
Episode #34
Asyifa dan Amar segera ke meja kerja pak Hamdan, mereka segera menonton video CCTV yang menampilkan Ardi dan pengacara kondang tersebut, kualitas gambar dan suara video itu sangat jelas dan jernih, benar benar cctv yang sangat berkualitas.
Dari cctv nampak pak HAMDAN sedang memeriksa beberapa berkas, kemudian terdengar sebuah ketukan pintu, pak HAMDAN kemudian menyuruh masuk.
Ardi langsung masuk kedalam ruangan tersebut, pak HAMDAN nampak mengeryitkan dahinya, tak pernah dia menduga, bahwa sosok yang ingin dia habisi berdiri tegak di hadapannya, tetapi amarah itu bisa di sembunyikan dengan baik oleh pak HAMDAN.
Pak HAMDAN segera berdiri dan mempersilahkan Ardi untuk duduk di sofa yang terdapat di ruang kerja tersebut.
" Apa ada hal yang bisa saya bantu lagi pak ARDIANSYAH? pak HAMDAN langsung ke pokok permasalahan, dia tidak ingin menghabiskan banyak waktu dengan laki laki yang tidak bertanggungjawab ini,
" Hmm, Hmmm," ardi sengaja berdehem, dia terlihat kehausan, dia sengaja memberikan kode, agar pak HAMDAN peka untuk memberikan minuman.
Sayangnya pak HAMDAN cuek dan tidak mengerti kode tersebut.
"Saya memiliki sebuah kabar yang penting pak," ungkap Ardi langsung berterus terang, gurat wajahnya menunjukkan keseriusan tidak ada senyum di sana.
" Kabar penting,?" pak HAMDAN segera menunjukkan keseriusan dengan berita yang akan Ardi sampaikan, nampak orang tua itu menebak banyak hal.
"Ardi yang merasakan ketertarikan orang tua itu seketika melengkungkan garis bibirnya.
Pak HAMDAN sempat melihat sekilas senyum Ardi, dalam hati dia mencibir, ' tipu daya apalagi yang akan kau gunakan, anak muda?"
Ardi menarik nafasnya dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi, dia berujar, " Asyifa kemungkinan masih hidup pak! tegas laki laki itu.
Pak HAMDAN awalnya sangat terkejut, tapi dia sangat ahli dalam menyembunyikan emosi dan ekspresi wajah, orang tua itu nampak menelisik perkataan Ardi, tetapi tidak menemukan nada janggal dari pernyataan tersebut.
Ardi mulai gelisah, ketika pak HAMDAN tak menunjukkan emosi samasekali.
Pak HAMDAN melihat tindak tanduk Ardi yang terlihat canggung karena melihat dirinya tidak merespon apapun dengan pernyataan yang dia berikan.
__ADS_1
Akhirnya pak HAMDAN memutuskan untuk mengikuti permainan Ardi saat ini, sesekali dia juga butuh hiburan.
Dengan nada terkejut yang aslinya di buat buat di bumbui sedikit acting, ardi samasekali tidak bisa membedakannya, dengan mata yang berkaca-kaca dia berkata,. " Apa maksud anda pak ARDIANSYAH? Awalnya anda yang memberikan akta Kematian ibu Asyifa kepada saya, dan sekarang anda dengan yakinnya mengatakan bahwa ibu Asyifa masih hidup? Apakah setelah mengetahui tentang isi surat wasiat tersebut, tiba tiba ibu Asyifa mendadak jadi hidup kembali?
Ardi gelagapan dengan pernyataan dari pak HAMDAN, dia belum menyiapkan jawaban jika responnya seperti itu, jika di perhatikan dengan jelas ada beberapa keringat muncul di dahinya! jelas jelas ruangan itu ber AC."
"Bu,.. Bukan begitu maksud saya pak,!" Ardi terbata bata dalam menjelaskan maksudnya, " Saya tidak ada niat untuk mempermainkan firma hukum, apalagi anda sendiri,"
Belum selesai Ardi menjelaskan maksudnya, perkataannya telah di sela oleh pak HAMDAN,. " Jadi kenapa anda mengatakan seperti itu?"
Ardi pun menarik nafas perlahan, kemudian dia menceritakan pengalamannya, ketika dia menyelusuri kembali lokasi kecelakaan Asyifa dari jalur biasa dan bukan jalur tol, dia tidak sengaja singgah di sebuah angkringan malam, di sana dia mendapatkan informasi, bahwa beberapa bulan yang lalu, di sungai yang dekat angkringan itu di temukan mengambang seorang korban kecelakaan perempuan yang bertubuh gemuk, korban tersebut di selamatkan oleh salah satu pengunjung angkringan, dan langsung di bawa ke rumah sakit, dan ketika Ardi menanyakan lebih jauh tentang identitas penyelamat itu dan di mana perempuan itu di rawat, tidak ada seorangpun dari mereka yang memberikan jawaban.
" Jadi maksud anda Asyifa sebenarnya masih hidup saat ini, dan sekarang sedang bersembunyi? pak HAMDAN langsung menanyakan inti dari cerita tersebut.
" Saya berfikir seperti itu pak, Asyifa sebenarnya masih hidup, karena jasadnya tidak di temukan!" Ardi mengutarakan pendapatnya,. " Saya ingin bapak bekerja sama untuk mengecek atau mencari tahu tentang keberadaan Asyifa!" Ardi menambah, bagaimanapun dia membutuhkan bantuan orang orang pak HAMDAN untuk mencari keberadaan Asyifa.
Jika memang, Bu Asyifa masih hidup, kenapa hingga saat ini dia tidak menampakan diri? atau kenapa dia memilih untuk bersembunyi?" tanya pak HAMDAN ketus, dia masih jengkel dengan laki laki di hadapannya ini.
Pertanyaan itu langsung membuat Ardi bungkam, dia tidak mungkin menceritakan bagaimana kehidupan rumah tangganya bersama Asyifa kepada pengacara paruh baya tersebut.
Ardi hanya mengangguk seperti anak ayam yang sedang mematuk makanannya.
" Baiklah, saya akan mengerahkan orang orang saya untuk menyelusuri rumah sakit terdekat dengan sungai tersebut, semoga ada titik terang tentang Asyifa dan juga tentang sebab dari kecelakaan tersebut, ataukah ibu Asyifa memang murni kecelakaan ataukah ada motif percobaan pembunuhan," terang pak HAMDAN dengan wajah yang sangat serius, kemudian dia menambahkan,. " jika memang ada upaya untuk membunuh atau mencelakakan bu Asyifa, saya akan cari dan tuntut dia, untuk mendapatkan hukum'yang setimpal, kalau tidak hukum mati ya mungkin hukuman seumur hidup,"
Ardi meneguk ludahnya kasar, dia kehilangan kata kata, dia menyesal datang kesini, dan memberitahukan tentang rumor yang di dengarnya kemarin malam.
Melihat kegelisahan Ardi pak HAMDAN menambahkan, " Melihat rasa cinta yang luar biasa dari pak Ardi, saya harap kita bekerjasama untuk membuka kasus ini lagi dan membongkar pihak pihak yang ingin mencelakai ibu ASYIFA.
Ardi semakin pias, dia merutuki dirinya sendiri, yang terlalu gegabah untuk menemui pak HAMDAN, awalnya dia hanya ingin pak HAMDAN membantu dia untuk mencari tahu tentang keberadaan Asyifa, sehingga dia bisa menebus sedikit rasa bersalahnya pada istrinya itu, tidak di sangka, ternyata pak HAMDAN berusaha untuk memecahkan kasus ini, jika ini terbongkar Dia, Camilla sang pujaan hati, mamanya Ani, dan adiknya Ami, akan terseret dan akan tersandung kasus pembunuhan berencana, Belum lagi nanti akan terungkap kasus KDRT yang dilakukan, dan juga kasus perselingkuhan, Ardi memucat, kali ini dia benar-benar gegabah.
Pak HAMDAN memang memberikan waktu untuk Ardi berfikir, bahwa dia mengambil langkah yang salah kali ini.
__ADS_1
Ketika Ardi ingin berbicara, Sekretaris pak HAMDAN memberitahukan bahwa ada tuan muda AMAR SYAPUTRA ingin bertemu, tanpa menunggu lama pak HAMDAN mempersilahkan tamu tersebut.
Setelah sang sekretaris pergi, pak HAMDAN berdiri dan mengatakan, " Terima kasih atas informasinya, walaupun masih nampak simpang siur, kami akan berusaha mencari keberadaan ibu Asyifa, tolong kerjasamanya ya pak, saya tau anda adalah sosok suami yang begitu menyayangi istri, dan semua orang tau itu, mari pak, saya antar, saya masih ada janji setelah ini,"
Ardi hanya tersenyum dia kehilangan kata kata yang di atur oleh pak HAMDAN, ketika dia membuka pintu, dia melihat seorang perempuan muda yang sangat cantik dan lelaki yang begitu berwibawa, entah mengapa dia merasakan aura yang sangat familiar dari perempuan itu, dia ingin melihat sekali lagi, tetapi perempuan itu sudah berada di pelukan lelaki tersebut, diapun terus melangkah keluar dengan raut wajah yang penuh penyesalan.
Video pun berlanjut dengan pertemuan mereka bertiga, Asyifa menghentikan video tersebut, ada senyum tersirat di wajahnya, senyumnya begitu menawan, hingga membuat tuan muda AMAR SYAPUTRA kehilangan kata kata.
" Dari video tersebut, aku menyimpulkan, bahwa mereka takut jika sosok Asyifa muncul, aku akan meneror mereka, dan membuat mereka mengaku, sehingga bukti yang kita kumpulkan akan semakin kuat,' Asyifa memberikan ide.
" Beberapa bukti memang sudah berhasil TIM Paman dapatkan, terutama di hari kecelakaan itu, lihat ini,!" pak HAMDAN kemudian menunjukkan sebuah video di sebuah cafe, dimana dia dan Ami saudara iparnya sedang menikmati hidangan yang berakhir Asyifa salah membawa botol air minum kemasan.
"Dan Amar juga sudah mendapatkan hasil lab tentang keadaanmu waktu itu, " tambah pak HAMDAN.
Asyifa tidak menduga ada campur tangan Ami di sini, awalnya dia berfikir hanya ada Ardi dan Camilla.
" Dari hasil pemeriksaan di ketahui bahwa di dalam darahmu ada dua zat, yaitu obat tidur dosis tinggi, yang kemungkinan di bubuhi dalam botol air kemasan yang tertukar tersebut, dan juga ada zat lain yang berefek menggemukkan badan, badanmu berubah gemuk bukan karena pola makan atau gaya hidup, tetapi dari konsumsi obat tersebut!" jelas Amar membeberkan semuanya, di awal memang Amar tidak mengatakan apapun kepada Asyifa, karena dia ingin agar wanita itu fokus pada penyembuhan dan pemulihan dulu.
" Bagaimana kalian tau bahwa Ami terlibat?"
Pak HAMDAN menimpali, " Lihat setelah kau pergi, ada sedikit senyuman di wajahnya, walaupun hanya sebentar,"
Asyifa menonton kembali adegan itu," Benar sekali paman!" Awas mereka,!" geram Asyifa.
" Sekarang apa rencanamu,?" tanya Amar tidak sabar.
" Pertama, kita harus menghancurkan pion dulu, baru menyerang Raja dan Ratu ," tegas Asyifa, matanya berbinar, sinar yang penuh kebencian.
__ADS_1
\*\*\*\*\*