Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Penculikan


__ADS_3

Episode #98


Setengah jam telah berlalu.


Amar dan Arsyad, sejak tadi selalu melihat ke arah kamar mandi, tetapi kedua perempuan itu tak kunjung datang, kegelisahan nampak jelas di kedua mata lelaki itu.


Sementara Carrey dan Angga, sibuk mengobrol tentang kegiatan mereka semasa menempuh master dulu di university, ketidak hadiran Asyifa dan Melinda tidak mempengaruhi keduanya, menurut mereka, sangat normal bagi wanita untuk berlama-lama di kamar mandi.


Amar dan Arsyad saling bertatapan, mereka seperti mengerti kegelisahan masing masing. Dengan sedikit berbisik, Amar memerintahkan Arsyad, untuk pergi melihat mereka, perasaannya benar benar tidak nyaman untuk saat ini.


Arsyad pun berpura-pura menuju ke toilet, dia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Melinda, terhubung, tetapi tidak ada jawaban, Arsyad mencoba lagi, namun lagi lagi panggilan itu tidak terjawab, kali ini dia mencoba menghubungi Asyifa, hasil yang di dapat juga sama, panggilannya terhubung, tapi tidak di terjawab, kekhawatiran pun langsung menyambangi Arsyad.



Arsyad memperhatikan para tamu yang lalu lalang, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Melinda ataupun Asyifa, setelah memastikan bahwa toilet nya kosong, Arsyad pun langsung masuk dan menguncinya dari dalam, dia kemudian membuka satu persatu pintu toilet, nihil, tidak ada keberadaan keduanya.


Arsyad pun segera menelpon kembali keduanya, terdengar suara getaran di tong sampah, Arsyad segera memeriksanya, dan terkejut setelah melihat, ternyata kedua ponsel mereka berada di dalam tempat sampah, smartwatch yang biasa di gunakan Asyifa pun ada di sana, Arsyad langsung memungut ketiga benda itu dan membawanya dan langsung keluar membuka kunci kamar mandi.


Di luar, tatapan para tamu undangan pun melekat padanya, " Hey, ini toilet perempuan, bagaimana kamu bisa masuk kesini? Dasar mesum!" begitulah kira kira apa yang di pikirkan para wanita yang berbaris menunggu di depan pintu toilet.



Arsyad pun langsung menelpon Amar, pada panggilan pertama, telpon itu langsung terhubung, " Tuan muda, sepertinya mereka di culik, ponsel keduanya dan smartwatch yang biasa di gunakan Nona May, berada di dalam tempat sampah,!"


Amar tidak mengatakan apapun, dia masih mengolah informasi yang Arsyad katakan, " Asyifa di culik? Siapa yang menculiknya?" Dia tidak mempunyai musuh pada siapapun, untuk apa di culik? pertanyaan tersebut segera menghantam pikiran Amar, Dia menatap sekilas kepada Angga yang sedang sibuk bernostalgia dengan Carrey. " Apa ini semua ada hubungannya dengan cecunguk satu ini?"


" Baiklah aku akan segera kesana," Tegas Amar, dia pun menutup telponnya.



" Angga, Carrey, kalian lanjutkan saja ngobrolnya, aku ada urusan sebentar!" pamit Amar kepada keduanya.



Keduanya yang sedang asik mengobrol pun sontak menoleh ke arah Amar, lalu menganggukkan kepala, tanda menyetujui kepergian Amar.


__ADS_1


" Semua pada kemana yah? Melinda dan may, juga sedari tadi ke kamar mandi, lama sekali mereka?" keluh Angga pada Carrey.



" Santai sajalah, cewek kalau di kamar mandi bawaannya pasti lama, yang benerin makeup lah, yang benerin pakaian lah, apalagi jika mendiskusikan sesuatu", timpa Carrey, membocorkan kebiasaan para cewek cewek jika berlama-lama di kamar mandi.



Angga mengangguk, menyetujui pendapat yang di utarakan oleh Carrey, " Masuk akal," ucapnya kemudian.


Keduanya pun langsung terbahak.


Amar sekilas masih bisa mencuri dengar keduanya, dia mengambil kesimpulan, jika Angga tidak terlibat, "Lalu siapa?"gumamnya.


Melihat sosok Amar yang keluar, Arsyad langsung mendekat, dia menyerahkan kedua handphone dan smartwatch Kepada Amar.


" Bagaimana dengan cctv nya, sudah di periksa?" tanya Amar, seraya mengambil barang dari tangan Arsyad.


" Percuma tuan muda," seraya menunjukkan cctv yang di tutupi dengan sebuah topi.


" Sialan!" geram Amar seraya mengepalkan tangannya.


Arsyad kemudian mengingat sesuatu, tadi pagi, sebelum berangkat, dia memberikan gelang kepada Melinda, di gelang tersebut, dia sudah menyematkan GPS mini agar dia tau posisi Melinda, karena akhir akhir ini Melinda sering di ganggu Michael, mantan pacar Melinda, dan dia khawatir Michael akan mencelakai Melinda, tidak ada yang tau hal itu, hanya Arsyad saja.


" Tuan muda, sepertinya kita masih bisa melacak keberadaan mereka," kemudian Arsyad menceritakan tentang gelang yang ia sisipi GPS mini.



" Ayo, segera kesana, jangan lupa, hubungin yang lainnya, agar segera meluncur ke titik GPS tersebut, kita perlu membuat rencana," perintah Amar.


Arsyad segera mengatur anak buahnya, dan segera melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan muda mereka.


****


Tiga puluh menit sebelumnya di toilet wanita.


Asyifa langsung ke bilik toilet, untuk membuang air kecil yang sejak tadi di tahannya, Melinda menunggunya di wastafel sambil bercermin memperbaiki makeup nya yang memang sudah sempurna.

__ADS_1


Asyifa pun segera keluar, dia mencuci tangan di wastafel, kemudian seorang petugas wanita datang, membawa gulungan tisu, dan mengganti tisu yang kosong, setelah itu dia berlalu,


Asyifa dan Melinda mengabaikan petugas tersebut, tanpa menaruh curiga sedikitpun.


Petugas tersebut keluar, dan memberikan sinyal ok dengan tangannya, kepada seorang pria yang menutupi wajahnya dengan topeng.


" Kamu kenal, siapa itu Carrey?" suara Asyifa jelaa terdengar, dia seperti menyembunyikan rasa tidak suka pada perempuan yang baru di kenalnya beberapa saat lalu.


" Akupun tidak mengenalnya, aku baru bertemu dia hari ini, Arsyad pun tidak menceritakan apapun," jawab Melinda jujur.



Tak lama kemudian, dua orang pria datang menyergap, mereka langsung membekap keduanya dengan sapu tangan, yang sudah di bubuhi obat bius.


Melinda dan Asyifa langsung terkulai lemas, mereka kehilangan kesadarannya.


Seorang pria bertopeng, masuk lagi ke dalam toilet,


" Buang ponsel dan smartwatch yang ada di tangan wanita itu, atau kita akan segera ketahuan," perintah lelaki tersebut.


" Kenapa gak di matiin aja hapenya bos, lumayan dapet hape baru!" tanya laki laki yang menyekap Melinda.


" Kalian Bodoh sekali," Hardik laki laki yang di panggil boss itu. " Jika ponselnya di matikan, temannya akan curiga, kenapa lama sekali di toilet, juga jika ponselnya di bawa, setelah di nyalakan nanti GPS atau nomor IMEI dari ponsel tersebut bisa di lacak, kalau ketahuan, kamu mau menanggung resikonya? Bodoh!" Udah tinggalin!"


Kedua penculik itu merasakan kebenaran dari penjelasan ketua mereka.


kemudian mereka menyeret Melinda dan Asyifa ke dalam mobil yang sudah menunggunya sedari tadi, mereka melewati belakang gedung, sehingga tidak ada yang memperhatikan, Mereka telah membuat tulisan 'Area perbaikan' sehingga tidak ada pengunjung yang melewati jalur penculikan mereka.


Kedua penculik itu berbisik kepada rekannya, ketika bos nya berjalan agak jauh, " Tumben si bos pintar!".



" Habis kesambet kali, atau kepalanya kebentur tembok!" timpal rekannya.


" Buruan, Gak usah bergosip!" Sebuah teriakkan menyadarkan keduanya, Bos nya sudah berkacak pinggang, kepada kedua bawahannya tersebut.


Asyifa dan Melinda pun segera di bawa menuju bangunan kosong, yang telah di beritahukan sebelumnya oleh seseorang yang menyewa jasa mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2