
Episode #105
Apa tidak bisa di pertimbangkan lagi Nona May? Nathan asisten pak Aliansyah, sekaligus penanggung jawab tim kreatif, dalam acara drama sitkom yang di bintangi oleh Asyifa, mencoba memohon kepada sang bintang baru untuk tetap melanjutkan kontrak.
Asyifa menggeleng pasrah, nampak sekali dia tak berdaya, " Sebelumnya anda sudah tahu, mengapa saya meminta kontrak beberapa bulan saja, saya hanya meluangkan waktu sebelum saya bekerja secara resmi, karena sebelumnya saya sudah tanda tangani kontrak dengan pihak Prameswari group,
Nathan memang mengetahui hal itu, Asyifa hanya menandatangani kontrak beberapa bulan saja sebelum dia resmi bekerja pada perusahaan PRAMESWARI group, dan pak Aliansyah selaku ketua program pun sudah mengetahuinya.
Awalnya memang Asyifa tidak ingin bergabung dalam acara ini, akan tetapi niat untuk menggulingkan Camilla begitu besar, sehingga dia mau tidak mau harus setuju bergabung dalam satu acara, Sekarang, karena Camilla Sudah merosot, tujuannya sudah tercapai, jadi dia berpikiran untuk tidak memperpanjang kontrak dan fokus menghadapi tuan besar Wijaya Kusuma beserta komplotannya.
" Sayang sekali Nona May, karir anda di dunia hiburan begitu bagus, sekarang nona sudah hampir di puncak, dan memutuskan untuk turun sebelum benar-benar menggapainya, Banyak sekali yang menyayangkan keputusan nona," Nathan tetap berusaha mempengaruhi keputusan Asyifa, walaupun dia tahu, bahwa itu sia sia belaka, " tapi tidak ada salahnya mencoba bukan? siapa tau pada bujukan terakhir Nona Humaira tiba tiba berubah pikiran!" benaknya.
" Saya mengerti apa maksud anda pak Nathan, Dunia hiburan memang sangat menarik, dia bisa memberikan materi dalam sekejap waktu, akan tetapi, anda lebih mengetahui bagaimana kejamnya du sana, ketika pasar sudah tidak menginginkan anda lagi, anda harus bersiap untuk banting setir, seperti kebanyakan pihak yang mengalaminya, mereka akan susah pada saatnya, jika saat berjaya mereka tidak berinvestasi, jadi, saya tidak ingin seperti mereka pak, saya ingin yang pasti pasti saja, anda juga tau, bahwa saya tidak terlalu suka, jika kehidupan saya terlalu di publikasikan, he he he!" Asyifa terkekeh, dia memang sangat pintar mencari alasan.
Nathan hanya menghela nafas besar, tidak ada yang salah dengan pemikiran Asyifa, hanya saja, dia sedikit tak rela kehilangan sosok tersebut, lebih tepatnya, dia malas mencari artis baru untuk mengisi tempat yang di duduki Asyifa.
" Baiklah, kalau nona may sudah berkata demikian, saya hanya mendoakan, semoga nona betah di tempat yang baru, saya akan segera menyampaikan hal ini kepada pak Aliansyah, kalau begitu saya pamit undur diri dulu Nona May," Nathan berdiri, dan berjabat tangan dengan Asyifa sebelum pergi.
Asyifa hanya melihat punggung Nathan yang sudah menjauh.
Tak lama kemudian, Bastian, mantan menejer Camilla yang sekarang menjadi menejer Asyifa, mendekati Asyifa, yang sering di sapa sebagai Nona Boss.
" Sepertinya saya memang harus mencari lowongan kerja sekarang ya Bos?" Tanya Bastian tersenyum, ada nada lirih dalam pertanyaannya.
__ADS_1
" Ya benar tian, kamu sudah tidak cocok lagi menjadi menejer artis, sepertinya kamu harus beralih profesi!" Asyifa berkata tegas.
Bastian menghela nafas, sepanjang karirnya menjadi menejer artis, Nona Boss adalah majikannya yang terbaik, bagaimana tidak, dia selalu mendapat persentase tinggi sebagai menejer, belum lagi, dia mendapatkan berbagai kemudahan dengan berbagai transaksi, dengan menunjukkan golden start card, kartu yang selalu mendapat diskon hingga sembilan puluh persen di gerai, di bawah naungan Prameswari group, Asyifa memang menghadiahkan nya pada Bastian, sebagai jasa keterlibatannya sebagai panitia fashion show di musium pasifika Bali.
Dengan segala fasilitas yang di dapat, dia sampai di nobatkan sebagai menejer artis tersukses, versi rekannya sesama menejer, group WhatsApp menejer artis selalu heboh dengan pencapaian Bastian.
" Huuft!" Desah nafas berat begitu terdengar, selama karir menjadi menejer artis Nona Boss adalah orang yang paling baik, Nona Boss tak pernah menganggap saya sebagai jongos, malah memperlakukan saya sebagai rekan kerja, seandainya ada job lain, selama itu bersama Nona Boss, saya terima," Bastian mulai merayu, apa yang dia katakan memang sebenarnya, dia sudah terlalu nyaman dengan Asyifa.
" Hmmmmp! Apa ya, pekerjaan yang cocok buat kamu?" Asyifa memegang dagunya seolah berpikir, dia melirik begitu lama pada Bastian, sebenarnya dia juga tak ingin melepaskan Bastian, Bastian adalah orang berbakat, sayangnya hanya Asyifa yang bisa menilainya.
Mendengar itu Bastian terlonjak kaget, dia tak menyangka akan hal ini," Nona Boss,..ini,. ini, !" lelaki itu tidak sanggup berkata-kata.
" Kenapa? kamu gak mau? ya udah nanti aku minta tolong saja sama Amar, buat Carikan aku asisten," ucap Asyifa cuek.
" Eh, jangan Nona Boss, saya bukannya gak mau, saya lagi happy, kerja kantoran, punya jam kerja tetap, ada cuti ada bonus tahunan, ada lembur, ada bosnya, ada meeting nya, ada peraturannya, semua itu kerjaan impian emak kepada saya, emak lebih suka saya kerja di kantor, ketimbang jadi menejer artis, karena bisa pamer'sama orang di kampung, jadi kalau ada orang nanya, " Anakmu kerja di mana? emak dengan bangga akan menjawab, " Itu loh, di perusahaan x!" Bastian menyertakan alasannya.
__ADS_1
Asyifa mengeryitkan dahinya, baru kali ini dia melihat sisi lain dari Bastian, yang hangat, biasanya dia bersikap dingin seperti kulkas, memang kalau membahas orang yang di cintai, sikap bisa berubah dalam sekejap.
" Jangan senang dulu, aku bilang ada syaratnya!" Seru Asyifa, menghancurkan harapan Bastian.
Bastian sontak menoleh, dia heran, " Syaratnya apa Nona Boss?"
" Sini!" Asyifa membisikan sesuatu ke telinga Bastian.
" Nona Boss,..ini,.." Bastian kehilangan kata katanya.
" Bagaimana? Setuju tidak?" Asyifa menaik turunkan alisnya, dia tidak ingin mendapatkan penolakan.
" Baiklah, Nona Boss!" ucap Bastian berat, dia tidak tahu sejak kapan Asyifa mengetahui kelebihannya tersebut, terpaksa dia menyetujuinya.
" Baiklah, jadi kapan kita mulai?" Asyifa tidak sabar.
" Lebih cepat, lebih baik, Boss," ucap Bastian, pasrah.
" Baiklah, setelah ini yah?" putus Asyifa, setelah mengatakan itu Asyifa kembali ke studio, Hari ini adalah hari terakhir dia syuting, para kru dan staf tidak sedikit yang sedih dan kecewa, Lantaran Asyifa sosok yang rendah hati, dia sering mentraktir teman teman di lokasi syuting.
***
Beberapa hari kemudian.
Asyifa Sudah tidak syuting lagi, sekarang dia lebih santai dengan kegiatannya, jadi malam hari, dia lebih suka menonton anime atau drama, daripada keluyuran tidak jelas, untuk urusan kantor lainnya, Bastian Sudah membereskannya, dia hanya perlu memeriksa sesekali, inilah nikmatnya hidup, pikirnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Amar pun datang, Dia terlihat tampan dan gagah, bau parfumnya yang maskulin menyeruak dalam ruangan, tenang dan menentramkan.
***