
Episode #57
Michael Sudah tiba di apartemen Camilla malam ini, Dia di mintai tolong oleh Melinda, untuk menjemput kekasih gelapnya itu, mereka telah sepakat untuk bertemu malam ini, di sebuah restoran mewah di bilangan Jakarta Selatan, Melinda sudah memesan private room di sana.
" Melinda gak ikut jemput?" tanya Camilla, ketika melihat hanya Michael yang menjemputnya,dia celingak-celinguk kearah datangnya Michael, untuk memastikan keberadaan Melinda, bisa bahaya jika dia tiba-tiba mencium Michael, sedangkan Melinda berdiri di belakang lelaki itu.
Michael hanya terkekeh pelan, melihat tingkah Camilla yang begitu waspada, setelah memangkas jarak, dia menyentil hidungnya dengan gemas dan berkata, " Melinda masih ada acara di butik, dia mengadakan perpisahan dengan para karyawannya,"
" Memang permasalahan dengan Debt colector sudah selesai?" tanya Camilla penasaran, dan langsung duduk di kursi meja rias, dia menyapukan foundation ke wajahnya.
Michael menghempaskan tubuhnya keatas ranjang, dia memperhatikan cinta pertamanya itu, sedang menyapu riasan ke wajahnya, entah kenapa, getaran hatinya tidak sekuat dulu.
Di perhatikan oleh Michael sebegitu rupa, Camilla tersipu malu.
Michael memperhatikan bagaimana wanita itu tersipu, tapi entahlah, dia merasa hambar.
' Bagaimana permasalahan dengan Debt colector?" tanya Camilla sekali lagi, untuk menghilangkan rasa malunya.
" Oh, iya, Michael menyadari, bahwa dia belum menjawab pertanyaan Camilla, " Semuanya sudah beres, tadi Melinda sudah menyerahkan cek sebesar lima milyar kepada Debt colector, sisanya juga tadi membayarkan hutang di bank, Lupa sisa berapa juta lagi, palingan sisanya tidak lebih dari dua ratus juta," Denger denger sih, sisanya mau di deposit kan, kasian deh dia
!" Michael menceritakan tentang harinya bersama Melinda.
Mendengar nada perhatian Michael ketika bercerita tentang Melinda, Camilla tidak menyukainya, dia tidak akan membiarkan Michael mempunyai perasaan dengan perempuan itu.
Camilla tidak melanjutkan lagi, dan melanjutkan riasannya, sementara Michael tertidur.
\*\*\*\*\*
Sementara itu di butik Lady's palace, Melinda sangat senang, dia tertawa terbahak bahak ketika mengingat bagaimana muramnya ekspresi Michael, ketika dia menyerahkan cek senilai, lima milyar rupiah kepada Bayu dan para centengnya, tentu saja itu adalah cek kosong, semua sudah di atur oleh Humaira dan tuan muda AMAR sebelumnya.
Malam ini butik tutup lebih cepat, Melinda sudah memesan lima puluh nasi kotak, dari restoran langganannya yang akan di bagikan untuk para karyawannya, dia juga sudah menyiapkan uang tunai sebesar dua puluh lima juta rupiah, yang akan di bagikan kepada masing-masing karyawan nya, setiap orang mendapatkan lima ratus ribu rupiah, sebenarnya itu adalah bonus para karyawan, karena omset mereka baik online maupun offline berkembang dengan pesat.
Pukul enam sore butik Sudah di tutup, sejumlah pegawai butik sejumlah lima puluh orang, Sudah berada di dalam ruangan, mereka sudah menggeser beberapa manekin dan rak pakaian, sehingga ruangannya tampak luas, Nany dan yang lainnya sedang membagi bagikan nasi kotak, cemilan dan minumannya.
__ADS_1
Tak lama berselang, Melinda pun keluar dari ruangannya, di tangannya terlihat tumpukan amplop putih, para pegawai pun bertanya tanya dalam hati, begitu juga Nany sang pegawai kepercayaan.
Setelah makan malam selesai, Melinda menyuruh semuanya mendekat.
" Baiklah semuanya," Melinda membuka pembicaraan, dia menatap para pegawai butiknya dengan tatapan yang sulit di ungkapkan, " Terima kasih untuk pengabdian dan kerja keras kalian semua, saya pribadi dan mendiang mama, sangat senang dengan kinerja dari anda semua,"
Melinda menghentikan sejenak bicaranya, dia memperhatikan para pegawai saling menoleh satu sama lain, seperti mencari jawaban, Melinda kemudian melanjutkan, " Malam ini adalah malam terakhir saya di sini, butik ini sudah saya lelang beberapa hari lalu, jadi bukan milik saya lagi, akan tetapi, walaupun seperti itu, kalian tidak usah khawatir, tidak ada namanya pemutusan hubungan kerja atau PHK, kalian akan tetap bekerja, sesuai dengan job desk nya masing-masing, saya sudah meminta, kepada pihak pemilik yang baru, untuk mempertahankan sistem menejemen kita, jadi, yang berganti hanya owner atau boss nya saja, Saya pribadi, Melinda meminta maaf, pada kalian, jika ada kesalahan baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja, selama menjadi boss kalian, tetapi bagaimanapun, bagi saya, kalian adalah tetap keluarga saya, jika nanti kita bertatap muka di jalan atau di manapun, mohon jangan sungkan untuk menegurnya,"
Belum selesai Melinda berpidato, para pegawai sudah mulai terisak dan meneteskan air mata, mereka seakan tidak rela kehilangan Melinda, sang boss yang sangat baik hati dan peduli pada karyawannya.
Melihat reaksi para pegawainya, seketika hati Melinda menghangat, di cintai dan di sukai para karyawan, adalah sesuatu yang paling besar nilainya.
Melinda pun melanjutkan kembali pidatonya, " Saya belum menyiapkan kenang kenangan terakhir dari saya, jadi ini semoga akan cukup membantu pada kalian semua," Melinda menunjukkan amplop putih di tangannya.
Nany membagikan satu persatu amplop yang di berikan pada Melinda.
Setelah yakin, semuanya telah mendapatkan masing masing amplop, Melinda pun undur diri, dia harus segera memesan taksi online yang akan mengantarkan dia ke sebuah restoran mewah yang sudah di pesan sebelumnya, di sana Camilla dan Michael sudah menunggu.
Tiga puluh menit kemudian, akhirnya Melinda tiba di restoran, pelayan pun sudah membawa ke private room yang sudah di pesan Sebelumnya.
Ketika Melinda masuk, dia melihat Camilla dan Michael sedang tertawa, mereka nampaknya asyik bercanda, jika di lihat sekilas, mereka seperti seorang sahabat lama yang akrab, sayangnya Melinda sudah tau kebusukan mereka.
__ADS_1
" Ekhem," Melinda berdehem, membuat mereka berdua mengalihkan perhatian.
Melihat Melinda yang sudah tiba, Michael langsung berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan menghampiri wanitanya itu dan langsung mencium pipi kanan dan kiri gadis itu, Melinda sebenarnya risih untuk melakukan kontak fisik dengan keong racun itu, namun dia harus berpura pura tersipu malu, " Akting seperti ini sangat melelahkan," batinnya.
" Wah, ga ada banget jadi nyamuk sendirian di sini," celetuk Camilla, memperhatikan mereka berdua, ada rasa cemburu tersirat jelas di matanya, akan tetapi sebagai seorang artis dia sudah berpengalaman, untuk tidak menunjukkan perasaannya.
Melinda dan Michael pun tertawa mendengar celetukan Camilla, Melinda tau kalau Camilla tidak suka dan cemburu padanya, " Hahaha, ini baru langkah awal ular, sebentar lagi, kamu akan sering melihat, kekasih gelapmu bermesraan dengan wanita lain," kekeh Melinda dalam hatinya, kemudian dia berujar, " Ajak Ardi dong Mil, Kalian Jan couple paling hits, he he he,"
" Udah gak usah bahas dia, laki laki itu seketika lagi sibuk ngurusin adiknya yang ada kasus dengan perusahaan dan pihak hukum,"sela Camilla. " Ya udah yuk, langsung aja kita pesan makanannya, aku sudah kelaparan ini," Seru Camilla, dan langsung memanggil pelayan untuk mencarat makanan yang di pesan mereka.
Camilla memesan banyak sekali makanan, jika di bandingkan dengan porsi makan dia sebelumnya, Melinda dan Michael melirik tidak percaya, tapi menurut Michael, " Camilla kan emang sering laper mata, pesannya banyak makannya sedikit,".
pelayan pun segera beranjak dan menyiapkan pesanan mereka.
Melinda dan Camilla berbincang bincang tentang kasus pelelangan butik dan tawaran sebagai menejer, Camilla berpikir, bahwa Melinda adalah kandidat yang cocok, dia pandai mengatur keuangan, bersosialisasi, dan yang paling penting adalah, Melinda menganggap dirinya sahabat sejatinya, jadi kemungkinan untuk berkhianat tidak ada samasekali.
Tak lama perbincangan itu selesai dan sudah menemukan kesepakatan, antara kedua belah pihak, pesanan mereka pun datang.
Camilla dengan semangatnya langsung makan, dia merasa lapar sekali, semuanya habis di lahap perempuan itu, Melinda dan Michael saling berpandangan dan takjub akan tingkah Camilla, yang biasanya makan dengan porsi kecil.
" GLUK!"
Melinda menelan ludahnya dan berfikir, " Pil itu ternyata memiliki efek mengerikan seperti ini,"
__ADS_1
\*\*\*\*