Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Ketakutan Ardi


__ADS_3

Episode #104


  Ardy bergegas menuju apartemen Camilla, semenjak pulang dari Bangkok ibukota Thailand, mereka belum bertemu muka, kesibukan Ardi akhir akhir ini begitu menyita waktunya, maklum saja ini akhir tahun, banyak laporan yang harus di periksa, walaupun begitu, mereka tetap saling menghubungi dan terkadang video call, untuk meredakan rasa rindu keduanya.


Camilla akhir akhir ini memang tidak memiliki kesibukan, Belum ada tawaran syuting atau pemotretan lagi, semenjak insiden di musium pasifika yang dia jatuh di catwalk, karena gaun yang bermasalah, dia benar-benar ingin menghapus memori itu dari benaknya, jadi belakangan ini dia hanya menerima endorse beberapa produk, baik produk kecantikan, fashion, bahkan alat rumah tangga. sosoknya nampak di kamera, sontak Camilla langsung membalikkan badannya dan berhambur memeluknya, jujur dia memang merindukan laki laki ini.


Ardi hanya bisa tersenyum pahit, ketika Camilla memeluknya, Bagaimana mungkin di situasi seperti ini dia akan bahagia, menerima pelukan dari cinta pertamanya ini?"


" Sayang, tumben kamu di jam kantor main kesini? katamu kamu sibuk banget dengan laporan akhir tahun?" Camilla melepaskan pelukannya, senyum sumringah tak pernah lepas dari wajahnya.


Segera dia mematikan ponselnya, dan mematikan video nya, untung dia sedang tidak live, dan hanya mengambil video biasa, kalau tidak, jagad Maya pasti geger.


Ardi pun duduk di sebelah Camilla, setelah gadis itu mengambilkan softdrink dari kulkas dan segera memberikannya pada Ardi.


Ardi memperhatikan wajah Camilla, wajah Camilla Sudah pulih seperti sedia kala, dan luka bekas cakaran monyet sudah hilang dengan sempurna, tubuhnya juga kembali langsing, seperti sedia kala, hanya saja, dunia hiburan Sudah tidak terlalu menggunakan jasanya.


Camilla menunggu pujian dari mulut Ardi, namun tak kunjung ia dapatkan, Camilla mulai kesal, tapi mampu ia sembunyikan.


" Tadi malam kamu kenapa nelpon aku?" Ardi tidak langsung membahas paket yang telah dia terima.


Camilla cemberut mendengar pertanyaan Ardi, bibirnya mengerucut tanda dia merajuk, " Pertanyaan macam apa itu? Wajar dong kalau aku nelpon, Aku Sudah kembali kesini seminggu yang lalu, Eh, kamunya malah tidak nyamperin Aku, Aku rindu tau? Memangnya kamu tidak rindu sama aku?"


Ardi memang rindu akan sosok yang membuat masa remajanya penuh dengan khayalan ini, tapi memang dia sangat sibuk, bukan hanya dengan urusan kantor, tetapi juga dengan urusan tuan Wijaya Kusuma, orang tua itu selalu menekan Ardi, untuk bisa masuk dan mengambil celah di Prameswari group, berjuta kali Ardi menjelaskan pada orang tua itu, bahwa dia tidak mendapatkan apa apa, sayangnya, orang tua itu tidak perduli.


" Baiklah, Aku minta maaf soal itu! Setelah semuanya selesai, Aku akan mengajak kamu liburan," ucap Ardi, menenangkan Camilla.


Mendengar kata liburan, Camilla langsung tersenyum sumringah dan langsung mencium Ardi.


Ada perasaan berdesir ketika di cium Camilla, namun Ardi mengabaikannya, karena ada hal penting yang harus dia bahas dengan Camilla.


__ADS_1


" Begini,.." Ardi memulai pembicaraannya, wajahnya sudah Napak serius, begitupun dengan nada bicaranya, " Aku baru dapat paket misterius di kantor, tidak tau siapa pengirimnya, kamu lihat saja sendiri," Ardi menyerahkan kotak itu pada Camilla.



Camilla segera membukanya, dia nampak tidak sabar, awalnya dia pikir, Ardi datang membawakan kotak paket tersebut hadiah untuknya.


Camilla terbelalak melihat isi paket tersebut, isinya adalah gambar gambar persetubuhan mereka yang di ambil dari video, wajah keduanya begitu jelas, tanggal, bulan, dan tahunnya juga terpampang di sana.


" Ini,..!" Camilla kehabisan kata-kata.


Ardi pun memperlihatkan email rekaman video panas keduanya, dia juga menampakkan pesan percakapan yang di kirimkan via aplikasi dengan gagang telepon berwarna hijau.


" Ini,..!" Camilla tak mampu lagi berkata kata, dia nampak shock dan terkejut.


Ardi tidak melewati sedikitpun ekspresi Camilla, tidak ada kebohongan sama sekali di sana, Ardi hanya melihat rasa takut dan panik, " Jika Camilla adalah pelakunya, pasti dia tidak akan bersikap seperti ini, jadi siapa pelaku sebenarnya?" Ardi mulai menganalisis semuanya.


" Apa kamu tahu siapa pelakunya?" nada Ardi seolah olah Sedang menuduh Camilla.




" Apa kamu tidak berpikir, bisa saja itu dari musuh-musuh mu? apa kamu lupa berapa orang yang tersingkirkan untuk menduduki posisimu yang sekarang? Apa kamu lupa juga tentang Prameswari group? kamu punya banyak musuh yang bisa di jadikan tersangka, trus kenapa harus aku yang kamu tuduh? apakah aku terlalu Bodoh untuk menghancurkan karirku dan hidupku, dengan terlilit UU ITE?" Amarah Camilla sudah tidak bisa terkendali.



"/Sekarang yang paling penting, bagaimana solusinya? fokus kita sekarang pada penyelesaian, bukan pada akar masalah dan pelakunya, setelah kita mendapatkan solusi, barulah berpikiran tentang motif dan pelaku?" lanjut Camilla.



Ardi diam, dia merasa tertampar oleh kalimat yang Camilla utarakan.

__ADS_1


" Lebih baik sekarang kamu selidiki, darimana video itu di kirim, dengan melacak IP yang di gunakan, kita bisa tahu lokasinya, dengan begitu, kita bisa melacak pelakunya, begitu juga dengan nomor WhatsApp yang di gunakan untuk menghubungi kamu," akhirnya Camilla berkata dengan intonasi yang rendah.


" Kamu benar, kenapa aku tidak berpikir seperti itu?" Senyum sumringah di wajah Ardi terlihat, mega mendung yang sedari tadi bergelayut di wajahnya sirna.


" Aku tahu kamu sedang tidak berpikiran jernih, kamu bisa saja melaporkan kasus ini ke polisi, dengan kasus pengancaman dan UU ITE, tetapi kita tidak siap dengan konsekuensi setelah nya, di video itu, tercatat Waktu pengambilannya, baik tanggal, bulan dan tahun, dan itu jelas jelas tahun kedua pernikahan mu dengan Asyifa, dimana kamu masih sah jadi suaminya, jika Prameswari group tau hal itu, mereka akan menjeratmu dengan kasus, perselingkuhan, perjinahan, dan otomatis kita akan mendekam di jeruji besi, apalagi seingatku ini tertulis dalam perjanjian pernikahan kalian, iya kan?" tatapan Camilla pada Ardi begitu monohok.


" DUAR!"


Bagai petir di siang bolong, mega mendung yang tadi sempat pergi sekarang malah kembali dengan angin badai dan petir.


" Perjanjian pra nikah? Astaga, kenapa aku bisa lupa?" pikir Ardi.



" Aku pergi dulu, Kamu jaga diri baik-baik, Aku akan menyelesaikan kasus ini," Ardi mengecup ubun ubun Camilla dan kemudian berlalu pergi.



Setelah punggung Ardi menjauh, Camilla tersenyum manis," entah siapa yang melakukannya, tapi aku merasa semester mendukungku, ini akan jadi alasan Ardi menikahi ku,"


Beberapa lama kemudian, Ardi sudah tiba di kediaman seorang Hacker terkenal, Diapun menunjukkan video dan pesan WhatsApp yang di perolehnya, berharap pelaku dapat di lacak lokasinya.


Setelah kurang lebih setengah jam, si hacker memberi kesimpulan, " Yang mengirim video ini, menggunakan IP address Singapura, lokasi pelaku menunjukannya di sana, sedangkan untuk pesan WhatsApp yang menghubungi anda, terdaftar sebagai nomor Australia, dengan lokasi yang sama, kemungkinan si pelaku sudah mengacaukan lokasinya, sehingga tidak mudah terlacak,"


" SIAL!" umpatan kasar keluar dari mulut Ardi, tangannya mengepal.


Tanpa Ardi ketahui, ternyata pelakunya hanya beberapa meter dari meja kantornya.


""""


Ketika sedang mengambil video, Ardi tiba tiba datang,

__ADS_1


__ADS_2