Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Curhatan Asyifa


__ADS_3

Episode #146


     Ferdinand Sedang berusaha mencari celah, untuk masuk ke perangkat handphone Ovan, Dia sengaja membuat sebuah aplikasi link, khusus untuk Ovan, tentang bagaimana cara mudah untuk menghasilkan uang dalam waktu sekejap mata, Ovan yang memang memiliki kelemahan terhadap uang, langsung meng-klik link tersebut, tanpa memiliki kecurigaan sedikitpun.


    Ferdinand tersenyum, " Bagus, umpannya termakan!"


  Setelah Ovan meng-klik link itu, otomatis data pribadi Ovan segera di ketahui oleh Ferdinand, dengan ketangkasannya, Ferdinand sudah bisa mengakses isi WhatsApp Ovan.


   " Memang benar bocah ini playboy, isi WhatsApp nya sudah seperti asrama putri!" gumam Ferdinand, dia terus menggulir layar komputernya, untuk melihat group yang di tugaskan Nona May, kepadanya.


    " Nah, ini dia group nya!" Ferdinand bersorak tanpa sadar, dia mengatupkan mulutnya, takut ibunya terbangun di kamar sebelah.


    Kemudian Ferdinand meng klik group tersebut, nama group nya ," Sugar baby".


       Ovan: " Guys, info dong, cara menaklukkan Dosen kece, dia Dosen gue, tajir!"


        foto Carrey terlampir.


 Nugie : " Cakep bener dah, Dosen lu! Gue juga mau kalau modelan begini!"


  Ovan: @Nugie, gua serius!"


  Putri: " Tumben si @Ovan minta solusi, biasanya dia yang suhu di sini, Ha ha ha!"


  Milla: "@ovan dia tuh Dosen lu, lulusan luar negeri, gak akan terpengaruh sama lu, yang tampangnya pas Pasan, kalau mau narik perhatian dia, tunjukkin niat serius balajar dan menyelesaikan tugas yang dia kasih, secara gak langsung dia akan memperhatikan Lu!"


  Ferdinand mengeryit, dia meng klik foto profil milla, sesuai dugaannya dia adalah Camilla, istri bosnya ARDIANSYAH.


   "Berarti dia memang terlibat, bahkan jadi admin grup nya," pikir Ferdinand.

__ADS_1


  " Besok aku akan telusuri, daftar korban Ovan, semoga mereka mau memberikan keterangan dan melaporkannya, dengan begitu, keterlibatan Camilla akan terungkap" Ferdinand masih terus memikirkannya.


  Kemudian dia terus membuka daftar blokir dari Ovan, " ini pasti kebanyakan adalah korbannya!"


  Ferdinand mulai menghubungi mereka satu persatu, dan mengajak untuk bertemu.


  ,****


  Di sebuah mall ternama di ibu kota.


Song chai mi, perawat Asyifa selama di Seoul, sekaligus istri dari Arif, mantan suami Ami, menemani Asyifa berjalan jalan ke mall, Song Chai Mi, merupakan saksi hidup, bagaimana rupa Asyifa, sebelum dan sesudah operasi.


  Amar meminta tolong kepada Song Chai Mi, untuk membantu Asyifa melepaskan segala bebannya, dia juga menceritakan perihal, penyalahgunaan obat penenang yang di lakukan Asyifa.


    Setelah puas berbelanja, dan nyalon bareng, perut keduanya terasa lapar, keduanya pun lantas pergi ke salah satu gerai makanan cepat saji.


   Semua pengunjung, baik laki laki maupun perempuan, tak mampu mengalihkan pandangan mereka, keduanya tampak sangat cantik dan berkelas.


    Setelah video call, Song chai mi, menutup kembali ponselnya, dan memasukan kedalam tas tangannya.


  " Ros!" panggil Asyifa.


  Song chai mi menatap Asyifa, dia tahu, sosok di depannya ini akan bercerita.


  " Aku di sini! Selalu di sini!" Song chai mi menatap sahabatnya itu dengan penuh kelembutan, kali ini dia sudah bicara dengan bahasa Indonesia.


    " Orang tuaku tidak meninggal dalam sebuah kecelakaan, mereka di bunuh, dan di buat seolah olah mengalami kecelakaan!" Satu tetes air mata jatuh ke atas meja.


    Pada jam sepuluh pagi seperti ini, di hari kerja, mall masih tampak sepi, jadi tidak ada yang memperhatikan Mereka.

__ADS_1


    Song chai mi terbelalak, hal yang tidak pernah dia duga Sebelumnya, Awalnya istrinya Arif itu menduga, jika Asyifa akan menceritakan tentang perselingkuhan atau Praha rumah tangganya.


   Song chai mi terpaku, dia kehilangan kata kata, sebagai anak yang orang tuanya di bunuh, oleh perampok, luka itu masih menganga di hati Song Chai Mi, dia tahu, bagaimana susahnya merelakan orang tua yang kehidupannya di ambil paksa.


   " Awalnya, kamu tahu sendiri, waktu kita bicara di Rooftop rumah sakit di Seoul, bahwa aku hanya akan mencari keadilan bagi diriku sendiri, dan anakku yang bahkan tidak mempunyai kesempatan untuk melihat wajah ibunya!" Suara parau dari Asyifa terdengar.


    Song chai mi menggenggam erat tangan Asyifa, " Ya, Aku tak pernah lupa malam itu, kita menghabiskan malam di sana, cuaca di musim gugur sudah begitu dingin, besoknya kita berdua masuk angin!"


    Asyifa tersenyum, dia segera meraih selembar tisu di atas meja, dia menyeka air matanya, dan menghirup nafas panjang, seolah-olah meminta kekuatan dari alam sekitar, agar tidak terlihat lemah.


  " Dalam misi pembalasan dendam ku, ada beberapa hal yang mencuat keluar, salah satunya adalah kasus kecelakaan kedua orang tuaku, mungkin kamu belum tahu, bahwa aku menjadi sebatang kara, di usiaku yang ke tujuh belas tahun, tiga tahun setelah kecelakaan papa dan mama, kakekku menyusul kedua orang tuaku, setelah itu, aku hidup sendiri, berjuang sendiri,"


 Genggaman tangan pada Asyifa semakin erat.


  " Hal yang paling menyedihkan adalah saat aku berbahagia, tak ada siapapun yang dapat aku ingin berbagi kebahagiaan! Bahkan aku tidak punya sepupu, paman ataupun bibi!" Tetes air mata mengalir lagi, Asyifa mengusapnya dengan tisu yang sama.


    " Kakekku anak tunggal, dan juga papaku adalah anak tunggal, sedangkan dari pihak mama, aku tidak pernah bertemu satu orang pun keluarga mama, mama begitu misterius, menyembunyikan masa lalunya, aku hanya tahu bahwa mama berasal dari London, dia campuran Meksiko dan Inggris, Hanya itu!"


   " Selama ini, aku selalu menggunakan topeng, bahwa aku baik baik saja, semua orang tau, aku sosok yang lembut dan ceria, tidak ada yang tahu, seberapa dalam rasa kesepian yang aku miliki, waktu itu, aku sangat bahagia, ketika aku mengetahui jika aku sedang Hamil, artinya, akan ada seseorang yang memiliki ikatan darah denganku, tetapi, semuanya hilang, begitu saja!"


  " Aku kadang berpikir, untuk bisa menemukan mesin waktu, dan membiarkanku juga ikut dalam insiden kecelakaan, atau,.. setidaknya ketika anakku Pergi, dia juga mengajakku sekalian!"


  Seluruh beban yang di tanggung oleh Asyifa pecah seketika, kali ini dia sudah tak mengeluarkan air mata lagi, dia menceritakannya dengan senyuman, senyum yang penuh dengan kepahitan.


  Song chai mi menyadari bahwa Asyifa sudah sangat terluka dan lemah, tidak mengeluarkan air mata ketika bercerita, bahkan menandakan bahwa orang itu kuat, tetapi sebenarnya menunjukkan bahwa mereka sebenarnya rapuh,!"


    Song chai mi hanya menatap Asyifa Lamat lamat, dia merasakan apa yang Asyifa rasakan, garis kehidupan mereka sebelas dua belas, sama sama kehilangan kedua orang tua mereka karena di bunuh, walaupun merasakan rasa sakit yang sama, kehidupan Asyifa masih lebih baik, dia memiliki kakek dan kekayaan yang berlimpah, berbeda dengan dia, yang di campakkan kerabatnya ke panti asuhan, dia tak akan pernah adu nasib dengan orang lain.


Song chai mi hanya menghela nafas, dia semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Asyifa," Kita tak akan pernah tahu, apa rencana semesta untuk kita, kita tak akan pernah tahu, kapan kita akan terjatuh, dan menangis tergugu, apapun yang terjadi, semesta tau bahwa kita kuat, kita hanya perlu yakin, semesta sudah mempersiapkan hadiahnya, mungkin kita yang belum memahami apa maksud dari semesta itu sendiri, jika mereka ada di sini sekarang, Mereka pasti akan sedih, melihat bagaimana kamu menilai dirimu sendiri, tetap bersemangat, berbahagia, itu yang kakekmu, orang tuamu, dan dedek bayi inginkan!"

__ADS_1


Asyifa terdiam dalam waktu yang lama.


****


__ADS_2