Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Niko


__ADS_3

Episode #112


    Setelah sesi foto dengan pengantin, Asyifa dan Angga memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing masing, Perut mereka sudah terisi, dan tubuh mereka sudah begitu letih, setelah pamit kepada tuan Wijaya Kusuma dan nyonya Arum Kusuma, merea segera pamit ke kamar masing-masing.


  Rio dan Helena, orang tua Angga, merasa bahagia, melihat kedekatan Asyifa dan Angga, walaupun Rio merasa, ini tidaklah sesederhana yang di lihat, kedekatan mereka terlampau mudah dan lancar, , berdasarkan watak ayahnya, dia merasakan ada sesuatu yang di rencanakan. namun dia tak ingin memikirkannya, karena dia merasa tidak punya kuasa, dalam mengatur perjodohan anaknya.


   " Mereka nampak serasi ya pa?"Helena tersenyum mesra, dia seolah mengingat masa lalu, dimana dia dan suaminya sedang pendekatan.


  Rio hanya tersenyum, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


     Charlie, Lusi dan Jeni, anak dan cucu dari Wijaya Kusuma, saling melirik dan tersenyum penuh makna, mereka seolah tidak sabar menunggu matahari terbit.


     Asyifa Sudah kembali ke kamarnya, dia merebahkan tubuhnya sejenak, setelah itu dia menggantikan gaunnya dengan piyama yang di sediakan oleh hotel, Diapun menghapus riasan di wajahnya.


    Kemudian dia memeriksa ponselnya, ada pesan dari Amar.


    ( Hai cantik, bagaimana perjalanannya?")


    Asyifa tersenyum, tanpa dia sadari membaca pop up pesan WhatsApp di ponselnya.


   Asyifa pun membalasnya.


  ( salah kirim ya?)


     Tak ada balasan lagi dari Amar, pesannya tidak di balas, hanya centrang dua biru.


     Asyifa langsung mematikan ponselnya, dia sangat kesal.


    Dia pun langsung tidur setelah mengisi daya ponselnya.


         fajar menjelang.


  Asyifa Sudah membuka matanya, segera dia membuka tirai di kamarnya, pemandangan indah tersaji di depan matanya, alunan ombak begitu memanggil sanubarinya, bau air laut pun segera menusuk penciumannya, tanpa alas kaki dia beranjak mepnginjak halusnya butiran pasir dan melangkah menuju pantai, Riak ombak pun seketika menyapa kakinya.


    Ada kedamaian muncul begitu saja,, sudah lama sekali dia tak pernah mengalami perasaan seperti ini, jiwanya seolah bebas menikmati indahnya panorama sang tercipta, Diapun memutuskan, berjalan santai sejenak, sambil menunggu matahari bangun dari peraduannya.


     Tak lama kemudian, sesosok kepala manusia muncul dari dalam laut, di susul oleh tubuhnya yang terombang-ambing di lautan.

__ADS_1


  " Aaargh!" Asyifa terkejut, tangannya refleks menutup mulutnya.


  Teriakkan tersebut sontak mengagetkan sosok tersebut, dan sosok tersebut pun kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke dasar laut.


  " Aku pikir mayat mengambang!" Asyifa menghembus kan nafas lega, jika itu benar benar mayat, dia akan pergi dari berpura-pura tidak melihat, dia malas berurusan dengan pihak yang berwajib.


   Sosok itupun akhirnya keluar dari dalam air, ,lekuk tubuhnya yang berotot membius kaum hawa, terlebih dia memiliki enam buah roti sobek, jika itu perempuan lain mungkin akan terpana dan meleleh, tapi bagi Asyifa itu hal yang biasa.


   Berjalan di bawah sinar rembulan dan menuju daratan, Asyifa seperti melihat dewa laut yang muncul ke permukaan.


     " Maaf mengagetkan Nona, saya tidak tahu Nona ada di sini, biasanya jam segini tidak ada pengunjung yang datang," jelas laki laki itu setelah mencapai bibir pantai.


   Asyifa memperhatikan sosok itu, tubuhnya tinggi, kulitnya kecoklatan, dengan rambut ikal, hidungnya mancung, dan sorot mata yang tajam, parasnya bukan seperti penduduk asli sini, dia terlihat seperti Camilla, dengan ras campuran, hanya saja dia bukan campuran Eropa dengan penduduk lokal, lebih ke Amerika latin.


   " Its ok! tidak masalah, saya hanya kaget melihat kepala mengambang di laut, untung saja jantung saya sehat, kalau tidak kamu sudah berurusan dengan pihak berwajib karena kasus ini," Terang Asyifa, dia memaafkan pria tersebut.


  " Oh ya, sepertinya Nona bukan asli orang sini, karena saya belum pernah melihat Nona sebelumnya, " Perkenalkan nama saya Niko , saya instruktur Diving dan snorkeling yang di pekerjakan oleh resort ini,, kalau Nona?" Niko menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan berkenalan, Asyifa pun menyambut jabat tangan tersebut, " Humaira Pramesti, panggil saya May, kemudian mereka melepas jabatan tangan masing-masing.


   " Sepertinya kamu bukan asli penduduk sini?" May, memulai pembicaraan.


" Aku asli orang sini, ayahku penduduk lokal di sini, sedangkan ibuku awalnya wisatawan asal Meksiko, dia jatuh cinta dengan pulau ini dan bahkan menikahi penduduk lokalnya, sekarang dia sudah berganti kewarganegaraan sini," jelas


" Persis seperti yang aku duga," benak Asyifa.


" Oh ya, wajah anda seperti tidak asing, seperti pernah aku lihat sebelumnya, eh tunggu sebentar," Niko merogoh sesuatu di sakunya, itu adalah sebotol sunsecreen, keluaran terbaru yang di bintangi Asyifa, ada gambar Asyifa di sana.



" Ha ha ha! pantas sepertinya wajah Nona May tidak asing, ternyata saya selalu membawa bawa gambar nona kemana saja,"Niko menunjukkan botol tersebut.



Asyifa tersenyum canggung, dia bahkan lupa pernah jadi model iklan produk itu.



" Seharusnya saya membawa ponsel, bolehkah nanti Nona berselfie dengan saya, dengan memegang produk ini?" Niko berharap.

__ADS_1


" Tentu saja! Anda jangan terlalu sungkan," ungkap Asyifa senang, tidak ada salahnya menambah teman baru, pikir Asyifa.


Merekapun terus mengobrol sampai matahari terbit, kepribadian Niko begitu hangat dan mudah akrab dengan orang asing, Hal ini sebenarnya wajar, bagaimanapun Niko bekerja di bidang pariwisata, jadi dia memang wajib untuk bersikap ramah dan menyenangkan, terlebih kepada para wisatawan.



Lama mereka berjalan, hingga sampailah di restoran hotel, beberapa anggota keluarga Kusuma sedang menikmati sarapan pagi, ada Rio dan Helena, orang tua Angga, Lusi dan Jeni, bibi Angga, dan juga para sepupu mereka, tak lama kemudian Angga pun muncul, dia sedikit terkejut melihat Asyifa berjalan dengan seseorang dengan bertelanjang kaki, dan masih memakai piyama, alisnya sedikit melengkung, seolah mempertanyakan pria itu.



Seorang pelayan berinisiatif dan berbisik kepada Angga, "Namanya Niko, dia adalah instruktur Diving dan snorkeling di resort ini.


Angga Hanya mengangguk dan tidak berkomentar apapun, dia duduk di seberang, agak jauh dari anggota keluarga yang lain, terlihat sikap Angga sedang menunggu seseorang.


Asyifa dan Niko pun berpisah, Asyifa segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan segera kembali untuk sarapan bersama yang lain.



Tamara, sepupu Angga dari bibinya, Lusi, segera mencolek Charlie dan berbisik, "Kamu nemu di mana cowok keren gitu? daripada buat si betina itu, mendingan buat aku," ucapnya genit.



Charlie segera memasukkan potongan kiwi ke mulut Tamara, dia tidak mengatakan apa apa.


Tamara tersedak, dan segera mengeluarkan buah itu.


Jeni dan Lusi seketika mendekat ke Charlie dan Tamara.


Mama percaya dengan rencanamu kali ini char, buat kakek dan nenek ilfeel ke perempuan itu, kalau sampai dia jadi nyonya muda Kusuma, kita bisa sengsara" ujar Jeni kepada Charlie anaknya.


" Tenang saja mah, serahkan semuanya padaku," Charlie menjawab dengan senyum misteriusnya.


Niko memang di suruh Charlie untuk mendekati Asyifa, sehingga membuat hubungan perempuan itu dengan sepupunya renggang, mereka tidak ingin Humaira merusak rencana mereka, untuk menjodohkan Angga dengan sosok pasangan boneka mereka, jadi bagaimanapun hubungan Angga dan Humaira harus berakhir.


****


"

__ADS_1


__ADS_2