Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Pesta


__ADS_3

Episode #38


      Camilla sudah kehilangan senyum yang sedari tadi selalu mengembang, tidak ada lagi raut bahagia di sana, yang ada raut wajah mendung, awalnya dia mengira akan datang hanya berdua saja dengan Ardi, sehingga dia menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk tampil begitu sempurna, sehingga Ardi akan merasa bangga ke pesta seperti itu, tidak seperti Asyifa, si gendut buruk rupa yang memalukan! hal ini juga akan berdampak baik pada hubungan keduanya di masa depan, karena publik akan melihat dan menilai kedekatan mereka, dia sudah membayangkan sejak di salon, bagaimana kilatan flash kamera paparazzi mengerubungi dirinya dan menanyakan hubungan mereka berdua, kemudian dengan senyuman malu malu mereka mulai menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh para wartawan, membayangkan hal itu sebelumnya, mampu membuat Camilla tersenyum-senyum ketika berdandan seraya menunggu kedatangan Ardi, tetapi telepon dari nenek sihir ini, membuyarkan mimpi indah yang sempat di rajutnya beberapa saat yang lalu, dia begitu kesal, tetapi dia tidak bisa melakukan apa apa, dia tidak berdaya untuk saat ini.


   "Camilla, kenapa sayang? sakit? tanya Ani kepada calon menantunya.


    " Camilla, gak apa apa Tante! hanya kurang enak badan saja," ucapnya sopan, di dalam hatinya Camilla begitu mengutuk mamanya Ardi ini, " Jelaslah aku sakit, sakit hati tau gak!" cape cape dandanan, ternyata pergi bertiga, mana dandanannya begitu lagi, bisa jadi tontonan nanti,!"


    " Kalau sakit, sebaiknya tidak di paksakan ikut, bagaimana pun juga, jadwalmu padat sekali, harus jaga kesehatan," Ani mengucapkan dengan begitu tulus dan penuh perhatian, tapi entah mengapa, di telinga Camilla itu terkesan mengejeknya, sehingga dia memutuskan untuk tidak menjawab lebih jauh, dia hanya menganggukkan kepalanya.


    Ardi hanya mendesah pelan, melihat raut wajah kekecewaan yang tergambar jelas di wajah Camilla, walaupun kekasihnya itu sedang akting di depan sang mama, Ani, dia tahu pasti suasana hati kekasihnya tersebut.


      " Mama tau darimana kalau aku mau ke pesta malam ini?" Ardi menanyakan pertanyaan yang sedari tadi mengganjal di hatinya.


           " Mama taunya dari group geng mama di WhatsApp, katanya akan ada orang yang berpengaruh di kota ini yang akan merayakan ulang tahunnya, beberapa dari anggota group itu datang, suaminya juga di undang, jadi mama teringat kamu, pasti kamu juga di undang, secara jabatan kamu CEO, hehehe," kekeh Ani menjelaskan.


       Semenjak kejadian viralnya Ani, terkait menjual perhiasan imitasi dan menggertak pegawai toko perhiasan beberapa waktu lalu, teman teman sosialitanya Aliaa gengnya, sudah mulai menjauhkan diri darinya, akan tetapi beberapa hari yang lalu, Camilla, seorang artis terkenal berkunjung ke rumahnya dan melayani keinginan orang orang untuk berfoto bersama, sehingga mereka memutuskan untuk mendekatinya kembali, jadi tidak heran jika Ani tau kalau anaknya juga turut di undang.


     Ardi hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan tingkah sang mama, dia mencuri pandang kearah Camilla tetapi wanita itu tetap tak mengalihkan pandangannya ke luar.


     Seketika hening.


     Ardi terpaksa menyetel radio agar suasana di dalam mobil tidak mencekam seperti di kuburan.


     Tiga puluh menit perjalanan telah di tempuh, untuk sampai ke hotel bintang lima yang terkenal di kota itu, Camilla, Ardi dan Ani, keluar dari parkiran yang sudah di tata sedemikian rupa.


     Seorang pegawai segera mengarahkan mereka ke meja dekat pintu masuk untuk menyerahkan undangan.


    Ardi segera menggandeng tangan Camilla, wanita itu awalnya memberontak, karena masih kesal, tetapi tangan Ardi menahannya dengan kuat, sehingga amarahnya berkurang.


    Sementara itu, Ani asyik berfoto sendir, baik Ardi maupun Camilla menggeleng kepala serentak, tanda mereka keberatan, Ani tidak mau menanggapi mereka berdua, malah sekarang dia sedang live, memperlihatkan dekorasi yang begitu indah, tak lupa juga dia menggugah momen tersebut ke story semua Akun medianya.


      Mereka bertiga melangkah menuju pintu masuk, Camilla dan Ardi begitu serasi, beberapa wartawan sempat menangkap kemesraan keduanya ketika memasuki gedung, wartawan memang tidak di ijinkan masuk, tetapi boleh meliput di luar gedung.


       Setelah mereka masuk, semua orang mengalihkan pandangannya ke mereka, terutama pada Ani.


     Semua orang, terutama perempuan, memandangnya dari bawah sampai atas dan kebawah lagi, make-up nya yang lumayan tebal dengan rambut yang di sanggul, menambah kesan tua pada wajahnya yang sebenarnya sudah menua, Gaun yang di kenakannya juga bisa di katakan ' meriah' dan kurang cocok jika di kenakan pada acara seperti ini, Belum lagi perhiasan yang terlalu berlebihan.


     Para tamu itu hanya sekedar memperhatikan dan tidak mengomentari apapun, mereka adalah orang orang berkelas dan julid akan merusak citra merek yang selama ini melekat pada mereka.


        " Mama kesana dulu ya?" ucap Ani, kepada pasangan itu lalu meninggalkan mereka.


      Ekor mata Ardi tetap mengikuti kemana mamanya pergi, dan dia cukup lega, ketika melihat Ani menghampiri salah satu temannya, keduanya lalu mengambil minuman dan duduk berbincang.


       Ardi menghela nafas lega, " Semoga mama tidak membuat ulah kali ini!" batinnya.


     Senyum Camilla seketika mengembang melihat kepergian Ani, dia sangat bersyukur sekali, dia semakin mengeratkan gandengannya pada Ardi.


     Ardi mengetahui itu tersenyum, dan menoleh ke Camilla, wanita itupun tersipu.


     Ardi dan Camilla pun berkeliling, mereka menyapa para tamu yang hadir di sana.


     Kebanyakan tamu adalah para pejabat, konglomerat, juga para pengusaha, serta orang-orang yang berpengaruh, acara ini bukan hanya sekedar acara ulang tahun tetapi juga mengenalkan ahli waris dari keluarga terpandang tersebut.

__ADS_1


     Di sisi lain, secara samar Ardi melirik beberapa orang berkumpul, dan ada satu sosok yang terlihat familiar baginya, setelah memfokuskan pandangannya, dia menyadari bahwa pengacara kondang HAMDAN juga ada di sini, sontak dia maju menghampiri pengacara tersebut dan Camilla mengikutinya dari belakang.


     " Selamat malam pak?" sapa Ardi ramah , ke pak HAMDAN.


   Pak HAMDAN menoleh, dia sedikit terkejut bahwa Ardi akan menyapanya dengan membawa Camilla.


       " Om," sapa Camilla dengan senyum manisnya.


       Hamdan hanya tersenyum, dia tidak menanggapi keduanya.


   Ketika Ardi dan Camilla hendak pamit, mereka di kejutkan dengan beberapa teriakkan,. " Waah, siapa itu, Cantik sekali! semua pandangan langsung mengarah ke pintu masuk.


   Disana terlihat tuan muda AMAR SYAPUTRA sedang menggandeng seorang wanita yang sangat menawan, dengan kecantikan bak Dewi Yunani, perempuan itu mengenakan gaun berwarna merah maroon yang di padukan dengan warna hitam dan berhiaskan sedikit mutiara, model off shoulder dengan V neck, membuat tulang selangka perempuan itu menonjol, Rambutnya di tata dengan model sanggul modern gaya twisted, yang biasanya model ini di bentuk dengan gaya kepang atau Cepol dengan menggunakan donut bun, Gaya rambut dan model seperti ini akan membuat sepasang anting gantung dan kalung berlian yang di kenakannya akan menjadi pusat perhatian, Riasan wajah yang sangat sesuai membuat orang semakin terpana.


     Para pengunjung benar benar seperti melihat seorang Dewi malam ini.


        Selain penampakan seorang Dewi tersebut, mereka juga baru menyadari bahwa sosok yang datang bersamanya, adalah tuan muda AMAR SYAPUTRA, seorang tuan muda yang terkenal begitu dingin pada perempuan, bahkan saking dinginnya, semua pelayan terdekatnya adalah laki laki, dan dia tidak pernah di gosip kan atau tertangkap kamera dengan seorang wanita, kecuali oleh seorang yang belakangan ini viral, karena seorang tuan muda AMAR SYAPUTRA rela mengupas petai untuk seorang wanita.


     " Hey, bukankah itu gadis yang sedang viral bersamanya waktu itu? para wanita single yang ada di sana seketika patah hati.


   Setelah berjalan beberapa langkah, tuan Wijaya Kusuma, yang hari ini berulang tahun segera menghampiri dan menyambut mereka, tuan muda AMAR begitu hangat berbincang dengan tuan Wijaya Kusuma, lelaki yang masih gagah di usia senjanya itupun secara pribadi mengenalkan tuan Angga Kusuma, sebagai ahli waris di keluarganya.


       Setelah tuan Wijaya dan tuan Angga meninggalkan mereka, berbagai pengusaha pun datang sekedar bertukar sapa, mereka sangat mengagumi pasangan ini, seperti pasangan Dewa dan Dewi.


    Setelah beberapa kali bertukar sapa dengan sesama konglomerat dan pengusaha, tuan muda AMAR SYAPUTRA dan Humaira Pramesti, berjalan menghampiri pengacara HAMDAN, di sana juga terlihat Ardi dan Camilla, yang terpana akan kedatangan mereka.


         Tatapan kedua orang itu begitu berbeda, Ardi menatap dengan penuh cinta dan kekaguman, sedangkan Camilla menatap dengan penuh kegeraman dan kebencian.


    Camilla yang melihat reaksi Ardi seperti itu, mencubit lengannya, agar lelaki itu tersadar dari lamunannya.


Humaira alias Asyifa melihat itu, rasanya ingin tertawa terbahak-bahak, Melihat reaksi mantan suami dan kekasih gelapnya itu, Amar semakin menggenggam erat tangannya untuk menyadarkan Asyifa agar tidak kelepasa, kan tidak elegan sama sekali.



Asyifa mengingat bagaimana Amar mengajaknya ke pesta malam ini, dia sepenuh hati menolak karena sudah mengagendakan untuk balapan menonton anime kesukaannya, sampai sampai Amar kehabisan akal untuk membujuknya, hingga akhirnya memberikan ide untuk memajang gaun tersebut ke etalase butik Melinda agar Camilla kesal karena tidak mendapatkan gaun tersebut, membayangkan hal tersebut Asyifa pun menyetujuinya.



Asyifa memandang Camilla dengan tatapan mengejek dan menghina, sebagai seorang aktris, tentu saja Camilla mengetahui pasti arti tatapan itu, mantan sahabat Asyifa itupun semakin geram memandang gaun yang sangat dia idam idamkan tersebut, di tambah lagi tas tangan dari merk ternama yang hanya di miliki oleh tiga orang di Dunia, juga perhiasan berlian yang ASYIFA kenakan, dia sangat cemburu, tak sadar dia mengepalkan tangan dan menusuk kulitnya.



Camilla berfikir, bagaimana membuat malu perempuan itu, secara tidak sengaja dia melihat Ani, mamanya Ardi berjalan mendekat kearah mereka, mungkin ingin menyapa pak HAMDAN, dan Camilla mendapatkan ide.



Amar dan Asyifa berjalan semakin mendekat begitu juga dengan Ani, Camilla berencana membuat kaki Ani tersandung dan langsung menabrak Asyifa, hal itu pasti membuat wanita itu malu, senyum pun sedikit terulas dari bibir Camilla.



Asyifa mengamati ekspresi Camilla, dan dia sudah tahu ada yang di rencanakan oleh mantan sahabatnya tersebut, diapun bersikap hati-hati.


__ADS_1


Ketika mereka sudah mulai mendekat, Ani tiba tiba sudah datang, Camilla seketika membuat kaki Ani tersandung, tetapi Humaira alias Asyifa langsung menghindar, sehingga Ani menabrak orang yang kebetulan lewat.


" Aaauch," pekik orang tersebut, Ani jatuh kedalam pelukan wanita yang di tabraknya, bibirnya langsung memberikan cap pada gaun wanita tersebut, ketidak puasan dan kemarahan tergambar jelas di wajahnya.


" Maaf mbak, saya tidak sengaja,," cicit Ani, dia tidak menyangka akan terjatuh dan menabrak orang, seketika dia pias, bagaimanapun di sini bukan orang sembarangan.



Camilla mengepalkan tangannya, rencananya gagal.



"Maafkan mama saya mbak? dia tidak sengaja!" Ardi memohon maaf atas mamanya.



" Ini bukan masalah tentang memaafkan atau tidak mas, tetapi lihatlah gaun saya, dan noda lipstik ini, saya tidak mungkin pulang dan berganti gaun kan? protes wanita itu.



Asyifa pun maju, menengahi keduanya, " mbak, biar saya bantu menghilangkan nodanya," ucap wanita itu seraya mengeluarkan hair spray dari dalam tasnya, dan menyemprotkannya keseluruh area gaun yang ternoda, setelah menunggu beberapa saat, dia menyekanya dengan tissue basah, noda lipstik pun hilang.



" Wah, terima kasih,.." wanita itu ingin mengucapkan nama tapi dia tidak tahu.



Asyifa paham akan maksud perempuan itu, " Nama saya Humaira Pramesti' panggil saja may," ucapnya sambil tersenyum.



" Saya Tyas Suroso, panggil saja Tyas, saya terkesan dengan kemampuan may, kalau boleh tahu bisa tahu keahlian ini darimana?" perempuan tersebut berbasa-basi.



" Oh , saya tahu ini dari seorang teman, lelaki itu berselingkuh dengan sahabat istrinya, dan sebelum pulang dia melakukan hal seperti tadi, untuk menutupi jejaknya," ungkap Asyifa, sambil melirik sepasang manusia di depannya.



Kedua manusia itu sangat pias, entah mengapa mereka sangat tersindir.


" Baiklah may, ini kartu nama saya," Tyas kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan kartu nama, " Saya seorang Desainer, beberapa waktu dekat ini, saya akan mengadakan fashion show, saya berharap may mau menjadi salah satu modelnya," ucap Tyas ramah, lalu menyerahkan kartu namanya.


" Baiklah, saya terima kartu namanya ya Tyas? nanti kita akan bahas lagi," ujar Asyifa, seraya menerima kartu nama tersebut.



Tyas Suroso pun akhirnya undur diri untuk menghampiri suaminya.



Amar yang mendengar percakapan tersebut kemudian merangkulnya dan berbisik, " Good job,!.

__ADS_1


Camilla yang mengetahui identitas wanita tersebut, langsung menunjukkan wajah masam, " Siapa yang tak kenal dengan Tyas Suroso? Desainer papan atas, yang tak pernah menunjukkan wajahnya pada publik tapi karyanya sudah go internasional, banyak rancangannya di pakai oleh artis Hollywood dan anggota kerajaan, Bahkan Kate Middleton, Princess of Wales, istri dari putra mahkota Inggris itu pernah memakai rancangannya, semua model berlomba-lomba memakai rancangannya, termasuk dirinya, dan sekarang dia malah membuka jalan untuk wanita itu, dia hanya bisa mengumpat dalam hati.


\*\*\*\*


__ADS_2