Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Gala premiere


__ADS_3

Episode #27


   Setelah di antarkan oleh Arsyad, Melinda segera memasuki butik, beberapa karyawan butik menyapanya, dan dia hanya mengulas senyum seadanya, setelah kejadian malam itu, dimana para karyawan di kumpulkan, mereka tidak ada yang berniat main curang di belakang Melinda, gadis itu telah mengeluarkan sisi dinginnya, yang tak pernah di bayangkan oleh karyawan sebelumnya.


      Memasuki ruangannya, Melinda segera menghempaskan dirinya di sofa ruang kerjanya, Dia mengeluarkan botol obat yang diberikan Amar, dia melihat dan menarik turunkan botol itu, sambil berfikir, bagaimana caranya biar Camilla mau mengkonsumsinya secara rutin, bukan ide yang bagus jika menipunya dengan cara memasukannya kedalam makanan dan minuman seperti dalam film - film, harus ada seseorang yang membuat dia percaya dan mau mengkonsumsinya sendiri.


   " Hmmm,.. susah juga mencari ide untuk mengelabui Camilla, Angkat topi deh, dengan tuan muda syaputra itu, bisa memikirkan ide-ide sejauh itu,.. lebih baik aku cari waktu luang Camilla dulu deh, baru nanti di fikirkan bagaimana kelanjutannya," gumamnya sambil meletakkan botol tersebut di atas meja.


  Segera dia merogoh tasnya dan mengambil ponselnya kemudian dia kontak Camilla,dia menekan tombol hijau dan segera tersambung.


    "Tuutt,..Tuuut,..Tuuut,"


    " Hello, this is Bastian talking, can I help Melinda?


  ( Hello,.. ini Bastian yang sedang bicara, ada yang bisa saya bantu Melinda ?)


Bastian si manajer Camilla memang sudah dekat dengan Melinda, sahabat dekat Camilla.


    " Hello, Bastian, how are you? What is Camilla up to now? is he busy? I need to talk! Melinda langsung pada intinya.


  ( Hello, Bastian, apa kabarmu ? Camilla lagi apa sekarang? sibuk gak dia? aku perlu bicara!)


  " Ooh dear, i'm fine, thanks, she's busy, getting ready for a photoshoot, what can i do for you? is that the important thing? ucap Bastian seraya melihat Camilla yang sedang di dandani.


   ( Ooh dear, aku baik, makasih, dia sedang sibuk , sedang bersiap siap untuk pemotretan, apa yang bisa aku lakukan untukmu? apakah itu hal yang penting?)


  Melinda terkekeh pelan, " no bro, you have nothing important to tell me, actually I need your help, please arrange Camilla's schedule for me, I want to spend time with her, can you? pinta Melinda seraya menatap botol botol itu.


   ( tidak bro, tidak ada hal penting yang harus kamu beritahu, sebenarnya aku butuh bantuanmu, tolong susun jadwal Camilla untukku, aku ingin menghabiskan waktu bersamanya, bisa?)


    " Ooh I see, let me check first, he's been busy, right up until the premiere of his latest film," jelasnya.


   ( Ooh aku mengerti, biar aku cek dulu, dia begitu sibuk, hingga pertunjukan perdana dari film terbaru,)


    " hmm,. let me know if you find some free time for me, okay?"


  ( hmm,. beritahu aku jika kamu menemukan waktu yang senggang untukku, oke?)


   " Ok, fine,. noted!" jawab Bastian, lalu menutup telpon.


    ( oke, baik,. dicatat !)


     Melinda segera meletakkan ponselnya di atas meja, dia haus dan segera beranjak ke sudut ruangan, dia segera mengambil sebotol softdrink kesukaannya dan bergumam,. " Tersisa empat hari lagi sebelum gala premiere itu, itu waktu yang cukup untuk berfikir, lebih baik sekarang fokus ke kerjaan dulu, biarkan Camilla dan Michael bersenang-senang dulu,"


    ***


  Tak terasa empat hari telah berlalu, malam ini gala premiere akan di adakan , banyak para tokoh penting dan selebritis yang di undang, termasuk Ardi dan Camilla, terlebih lagi Camilla salah satu sebagai pemeran di film itu.


   Beberapa jam, sebelum gala premiere.


     Camilla yang menjadi salah satu pemeran di film itu tentu saja sangat antusias dalam mempersiapkan penampilannya, sejak dua hari sebelumnya dia sudah tidak sabar menunggu momen ini, terlihat Ardi akan datang ke sana juga, jadi gadis itu berpikir untuk pergi bersama, dan waktunya go public tentang hubungan mereka, lagipula sekarang Ardi bersetatus duda, jadi sah-sah saja jika menjalin hubungan kembali.


     Camilla sedang duduk di meja rias, berbagai jenis di alat kosmetik bertebaran di sana, saat ini dia sedang menyapukan kuas di pipi tirusnya, sedangkan Bastian sedang duduk di atas ranjangnya, pemuda itu sedang sibuk mengatur jadwal Camilla selanjutnya, terutama untuk satu Minggu kedepan.

__ADS_1


    "Bas,. tolong ambilkan ponselku di atas nakas, aku mau hubungin Ardi," perintah Camilla tanpa membalikkan badannya dan sedang memoles bibirnya dengan warna nude.


   Bastian langsung berdiri dan menyerahkan ponselnya ke Camilla tanpa berkata sepatah kata pun, laki laki itu sedang fokus.


   Camilla memanggil Ardi di ponselnya.


  "Tuutt,.. Tuuut, Tuuut, " panggilan terhubung.


    " Iyaa, sayang," sambut Ardi di seberang sana sambil melilitkan handuk pada pinggangnya, lelaki itu baru selesai mandi dan akan bersiap ke undangan gala premiere itu.


    "Sayang, kita berangkat bareng yah,.. kamu jemput aku,! rengek Camilla dengan suara manja.


   Ardi hanya mendesah pelan, dia membuka lemari sebelum menjawab," Maafkan honey, kali ini aku gak bisa,.. minta anterin Bastian aja, dia pasti mau,"


   Mendengar itu Camilla meninggikan nada suaranya, " pacarku itu Ardi apa Bastian sih? lagi pula tidak ada yang salah jika kita keluar sesekali,"


   " Sayang,.. coba dengar dulu, kita gak mungkin membuat kehebohan di sana, publik past heboh, Asyifa belum lama tiada, jadi aku harus mempertahankan image ku sebagai suami yang sayang istri, kalau kamu di antar Bastian tidak akan ada gosip, karena memang dia manager kamu sendiri," ucap Ardi, sudah menemukan outfit yang akan dia kenakan dan segera mengeluarkannya dari lemari.


    " Tapi, sayang,.! Camilla masih membantah.


   Ketika sedang menutup lemari, ekor matanya tidak sengaja menatap sebuah kotak yang terletak di pojokan bawah, segera dia mengambil kotak itu, yang sudah di hiasi dengan bungkus kado yang indah.


  " Camilla sayang, aku tetap pergi sendiri, kamu tetap berangkat dengan Bastian, pulangnya bisa aku antar kamu, Aku tak mendengar penolakan atau bantahan, sampai jumpa di acara," Ardi segera memutuskan panggilan sepihak, dia sangat penasaran dengan kotak itu.


   Camilla yang panggilannya terputus begitu saja, langsung melemparkan ponselnya ke ranjang, dan mendarat mulus di samping Bastian, dengan wajah kesal dan bibir mengerucut dia melanjutkan dandannya lagi.


  Sementara itu ardi yang masih penasaran dengan kotak yang ada di lemarinya tersebut.


  Ardi dan Asyifa memiliki lemari masing masing, " Apa ini milik Asyifa ? tebaknya.


    " Ii, . ini ,.. apakah ini mungkin? kau pernah hamil? kapan? kenapa aku tak tahu,!" Ardi tidak mempercayai matanya sendiri.


  Kemudian dia melihat beberapa gambar hasil USG tersebut, ada keterangan di baliknya, lekas dia membacanya.


   " HAppy birthday Daddy, I'm in mommy's womb I'm only eight weeks old, I'm still small, but Daddy can hear my heartbeat, wait eight more months Daddy we'll meet, I love you, your little angel,"


       ( selamat ulang tahun Daddy, aku ada di rahim mommy usiaku baru delapan Minggu, aku masih kecil, tetapi Daddy bisa mendengar detak jantungku, tunggu delapan bulan lagi Daddy kita akan bertemu, aku mencintaimu, malaikat kecilmu.)


        Itu adalah tulisan tangan Asyifa.


   Ardi sudah tak bisa menahan air matanya sendiri, dadanya begitu sesak, tiba tiba dia teringat ketjadian ulang tahun ketika itu, waktu itu Asyifa sudah menghubungi nya dan meminta dia pulang cepat dan makan malam di rumah, Asyifa bahkan pulang kantor lebih cepat dan menyiapkan makan malam, tetapi saat itu ardi sudah mulai terjerat dengan Camilla dan mabuk kepayang dengan gadis itu, sehingga Ardi mengabaikan Asyifa dan menghabiskan waktu dengan Camilla, dia masih ingat betul, ketika dia pulang ke rumah pada pukul dua dini hari di meja makan sudah terhidang makanan favorit nya, dan sebuah kue ulang tahun, semua itu hasil kerja keras Asyifa, dia lebih memilih masuk ke kamar dan tidak menyentuh apapun di meja itu.


          " " Apakah ini kado yang di siapkan Asyifa malam itu? karena seingatnya tahun itu Asyifa tidak memberikan hadiah ulang tahun.


    Semakin memikirkannya semakin nafasnya sesak, kemudian dia memutar ingatannya kembali," terus apa yang terjadi dengan kehamilan Asyifa,? apakah dia keguguran?" gumamnya lirih, berbagai spekulasi bermunculan di otaknya.


     Masih memegang foto USG di tangannya ,dia pun mulai mengingat dan mengumpulkan pecahan memori yang sudah berserakan, tiba tiba Ardi bangkit berdiri dan menuju balkon kamarnya, memory demi memory Asyifa berputar di kepalanya saat ini.


   Setelah agak lama mengingat, barulah dia menemukannya, seminggu setelah perayaan pesta ulang tahun Ardi yang gagal itu, Asyifa sempat di rawat di rumah sakit selama seminggu, dia di rawat karena di dorong kuat oleh Ardi yang sedang dalam keadaan mabuk, ketika itu asisten rumah tangga masih ada, Ardi menganggap Asyifa hanya mencari perhatiannya saja, waktu itu dia berpikiran dorongannya tersebut tak akan membuat Asyifa masuk rumah sakit, Ardi samasekali tidak menjenguknya, satu satunya orang yang merawatnya hanya Tia adiknya.


   " Iya,.. Tia, " Aku harus mencari tahu pada tia,! gumamnya dan langsung menelpon Tia adiknya.


        " Tuutt,. Tuutt, Tuuut," panggilan terhubung.

__ADS_1


   "Apa kak,? tumben nelpon,! kesambet jin dimana,? Tia acuh tak acuh menjawab telepon kakaknya.


    " Kakak perlu bicara empat mata denganmu, penting,! kapan kamu ada waktu,?" Ardi tidak memperdulikan ketidak sopanan adik bungsunya tersebut, coba kalau mereka dekat, kepala Tia pasti sudah di jitak Ardi.


      "Hmmm, gimana ya kak,.. Aku sibuk ga ada waktu,! jawab Tia tak berminat.


    "Tiket liburan ke Labuan Bajo, selama seminggu bersama suami plus penginapan dan jajannya " Ardi melakukan penawaran.


   "Oke, Deal,.. besok aku ada waktu setelah bimbingan skripsi sekitar jam makan siang sampai sore aku bisa." Tia langsung bahagia, senyum sumringah seketika terpancar di wajahnya.


   " Jam makan siang di kafe dekat kampusmu,! Ardi memilih tempat dan waktunya.


   " Baiklah, aku setuju kapten," Tia menjawab dengan penuh senyuman dan seketika panggilan terputus.


   Tia melompat kegirangan dia akan segera memberi kabar bahagia ini kepada suaminya, sementara Ardi masih nelangsa di balkon kamar.


      " Aku harus segera bergegas ke gala premiere" ucapnya tersadar.


  Kemudian dia bergegas dan bersiap siap.


     Sepanjang perjalanan Ardi sudah tidak fokus, dia juga tidak bersemangat ketika menonton film terbaru tersebut, Camilla begitu kesal dengan tingkahnya dan memutuskan pulang bersama Bastian ketika film itu selesai, Ardi tidak ada waktu untuk memikirkan tingkah Camilla saat ini, dalam pikirannya sekarang hanya ada Asyifa dan foto USG tersebut, dia sudah tidak sabar untuk menunggu esok hari dan menanyakan kebenarannya pada Tia adik bungsunya, malam ini terasa sangat menyesakkan baginya.


    ***


  Keesokan harinya, ardi sudah berada di private room di salah satu kafe dekat kampus Tia, lelaki itu sudah tak sabar ingin mengintrogasi sang adiknya.


   Setelah mundar mandir dalam ruangan tersebut, Tia masuk dengan beberapa Bundelan revisi skripsinya, ketika dia melihat kotak kado di atas meja, gadis itu mengerti apa topik pembicaraan kali ini,


   " Lama sekali kau Tia, sampe jamuran aku nungguin nya" gerutu Ardi dan segera duduk.


     Tia hanya tersenyum dan segera duduk, Ardi sudah memesan makanan dan minuman sebelumnya, jadi tidak perlu menunggu pesanan lagi, dan mereka langsung ke intinya.


    Tia membuka percakapan, " Jadi kakak sudah tahu,?


    " Jadi itu benar?" mata Ardi nampak berkaca kaca.


    Tia memandang kakaknya iba, walaupun Ardi sangat menjengkelkan lelaki itu tetap saudaranya.


    " Jadi, Syifa yang di rawat di rumah sakit waktu itu, karena keguguran,?" tanya Ardi sendu.


        Tia mendesah pelan sebelum menjawab, " Benar, Kandungan Mba Syifa benar benar lemah, energinya terkuras dengan tingkah laku kakak, dokter sudah menyarankannya untuk tidak banyak pikiran, agar kondisi janin bisa di selamatkan, akan tetapi, kakak'mendorongnya dalam keadaan mabuk waktu itu, dan itu menghantam perutnya, Adik bayi tidak bisa di selamatkan, jadi Mbak Syifa terpaksa di kuret, untuk membuang sisa janin yang masih tersisa di dalam rahim,"


        " Kenapa kau tidak beritahu kakak,? tanyanya frustasi, matanya menatap tajam Tia.


   " Jangan salahkan aku kak,! Bukankah Waktu itu aku memohon mohon pada kakak untuk mengunjungi mbak Syifa di rumah sakit,? lagi pula bukan kapasitas ku memberitahu kakak, sebagai seorang suami, seharusnya Kaka tau apa yang harus Kaka lakukan,!" tegas Tia tidak mau di salahkan, matanya melotot m, alisnya mengerut, " Enak saja aku di salahkan,!" batinnya.


   Ardi hanya bisa menunduk, dia tidak bisa menyembunyikan gurat penyesalan di wajahnya.


      "Sudahlah kak, semua telah berlalu, mbak Syifa sudah tenang bersama adek bayi di sana, tak ada gunanya menyesal sekarang,!" sebenarnya Tia tidak tega mengatakan itu, tapi mau bagaimana lagi gadis itu paling payah dalam hal menghibur hati orang lain.


Habiskan makananmu, terima kasih untuk informasinya," ucap Ardi dingin dan datar, dia langsung mengambil kotak itu dan meninggalkan kafe tanpa menoleh ke belakang. lelaki itu perlu menenangkan diri.


" Kak, kita belum makan loh" seru Tia, memandang punggung Ardi yang semakin jauh.

__ADS_1


" Yah,.. makanan sebanyak ini mana bisa aku habiskan sendiri,? telpon Indah dech, makan siang di sini," ucapnya seraya menghubungi sahabatnya untuk makan bareng.


***


__ADS_2