Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kartu sakti yang sudah tidak sakti


__ADS_3

Episode #8


Rapat direksi pemegang saham kali ini nyaris membuat kepala Ardi mau pecah, belum lama memegang kendali sebagai CEO, sekarang dia harus mengambil beberapa keputusan penting, saham PT GARUDA TV NUSANTARA, mengalami penurunan akhir akhir ini, masyarakat yang sudah malas untuk menyaksikan program televisi, yang cenderung banyak menampilkan acara sampah mulai mengalihkannya pada YouTube dan berbagai flat form, sejenis seperti Netflix selain itu kemunculan para selebritis dan publik figur dengan berbagai podcast podcast mereka yang menarik, semakin menjauhkan masyarakat dari televisi,.


Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi CEO baru untuk merombak segala sesuatu yang di perlukan agar masyarakat tertarik lagi menyaksikan acara televisi, terutama kaum remaja yang nyaris tidak pernah lagi menyentuh remote tv.


Untuk meredakan rasa pusing yang menderanya Ardi berencana mengajukan Camilla keluar dan mendiskusikan masalah ini, lelaki itu ingin mendengar pendapat Camilla tentang hal ini, karena bagaimanapun juga gadis itu adalah bagian dari industri hiburan saat ini.


Segera dia meraih ponselnya dan mengaktifkan nya kembali karena tadi waktu meeting sengaja di matikan agar tidak di ganggu oleh siapapun, terutama oleh Ani mamanya yang akan selalu menelpon dan tidak peduli tempat , waktu dan keadaan.


Ketika telponnya aktif banyak sekali notifikasi bermunculan ponselnya terus berbunyi, akhirnya dia men silent hpnya untuk sementara waktu karena terganggu dengan suara notifikasi.


Setelah beberapa saat, banyak pesan di aplikasi hijaunya, dia membuka aplikasi tersebut, ada empat pesan teratas, group keluarga, mama, Ami dan Camilla, segera dia membuka pesan dari Camilla.


{ Sayang,.. pulang jam berapa,? malam ini kita dinner yuk ! }


{ Sayang, lagi di mana ?}


{ Lagi sibuk ya,? }


Ardi hanya tersenyum dan membalas pesan wanita pujaannya tersebut, dia sadar, akhir akhir ini dia begitu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga semakin susah meluangkan waktu dengan kekasihnya itu.


Mengingat kesibukan sebagai CEO baru entah mengapa fikirannya teringat pada Asyifa, dulu sesibuk apapun perempuan itu dia masih sempat mengurus rumah dan dirinya, tiba tiba ada kerinduan menyelinap masuk tanpa permisi,


" Hais,.. kenapa juga harus memikirkan Babon bulet itu,? batinnya.


Lanjut dia membuka pesan WhatsApp group keluarga.


@AMI : " Ada yang tau apa yang terjadi dengan gold start card,? si kartu sakti,?


@TIA: " Emang kenapa mbak, perasaan baik baik saja,.


@AMI; " Tadi aku malu banget di mall, kartunya gak bisa di pakai.


@TIA : " Beberapa hari lalu masih bisa mbak, aku pakai kog,"


@AMI : " Gak bisa,.. udah berapa kali di coba, aku coba telpon kak Ardi tapi tak terhubung samasekali, kesel aku,'


@ARIS (suami Tia ) : " Kak Ardi ada rapat dengan beberapa pemegang saham hari ini, jadi kemungkinan tidak bisa di hubungi"


@AMI : " Apa kartunya error'kali ya,?


@ANDREAS: " Makanya belanja itu pakai duit sendiri, tidak bergantung dengan orang lain"


Membaca pesan tersebut senyum Ardi langsung hilang seketika, dia langsung membuka pesan Ami,


{ Kak Ardi }

__ADS_1


{ Kak, kenapa kartu gold start nya ga bisa di pake,? }


{ Kak Ardi,..aku malu banget ini,!}


{ Kak !, }


{ Kak !, }


Ardi beralih ke pesan Mama.


{ Ardi, angkat telponnya ? }


{ Ardi, kartu gold start nya ada masalah, tidak bisa di pakai,!}


{ Ardi, mama di mall tidak bisa bawa belanjaan, transfer 250 juta ya,..}


{ Ardi, kok tidak terhubung,? }


{ Ardi tolong mama,.. mama malu banget ini ti depan teman-teman mama tidak bisa bayar belanjaan,!"}


{Ardi,.! }


{ARDI. !}


membaca semua pesan tersebut, lutut Ardi langsung melemas, dia tidak mengira bahwa kartu gold start atau kartu bintang emas yang di berikan Asyifa kepada seluruh keluarganya bisa bermasalah, bagaimanapun kartu tersebut adalah surga bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan hedonisme mereka, karena tanpa kartu tersebut keluarganya kehilangan taring mereka di hadapan teman-temannya.


" Apakah semua ini ulah Babon bulet itu,? tetapi selama ini walaupun dia belum di ketemukan mereka sekeluarga masih bisa bebas mengaksesnya, bukan,? apa karena akta Kematian sudah keluar? Apa karena kemarin aku sempat mengunjungi silau hukum untuk meninjau aset peninggalan Asyifa, ?" berbagai pemikiran tersebut membuat lelaki itu frustasi dan menyugar rambutnya dengan kasar.


" Seharusnya aku menghubungi pak HAMDAN untuk memastikan," imbuhnya, lalu meraih ponsel kembali dan mulai mencari nomor kontak pengacara keluarga Asyifa, tetapi sia sia dia tidak menemukannya.



" SIAL,. seharusnya aku meminta nomor telepon pribadinya, " umpatan kesal.


Mau tidak mau dia menghubungi kantor pengacara kondang tersebut.


" Tuuut,..Tuuut, .. Tuuut,. " panggilan tersambung.


" Hallo,.. selamat siang,.. kantor pengacara HAMDAN , ada yang bisa saya bantu,?


ucap suara resepsionis sopan di seberang telepon.


" Hallo ,. ya saya ARDIANSYAH suami dari ibu ASYIFA PRAMESWARI saya ingin berbicara dengan bapak Hilman," terangnya.


" Baik,.. mohon di tunggu sebentar ya pak, akan saya sambungkan ke beliau," balas sang resepsionis.


__ADS_1


Selama jeda menunggu, banyak lagu yang sudah di dengarkan sebagai nada sambung, agar si penelpon tidak jenuh menunggu, setelah sekian menit, panggilan nya terhubung kembali.



" Selamat siang pak Ardi,.. ada yang bisa saya bantu,? ucap HAMDAN mencoba dengan nada ramah.



" Selamat siang pak HAMDAN, saya ingin menanyakan tentang kartu gold yang telah di berikan oleh istri saya , kenapa tiba-tiba tidak dapat di gunakan lagi,?"


Ardi bertanya langsung ke intinya, lelaki itu harus sudah mempersiapkan jawaban ketika nanti sudah sampai di rumah, dia sudah membayangkan bahwa Ani dan Ami akan menunggu kepulangannya.


Mendengar ada kata "istri saya" dalam ucapan Ardi barusan, nyaris membuat HAMDAN mengeluarkan kembali makan siang nya .


"Dasar Playboy tak bermoral," kutuknya dalam hati.


Sejenak dia menghirup nafas dan menjernihkan pikiran nya sebelum dia menjawab.


" Maaf sekali bapak,. kami terlalu sibuk mengurus permintaan bapak kemarin, hingga lupa memberi kabar bahwa semua aliran dana yang keluar dari Prameswari group terpaksa di hentikan, sekarang tim kita sedang mengaudit sistem keuangan tersebut, sesuai dengan permintaan bapak kemarin terkait dengan aset yang di miliki oleh ibu Asyifa Prameswari, sehingga kartu gold start yang di keluarkan oleh Prameswari group di bekukan dan tidak bisa di akses, mohon maaf atas ketidak nyamanan nya pak,!" jelas Hamdan, walaupun di seberang telepon tak lupa senyum manis setengah wajah dia persembahan untuk Ardi.



" Jadi seperti itu pak, kapan kira kira auditnya selesai,?


Ardi bertanya tak sabar, bagaimanapun dia salah satu pemegang kartu sakti gold start dan bahkan dia sering membelanjakan CAMILLA dengan kartu tersebut, jika CAMILLA tau bahwa kartunya tidak bisa di pakai, bisa terjadi perang dunia ketiga.


" Untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapan selesainya, namun secepatnya kami akan beritahu bapak sekalian dengan pembacaan surat wasiat," jelas HAMDAN yang ingin bermain-main dengan Ardi dan keluarganya.



Lutut Ardi lemas seketika setelah mendengar penjelasan dari sang pengacara, jika tanpa keberadaan kartu tersebut pendapatannya sebagai CEO baru di PT GARUDA TV NUSANTARA tidak akan pernah cukup untuk mendukung gaya hidup hedonisme mama dan adik perempuannya.



Dengan suara lesu dan nampak agak frustasi dia menanggapi penjelasan HAMDAN, " Baik kalau begitu pak,.. saya tunggu kabar selanjutnya, oh ya pak,.. bisa saya minta kontak pribadi bapak,!



mendengarkan nada suara yang lesu dan terdengar frustasi Hilman bersorak senang di hatinya, tetapi ekspresi wajah dan nadanya tetap datar.



" Baik pak,.. setelah ini saya hubungi bapak secara pribadi, terima kasih sudah menghubungi kami, selamat siang," HAMDAN langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Tak lama kemudian ponsel Ardi berdering dan ketika di buka itu adalah pemberitahuan tentang kontak HAMDAN.


Setelah itu dia me nonaktifkan gawainya kembali, hari ini merupakan hari yang buruk baginya, Ardi pun akhirnya jatuh tertidur.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2