Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Ardi menghilang


__ADS_3

Episode #27


     Ardi meninggalkan adiknya sendirian di kafe, dia bahkan belum membasahi setetes airpun tenggorokannya, apalagi makanan yang dia pesan, belum dia sentuh sedikitpun, rasa haus dan laparnya seketika hilang karena penyesalan yang dia rasakan, entah dia benar benar menyesal kehilangan Asyifa atau kehilangan anaknya yang seharusnya menjadi pewaris semua aset Prameswari group, nampak dari raut wajahnya Ardi begitu frustasi, akhirnya dia pergi meninggalkan kafe tersebut dengan mengendarai mobilnya, dia tidak pulang ke rumah ataupun kembali ke kantor, Ardi terus melajukan mobilnya tanpa tujuan yang pasti.


        Tiga hari berlalu dari kejadian itu, dimana Ardi meninggalkan adiknya di kafe sendiri.


   PT GARUDA TV NUSANTARA.


    " Ferdinand, dimana ARDI, sudah tiga hari dia tidak masuk kantor, proyek ini butuh tanda tangannya tidak bisa di wakilkan," omel pak Aliansyah seorang produser yang bekerja sama dengan ardi dalam acara yang akan di tayangkan beberapa bulan kedepan.


   Ferdinand sang asisten pribadi ARDIANSYAH hanya dapat menghela nafas panjang, dia tidak bisa memberikan komentar apapun, karena memang pria itu tidak mengetahui keberadaan boss nya, dia sudah mencoba mencari Ardi ke rumahnya, ke apartemen Camilla,, ke rumah orang tuanya bahkan ke beberapa club malam yang sering Ardi kunjungi, tetapi tidak ada hasil, bahkan Ferdinand juga menghubungi beberapa rumah sakit untuk mengecek apakah Ardi sedang sakit dan di rawat, namun hasilnya nihil, Ardi menghilang bagai di telan bumi.


       " Saya akan bekerja keras untuk menemukan pak Ardi pak, mohon maaf atas ketidak nyamanan yang di sebabkan oleh atasan saya," Akhirnya Ferdinand mengeluarkan suaranya.


   Melihat Ferdinand yang begitu sopan dan mengetahui fakta bahwa laki laki itu juga sudah berusaha mencari ardi kemana mana, hati pak Aliansyah pun luluh, setidaknya pemuda ini sudah berusaha, lagi pula ini bukan kesalahannya, ini adalah tanggung jawab si CEO baru itu.


   "Kinerjanya kok beda sekali dengan ibu Asyifa yang sangat gesit dan gerak cepat dalam permasalahan atau kendala apapun," Batin pak Aliansyah,


     " Baiklah, masih ada waktu sekitar tiga hari lagi, saya harap pak ARDIANSYAH segera menandatangani dokumen ini, jika tidak, proyek yang sudah direncanakan berbulan bulan ini akan gagal, saya permisi dulu," pak Aliansyah segera bangkit dari tempat duduknya segera berjalan pergi keluar dari ruangan CEO.


    Ferdinand segera menarik nafas lega, dia sendiri tahu betapa tegas dan dinginkan pak Aliansyah, tidak ada yang berani macam-macam dengannya, karena baginya tidak ada yang namanya kesempatan kedua dan semua orang tahu itu, akan tetapi kali ini pak Aliansyah memberikannya.


     " Sungguh beruntung sekali pak Ardi, diberikan kesempatan kedua oleh pak Aliansyah, pak Ardi berbeda sekali kinerjanya dengan ibu boss Asyifa, heh,.. jadi sangat rindu dengan bu boss, tenang di alam sana ya bu boss," ucap Ferdinand dalam hati.


    Tanpa Ferdinand sadari, kesempatan kedua yang di berikan pada ardi adalah berkat dirinya, bukan karena Ardi sendiri, jika Ferdinand tahu hal itu pasti dia berjingkrak kegirangan karena bisa menarik perhatian pak Aliansyah.


     Sementara itu di apartemen Camilla .


   " Gak nyambung lagi bas," ucap Camilla seraya membanting handphone nya ke sofa, wanita itu begitu kesal, sejak gala premiere kemarin, Ardi sudah bertingkah aneh dan sekarang malah tidak bisa di hubungi.


    " Bas, panggilan akrab Bastian. dia hanya memperhatikan, sesekali dia makan cemilan yang ada di meja, dia hanya melihat Camilla mondar mandir dengan ponsel di telinganya dan kemudian mengumpat jika panggilannya tidak tersambung,


   Laki laki itu tidak akan berkomentar atau memberikan pendapat atas inisiatifnya sendiri, karena baginya itu percuma karena Camilla begitu keras kepala, percuma buang energi dan mengatakan hal yang samasekali tidak akan di dengarkan,. " Jadi sekarang bagaimana? ucapnya, dia lebih memilih bertanya di bandingkan memberi saran apalagi nasehat.


     " Aku sudah tidak ada jadwal kan Bas,? tanyanya, sebelum meneguk air mineral dingin untuk menyegarkan kerongkongannya setelah mengumpat dan berteriak kesal, karena Ardi masih belum bisa di hubungi samasekali.


      " Hari ini kita free,.. besok juga, tapi lusa sudah ada syuting iklan, tapi lokasinya belum di konfirmasikan oleh pihak sana, Oh ya, Melinda ngajak ketemuan," Bastian menjelaskan jadwal Camilla untuk dua hari kedepan.


      "Ok, I see,. untuk Melinda biar nanti saja aku yang hubungi, sekarang siap siap, kita akan berangkat ke PT GARUDA TV NUSANTARA," perintah Camilla, dia langsung bangkit berdiri dari tempatnya.


     " Ngapain kesana,.. bukankah kita gak ada jadwal pekerjaan di sana?" ujar Bastian bingung.


   " Menemui Ardi, apa lagi," ucap Camilla kesal.


   Bastian langsung menimpuk Camilla dengan bantal di pangkuannya.


   " Aaauch,! Sakit tau,! Camilla tidak sempat menghindar dan langsung melempar balik bantal itu.


     " Hap," Bastian segera menangkapnya.


   " Lupa, yah,.? tadi siapa tuh, asistennya pribadinya Ardi si,..? Bastian mencoba mengingat-ingat, ah, gak penting,.. tadi datang kesini, nanyain keberadaan Ardi , masa lupa,? Bastian memasukkan beberapa keripik kedalam mulutnya, terdengar bunyi, " Kres,.. Kres,."


   " Oh iya,.. kalau gitu siap siap, kita kerumah orang tuanya Ardi," perintah Camilla, dia langsung ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


   " Kenapa gak di telpon aja sih,? lagi mager nih,!" seru Bastian dari ruang tamu.

__ADS_1


    " Gak usah bacot,.. kalau di telpon orang rumah sana bisa saja sembunyikan Ardi, jadi kalau kita datang tiba-tiba akan jadi kejutan dan kalau Ardi sembunyi di sana dia gak akan bisa menghindar lagi," paham,?"pekik Camilla dari dalam kamarnya.


   Untung apartemen Camilla kedap suara, jadi para tetangga tak terganggu dengan teriakkan mereka.


  " Masuk akal," gumam Bastian segera meneguk air mineral dari dalam botolnya.


   "Yuks,. " ajak Camilla segera menuju pintu.


  Bastian segera beranjak dan mengikuti Camilla.


        Empat puluh lima menit kemudian.


Bastian dan Camilla sudah memasuki perumahan, dimana kedua orang tua Ardi tinggal.


    "Aku tunggu di mobil saja ya,? Aku gak ikut masuk,! ucap Bastian seraya fokus menyetir.


        " Hmmmmp, " gumam Camilla mengiyakan.


    Tak berselang lama mereka pun sampai, Camilla segera turun dengan memakai kacamata hitamnya, dan langsung menuju teras rumah, sedangkan Bastian tetap di dalam mobil.


    Pintu rumah dalam keadaan terbuka, hal ini menandakan bahwa para penghuni rumah tidak kemana mana.


   " Permisi," Camilla mengucapkan salam.


   Tidak ada sahutan.


    " Permisi Tante Ani,!" serunya kemudian.


    "Iya, sebentar,!" jawab seseorang dari arah dapur.


     Mira , si asisten rumah tangga yang baru, langsung kedepan, melihat siapa orang yang bertamu padahal hari masih terbilang pagi, dia sempat menggerutu dalam hati, " Siapa sih, masih pagi sudah ada yang bertamu, ga tau apa jam segini jam sibuk sibuknya di dapur,"!" " Cari siapa ya mbak,? tanya Mira kearah Camilla yang masih membelakangi pintu.


   Camilla seketika berbalik dan membuka kacamata hitamnya, " Tante Aninya ada,?" tanyanya lembut dan sopan.


 Camilla memang di kenal publik sebagai orang yang lembut dan baik hati, juga sopan kepada siapapun tanpa memandang derajat dan status, tetapi semua itu hanya kedok belaka, hanya orang orang terdekatnya yang tau, betapa mengerikannya seorang Camilla.


    " Ini,.. ini.. nona Camilla, yang ada di tv tv itu ,? Artis,? Mira awalnya tergagap, seumur hidupnya dia tak pernah bertemu dengan artis.


    " Hehehe,. iya mbak, aoa Tante Ani nya ada,? tanya Camilla dengan senyum lembutnya.


   Mira terkesima dengan senyuman Camilla sepersekian detik, kemudian dia berteriak," Waah, beneran artis,! boleh foto dulu ga mbak, kita selfie,! boleh yah,? Mira nge pens banget sama mbak Camilla," Mata Mira berkaca kaca, memohon dengan sangat.


    Camilla sebenarnya risih dan terganggu, tetapi demi image yang sudah lama dia bangun diapun segera memenuhi permintaan Mira,. " Baiklah ,.. tolong setelah itu panggilkan Tante Ani yah,..? ucapnya lembut.


    "Cekrek,! Cekrek,! Cekrek,! Cekrek,! Cekrek,! Lima foto selfie sudah di ambil, Mira begitu bahagia sampai lupa mempersilahkan tamunya untuk masuk.


    " Masuk dulu non,.. saya akan panggilkan Bu Ani dulu," ucap Mira segera meninggalkan Camilla di ruang tamu, segera dia berlari ke halaman belakang, di mana setiap pagi nyoya nya minum teh disana.


   "IBU ..IBU, IBU, ADA ARTIS DATANG ARTIS NONA CAMILLA YANG DI TV ITU DATANG,! teriak Mira berlari ke arah Ani.


   Mendengar teriakkan itu Ani kaget, teh panas di genggamannya tumpah membasahi pakaiannya.


" MIRA," geram Ani sambil berdiri menghampiri Mira.


__ADS_1


"Ada apa,? jangan teriak pagi pagi,! Imel Ani.



" Itu bu,.. ada non Camilla yang di tv tv itu Bu, dia ada di ruang tamu," ucap mira bahagia karena bertemu dengan artis idolanya.



" Camilla kesini,? ngapain,? apa karena Ardi gda kabarnya? pikir Ani.


" Kamu cepat bikin minum, saya mau ganti pakaian dulu nanti baru kesana," Ani segera meninggalkan tempat itu.


Mira segera menuju dapur dan menyiapkan minuman dan cemilan, tak lupa dia juga mengirimkan foto selfie nya bersama Camilla ke grup PKP, ( pembantu kece profesional ) dengan caption " Dapat tamu artis" dengan \*\*\*\* cium.


Group tersebut langsung heboh, Mira mengantarkan minuman dan cemilan ke ruang tamu, di sana Camilla Sudah di temani oleh Ani.


Mira segera menyediakan minuman dan cemilan yang di bawanya, setelah itu dia tetap di pojokan karena ingin melihat idolanya Camilla.


Ani yang paham gelagat Mira langsung mengusir Mira,. " Mira,. balik kebelakang ! kamu belum masak,!


Mira segera berbalik, dia mengerucutkan bibirnya, dia tidak ingin gajinya di potong.


" Jadi Tante juga tidak tahu di mana Ardi,? tanya Camilla polos, dengan mata sedikit mengerjap.


Ani menghela nafas, dia kasian dengan Camilla, calon menantu ideal nya,. " Tante memang tidak tahu apa apa,! " Ardi juga tidak dapat di hubungi, seluruh keluarga besar juga tidak ada yang tahu," Ani berkata jujur.


Sebagai seorang artis yang sudah berpengalaman Camilla tahu bahwa Ani memang berkata jujur.


" Maaf tante bertanya,! Camilla bersikap begitu bijak, " Apa kalian ada masalah,? karena Ardi tidak pernah menghilang secara misterius seperti ini,"


Camilla menghela nafas, dia mengambil minumannya sejenak, ketika bibirnya ingin mengucapkan sesuatu, terdengar keributan di luar pagar.



" MBAK CAMILLA,.." MBAK CAMILLA, " MBAK CAMILLA,! suara teriakkan dari luar pagar rumah Ani.


Ani dan Camilla berpandangan sejenak, dan langsung keluar rumah, mereka penasaran apa yang terjadi.


" BENER WOY.. ITU MBAK CAMILLA, ARTIS YANG ADA DI TV !


"IYA, BENER,! AYO KESANA !


Teriakkan semakin lantang terdengar, persis seperti demo mahasiswa.


Ani dan Camilla mengeryitkan dahi, mereka melihat sekumpulan mbak mbak berdaster, para pembantu rumah tangga di komplek itu, bergegas maju.


Setelah melihat postingan Mira di group PKP (pembantu kece profesional) para ART ( asisten rumah tangga) di komplek itu segera berlari ke rumah Ani, bahkan mereka masih membawa, sapu, Sutil,sendok, bahkan pisau dapur.


" MBAK CAMILLA, I LOVE YOU, MINTA FOTO SELFIE YA,! tanpa permisi para ART langsung menerobos ke rumah Ani dan menarik tangan Camilla.


Camilla tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain menuruti keinginan para pembantu itu.


Tidak lama setelah itu para majikan datang juga, mencari para ART mereka, terjadi keributan sesaat, para majikan marah karena ART nya meninggalkan tugasnya yang belum selesai, setelah mengetahui bahwa ada Camilla di sana, para ibu ibu majikan itu juga berebut meminta Foto dengan Camilla bahkan ada yang live streaming, Camilla hanya bisa menggerutu dalam hatinya, demi citra baik yang telah lama dia bangun, mau tidak mau dia harus melayani ibu ibu gila selfie itu.


Camilla tidak dapat berbuat apa-apa, sementara Bastian yang ada di dalam mobil tergelak tawa melihat ketidak berdayaan Camilla.

__ADS_1


****


__ADS_2