bisa nahan ,!" puji Sinta salah satu geng sosialitanya yang terlihat paling muda.


" Ah,.. Djeng Sinta bisa saja," ucap Ani merasa bangga di puji oleh teman teman nya.


" Djeng,.. dengar dengar Ardi sudah menjadi CEO yang baru ya di PT GARUDA TV NUSANTARA, . boleh Doong anak kita di rekomendasikan menjadi salah satu artis di sana,.. ya gak djeng,..!" ucap Kirana, salah satu istri seorang manajer di sebuah perusahaan.


" Gampang , itu bisa di atur, nanti aku bicarakan dengan anakku Ardi, .. tinggal anak djeng aja berjuang kearah sana,. yah,.. maklumlah dunia hiburan sekarang, kalau tidak ada sensasi bakal tenggelam,!" balas Ani seraya tersenyum.


" Bagaimana Dengan Asyifa djeng,... dengar dengar Ardi lagi dekat dengan sahabatnya Asyifa ya,.. artis pendatang baru yang sinetronnya lagi booming itu loh,.. kalau nggak salah namanya Camilla," tanya siska istri seorang konglomerat.


Mendengar nama Asyifa di sebut senyum di wajah Ani langsung sirna, dia menampakkan wajah yang teramat sedih, djeng Siska nampak merasa bersalah dengan menanyakan hal tersebut.


" Maaf djeng," djeng Siska menyesali ucapannya.


" Tidak apa-apa djeng,.. saya hanya merasa sedih sekali setiap mengingat Asyifa , karena dia sosok menantu yang sempurna di mata saya, anak saya juga Ardi merasa sangat terpukul dengan kehilangannya, Ardi begitu mencintai Asyifa , tidak perduli bentuk tubuh Asyifa yang obesitas, tidak bisa memberikan keturunan dan juga waktu yang sangat terbatas di luangkan bersama Ardi, namun ke karena cintanya begitu besar terhadap istrinya Ardi tidak pernah mempermasalahkan itu semua," balas Ani dengan penuh drama sambil mengambil tissue untuk mengusap air mata buayanya.


Para teman sosialitanya hanya mendengarkan penjelasan Ani meskipun mereka kurang mempercayai Ani sepenuhnya , karena selama ini Ani selalu menjelek jelekan menantunya tersebut.


" Ardi dengan Camilla memang dekat, karena selama ini mereka terhubung dengan Asyifa bagaimanapun Camilla sahabat Asyifa dari jaman kuliah hingga saat ini, kehilangan Asyifa dengan cara seperti ini sangat mengguncang keduanya, mereka begitu kehilangan, .. kedekatan mereka akhir akhir ini hanya sebagai support agar tidak terlalu terpukul dengan kepergian Asyifa," jawab Ani penuh kebohongan.


"Ardi benar benar lelaki sejati , saya salut benar dengan anak djeng Ani" puji djeng Sinta.


Djeng Siska dan djeng Kirana menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan djeng Sinta.


Bu Ani hanya tersenyum, dia sangat bangga dengan Ardi anak lelaki satu-satunya .


" Apa ada kabar terbaru SYIFA Bu,?" tanya djeng Kirana sebelum memasukkan satu sushi kedalam mulutnya.


Ani menggeleng perlahan aktingnya benar benar sempurna dengan raut wajah kesedihan yang dia perlihatkan.


" Pihak kepolisian sudah tidak dapat menemukan keberadaannya.. begitu juga dengan orang orang suruhannya Ardi, SYIFA seperti menghilang tanpa jejak," wajah sedih perempuan itu semakin terlatih untuk du tampilkan.


Sandiwara yang di perankan Ani sangat sempurna, mereka yang melihat benar benar terkecoh dengan kebenarannya, jelas jelas Ardi tidak pernah merasa kehilangan Asyifa apalagi menyuruh orang untuk mencari keberadaan istrinya.


" Beruntung sekali ya Asyifa memiliki suami seperti Ardi," timpal djeng siska.


Djeng Sinta dan djeng Kirana mengangguk setuju , sedangkan Ani tersenyum senang.


" Tapi sayangnya jodoh mereka tidak lama, akta Kematian sudah keluar, dan sekarang Ardi statusnya duda," dengan wajah sedihnya Ani berucap.


" Duren dong djeng,.. duda keren,.." seloroh djeng Sinta sambil tertawa.


yang lain pun ikut tertawa mendengar selorohan djeng Sinta.


" Gak usah terlalu sedih djeng,. Ardi masih muda, karirnya bagus , CEO pula , pasti akan banyak gadis yang tergila-gila dengan dia" hibur djeng Kirana.

__ADS_1


"iya djeng,. apalagi Ardi jadi duda bukan karena perceraian tapi karena maut, pasti akan banyak orang yang bersimpati" imbuh djeng Siska.


" Dan semua juga tahu djeng kalau Ardi itu tipikal suami yang sayang istri" djeng Sinta menambahkan.


Ani pun semakin tersanjung dengan pujian yang mereka lontarkan. dia begitu menikmatinya walaupun dia tahu bahwa apapun yang mereka ucapkan itu tidak ada yang tulus.


" Terima kasih loh, atas penghiburannya djeng djeng sekalian, saya jadi merasa agak baikan , saya akan kasih sedikit hadiah djeng djeng semuanya" Ani mulai lagi pamer kekayaan nya.


" Wajah, ! djeng Ani memang paling the best deh,! Seru djeng Siska semangat.


Yang lain tersenyum setuju.


Ani kemudian mengeluarkan sebuah kartu hitam, mirip kartu kredit " Belanja sepuasnya djeng, saya yang bayarin !" titah Ani sambil menaik turunkan alisnya.


ketiganya melongo, mata mereka terbelalak sepersekian detik ,djeng Siska meraih kartu tersebut gemetaran.


" Itukan kartu gold start ,?" tanya djeng Siska memastikan.


" Wah,. tidak menyangka kalau djeng Siska tau kartu sakti ini,!" ucap Ani bangga.


" Kartu ini sakti sekali, ini kartu limited edition banget, hanya orang orang tertentu yang memiliki nya, kalau kita berbelanja dengan kartu ini sudah pasti akan mendapatkan diskon sembilan puluh persen," ucap djeng Siska takjub.


Mendengar penjelasan djeng Siska Ani semakin jumawa, dia tidak perlu membuang buang waktunya untuk menjelaskan.


" Wah,.. djeng Ani hebat sekali ya,. " sanjung djeng Sinta.


" Tidak begitu juga, kartu ini pemberian Asyifa ketika ulang tahun saya bulan lalu,!" nada suara Ani mencoba untuk selalu rendah hati, walaupun sebenarnya dia menyombongkan diri.


Mereka berempat gegas menghabiskan makanannya dan langsung berbelanja sesuai keinginan mereka, segala sesuatu yang menarik perhatian langsung mereka ambil dari , sepatu, tas, gaun, arloji, perhiasan, yang tentunya semua itu memiliki brand tersendiri dan bukan barang diskonan.


Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga jam berkeliaran di mall untuk mencari dan memilih barang barang yang mereka inginkan , keempat wanita paruh baya dengan gaya sosialita itu bertemu di meja kasir , raut wajah puas dan bahagia terpancar di wajah mereka.


Ketika keempatnya sampai di meja kasir keempat wanita itu langsung meletakkan barang belanjaan mereka , setelah berpesan untuk memisahkan kemasannya pada kasir, keempat wanita tersebut mulai berbincang lagi, pada saat kasir sedang menghitung semua barang belanjaan mereka terdengar keributan di meja kasir paling ujung , tentu saja keributan itu menarik perhatian, terutama geng sosialita Ani .


Awalnya mereka mengabaikannya tetapi ada suara yang sangat familiar di telinga Ani, diam diam dia memasang telinganya dengan baik.


" Coba lagi Mba, tidak mungkin kartunya bermasalah, ini bukan sembarang kartu loh,..." sayup sayup terdengar suara di area kasir.


" Saya sudah mencoba tiga kali mbak,.. tidak mungkin ada kesalahan," sanggah sang kasir sopan.


" Mesinnya rusak kali mbak,.. ini bukan kartu sembarang loh,.. ini kartu edisi terbatas," seru suara seorang gadis.


Si kasir sudah terlihat mulai kesal, dia beranjak mengambil mesin pembayaran yang lain.


" Mbak, kalau emang gak punya duit gak usah belanja pake kartu,"


" Iya nih,.. lama banget sih mbak,"


" Pake tunai aja mbak biar cepet,"

__ADS_1


Antrian di belakang gadis itu mulai komplen.


" Bisa diem ga sih,!" Bawel banget" cerca si gadis.


" Maaf mbak, kartu tetap tidak bisa!" si kasir mengembalikan kartu gold start kebanggan gadis itu.


Gadis itu keluar dari antrian dan langsung berlalu dari sana tanpa membawa barang belanjaannya, suara sorakan mulai menggema meneriaki dirinya.


Ani yang melihat keramaian itu dan menyadari bahwa gadis tersebut adalah Ami anaknya mulai merasa was-was, dia mengalihkan pandangannya dan pura pura tidak melihatnya.


" Totalnya dua ratus lima puluh juta rupiah ibu , mau di bayar cash atau kredit,?" tanya kasir setelah merapikan semua belanjaan sesuai pesanan mereka.


Raut wajah Ani sudah mulai pucat, dia khawatir kartunya juga bermasalah Sama dengan Ami, dia memperhatikan teman temannya masih asik ngobrol di seberang, segera dia menyerahkan kartu gold start nya dan menyerahkan ke kasir.


" Maaf ibu, kartunya tidak bisa dipakai,!" ucap si kasir dengan name tag Dian, Ani terkejut alisnya langsung mengkerut.


" Coba lagi mbak,!" perintahnya ketus.


si kasir langsung mencoba lagi dan hasilnya tetap sama, kasir tersebut juga menggunakan beberapa mesin, tetapi tetap tidak bisa.


" Maaf ibu apakah ada kartu lain,?" tanya si kasir sopan.


Ani kebingungan, dia gengsi mengakui pada temannya, kalau dia tidak ada kartu lain lagi.


Akhirnya dia meminta waktu sebentar untuk menelpon anaknya, si kasir mengerti dan menyimpan sementara catatan belanjaannya dan menyuruh antrian selanjutnya.


Melihat antrian sudah berubah , ketiga teman sosialita Ani segera menuju kasir untuk mengambil barang belanjaan mereka.


Mereka mengira Ani sudah membayarnya, ketika mendekatinya Ani sedang berusaha menelpon seseorang.


"Ardi angkat telponnya dong,.. kemana sih ini anak,!" Ani terus menghubungi anaknya Ardi namun tetap tidak terhubung.


" Djeng Ani, are you ok,!" tanya djeng Siska.


Ani terkejut ketika melihat ketiga temannya sudah berdiri di sampingnya.


Djeng Kirana berinisiatif menuju meja kasir untuk mengambil belanjaannya, di ikuti oleh djeng Sinta. Ani ingin menghentikan keduanya tetapi telah terlambat.


" Mbak mau ambil belanjaan yang itu," tunjuk djeng Kirana.


" Maaf ibu, tolong di urus dulu pembayarannya,!" jawab si kasir ramah.



pernyataan si kasir sontak membuat mereka bertiga menoleh ke arah Ani, wajah mereka seolah meminta penjelasan.


" Kartunya bermasalah, jadi tidak bisa di pakai,!" jawab Ani malu malu, sungguh rasanya dia ingin masuk ke bumi saja.


Ketiganya tidak bisa berkata kata lagi, mereka tersenyum kecut, sungguh mereka sangat kecewa.

__ADS_1


Ani sangat malu dan bergegas langsung pulang meninggalkan gengnya tersebut.


\*\*\*\*


__ADS_2