Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Persaingan semakin ketat


__ADS_3

Episode #41


    Mansion kediaman keluarga Jhonson.


  " Rebecca, Aku dengar dari menejermu jika ada seseorang menemuimu di belakang panggung waktu konser, Benar?" Nora, ibunya Rebecca memasuki kamar tanpa mengetuknya Terlebih dahulu.


  " Hmmp!" Rebecca yang sedang mengoleskan skincare rutinnya Hanya bisa berdehem tanda mengiyakan.


  " Apakah dia Amar? cucunya sahabat kakekmu, Adam Stewart?"Nora sudah duduk di atas tempat tidur, menunggu jawaban Rebecca.


  Tanpa menoleh ke ibunya, Rebecca mengangguk," Hufft! Anak itu memang tidak bisa memegang rahasia!" yang di maksud Rebecca adalah menejernya, Rebecca langsung membuka ponselnya dan melihat Akun Instagram nya,, kemudian dia mencari profil Amar, dan menyerahkannya ke ibunya.


  " Mama lihat sendiri, dia sangat sederhana, dan terlebih lagi dia datang ke konserku dengan di bayari oleh temannya!" keluh Rebecca.


  Nora mengambil ponsel tersebut dan melihat akun milik Amar yang di perlihatkan oleh Rebecca, Nora menggulir layar, melihat dari postingan terbaru sampai postingan lama.


  "Awalnya Aku suka, karena menurutku Amar itu laki laki yang Good looking, Aku benar-benar tak bisa menahan perasaan ketika Aku melihatnya, tapi setelah aku melihat akun Instagram tersebut, rasa tertarikpun hilang tanpa bekas!" Rebecca mengeluh.


    " Hmmp! Apa kau tahu siapa Amar sebenarnya? Dia adalah kandidat terkuat, putra mahkota kerajaan bisnis keluarga Stewart, Sudahlah, jangan tertipu oleh hal remeh seputar sosial media, Banyak orang menampilkan keadaan sebaliknya, untuk menjaring siapa yang layak untuk mereka, pelajaran untuk mu, kalau kau ingin memeriksa latar belakang seseorang, jangan melalui sosial media, itu semua tipuan, seperti Amar ini, jelas jelas dia adalah pewaris kerajaan bisnis milik Stewart, tetapi mengesan sebagai orang sederhana, sudahlah jangan tertipu oleh penampilan luar!" Nora mencoba membuka pikiran Rebecca.


  Rebecca sedikit terhenyak dengan fakta itu, ada sedikit lengkungan halus di sudut bibirnya.


  " Ingat, aku sempat menguping, jika kakekmu dan tuan Stewart tetap melanjutkan perjodohan yang dulu sempat tertunda, entah siapa yang dia jodohkan kali ini, yang jelas, kau punya satu saingan lagi kali ini, kau punya saingan satu lagi setelah Mona dan adiknya, Raya!" Nora mengingatkan dengan raut wajah serius.


  Mendengar nama Mona dan Raya di sebut, Rebecca melihat ibunya dengan senyuman meremehkan," Ha ha! Jangan sebut keduanya adalah sainganku!"


  Nora mendesah," Ingat, bagaimanapun keduanya adalah saudaramu, cucu keluarga Jhonson, walaupun ayahmu dan ibunya sudah bercerai sejak lama, dan keduanya memilih tinggal bersama ibunya, ingat itu, apalagi sekarang ada Molly, anak perempuan dari bibi Ladymu!"

__ADS_1


  Rebecca terkejut dengan info yang baru saja dia dengar, lipstiknya keluar dari garis bibirnya, sedikit Dagunya tercoreng, " Apa? Jangan bilang bibi lady kembali!"


  " Bibimu memang tidak kembali, tapi anaknya iya, ayahmu bahkan sudah melakukan tes DNA, dan semua mengarah jika dia adalah sepupumu, jadi kau memiliki saingan selain Raya dan Mona!" Nora menghela nafas," Persaingan akan semakin ketat!"


 " Molly?" Rebecca memastikan namanya.


  Nora mengangguk," Iya, ayahmu yang membawanya kemari, Bahkan, dia sudah punya kamarnya sendiri, semuanya sudah beres, hanya menunggu kakekmu memberikan pengumuman resmi kepada media bahwa dia menemukan cucunya yang hilang!"


  " Bagaimana dengan bibi lady?" Rebecca bertanya sambil melengkungkan alisnya.


  " Dari pelayan yang Aku utus, Dia mengatakan, bahwa bibi Lady sudah meninggal dunia!" Nora beranjak ke meja rias, Dia mengambil sisir, dan mulai menyisir rambut blonde Rebecca, " Lebih baik sekarang, kau fokus untuk mengambil hati cucunya tuan Stewart! Dia sudah memberikanmu kartu nama, bukan? ajak dia bertemu!"


  Rebecca mengangguk, tanda dia setuju dengan ibunya," Aku akan menghubunginya, dan mengajaknya segera bertemu, jika dia seperti yang mama pikirkan, hal ini sangat baik, menjadi nyonya muda Stewart akan memberikan banyak kemudahan, Aku tidak terus bergantung pada kakek Edmund, yang pilih kasih!"


  " Baiklah, semakin cepat semakin bagus!" Kemudian Nora melangkah, meninggalkan kamar anak perempuannya itu.


Ketika dia ingin bertanya lebih jauh pada edhena, baru dia menyadari jika pelayan itu sudah tidak ada lagi di sana, diapun dengan kasar berujar," Dasar pelayan tua, pelayan tidak tahu sopan santun!"


Tak lama kemudian, Deringan telepon berbunyi, " Kriiing! Kriiing!" Molly segera meraih ponselnya, dan dia tersenyum melihat identitas si penelpon.


" Nenek, Aku sudah sampai di mansion Jhonson!" Molly berseru," Mansion nya sangat besar!"


Meghan yang di panggil nenek oleh Molly segera menjawab," Benar, Mansionnya memang sangat besar, kau akan betah tinggal di sana, ingat apa yang sudah aku ajarkan, berperilakulah seperti anak perempuan Edmund, lady, bertingkahlah lembut, seolah-olah kau memang putri kandung perempuan itu, jangan sekali kali kau tunjukkan Sifat aslimu, jika kau tidak ingin Edmund menaruh curiga, ingat, bagaimanapun Edmund tidak mudah untuk di bohongi, pasca kebenaran terungkap dan kami sekeluarga terusir dari mansion itu, berperilakulah manis dan baik hati, ingat yang aku ajarkan, berperilakulah yang baik, agar semua yakin jika kau adalah anak kandung lady!"


" Nenek tidak perlu khawatir, aku sudah mengingat semuanya, bahkan paman Darren percaya padaku, dan dia memperlakukan aku dengan sangat baik!"


" Darren memang sangat bodoh, Dia sendiri tidak tahu sedang di bodohi oleh istrinya yang sekarang, kalau dia cerdas, dia tidak akan menceraikan Selena istri pertamanya,"

__ADS_1


Mendengar itu Molly hanya tersenyum canggung, dia tidak tahu harus berkata apa.


" Ingat yang aku sampaikan, saat ini kau harus berhati-hati dengan satu pelayan tua, yang bernama edhena, dia adalah pelayan kepercayaan si tua Bangka, Edmund, kau bisa mendekati seorang pelayan bernama Silvia, dia sudah berada di pihak kita!"


" Baiklah nek, Aku akan selalu ingat, nenek jangan risau!"


" Jangan lupakan misi terpenting kita, kita harus memenangkan perjodohan dengan cucu tuan Stewart, kemungkinan saingan terbesarmu adalah Rebecca, anak perempuan Nora, jika Mona dan Raya tidak usah di perhitungkan,"


" Baiklah nek, Aku akan berusaha sebaik mungkin!"


Kemudian Meghan menutup teleponnya.


Molly hanya bisa menghela nafas, Dia melakukan ini sebagai sujud rasa terima kasihnya kepada Meghan yang telah mengadopsinya dari panti asuhan.


Sementara itu di ruangan kerja Edmund.


" Bagaimana sekarang Edmund? Apa yang akan kita lakukan pada gadis itu?"Edhena bertanya.


" Perlakukan dia sebaik mungkin, edhena, perlakukan dia sama dengan, Rebecca, Mona dan Raya!" Edmund menjawab setelah menyesap tehnya.


Dahi Edhena mengerut," Aku tak mengerti," Jawabnya.



" Kita tak tahu siapa gadis itu, dan apa tujuannya, kurasa dia memang gadis yang baik, dan pasti ada sosok lain di belakangnya, kita harus bertindak sealami mungkin, sehingga dalang di balik gadis itu tidak curiga sedikitpun, Aku berpikir, bahwa salah satu pelayan di sini adalah mata mata, kenapa dia datang ketika aku ingin membahas perjodohan dengan keluarga Stewart! apa menurutmu ini tidak terlalu aneh?" Edmund melengkungkan alisnya.


" Ini memang sedikit aneh, Baiklah, aku akan menyuruh Alice untuk memesan beberapa pakaian, perhiasan dan kosmetik untuknya, apa yang Rebecca dapat, gadis itu juga dapat.

__ADS_1


****


__ADS_2