Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Moana dan Raya


__ADS_3

Episode #43


  Rebecca uring-uringan di kamarnya, dia memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya, setelah beberapa kali di tegur dengan pelatihnya, karena memainkan nada yang salah, pelatihan pun menyuruhnya untuk istirahat saja dan mencukupkan untuk latihan hari ini.


  Nora, ibunya memperhatikan dari jauh, dia merasa ada yang salah dengan anak perempuannya tersebut, bergegas dia beranjak ke kamar Rebecca.


   " Hai sweet heart, kamu kenapa?" Nora muncul di depan pintu kamar Rebecca.


  Rebecca yang sedang berbaring segera duduk di tempat tidurnya, dia menatap Nora dengan tatapan berbeda.


  Nora pun masuk kedalam kamar, dia duduk di sebelah Rebecca, Dia mengelus rambut anak perempuannya dengan lembut, " Kau kenapa sayang? apa ada yang membebani pikiranmu?"


  Tak menjawab tapi Rebecca menyodorkan ponselnya kepada ibunya, " Mama bisa lihat sendiri!"


  Nora segera mengambil ponsel tersebut, ada beberapa foto dan video yang di kirimkan ke nomor Rebecca, sebelum membuka foto dan video itu, Nora melihat siapa yang mengirim, Natasha Barnes?"


  Rebecca mengangguk," Ya, Dia anak perempuan dari William Barnes, Raja properti dari Manchester, kalau mama ingat, Natasha pernah beberapa kali main ke mansion ini,"


  Nora mengingat sosok Natasha, Dia wanita campuran Inggris dan Jepang, secara fisik dia lebih banyak mengambil gen dari ibunya.


  Kemudian Nora membuka pesan yang di kirim oleh Natasha.


  Dalam video tersebut, edhena bersama Alice membawa Molly ke Harrods, pusat perbelanjaan terbesar di Eropa, yang terletak di kota London, video tersebut juga menampilkan jika edhena membelikan banyak barang barang mewah di sana, mulai dari, pakaian, perhiasan, kosmetik, tas, dan sepatu untuk Molly.


  Nora memegang dadanya yang tiba tiba kehabisan nafas, terlebih lagi ketika dia membaca pesan di bawah foto tersebut, " Bukankah itu edhena? kepala pelayan di mansion mu?, siapa gadis cantik yang di bawanya kesini?"


  Hingga saat ini Rebecca tidak menjawab pesan tersebut, dia hanya mengirimkan emot senyum.


  " Jadi, kakekmu bebar benar memperlakukannya sebagai cucunya? Seorang putri dari mansion Jhonson? Nora terlihat tidak menerima kenyataan tersebut.


  " Mami, Aku tidak mau dia mengambil semua perhatian sebagai putri di kediaman Jhonson,..aku tidak mau,... Rebecca merengek kepada Nora.


   Nora hanya bisa menghela nafasnya, " Mami tidak akan membiarkan hal itu terjadi sweet heart, sejauh ini mami telah berhasil menyingkirkan Moana dan Raya, dari mansion ini, agar kau terlihat bersinar, jadi Molly hanya serpihan debu saja, tidak usah kau khawatirkan!"


" Benarkah itu mami?" Rebecca meminta kepastian, dia menatap ibunya dengan bola mata yang bersinar.


  Nora mengangguk," Lagi pula kau bisa melihat dirimu sendiri? Apa kau sebanding dengannya? Anak itu jelas jelas tidak bisa bersaing denganmu, terlebih lagi, sejak kecil kamu sudah hidup di lingkungan kalangan atas, kamu cantik, seorang pianis terkenal, Dibandingkan dengan dia, apa yang bisa membuat dia bisa lebih unggul dari kamu?"

__ADS_1


  Rebecca menjad sumringah," Mami benar,! Kenapa aku harus insecure dengan Molly gadis gak jelas itu!"


  Nora mengelus kembali rambut anak semata wayangnya tersebut," Mami dengar, kakekmu akan mengadakan acara penyambutan Molly, banyak anggota bangsawan yang di undang termasuk beberapa anggota keluarga kerajaan, ingat, kau bisa mempermalukan Molly di sana!"


  Rebecca tertawa," Ha ha!"


Nora hanya menggelengkan kepalanya pelan, melihat tingkah putrinya.


  " Ingat, jika kau berencana menjalankan rencanamu, lakukan dengan elegan, jangan sampai orang lain menyadari bahwa semua ini adalah rencanamu, orang yang hadir bukanlah orang sembarangan yang mudah di hasut, mereka memiliki pemikirannya sendiri," Nora mengingatkan.


  "Iya,. Iya!" Rebecca menganggukkan kepalanya dua kali," Aku mengerti mami!"


  " Bagus, itu baru namanya anak mami!" Nora mencubit pipinya lembut.


  " Mami, apakah Amar akan datang juga?" Rebecca bertanya malu malu, dia sudah mengirimkan undangan makan malam, tapi belum ada balasan hingga saat ini.


  " Sepertinya iya, ingat, kepala keluarga Stewart sahabat kakekmu sejak jaman perang, setiap ada acara keluarga, kakekmu selalu mengundangnya, dan dia akan berusaha untuk datang, meskipun kadang Hanya Elysa yang datang menggantikannya, jika dia sedang berhalangan, Bisa saja kali ini dia meminta Amar untuk datang!" Nora menjelaskan.


  Pipi Rebecca bersemu merah, membayangkan hal itu, jantungnya berdenyut dua kali lebih cepat.


  "He he!" Nora terkekeh melihat pipi Rebecca yang bersemu merah," Sepertinya kau jatuh cinta dengan sosok bernama Amar itu!" Nora menggoda Rebecca.


   Sementara itu di salah satu pemukiman elit di kota London, Cottesmore Gardens.


  " Moana, Raya,..!" Selena memanggil kedua anaknya, " Makan malam sudah siap!"


  Moana dan Raya pun keluar dari kamarnya masing masing, keduanya langsung menuju meja makan.


  " Baunya harum sekali, Daging panggang buatan mama selalu nomor satu!" Raya mengisi piringnya dengan kentang rebus, kubis dan Daging panggang.


  " Apa kau baru meminum madu? Mulutmu manis sekali!" Selena menjawil dagu Putri bungsunya tersebut.


  " He he!" Raya hanya terkekeh.


  Moana tidak banyak bicara, dia hanya mengisi piringnya dengan , kentang, kubis dan tofu.


  Selena mengerutkan dahinya," Apa kau sedang diet Moana?" tanyanya ketika anak sulungnya tidak mengambil daging panggang.

__ADS_1


Raya langsung menjawab" Dia sedang taruhan dengan teman kerjanya, ma, Mereka sedang taruhan, siapa yang paling lama menjadi vegetarian!"


" Wow!, itu taruhan yang sangat bagus!" Selena mengutarakan pendapatnya," Setidaknya tubuhmu lebih sehat!"


Ketiganya melanjutkan makan malam, sesekali gelak tawa terdengar, Raya selalu menceritakan lelucon, perihal rekan kerjanya yang sangat unik.


" Omong omong, tadi Alice kemari!" Selena membuka obrolan.


Baik Raya maupun Moana menghentikan sendoknya, mereka menunggu ibunya melanjutkan pembicaraan.


" Dia membawakan kalian satu set gaun indah, lengkap dengan perhiasan dan aksesorisnya!" Selena memasukkan daging panggang ke mulutnya.


Untuk beberapa saat Moana dan Raya saling berpandangan.


" Ada acara apa, sehingga kakek mengirimkan barang barang seperti itu?" Moana bertanya kritis.


" Acara penyambutan Molly, anak dari bibimu, lady!"


Moana menjatuhkan sendoknya, ketika mendengar dua kata terakhir, " bibi Lady? apa Maksud mama bibi Lady sudah kembali?" suara Moana bergetar, sebagai anak tertua dari Darren, Dia masih ingat dengan jelas, Bagaimana lembutnya sang bibi ketika bersamanya, bibi Lady adalah perempuan yang baik dan hangat, jika dia di tanya, Siapa sosok perempuan yang paling dia cintai selain mamanya dan adik perempuannya, jawabannya adalah Lady, adik dari papanya yang sudah menghilang selama hampir tiga puluh tahun.


Selena menyesap minumannya Sebelum dia menjawab" Alice tidak menjelaskan banyak hal, bagaimanapun dia hanya seorang pelayan, dari informasi yang tersebar di keluarga Jhonson, Molly adalah benar, keponakan ayahmu, mereka sudah melakukan tes DNA, dan hasilnya cukup mengejutkan, hasil tes DNA nya cocok, sementara itu, bibimu Lady, dia sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu!"


" Uhuk,.. Uhuk,.." Moana tersedak, dia tidak menyangka bahwa sang bibi tercinta sudah tiada, air matanya pun jatuh begitu saja.


Raya berusaha menenangkan Moana, dia memang tidak memiliki banyak ingatan dengan Lady, Dirinya masih bayi, ketika lady memutuskan untuk pergi dari mansion.


" Bagaimana, Apa kalian akan datang kesana?" Tanya Selena, " Kalian harus pergi, sudah beberapa kali kakek kalian mengundang kalian ketika ada acara keluarga, tapi kalian tidak mau pergi, bagaimanapun kalian adalah keluarga Jhonson, salah satu keluarga bangsawan, Aku dengar, banyak juga anggota kerajaan di undang!"


" Benarkah?" Raya terlihat sangat antusias, Dia memang sedang naksir dengan salah seorang anggota kerajaan.


" Benar, Alice sendiri yang mengatakan seperti itu, Dari undangan yang sudah di sebar, dia mengatakan beberapa nama besar, seperti, keluarga Stewart, Jenkins, Perry, Russell dan Griffin!" Selena menjelaskan lebih jauh.


" Sepertinya kakek sangat menyambut cucunya kali ini, entah bagaimana perasaan Rebecca dan nenek sihir itu, Nora!' Moana mencebik.


" Aku bisa membayangkan wajahnya yang jelek, karena perasaan cemburu,Ha ha!" Raya tergelak membayangkan wajah Rebecca yang tertekuk.


" Sudahlah, Bagaimanapun Rebecca adalah adik kalian!" Selena segera menghabiskan makan malamnya.

__ADS_1


Kedua saudara itu mencebik, pandangan mereka beradu, seolah mengatakan," Siapa juga yang sudi bersaudara dengan gadis manja itu!"


****


__ADS_2