Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Janeta Surya


__ADS_3

Episode #22


   Asyifa berjalan ke meja belajarnya, Dia membuka laci meja, dan mengambil sebuah foto masa kecilnya, foto ketika dia liburan ke Kyoto, bermain salju bersama papa dan Mamanya,


  Nampak di sana, kedua orang tuanya menciumi wajah Asyifa, Asyifa kecil tersenyum menampakkan giginya yang ompong.


Asyifa hanya mengusap foto itu berulang kali, kali ini tidak ada air mata yang keluar dari mata indahnya.


  " Aku sudah ikhlas, mah, pah, semoga jalan kalian sudah tak terhambat lagi, sebentar lagi, kebenaran akan terungkap!" Asyifa meletakkan kembali foto itu.


   Setelah menyusun barang barangnya, Asyifa memutuskan untuk pergi ke ruang kerja kakeknya.


    Ruang kerja kakeknya sangat luas,. banyak sekali arsip tersimpan di sana, tentunya tidak ada surat berharga di sini, karena semua sudah di simpan oleh Hamdan Hutapea.


   Entah angin apa yang membuat Asyifa membuka arsip arsip lama, bahkan dia membuka album foto lama.


   Album foto tersebut, memperlihatkan foto tentang jaman masa muda kakeknya, kakeknya begitu rajin, di bawah foto dia menuliskan, nama, tempat, kapan dan momen apa ketika foto itu di ambil.


    Foto foto lama memperlihatkan masa muda kakeknya, sosok yang tidak asing juga ada di sana, siapa lagi kalau bukan Wijaya Kusuma.


    " Ngapain sih, kakek masih menyimpan foto ini orang?" Gumam Asyifa sambil membalikkan beberapa lembar album foto.


     Di tempat terakhir, Asyifa melihat foto yang begitu menarik perhatiannya, di sana ada tiga orang saling berangkulan, dari keterangan di bawah foto ada tulisan, Amir, Endah, Wijaya.


   Asyifa mengerutkan keningnya, Dari semua foto dalam album itu, baru kali ini ada foto seorang gadis diantara Wijaya dengan kakeknya Asyifa.


  Amir: Karena penasaran Asyifa ingin melihat lebih jelas foto tersebut, dia mengeluarkan foto tersebut dari dalam album, secarik kertas yang sudah menguning dan tua, terjatuh dari balik foto, kertas tersebut seperti di selipkan di belakang foto.


  " Apa ini?" kemudian Asyifa membuka kertas itu, kemudian membacanya, seketika matanya terbelalak.


  ***


  Beberapa hari sebelum pertunangan Angga Kusuma dan Carrey Ramos di gelar.


     Di kampus tempat Carrey Ramos mengajar.

__ADS_1


      " Jadi begitu ya, pertemuan berikutnya, persiapkan diri untuk presentasinya, persiapkan dengan baik!" ucap Carrey mengakhiri kelasnya.


    Carrey kemudian keluar dari kelas, di ikuti beberapa mahasiswa.


   " Bu Carrey, Ada seseorang yang mencari ibu," Seorang mahasiswi datang menghampirinya.


  " Ok, terima kasih, Delima!" tak lupa Carrey menyunggingkan senyum sebelum berlalu pergi.


     " Mencariku? Siapa? Perasaan Aku tidak membuat janji dengan siapapun, terlebih lagi ini di kampus," Benak Carrey, untuk urusan pribad Carrey gak pernah membahasnya di lingkungan kerja, jadi sekarang dia hanya bisa menebak nebak.


  carrey mulai memasuki ruangan prodi atau ruangan program studi tempat dia mengajar, ketika baru masuk, sapaan hangat dari Mala, rekan sesama Dosen, langsung menyambutnya.


    " Tuh, di cariin sama Nona Janeta Surya, habis dah lu kali ini, belagu sih!" cibir Mala.


    carrey hanya mengibaskan tangannya, dia tak memperdulikan ucapan Mala, yang selalu mencari permasalahan dengannya, Dia tak pernah menganggap rekan kerjanya itu.


    " Janeta Surya? Siapa ya kira kira? Perasaan Aku tak pernah ada kenalan dengan orang seperti itu? Kenapa dia mau menemui ku di kampus?"Carrey terus memikirkan siapa sosok itu.


  Tak lama kemudian dia memasuki ruangannya, beberapa staff dan mahasiswa yang berpapasan menyapanya dengan ramah.


     carrey pun memasuki ruangannya, di sana, lebih tepatnya, di kursinya telah duduk seorang perempuan yang sangat cantik, penampilannya sangat mewah dan anggun, wajahnya seperti bintang Korea yang sedang populer.


 carrey merasa risih dan tidak nyaman di perlakukan seperti itu.


     " Ada perlu apa mencari saya?" carrey langsung bersikap ketus, setelah melihat tingkah sosok yang menunggunya tersebut, dari sikapnya barusan, Carrey tidak perlu bersikap sopan dengan perempuan tersebut.


    " Perkenalkan, saya adalah Janeta Surya, anak perempuan dari Rendi Surya, salah satu anggota dari Surya group, anda pasti tahu kan? Surya group itu apa?" Janeta masih duduk di kursi kerjanya Carrey. dia memainkan rambutnya, seraya memperhatikan penampilan Carrey yang begitu sederhana di matanya.


carrey meletakkan tasnya di meja, " Jadi, kalau Kamu dari , Surya group, saya harus bilang W-O-W gitu? Bilang WOW!" cibir Carrey.


Janeta hanya tersenyum meremehkan.


" Anda begitu bangga dengan identitas sebagai Surya group, sayangnya Surya group Begitu malu memiliki anggota seperti anda, yang tidak punya sopan santun, ketika bertemu dan bertamu dengan orang lain! Memalukan!" carrey melengkungkan bibir atasnya, dia juga tersenyum meremehkan.baru kali ini dia menemui seseorang yang tidak menghormatinya, bahkan setelah mengungkapkan identitasnya.


" Kau,..!" Janeta Surya kesal dan melayangkan tangannya.

__ADS_1


Beruntung Carrey menangkapnya dengan cepat, Diapun segera menghempaskan tangan perempuan itu dan menolakkannya, Janeta pun terduduk lagi di kursi Carrey.


" Kau,..Kau berani sama aku? Aku bisa mengeluarkan dan menghancurkan karirmu! Jangan sombong ya?" Janeta Surya menahan amarahnya.


" Ha ha ha!" carrey tertawa anggun, dia menutup mulutnya ketika tertawa, sehingga giginya tidak terlihat," Hey, perempuan! Aku tak mengenalmu, dan tiba tiba kau menyombongkan diri di hadapanku, bahkan ingin menyakitiku, Apa kau baru keluar dari rumah sakit jiwa? carrey langsung menarik tubuh Janeta dari kursinya," Minggir, ini kursiku!"


Sebelum duduk Carrey menyemprotkan Hand sanitizer,


dia menyemprotkan dari laci meja ke kursi dan meja yang sempat di sentuh oleh Janeta Surya.


Dengan anggun, Carrey pun kembali duduk di kursinya, tangannya pun di semprotkannya, " Aku memang selalu sedia hand sanitizer, untuk melawan kuman, Aku tak mau terinfeksi!"


Janeta Surya benar benar murka, ini pertama kalinya dia di perlakukan seperti ini, Apa dia di anggap kuman, atau seseorang yang menyebarkan penyakit? menyebalkan!"


" Nah, ini baru benar!" ucap Carrey, setelah menempatkan semua barang barangnya, dan menghapus jejak jejak keberadaan Janeta Surya.


" Sebenarnya, apa tujuan anda kemari? Sepertinya kita tak pernah saling mengenal Sebelumnya, Iya kan, Nona Janeta?" senyuman tak lepas dari wajah Carrey.


Janeta Surya melipat Kedua tangannya di dadanya, tatapannya masih dingin dan penuh amarah, " Aku ingin kau menjauhi Angga! Angga Kusuma itu milikku! Kau tak cocok bersanding dengannya, bahkan jadi pelayan di rumahnya pun kau tak cocok!" Janeta langsung ke inti permasalahannya, dia sudah muak berlama-lama dengan perempuan sederhana ini.


" Prok! Prok!" carrey bertepuk tangan, " Anda Sepertinya sangat cocok berprofesi sebagai pelawak!"


" Anda tahu Nona Janeta, Ini pertama kalinya dalam seumur hidup saya, mendengar lelucon seperti ini, jika pemikiran anda normal, dan tidak mengalami gangguan, Bagaimana bisa orang lain mampu menyuruh seseorang menjauhi tunangannya sendiri! " Ck CK!" carrey menggeleng geleng kan kepalanya, dan berdecak kasihan, " Sepertinya Anda harus ke psikiater untuk mengetes kejiwaan anda!"


" Kau,...!" hanya satu kata itu yang mampu Janeta Surya katakan, Dia tak bisa melawan balik Carrey, apa yang di katakan Carrey adalah hal sebenarnya, Dia mengepalkan tangannya, jari kukunya bahkan menusuk daging telapak tangannya.


" Awas kau ya! Kau berani melawan anggota keluarga Surya? Aku tak sabar untuk melihat , Apakah kau akan tertawa seperti ini, apabila karirmu sudah aku hancurkan?" Janeta Surya mengacungkan jari telunjuknya ke arah wajah Carrey.


" Nona, Janeta Surya, tolong, jauhkan jari telunjuk anda dari hadapan saya! Saya tak ingin menghabiskan lebih banyak lagi hand sanitizer, jika jari telunjuk anda mengenai kulit saya!" carrey berakting, seolah olah dia sangat ketakutan.


Mata Janeta Surya berkedut," Sialan, Charlie! Bisa bisanya dia membodohi aku, untuk bertemu perempuan tidak tahu diri ini! katanya Calon istri Angga, sosok yang lembut dan mudah di tindas.


" Aku hanya mengingatkan mu kembali, jauhi Angga Kusuma!" Setelah itu, Janeta Surya pergi dari kampus itu, dia sudah muak ada di sana, Hari ini dia datang ke kampus dengan satu tujuan, tetapi siapa yang menyangka, bahwa dialah sosok yang di permalukan, " Untung tidak ada orang!" gumamnya sepanjang jalan ke parkiran.


Tanpa Carrey dan Janeta ketahui, seorang mahasiswa yang ada di sana sudah merekam, adegan dan pembicaraan keduanya, melalui iPhone ponsel terbarunya.

__ADS_1


" Jika aku menggugah ini, kontenku pasti akan di tonton begitu banyak warganet," Senyum terukir di wajah mahasiswa itu, " Pasti heboh ini, he he!"


****


__ADS_2