Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kerinduan Asyifa


__ADS_3

Episode #18. Di hari yang sama dengan waktu yang berbeda.


    Jika Angga sedang sibuk dengan keluarga Carrey, Amar di sibukkan dengan kegiatan barunya, mengurus kuda di salah satu peternakan di pinggiran kota London, peternakan itu adalah milik keluarganya, dan Amar adalah seorang pengurusnya.


    Setelah mengajak kudanya berkeliling, seseorang menyambutnya di kandang kuda, kemudian Amar menyerahkan kudanya kepada salah seorang pekerja di sana, untuk segera di masukan ke kandang kuda.


    "Kemampuan berkuda mu semakin pesat, kemungkinan kau akan menang jika ikut bertanding!" sosok itu berjalan menuju ke arah Amar.


  " Kau memujiku terlalu tinggi, Glenn,, terlebih lagi aku tidak tertarik dengan berbagai pertandingan, bagiku ini hanya sekedar hobi, omong omong, darimana kau tahu aku ada di sini?" kemudian Amar mengajaknya ke sebuah kantin yang ada di sana.


    Keduanya melangkah semakin jauh dari kandang kuda.


  Peternakan milik keluarga Stewart adalah peternakan yang di tujukan untuk edukasi dan amal, jadi, setiap hari libur, banyak keluarga yang membawa anaknya bermain di sini, oleh karena itu peternakan ini sudah memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang kemampuan para pengunjung.


   Setelah melewati kandang sapi dan babi, keduanya pun tiba di sebuah kantin yang sekaligus pusat oleh oleh di sana, kedua lelaki tampan tersebut langsung duduk dan memesan minuman kepada pelayan di sana.


  "Aku berkunjung ke mansion keluargamu dan bertemu dengan bibi Elysa, dia yang mengatakan bahwa kau sedang di sini!"


    Amar mengangguk, mamanya memang selalu memberikan info apapun kepada Glenn Yaw, tanpa menanyakan dia terlebih dahulu, jika itu bukan Glenn, mamanya akan menelponnya Terlebih dahulu.


  " Mama dari dulu memang tak pernah menyembunyikan apapun darimu, entah bagaimana kau bisa melakukannya!"Amar membuka topinya dan meletakkannya di atas meja.


     "Dia ke kantorku! Dia mencarimu!"Glenn Yaw membuka obrolan, dia langsung ke intinya, dia tak suka berbasa-basi.


   Ada rasa senang menjalar dalam hati Amar, " Ternyata Asyifa memikirkan ku, dia mencariku!" pekik Amar dalam hatinya.


    " Apa yang kalian bicarakan?" Amar sungguh tidak sabar mendengar bagaimana Asyifa mencarinya kesana Kemari, hingga akhirnya memutuskan menemui Glenn Yaw, yang perempuan itu kenal hanya sebatas nama.


   " Dia tak menanyakan apapun, Dia hanya bertanya tentang mu, Dia hanya mengucapkan satu kalimat," Dimana Amar?"Glenn Yaw mulai membakar rokoknya.


  Amar masih diam beberapa saat, Dia menunggu Glenn Yaw melanjutkan ceritanya, tetapi setelah menunggu beberapa waktu, Glenn Yaw malah tidak melanjutkan ceritanya.


   " Apa jawabanmu?" Amar mendesak Glenn Yaw untuk menjawab secepatnya.


     " Aku sudah membongkar semuanya padanya, semuanya," ada jeda sejenak, " termasuk perjodohan mu!"


   Amar terdiam, dia masih belum berkomentar.


  " Seperti yang kau duga, dia sangat tenang Bagaikan air, sayangnya, bola matanya menyiratkan perasaan yang rumit, Aku bisa melihat, jika Perjuanganmu dua tahun ini, tidaklah sia sia!" Glenn Yaw menghembuskan asap rokok dari dalam hidungnya.


   " Dari gestur tubuhnya, sepertinya Dia akan menyusulmu ke London," Glenn Yaw menambahkan," Aku melihat ada tekad kuat di matanya,"


  Mendengar pujaan hatinya akan menyusul ke London, Binar mata bahagia dan kerinduan nampak jelas di matanya, Amar kemudian menepisnya, ketika bayangan kakeknya mampir," Aku yang sekarang bingung, harus bersikap seperti apa!"


  Kemudian Amar merubah posisi duduknya, " Aku sudah membicarakannya dengan orang tua itu, dan dia berkata, bahwa sekarang, Aku yang akan membatalkannya sendiri, tanpa memberikan dampak apapun kepada keluarga Stewart, Dia menyarankan padaku, untuk membicarakan ini baik baik pada calon Tunanganku itu!" Amar menekan kata Tunanganku.


  " Menurutku, apa yang di katakan kakekmu itu benar, dengan membicarakan hal ini dari pihak kalian berdua, para tetua juga akan memahaminya, jadi tidak ada yang tersakiti, jika kalian berdua setuju untuk membatalkan perjodohan itu!" Glenn Yaw, mengeluarkan pendapatnya.

__ADS_1


    " Ya,..... Saran itu sangat baik, Aku juga setuju!" Amar menganggukkan kepalanya, " Hanya saja permasalahannya adalah, siapa cucu tuan Jhonson yang menjadi Tunanganku?"


  Glenn Yaw menyilang kan kedua kakinya," Gampang, tinggal kau selidiki saja tentang cucu cucunya, Gampang kan? trus, permasalahannya di mana?"


Glenn Yaw menghisap rokoknya kembali.


  Amar sontak melempar korek api yang ada di meja, " Mulutmu gampang sekali berbicara, ingat, keluarga yang kita bicarakan itu adalah keluarga bangsawan, bukan keluarga biasa!"


Glenn Yaw menangkap korek api tersebut, sehingga gagal mengenai dirinya.


" Kau kan tahu sendiri, Bagaimana menyelidiki keluarga bangsawan, mereka sangat pintar bersembunyi, mencari mereka sama dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami, sangat susah dan hanya membuang buang waktu, kecuali ada keluarga kerajaan berkunjung kepada keluarga bangsawan secara resmi, barulah keluarga bangsawan muncul satu persatu,"


"Menurutmu, apakah aku harus mengundang keluarga kerajaan, untuk berkunjung ke kediaman tuan Jhonson?" Amar menanyakan pertanyaan yang sudah tidak membutuhkan jawaban.


" Mengundang keluarga kerajaan? memangnya sehebat apa sosok Amar syaputra di kota besar London?"


Glenn Yaw menangkap dengan tekanannya," Hey, itu hanya saran!"


"Saran kepalamu!" umpat Amar, " pokoknya kau harus mencari tahu, tentang keberadaan cucu cucu tuan Jhonson,"


Glenn Yaw hanya menghela nafas," Apakah aku bisa mengajukan penolakan?"


Amar segera melayangkan tatapan tajamnya.


Glenn Yaw hanya menundukkan kepalanya, seolah tatapan itu mengatakan," Aku tak pernah menerima penolakan, apapun alasannya!"


Glenn Yaw hanya bisa menelan ludahnya, untuk sesaat dia menyesal berada di peternakan ini.


***


Sementara itu, di Jakarta, di apartemen Asyifa.


Setelah latihan listening, yang membosankan, Ferdinand hanya bisa mengeluh," Hasilnya mengecewakan Nona Bos, kurang sedikit lagi dapat skor enam,",


" Semangat dan sabar, inikan persyaratan dari kampusnya, jadi harus di penuhin!" kemudian Asyifa mematikan speaker yang mereka gunakan untuk latihan listening IELTS.


" Bu Boss benar!" Ferdinand merapikan kembali kertas latihannya.


Asyifa hanya tersenyum melihat semangat Ferdinand.


" Oh ya, Bu Boss, perintah Bu Boss untuk menyelidiki Ovan dan komunitasnya sudah mendapatkan hasil dan bukti!"


" Oh ya?" Asyifa hampir saja melupakan kasus keterlibatan Camilla.


" Camilla dan beberapa kawannya menjaring, atau lebih tepatnya, menjebak beberapa orang yang memiliki paras rupawan, untuk menguras keuangan korban yang sudah mereka targetkan!"


Asyifa mengeryitkan keningnya," Bagaimana maksudmu? Aku kurang mengerti!"

__ADS_1


" Jadi begini Bu Boss, Camilla dan komunitasnya memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan dengan bunga yang sangat tinggi, jika orang itu tidak mampu membayar hutang, akan mereka pekerjakan untuk mendekati orang orang kaya, dan menipu mereka, setelah itu, mereka akan mentransfer uangnya ke rekening khusus yang di kelola oleh group itu," Ferdinand menjelaskan lebih lanjut.


" Aku masih kurang mengerti, Hal seperti itu, bukannya jatuhnya seperti perdagangan manusia, ya?"Asyifa bertanya serius.


" Kalau masalah seperti itu, aku kurang paham,Bu Boss, bisa di bilang perdagangan manusia bisa juga tidak, hal yang pasti adalah, mereka di pekerjakan dengan paksa, pihak Camilla memegang kartu as dari masing masing pekerjanya, jika mereka tidak mau, mereka di ancam," jelas Ferdinand.


" Bisa berikan contohnya?"


" Bisa, Bu Bos!" Ferdinand meminum seteguk air sebelum melanjutkan," Contoh yang paling nyata adalah Ovan, mahasiswa keturunan turki, awalnya Ovan adalah pemuda baik baik, Bu Boss masih ingat dengan Ovan, bukan?"


" Selingkuhannya Ami, bukan?"


" Betul sekali, selingkuhannya Ami, Ovan waktu itu masuk rumah sakit, dan butuh banyak biaya, sedangkan dia adalah mahasiswa miskin, dan tak ingin merepotkan ibunya, jadi seseorang mengenalkannya kepada salah seorang kenalan Camilla, dan terjadilah kontrak hutang piutang, setelah keluar rumah sakit, Ovan tak mampu untuk membayar hutangnya, sehingga dia di pekerjakan jadi Boneka penguras uang, caranya bisa seperti Michael yang menipu Melinda, atau Ovan yang jadi selingkuhan Ami, uang yang mereka dapatkan, sepenuhnya di berikan kepada kelompok itu!" Ferdinand menggelengkan kepalanya," Secara tidak langsung, mereka juga adalah korban!"


" Ya, aku mengerti, trus Bagaimana dengan para korban penipuan? apakah ada yang mau melapor?" Asyifa bertanya penasaran.


Ferdinand menggeleng tegas," Tidak ada dari mereka yang mau melapor, bagi mereka, hal ini adalah aib, jika mereka melapor mereka hanya jadi bahan tertawaan di lingkungannya, jadi, semuanya memutuskan untuk mendiamkan kasus ini!"


Asyifa mengerucutkan bibirnya," Sayang sekali! tapi keputusan mereka mudah di mengerti, mereka akan menjadi lelucon, karena dengan mudahnya di tipu oleh orang lain!"


" Menurutmu, bagaimana caranya, untuk menjebloskan Camilla lebih jauh lagi?" Asyifa menaikan alisnya.


" Aku sudah menyuruh Ovan untuk mengumpulkan bukti selama ini, jadi, dia dan beberapa orang yang di jadikan boneka penguras uang dalam waktu dekat akan melaporkan hal ini ke polisi!"


" Baguslah, kamu bantu mereka, kalau perlu, kamu arahkan ke kilau hukum, Om Hamdan Hutapea akan membantu mereka menangani kasus ini!"


" Rencananya lusa, group itu akan melapor ke pihak kepolisian, Ovan dan kawan kawannya sedang mencari bukti yang paling akurat!" Ferdinand menjelaskan lebih lanjut.


" Baiklah, ketika mereka akan melaporkan kasus ini, tolong hubungi aku, Aku ingin kesana bersama mereka, sekaligus ingin mengunjungi sahabat lama!" Asyifa melengkungkan bibirnya.


Ferdinand menggelengkan kepalanya, dia sudah paham, siapa sahabat lama yang di maksud Bu Boss nya, siapa lagi kalau bukan Camilla.


Tak berapa lama, Ferdinand pun pamit pulang, dia mengantarkan Hanya sampai depan pintu, setelah kepergian mantan asistennya tersebut, suasana hening kembali, Asyifa berjalan ke arah balkon dan duduk di sana, dia melihat gemerlapnya ibukota sambil memikirkan Amar, di balkon ini, Amar dan dia sering makan malam bersama, " Entah apa yang di lakukan Mr Teddy Bear di sana?"


Tes!


Asyifa tak mampu menahan kerinduan di dalam hatinya.


Sementara, belasan ribuan kilometer, Amar tiba tiba bersin.


" Hatsyi! " Hatsyi!"


" Ini sudah memasuki musim gugur, seharusnya tubuh tropismu itu memakai jaket atau mantel kemana mana!" Glenn Yaw menasehati.


" Kau persis seperti ibuku, cerewet!" dengus Amar kesal.


Glenn Yaw kehilangan kata-kata.

__ADS_1


****


__ADS_2