Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
kekesalan Angga


__ADS_3

Episode @101


    Semua yang ada di ruangan itupun pergi ke kantor polisi, termasuk tiga orang penculik yang sedari tadi di buat pingsan.


   Sesampainya di kantor polisi Asyifa dan Melinda, membuat laporan penculikan dan juga pelecehan seksual, sebagai korban, Amar dan Arsyad juga menunjukkan video hasil rekamannya, dimana Koh Erik dan Michael terlibat dalam penculikan ini.


    Hendra, polisi yang bertugas menangani kasus ini kemudian berujar, " Berarti dalang dari semua ini adalah Erik Santoso, Dia adalah seorang pengusaha muda sekaligus mucikari, yang sangat lihai menyembunyikan identitasnya, Kita Sudah lama ingin menangkapnya, tetapi kita selalu kekurangan bukti, tidak bisa di pungkiri, dia adalah penyalur untuk bisnis prostitusi kelas atas, untuk area timur tengah, Hongkong sekitarnya, dan juga Eropa, untuk pasar di negri ini sendiri, dia tidak terlalu menonjolkan diri, sehingga sulit untuk di telusuri, akan tetapi, dengan bukti rekaman video ini, dia tidak akan bisa lolos dan akan menjadi buruan, kami juga sudah membekukan paspornya, sehingga dia tidak bisa melarikan diri ke luar negeri, kami juga meminta pihak kepolisian luar negeri yang memiliki kerja sama dengan kita untuk segera menangkap dan melaporkan keberadaannya,"


Amar terlihat puas, Dengan begini Koh Erik tidak akan terlepas lagi, walaupun sekarang dia jadi buronan.


" Baiklah kalau begitu pak polisi, kita akan undur diri dulu, jika nanti membutuhkan sesuatu yang menyangkut dengan kasus ini, bapak bisa langsung menghubungi kami kembali," ucap Amar kepada pak Hendra.


Pak Hendra pun mengangguk dan mempersilahkan mereka pergi, setelah Asyifa dan Melinda di visum.


Ketika mereka keluar dari ruangan, para wartawan berebut menyerbu untuk wawancara.


" Nona Humaira, Bagaimana perasaan anda ketika di culik? Bisa anda jelaskan, bagaimana kronologi nya?"


" Ada motif apa penculikan ini di lakukan?"


" Siapa saja yang terlibat dalam penculikan ini?"


Bagaimana anda bisa terlepas dari penculikan ini?"


Berbagai pertanyaan bermunculan datang dari para wartawan, tidak hanya dari wartawan berita, tapi juga dari wartawan gosip dan infotainment.


" Semuanya akan di jelaskan oleh pihak kepolisian, kita tunggu saja," Hanya itu yang di ucapkan oleh Amar.



Di tengah-tengah lautan wartawan, Amar melindungi Asyifa dengan badannya, begitupun Arsyad yang melakukan hal serupa dengan Melinda.



Jagat Maya langsung heboh, berita penculikan Asyifa dan Melinda langsung viral, Semua stasiun TV memberitakannya, begitupun dengan pemberitaan online.



Sedangkan Angga dan Carrey Ramos, yang masih berada di pesta pernikahan Arif dan Song Chai Mi mulai heran, kenapa yang lainnya belum juga kembali setelah sekian lama.



Angga pun memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mencari keberadaan Asyifa.


Dengan gugup seorang anak buahnya menghampiri dan berbisik lirih, " Bos, sebenarnya Nona May di culik, dan sekarang baru keluar dari kantor polisi, semua media heboh memberitakannya, dan hal ini sudah viral, dan menjadi trending topik, ini lihatlah," Dia menyodorkan ponselnya, dan terlihatlah wajah Humaira, yang sedang di rangkul oleh Amar, keluar dari kantor polisi.


Mendadak tubuh Angga panas dingin, dia terlalu asik berbincang dengan Carrey, sehingga lupa akan keberadaan Asyifa, dia juga tidak terlalu memperhatikan Amar, " Bagaimana ini bisa terjadi, tepat dibawah hidungku," gumamnya, tangannya mengepal.


__ADS_1


Angga mencoba menghubungi ponsel Asyifa, terhubung, tapi tidak ada jawaban.


" Sial!" umpatnya kasar.


Hanya anak buahnya yang bisa mendengarnya.



Angga pun berbalik ke arah Carrey, dia berpamitan dan segera berlalu pergi.



" Ayo segera kita ke apartemen Nona Humaira!" perintahnya kepada anak buahnya.



Mobil pun membelah jalanan ibukota, sedari tadi perasaan Angga tidak enak, bukan keadaan Humaira yang dia khawatirkan, tapi bagaimana dia harus menghadapi sang kakek, dan menjelaskan padanya, itu yang dia takutkan.


Angga terus memandangi sisi jendela, terlihat sekali dia tenang di luar, tidak ada yang tahu, jika hati dan pikirannya bergemuruh.


Tanpa Angga ketahui, Asyifa sudah tidak kembali ke apartemennya lagi, Amar membawanya ke villa miliknya, yang berada di puncak Bogor, untuk menenangkan pikirannya, begitupun dengan Melinda, hal itu Amar lakukan, karena Koh Erik belum tertangkap, dia masih sangat khawatir jika laki laki yang bermata sebesar lubang celengan itu, Belum tertangkap dia akan meneror mereka berdua,


Angga pun sampai di unit apartemen Humaira, Berulang kali dia memencet bel, tapi tidak ada yang membukakan pintu, kemudian dia merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Amar.


" Kriiing,.. Kriiing!" ponsel Amar berdering.


Dia segera melihat si penelpon, dan dahinya berkerut, " Cecunguk memanggil" Dengan malas dia mengangkat telpon, setelah menutup pintu kamar Asyifa, karena terlalu letih dengan semua yang terjadi akhirnya Asyifa tertidur pulas di ranjang seperti putri tidur.




" Aku ingin bicara dengan Nona May, Aku tahu sekarang dia sedang bersamamu!" Angga menjawab dengan tidak kalah ketusnya.



Ternyata kontak dengan nama cecunguk adalah Angga, sang pewaris Kusuma group.



" Untuk apa menghubunginya jika kamu tidak bisa menjaganya! Kalau tidak ada pemberitaan yang viral di luar sana, pasti kamu tidak akan mencari keberadaannya, sudahlah, dia sedang tidur sekarang!" Amar menyindir Angga.



" Mengapa dia tidak mengangkat telpon ku?" Angga masih bermuka tembok untuk bertanya.



Amar berdecih, Suruh pihak kepolisian yang mengangkat telponmu, ponsel di sita sebagai barang bukti, untuk menjerat si pelaku penculikan, Sudah yah! Aku sibuk!" Amar menutup telponnya.

__ADS_1


Angga ingin bertanya tentang keberadaan Asyifa, tapi Amar sudah menutup telponnya, Angga geram sekali, dia pun berlalu dari depan unit apartemen Asyifa, segera menuju mobilnya.


Tak lama setelah tiba di mobil, ponsel Angga berdering.


Sang kakek menelpon, Angga langsung menjawabnya, kakeknya pasti sangat marah.


" Kamu segera kesini, Aku menunggumu di kantor!"


Setelah itu, panggilan terputus, tanpa Angga mengucapkan satu patah katapun.


" Kita langsung ke tower Kusuma group," perintahnya pada sang sopir.



Sang supir yang berada di balik kemudi mengangguk, dan langsung keluar menuju pusat kerajaan bisnis keluarga Kusuma.


Satu jam berlalu dalam sekejap.


Angga Sudah tiba di area perkantoran Kusuma group, semua karyawan menunduk sebagai rasa hormat, Angga pun mengabaikan itu semua, dia bergegas menuju ruangan sang kakek,



"PLAK!" Sebuah tamparan menyambut kedatangannya, begitu dia sampai di ruangan sang kakek.



" Bodoh!" Maki tuan besar Wijaya Kusuma.



Angga tidak berkutik, dan tetap mematung berdiri di tempatnya, bahkan wajahnya yang panas akibat tamparan pun di abaikan.


" Kamu tahu apa yang kamu perbuat? Kamu sudah menghancurkan semua yang telah kita rencanakan!" hardik sang kakek.


" Aku,.."


Belum selesai Angga berucap, tuan besar Wijaya Kusuma sudah lebih dulu memotongnya, " Sekarang perbaiki semuanya, jangan hanya karena kehadiran perempuan yang kamu cintai itu, kamu membuatku semuanya berantakan, Kalau kamu tidak dapat memperbaiki keadaan, perempuan itu akan menanggung akibatnya! Sekarang keluar, dan cepat perbaiki semuanya!" tuan besar Wijaya Kusuma membalikkan badannya dan duduk di kursi kerjanya.


Setelah pamit, Angga pun berlalu, Dia tidak ingin wanita yang di cintai nya Carrey Ramos, terlibat dalam hal ini, dia masih bingung, bagaimana Carrey bisa hadir dengan Amar di acara itu.



Di lain tempat, Amar tersenyum, mengingat, bagaimana antusiasme dari Angga Kusuma, Kepada cinta lamanya, Carrey Ramos, tidak sia sia dia meminta perempuan itu datang ke pesta pernikahan Arif dan Song Chai Mi, " Enak aja, mau merebut may ku," pikirnya sambil senyum senyum.


****


Mana nih komennya 😁


Author butuh masukan 😁

__ADS_1


makasih ya,.. udah setia membaca cerita ini.


Thanks you so much, I love you everyone,❤️❤️❤️


__ADS_2