Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Charlie di mutasi


__ADS_3

Episode #23


  Di lain tempat, Asyifa membuat janji dengan Angga.


     " Sudah lama menunggu, Syif?" tanya Angga yang baru memasuki sebuah ruang pribadi restoran yang tak jauh dari Kusuma tower.


   Asyifa melihat arloji," Tidak buruk, kamu terlambat lima menit.


  " Ha ha ha!" Angga tertawa, " Kau tak pernah berubah, kau selalu mengatakan bahwa aku selalu terlambat, bahkan jika aku datangnya on time.


  Hubungan Angga dan Asyifa, sudah kembali hangat seperti masa kecil mereka, terlepas dari perbuatan kakeknya, Angga juga sebenarnya korban keegoisan kakeknya Wijaya Kusuma.


     Keduanya memesan makanan, obrolan ringan pun mengalir begitu saja, mereka lebih banyak mengenang kenakalan di masa kecil mereka, Angga juga memberitahukan perihal lamarannya yang akan di laksanakan dalam waktu dekat, dan meminta Asyifa untuk datang.


   Keduanya makan dengan lahap, setelah perut keduanya telah terisi, Asyifa langsung mengutarakan maksud dan tujuannya mengajak Angga makan siang.


  " Begini!" Asyifa menghela nafas sejenak, sebelum dia melanjutkan bicaranya.


   Angga memandang dengan penuh perhatian, dia tahu Asyifa mengajaknya bertemu karena ada sesuatu yang penting.


    " Ini!" Asyifa merogoh tasnya dan menyerahkan sebuah foto lawas, " Apa kau kenal, sosok perempuan yang ada di tengah?"


  Angga mengambil foto itu, dan memperhatikannya lebih detail," Aku kenal, Ada beberapa fotonya di album tua di mansion, nama perempuan itu adalah Indah.


  Angga pun mulai menjelaskan hubungan ketiga orang dalam foto itu.


  ***


   Dua hari sebelum pertunangan Angga Kusuma dengan Carrey Ramos.


     Video yang di ambil oleh mahasiswa di ruangan Carrey, sontak tersebar dan menjadi viral, banyak yang memuji sikap Carrey dan menghujat Janeta Surya.


    " Gak nyangka ya! ternyata perempuan seanggun Janeta Surya bisa bertingkah tak tahu malu seperti itu?"


     " Setidaknya Janeta Surya tegas dan berpendirian, gak seperti pelakor yang berkeliaran di luar sana, yang memiliki dengan diam diam!"


  " Untung belum nikah, coba kalau sudah, ungkapan pelakor lebih galak dari istri sah, sudah keluar dari tadi!"


    " Mbak Janeta, sama Aku saja?"


Akun Instagram Janeta Surya juga ramai di serbu para warganet, mereka menyayangkan sikap wanita cantik tersebut, Janeta bahkan menonaktifkan kolom komentar.


  Sementara itu di mansion keluarga Kusuma, tepatnya di galeri lukis Rio.


  " Lihat deh, pah!" Rio yang sedang melukis seketika Berhenti menyoret kanvasnya ketika Helena menyodorkan video yang sedang viral.


   " Ha ha ha!" Rio yang biasanya hanya tersenyum, sekedar hanya menampakkan gigi, kini tertawa terbahak bahak, dia tidak menyangka bahwa ada keluarga Surya yang berpikiran sempit, seperti Janeta.

__ADS_1


   " Untung calon menantu kita hebat ya mah, sekarang papa semakin yakin bahwa nyonya muda Kusuma layak di sandangnya!"


     Helena mengangguk, dari awal dia memang sudah cukup puas dengan calon menantunya itu, Aku juga berpikiran sama pah, hanya yang Aku pikirkan sekarang, Janeta Surya yang notabenenya adalah orang luar, bagaimana bisa tahu bahwa Angga dan Carrey akan bertunangan? Bukankah hanya keluar kedua belah pihak yang tahu?" Helena menopang dagunya dengan tangan kanannya.


    " Kamu terlalu banyak menebak mah, siapa lagi kalau bukan orang dalam?" Rio menaikkan sebelah alisnya.


     " Oops!" Helena menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, " Oh, aku hampir melupakan mereka!"kemudian Helena tertawa, dia sudah tahu siapa yang di maksud suaminya.


      Sementara itu di tower Kusuma group.


    Angga terkikik geli menonton video antara Carrey Ramos dan Janeta Surya, yang memperebutkan dirinya, dia tak pernah tahu jika Carrey memiliki sikap yang begitu tegas, selama ini Angga hanya melihat sisu Li lembut Carrey yang seperti mamanya, Helena.


    Angga pun segera menelpon Carrey, dia ingin menggodanya.


     "Tuutt! Tuutt! Tuutt!" panggilan tersambung.


     " Iya, Ga, Ada perlu apa?" Carrey yang sedang membuat materi pelajaran menjawab teleponnya.


  " Udah mau nikah, panggilnya tetap saja nama! Hufft! sekali kali panggil dengan sebutan, sweetie, Darling, Cinta, sayang, atau yang lebih romantis! He he he!"


   carrey yang di seberang mengeryitkan dahinya, dia melihat kembali kontak yang menghubunginya," Bener kok, ini orangnya, Tapi kenapa tingkahnya jadi aneh?"pikir Carrey.


     " Kamu kesambet di mana? Gak biasanya kamu mau panggilan seperti itu?"Carrey bertanya sambil jarinya menari di atas keyboard laptop miliknya.


  " Aku gak kesambet sayang? Aku hanya terpikat dengan pesona mu!" Angga semakin menggoda Carrey.


     carrey menutup telponnya, dia menarik nafasnya sebentar, dan menenangkan dirinya, jantungnya masih berdebar," Angga sialan! Dia pasti hanya mengerjai ku saja!" Dengusnya, senyum di wajahnya tak bisa di sembunyikan, Hatinya merasa hangat.


     Sementara itu di tower Kusuma.


 " Ha ha ha!" Angga tak bisa menahan tawanya," Carrey,... Carrey,...! Kamu sudah lulusan S2 masih saja pemalu jika menyangkut urusan asmara, bikin gemes aja!"


  Ajudan Angga, hanya menggeleng geleng kan kepalanya, melihat Angga senyum senyum sendiri, "kewibawaannya yang dia bangun selama ini akan runtuh seketika, jika hal ini terlihat oleh orang lain!"


   " Seno!" panggil Angga, setelah dia mengendalikan dirinya agar tidak tertawa.


     Seno yang berada di depan pintu seketika langsung menghampiri Angga," Saya, tuan muda!"


   " Tolong kamu hapus, video perdebatan antara Janeta Surya dan Carrey Ramos, oh ya, apa kamu sudah mencari tahu, bagaimana keadaan Janeta Surya pasca beredarnya video itu?"


   " Setahu saya, Janeta langsung di undang oleh keluarganya, dan sekarang dia tidak boleh keluar rumah selama satu tahun mendatang, dia juga sudah membuat video permohonan maaf pada Carrey Ramos, di semua Akun media sosial miliknya!" Lapor seno pada tuan muda Angga Kusuma.


  " Baiklah kalau begitu, Kamu bisa membebaskan perusahaan mereka, saat ini, ini akan jadi pelajaran, buat keluarga yang lain juga, siapa saja yang berani mengusik Calon nyonya muda Kusuma," Angga memberikan perintah, " Oh ya, perintahkan HRD untuk memindahkan Charlie ke perusahaan cabang yang ada di Ambon, Dia akan memulai karirnya di sana, sebagai kepala perusahaan di sana!"


  " Baiklah tuan muda, saya akan mengurus semuanya!"


   Dua jam kemudian, Charlie yang baru selesai meeting dengan seorang klien, langsung bergegas ke ruangannya.

__ADS_1


    Charlie merasa lelah, dan memutuskan untuk keluar kantor sebentar, baru hendak meninggalkan meja, ekor matanya menangkap sebuah amplop putih, karena penasaran dia membukanya.


  " Aaargh!" Charlie berteriak," Berani beraninya mereka memindahkan ku ke Maluku! Siapa yang jadi dalang di sini?" Charlie merasa marah, dan wajahnya sudah memerah, Dengan meremukkan kertas itu dia segera menuju ke ruangan HRD.


  Semua staff di HRD, merasa ketakutan, ketika Charlie lewat dengan suasana hati yang sangat buruk, tak bisa mereka pungkiri, jika nyali mereka sedikit ciut, Bagaimanapun, Charlie adalah seorang anggota keluarga inti keluarga Kusuma.


     Charlie mengabaikan semua sraff itu, dan segera menerobos ke ruangan HRD, di sana, Charlie langsung melemparkan remukan surat mutasi kerja itu, ke hadapan Hadi, menejer HRD.


    " Apa apaan kamu? Kenapa kamu pindahkan saya ke Ambon? Apa kamu masih ingin di perusahaan ini, Hah?" tangan Charlie melengkung, membentuk segitiga di pinggangnya.


Walaupun Hadi sudah menebak akan hal ini, nyatanya dia masih gemetaran juga.


" Ma,.. Maafkan saya Pak Charlie!" tangan Hadi membentuk segitiga di depan dadanya, " Pak Charlie,... Saya hanya menjalankan perintah dari tuan muda Angga Kusuma! Dia ingin pak Charlie mengurus di perusahaan cabang di sana, jika memang pak Charlie ingin mengajukan keberatan, bapak bisa mendiskusikannya dengan tuan muda Angga Kusuma!" Hadi berkata lirih.


" Tidak berguna!" Charlie segera berlalu dari ruang kepala HRD.


" Blang!" Charlie membanting pintu.


Hadi mengambil nafas lega," Biarlah, itu menjadi urusan keluarga mereka! Aku tak akan ikut campur!"


Semua staff yang ada di sana hanya bisa diam dan menundukkan wajah mereka, seolah tidak melihat dan mendengar apapun.


Charlie melewati mereka dengan acuh tak acuh.


Charlie langsung menuju ke ruangan tuan besar Wijaya Kusuma.


Tuan besar Wijaya Kusuma, yang sedang memandang gedung pencakar langit, dari jendela kantornya, di kaget kan oleh asistennya.


" Kamu, mengagetkan ku saja!" Wijaya Kusuma menyalahkan asistennya, padahal jelas jelas dia sendiri yang sedang melamun. " Ada apa?"


" Tuan Charlie sedang ada di depan, dia ingin bertemu dengan tuan!"pengawal itu mengatakan apa yang sedang terjadi.


" Charlie? Untuk apa di sini? Sudah, suruh masuk saja dulu!"


" Baik!" sahut pengawal, dan langsung beranjak ke depan pintu, menemui Charlie yang masih ada di depan pintu.


" Silahkan tuan, tuan besar Wijaya Kusuma telah menunggu!"


Charlie langsung masuk tanpa mengucapkan terima kasih.


" Kakek! Kakek harus memberitahuku kali ini, Angga memindahkan ku ke Ambon, untuk mengurus perusahaan cabang di sana, kakek bantu aku, Aku tak ingin kesana!"Charlie berbicara sambil berlutut padanya.


Hal yang tidak di sukai oleh Wijaya Kusuma adalah, berlutut pada orang lain, awalnya dia akan membantu Charlie untuk berbicara pada Angga, namun melihat sikap Charlie yang seperti ini, niat tersebut di urungkan.


" Aku tak bisa membantumu, semua keputusan sekarang ada di tangannya, sekarang dialah sebenarnya kepala keluarga Kusuma, Aku sudah waktunya pensiun, jadi, jika dia mengirimmu ke Maluku, itu artinya dia percaya pada kemampuanmu!" Wijaya Kusuma pun akhirnya membalikan kursinya, dan melanjutkan memandang gedung pencakar langit di hadapannya saat ini.


Charlie kehabisan kata kata, Dia tahu bahwa dia telah menyinggung Angga, " Mau tak mau, aku harus menerima, bagaimanapun ini lebih baik di bandingkan Tamara!" Charlie masih berusaha berpikir positif, " Seharusnya aku tak menyuruh Janeta Surya menemui Carrey Ramos,!" Gumamnya penuh penyesalan.

__ADS_1


****


__ADS_2