Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Kesedihan Andreas


__ADS_3

Episode #132


   " Lihat tuh istrimu! Jam segini baru pulang! tiap hari kelayapan terus, gak tau urus suami, suami sedang gak enak badan aja, gak mau tau! " Ani mengeluarkan unek-unek nya.


  Andreas menyikut tangan istrinya.


  Ani malah mendelik pada Andreas.


  Tia, tetap makan, seperti biasa, dia tidak pernah terpengaruh apapun.


    Camilla hanya tersenyum, dia tidak mengatakan apa-apa, dia berlalu masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri, dia masih tersenyum mengingat pertemuannya dengan Glenn Yaw, Diapun bersenandung ke kamar mandi, omongan yang tak mengenakkan hati dari ibu mertuanya tersebut, tak berpengaruh apapun padanya.


   Di meja makan, Ardi melahap habis makanannya, walaupun dia kurang enak badan, nafsu makannya tetap baik.


  Andreas pun membuka percakapan, " Bagaimana dokumen pernikahan kalian, sudah kamu urus?" tanyanya pada Ardi.


   Ardi tersedak, mendengar pertanyaan langsung dari papanya, Tia segera memberikan segelas air minum pada Ardi, segera Ardi meneguknya hingga tandas.


    " Sudah pah, Aku Sudah menyuruh asisten ku, untuk mendaftarnya ke KUA," Ardi menjawab.


  Andreas hanya mengangguk saja, dia hanya takut saja para tetangganya membuat gosip baru, perihal kehadiran Camilla di lingkungan tempat tinggalnya.


  " Apa kamu tidak berniat membuat resepsi lagi,?" tanya Ani.


  Ardi menggeleng," Buat apa sih, mah, lagian juga ini bukan pernikahan pertamaku, Aku juga butuh banyak duit untuk membeli rumah dan mobil, daripada uang habis untuk resepsi, lebih baik di tabung".


  Mama ngerti! tapi apa kata tetangga?" Ani merasa tidak enak, dia selalu di sindir oleh para tetangganya perihal ini.


  " Dengerin tetangga gak akan pernah habisnya, mah, lagian juga Aku dan Camilla Sudah resepsi di labuan Bajo, jika perlu mama sebar saja foto foto pernikahan kami," Ardi mendengus kesal.


" Ya, sudah terserah kamu, yang penting sekali, kamu dan Camilla harus pergi menjenguk Ami, bagaimanapun Ami sangat menyukai hubungan kalian, sekalian hibur dia, semenjak Arif menikah lagi, kata Dokter ia semakin pendiam," Ani menyarankan keduanya.


" Baiklah!" ucap Ardi, terlebih dia belum pernah menjenguk adiknya tersebut.



Makan malam selesai, semua anggota keluarga melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


Tinggallah Tia yang mencuci piring, karena Mira sudah pulang sejak jam lima sore.


Entah kenapa, Tia teringat pada Asyifa, Dulu mereka berdua akan mencuci piring setelah makan malam, Tia membersihkan meja dan Asyifa mencuci piring, mereka akan selalu bercanda dan mengobrol kan banyak hal, setelah itu, Asyifa diam diam akan menyusup ke kamar Tia, di tengah malam, sambil membawakan dua piring mie instan goreng, Mereka akan menyantapnya seraya menonton Drakor kesukaan mereka.

__ADS_1


Tia menghela nafas, " semoga kamu bahagia ya Mbak? Seandainya kamu masih ada, di manapun mbak berada, sekarang, semoga kebahagiaan selalu menyertai mbak, Seandainya pun mbak sudah berpulang, semoga mbak berbahagia, bertemu dengan, orang yang mbak cintai, kakek, orang tua mbak dan dedek bayi, yang belum sempat kita lihat!" Benak Tia, matanya seketika basah.



Apa yang di rasakan Tia, Andreas juga mengalami, entah kenapa, malam ini dia merindukan menantunya, dia berjalan menuju ruang kerjanya, dia mengambil sebuah album foto lama, yang di letakkan nya di belakang buku, buku lama.



Dia membuka album lama itu, di sana terlihat foto pada jaman kuliahnya dulu, ada empat orang berfoto di sana, Umar, Rio, Hamdan dan dirinya sendiri.


itu adalah foto, ketika ospek universitas, semua jurusan di acak, dan di pertemukan dalam satu kelompok, di hari terakhir ospek, mereka mengabadikan momen tersebut.


Kemudian ada foto tiga orang, Dirinya dan Rio, ada seorang bayi perempuan di gendongannya, itu adalah baby syifa, waktu itu dia dan Rio menculik baby syifa, sewaktu Umar Sedang pergi menjemput istrinya, merek membawa syifa ke suatu tempat dan membawa baby syifa masuk ke sebuah ruangan, setelah itu mereka bertiga pun berfoto.


Mata Andreas basah, dia sangat menyayangi Asyifa, terlepas dia itu adalah menantunya sendiri, Andreas menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berdaya, mencegah kekerasan verbal yang acap kali di lakukan anaknya, bahkan Rio pernah mendatanginya ke kantor, dan memarahinya karena ketidak mampuannya tersebut.



Dia mengelus foto tersebut beberapa kali, " Maafkan Om, Om tidak sanggup menerima panggilan papa darimu," Suara isakan pelanpun terdengar.


Sementara itu di kamar Ardi.


Ardi segera masuk, dia melihat Camilla sedang menyisir rambutnya, dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


Camilla tak menyahut, dia tetap menyisir rambutnya, dia menganggap angin lalu omongan suaminya.


Merasa tidak di tanggapi, Ardi langsung berdiri dan merebut sisir Camilla dengan paksa.


" Suami kalau lagi ngomong itu dengerin, di Jawab, bukannya di abaikan," Ardi melempar sisir itu ke atas tempat tidur.



Camilla melotot ke Ardi, matanya menatap nyalang suaminya.



\*?" Kemana saja kamu seharian?" tanya Ardi.



Keduanya berdiri di depan meja rias, mata mereka bertemu.

__ADS_1



"Apa pedulimu!" ketus Camilla.


" Aku suamimu! Bagaimanapun kamu harus nurut Camilla, kamu selalu tidak ada di rumah, pergi pagi pulang malam, Kamu jadi omongan tetangga tau gak, Mama sampai malu, gara gara kelakuan kamu," Ardi membentak Camilla.


" Ooh jadi semua salah Aku


? Aku gak keberatan Di, Aku tinggal bareng sama mama kamu, Aku gak keberatan samasekali, tapi tolong, mulut mama kamu di jaga, mulutnya seperti sampah yang isinya kotoran semua!" Camilla mengacungkan jarinya ke arah Ardi, beban berapa lama jadi menantunya langsung buncah, di momen ini.


Ardi gelap mata mendengar Camilla nenghina mamanya, tanpa sadar, dia langsung menampar Camilla.


"Plak!" Camilla terhuyung, kekuatan penuh Ardi membuat kening Camilla terbentur kursi dan meja rias, ada memar kebiruan di sana,


" Kamu,..." Camilla menatap ardi dingin.


Ardi tersadar, kemudian dia langsung menghampiri Camilla, " Maaf mil, Aku,. Aku tak bermaksud!"


" Ciih!" Camilla meludah, dia mengeluarkan sedikit darah.


Camilla tak menghiraukan, dia segera mengambil tasnya dan mencoba keluar.


Mendengar suara keributan, Andreas yang mendengar segera beranjak dari ruang kerjanya.


Ani dan Tia pun sudah berada di depan pintu kamar Ardi.


Andreas segera membuka pintu kamar.


" Lepasin Aku Di! Aku mau pergi ke kantor polisi, Aku nau melaporkanmu atas tindakan KDRT, Lepasin aku!" Camilla berusaha melepaskan cengkraman tangan Ardi.


" Kamu gak boleh kemana mana!" pekik ardi.


" Ada apa ini? Andreas langsung masuk, dan kaget melihat kening Camilla yang lebam, dan pipinya juga memerah, seketika ia melepaskan Cengkareng tangan Ardi.


Andreas tidak menyangka, bahwa Ardi melakukan kekerasan,, dia menatap tajam Ardi, tatapannya itu membuat Ardi tak berkutik, bagaimanapun papanya adalah mantan atlet silat


,"Tia tolong obati Camilla, Andreas menyerahkan Camilla untuk di obati, Kamu ikut papa!" Perintah Andreas.


Ardi segera keluar dari kamarnya dan mengikuti Andreas, Ani ingin mengikuti mereka, tapi di hentikan oleh Andreas, " Ini urusan laki laki!" ucapnya.


Ani hanya bisa menghentakkan kakinya dan pergi dengan ketidak relaan, bibirnya mengerucut sepanjang jalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Sementara Tia mengambil kotak P3K, lalu mulai mengobati Camilla.


****


__ADS_2