Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Penjelasan Glenn Yaw


__ADS_3

Episode #03


    Di mansion keluarga Kusuma.


   " Pa, mamah, sudah undang Asyifa ke acara anniversary kita di Cisarua, mama minta Angga untuk jemput dia!" ucap Helena, melaporkan kepada suaminya, ketika Rio ingin membuka ponselnya.


  Rio mengeryitkan dahinya, melihat tingkah sang istri yang sedang mengoleskan krim malam di wajahnya, " Angga menjemput dia? Apa itu tidak salah ma? Mama kan tau sendiri bagaimana dia dekat dengan tuan muda AMAR, waktu di labuan Bajo?"


  " Papa tenang saja, ada Carrey juga di sana, mama hanya teringat kejadian yang menimpa orang tuanya dulu, mereka kecelakaan juga waktu menghadiri acara kita, dengan adanya Angga yang menjemput, kita bisa merasa aman, dan percaya pada kita!" Helena menjelaskan.


  Rio merasa penjelasan Helena masuk akal, jadi dia tidak perlu membahasnya lagi.


  Di ruangan kerja tuan Wijaya Kusuma.


Baskara sedang menayangkan siaran ulang sidang Ardi dan Camilla, tuan Wijaya Kusuma menontonnya dengan seksama, Dia tidak mengetahui kejadian apapun selama tiga bulan ini, dia sibuk di Macau, dengan menjalin persahabatan dengan Gu Yan.


  Dalam rekaman yang di tayangkan ulang tersebut.


    Layar di persidangan menampilkan sosok Asyifa, yang baru datang ke kafe, di sana ada juga Ami yang sedang berbincang, terlihat jelas dalam rekaman cctv tersebut, Ami memajukan botol air yang di pegangnya, sehingga lebih dekat dengan Asyifa, Nampak pula Asyifa sedang menelpon dengan serius, dan terburu buru mengambil botol air minum terdekat, yang sengaja di letakkan Ami Sebelumnya, nampak Ami tersenyum meski hanya sepersekian detik.


 semua orang di persidangan menahan nafas.


  Ami yang awalnya mendekam di penjara, begitu gugup, duduk lagi sebagai pesakitan.


  Andreas hanya bisa menutup matanya.


  Scene berubah, kali ini video dan foto menampilkan, bagaimana Asyifa di temukan mengambang, pada malam harinya, wajahnya hancur, tetapi bentuk tubuh dan pakaiannya masih dapat di kenali, pakaiannya sama persis seperti di video yang sebelumnya.


  Video pun terus berlanjut, kali ini, menampilkan bagaimana Asyifa yang tidak sadarkan diri di rumah sakit, kemudian hasil laboratorium pun di munculkan, Dokter dan pihak rumah sakit pun akan di minta menjadi saksi.


  Setelah itu, muncul foto dan video, ketika Asyifa berada di rumah sakit di Seoul, menjalani perawatan.


  " Nah, sekarang sudah yakin bahwa korban selamat, kami juga sudah melakukan tes DNA, hasilnya membuktikan bahwa dia adalah seratus persen orang yang sama, silahkan masuk saudari Asyifa Prameswari," hakim menyuruh masuk Asyifa.


  Seorang wanita memakai topi dan masker memasuki ruangan persidangan, semua mata tertuju padanya.


  Asyifa pun duduk.


" Silahkan saudari membuka topi dan maskernya!" perintah hakim.


    Semua orang memperhatikan gerak Asyifa, mereka serasa tak asing dengan sosok itu, namun tak ada yang berani menerka.


    Topi dan masker terbuka, wajah Asyifa terpampang di hadapan publik.

__ADS_1


  " Nona May!" Ferdinand berteriak histeris, matanya basah.


    Semua orang terpaku.


    Ardi dan Camilla menganga, dia tidak menyangka bahwa Asyifa selalu bersama mereka selama ini.


  Camilla pun paham, bahwa semenjak kehadiran Asyifa yang menjadi Humaira Pramesti, karirnya meredup, dan hidupnya berantakan.


Ardi terdiam pucat, tidak menyangka sama sekali, bahwa Humaira Pramesti adalah istrinya, untuk saat ini, dia ingin sekali bersujud minta maaf, namun semuanya sudah terlambat.


  " Matikan!" perintah tuan Wijaya Kusuma.


    Baskara segera mengambil remote, dan mematikan siaran ulang tersebut.


  " Kurang ajar! Aku sendiri yang mengundang rubah betina itu kesini!" tuan Wijaya Kusuma murka, dia melemparkan gelas ke dinding.


  "Prang!"


  Untung ruangan itu kedap suara, sehingga suara pecahan gelas itu tidak terdengar sampai keluar.


  " Pasti dia sudah tahu, pertikaian ku dengan kakeknya, sehingga dia menghadiahkan gelang giok yang dulu aku berikan kepada kakeknya sebagai ulang tahun Arum!" tuan Wijaya Kusuma mengepalkan tangannya.


   " Tuan besar, tolong kontrol emosi tuan, nanti darah tinggi tuan kambuh!" Baskara mengingatkan.


  " Aku tidak mau tahu! Ardi dan Camilla tidak becus mengerjakan tugasnya untuk melenyapkan perempuan itu, Baskara, lakukan tugasmu, seperti yang kau lakukan pada kedua orang tuanya, agar mereka bisa reuni di neraka!" Tuan besar meninggalkan ruang kerjanya dan kembali ke kamarnya.


  Dengan langkah gontai dia berjalan meninggalkan ruangan itu, dia menyuruh asisten rumah tangga untuk membersihkan pecahan gelas di sana.


  Tanpa mereka sadari, semua pembicaraan mereka sudah terekam oleh perekam yang di letakkan di bawah meja.


  ***


Keesokan harinya.


  Asyifa mendatangi kantor Glenn Yaw, sesuai dengan jadwal yang di susun oleh Bastian.


    " Silahkan duduk Ms ,Asyifa!" Glenn Yaw mempersilahkan.


  Setelah Asyifa duduk dan mengucapkan terima kasih, Glenn Yaw hanya menganggukkan kepalanya.


  " Nona Zoya, tolong. buatkan dua gelas kopi!" perintah Glenn Yaw pada sekretarisnya.


    " Baik!" ucap Zoya dan meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


  Sekarang tinggal Asyifa dan Glenn Yaw.


  " Saya sudah tahu, niat kedatangan Ma, syifa kesini, semuanya pasti berhubungan dengan Amar syaputra kan?" Glenn Yaw sudah bisa menebak.


  "Sepertinya anda sudah mengetahui tujuan saya, Amar tidak dapat di hubungi samasekali!" Asyifa menghela nafas.


    " Saya mengerti perasaan anda, Ma, syifa, saya tidak Akan menyembunyikan apapun dari anda!" Glenn Yaw nampak bekerja sama.


    "Sebenarnya, kepulangan Amar ke Indonesia karena ingin mengatakan bahwa dia akan menikahi anda, dia sudah berusaha berdamai dengan dirinya sendiri, dan menerima kenyataan bahwa anda sudah menikah dan berbahagia, setelah menunggu sekian lama, akhirnya dia menyetujui perjodohan yang di atur oleh kakeknya, dengan salah satu cucu bangsawan Inggris,"


  Perbincangan tersebut terhenti, ketika Zoya masuk dan membawakan dua cangkir kopi.


    Perbincangan pun di lanjutkan setelah Zoya keluar," Semua rencana itu berubah, karena dia melihat bagaimana menderitanya anda, akhirnya dia memutuskan untuk memperjuangkan cintanya!"


  Asyifa yang mendengarkan terenyuh.


     " Amar di panggil oleh kakeknya beberapa bulan lalu, untuk mempersiapkan jodohnya, Amar menunda, karena kasus persidangan anda, sekarang kakeknya memanggilnya paksa untuk pulang ke London," Setelah itu Glenn Yaw menyeruput kopinya.


  " Jika memang anda benar-benar ingin memperjuangkan cinta kalian, Ma, syifa bisa menyusulnya ke London, saya akan memberikan alamat keluarga Stewart kepada anda, Bagaimanapun saya tidak tahu alamat Amar sebenarnya di sana, karena semua akses untuk menghubungi Amar, sudah di blokir oleh kakeknya," Glenn Yaw akhirnya mengirimkan alamat ke WhatsApp.


    Asyifa tidak tahu harus berkomentar seperti apa, sekarang dia sudah memahami perasaan yang sebenarnya, ada perasaan tidak rela dan takut, ketika mendengar Amar sudah di jodohkan, mata Asyifa sudah mulai berkaca-kaca.


  " Terima kasih!" hanya itu yang mampu di katakan Asyifa, dia menyeruput kopinya, dan pamit undur diri.


    Glenn Yaw hanya menatap punggung Asyifa menjauh," Semoga kalian bisa bersatu" lirihnya.


  Asyifa langsung menuju parkiran, seketika dia menumpahkan perasaannya, dia tergugu di belakang kemudi.


 Setelah puas menangis, dia memperbaiki penampilan dan Riasannya, dia segera menuju kantor kilau hukum untuk bertemu pengacara HAMDAN Hutapea.


  Sesampainya di sana, Hamdan Hutapea baru saja selesai meeting dengan kliennya, dia segera menghampiri Asyifa.


  " Ada permasalahan apa lagi Syifa? sepertinya penting sekali?" Hamdan Hutapea segera membuka pintu ruangannya.


    Asyifa yang duduk di sofa Hamdan berdiri dan menghampiri lemari es dan mengeluarkan sebotol jus alpukat, jus tersebut selalu di siapkan oleh Risma, istri Hamdan Hutapea.


    " Aku mau cari Amar ke London, om!" seru Asyifa cepat.


  Hamdan Hutapea langsung tersedak mendengarnya, Asyifa langsung meminumkan air putih padanya.


  " Kamu kalau cerita jangan langsung intinya, harus ada pendahulunya dulu," Hamdan Hutapea mengingatkan Asyifa.


    " Sekalian saja om suruh sampai, pembahasan, kesimpulan dan daftar pustaka, sudah seperti mau buat makalah saja," cerocos Asyifa

__ADS_1


Kemudian Asyifa menjelaskan tentang pertemuannya dengan Glenn Yaw.


****


__ADS_2