Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Bastian terluka


__ADS_3

Episode #45


   Keesokan paginya..


        Ami, Sudah keluar dari kamarnya, dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, Dia sudah bertekad untuk jujur pada kakaknya Ardi, tentang keterlibatannya dalam penggelapan dana tersebut, bagaimanapun reaksi sang kakak, dia sudah siap, daripada hidup di penjara, karir hancur, nama baik juga hancur!


   Dia sudah tiba di meja makan, di sana sudah ada, Ani sang mama, Andreas sang papa, Tia sang adik, juga Mira yang sedang menyajikan sarapan, kursi suaminya masih kosong, karena masih bertugas di luar kota.


      Ani melirik Ami, tidak ada yang berbeda dari anak perempuannya tersebut, hanya saja wajahnya sedikit pucat," Mungkin benar kalau dia lagi isi" pikirnya.


      " Ami, kamu pucat sekali, lebih baik tidak usah ke kantor, kamu ijin saja, kasian kandunganmu, masih rentan, lebih baik ke Dokter saja, periksa dan minta vitamin," Celetuk Ani, ketika Ami ingin mengambil nasi ke piringnya.


      Sontak semua yang ada di sana langsung melirik Ami, terkecuali Tia, yang sudah tau duduk perkaranya, Dia tetap memasukkan nasi dengan ayam goreng itu ke mulutnya.


     Ami, yang di tatap bingung, "kenapa semua orang melihat aku seperti itu? Memang tadi mama ngomong apa? Aduh, aku gak fokus, gara gara Audit hari ini," batin Ami.


        " Kamu hamil Mi? tanya Andreas sang ayah, dengan binar kebahagiaan, baik Ani maupun Andreas sama sama mendambakan seorang cucu.


    "Ap,. Apa mah! " Ham, Hamil? tanya Ami terbata bata, memastikan pendengarannya.


    "Iya,.. kamu kemarin tingkahnya aneh! Gak selera makan malam, padahal itu makanan kesukaan kamu, trus wajahmu juga terlihat pucat dan terlihat lemah,! Tutur Ani, sambil memandang Ami khawatir.


    " Bener kamu hamil Mi? Andreas bertanya kembali untuk memastikan.


    " Siapa yang bilang aku hamil mah? kok, bisa nyimpulin gitu? Aku ajak tidak merasakan gejala apa apa," Ami kesal.


    " Mira, yang bilang ke mama tadi malam, katanya kamu pulang dengan wajah pucat, trus ga selera makan, Dia juga jelasin, kalau kamu sudah tidak datang bulan tiga Minggu, karena dia ga ada kamu suruh beli pembalut," jelas Ani sang mama, begitu bersemangat.


   " MIRA,..! teriak Ami, memanggil nama Mira.


  Mira yang sedang mencuci piring kaget dan tak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangannya.


   " PRAAANG,"


   " Eh, copot,. copot,.. copot,! Mira latah sambil mengusap usap dadanya naik turun.


         " Bentar, mbak Ami!" teriak Mira, sambil membersihkan pecahan gelas.


     Segera bersih, Mira segera bergegas ke ruang makan, menemui Ami.


   " Ada apa mbak? kok panggil saya? Saya kaget, hingga gelasnya jatuh,! keluh Mira.

__ADS_1


   " Emangnya, kamu saja yang kaget! Saya juga kaget di tanyain Hamil ! Hardik Ami kesal.


    " Pelankan suara mu Ami,! Andreas sang ayah menasehati.


    Ami kemudian menghela nafas sebentar, kemudian dia berucap," Maaf pa! kemudian matanya melotot ke arah Mira, tolong jangan sebar berita Hoax di rumah ini ya Mira, lebih baik diem aja, kalau gak tau apa apa,"


    "Saya di tanya ibu mbak? gak mungkin saya diem, apalagi yang nanya itu ibu, bisa di pecat saya mbak, kalau gak jawab, trus kalau saya di pecat, bagaimana hidup Emak, bapak dan adik adik saya? trus,.. ! Mira tidak berhenti berceloteh sambil sesekali terisak dan mengusap air matanya.


      Melihat kekacauan itu Andreas hanya menggelengkan kepalanya, " Mira, kamu lanjutkan saja cuci piringnya yah!" Akhirnya Andreas menyela, dan menyuruhnya melanjutkan pekerjaannya.


    " Udah lah,.. semua hanya salah paham, lagian mama, si Mira di percaya, diakan se- ons kurang!" celetuk Tia, sambil menghabiskan makanannya, kemudian berdiri dan meraih Draft skripsi di mejanya, lalu berpamitan berangkat lebih dulu ke kampusnya, dia ada janji dengan Dosen pembimbingnya.


     Setelah kepergian Tia, suasan pun hening, mereka menyantap makanan nya.


     Andreas sesekali melirik ke arah Ami yang terlihat gelisah, perasaannya mendadak tidak enak.


  ***


   Camilla, Artis sekaligus kekasih ARDIANSYAH, sedang mengoles salep, pada wajahnya yang alergi, menurutnya salep itu tidak terlalu bagus, karena hingga saat ini, di wajahnya masih terlihat ruam dan rasa gatalnya pun belum hilang, bahkan sudah terlihat ada yang membengkak, seperti jerawat batu di sana, Camilla benar benar kesel, entah di mana dia terkena serbuk sari bunga matahari.


    Setelah meminum pil kecantikan yang sama dengan Melinda, Camilla memang merasakan, ada perubahan pada wajahnya, gatal di wajahnya sedikit berkurang setelah meminum pil tersebut, " Mudah mudahan dalam waktu dekat, semuanya berjalan normal," gumamnya.


    Tak lama kemudian, bel berbunyi, Camilla mengeryit heran, jarang sekali ada tamu yang datang berkunjung akhir akhir ini.


    " Siapa ya, kira kira? bergumam sambil berjalan untuk membuka pintu, tidak lupa sebelumnya dia memakai masker untuk menutupi alerginya.


    Dia membuka pintu kamar, melewati ruang tamu untuk membuka pintu sambil berfikir, " Biasanya kalau Ardi atau Michael yang datang, mereka langsung masuk pakai kodenya, jadi tidak mungkin mereka, yang biasanya membunyikan bel itu petugas apartemen, Asyifa, Melinda dan Bastian,"


   Camilla mengintip dari lubang kecil di pintu, sebelum membukakan pintu, setelah mengetahui bahwa tamunya adalah sang menejer Bastian, Camilla langsung membukakan pintu dan mempersilahkan nya masuk.


     Bastian masuk sambil memberikan sebuah bungkusan, dan berkata," Nih,.. makan dulu, aku tau kamu lagi laper!


   Camilla mengangguk dan menerima bungkusan tersebut, segera dia kedapur untuk makan siang, sedangkan Bastian hanya melirik sekilas, dan duduk di sofa, lekas dia meraih remote tv dan menekan tombol on, seketika tv menyala dan menampilkan program gosip, di sana mereka sedang membahas tentang Camilla, dengan video yang Viral.


Hening, Keduanya sibuk dengan pemikiran mereka masing masing, hanya suara tv yang terdengar.


Lima belas menit kemudian, acara televisi sudah berganti dengan sinetron, Camilla sudah selesai dengan makanannya, kini dia sedang duduk di sofa di sebelah Bastian, namun keduanya masih terdiam, tak ada yang mereka ucapkan sedikitpun,


Ini perang dingin, untuk pertama kalinya antara Camilla dan Bastian.


" Heem," Bastian berdehem, memecahkan keheningan, setelah mendapatkan perhatian dari Camilla, dia bertanya," Jadi, kapan upload video permintaan maafnya? kontrak masih di tangguhkan, jangan sampai di batalkan gara gara kasus ini,"

__ADS_1



Camilla menarik nafas panjang, kemudian menghembusnya kembali, dia sedang berusaha untuk menenangkan dirinya dulu.


Setelah tenang dia berujar, "Untuk sekarang aku belum bisa tampil, Kamu lihat sendiri kondisi alergi ku ini!" dia menunjukkan alerginya pada Bastian.


" Trus, bagaimana dengan kontrak kontrak nya? mau di batalkan?" Nada Bastian sudah mulai meninggi.



" Lagian juga kamu bisa buat video atau live dengan memakai masker! tidak masalah!" kesalnya.


Mendengar nada suara Bastian yang sudah mulai meninggi, suara Camilla pun seketika berubah," Itu tidak segampang yang kamu kira! Kamu kayak gak tau aja netizen negeri wakanda ini!"


" Karena itu,. segera lakukan video permintaan maaf, klarifikasi semuanya, Aku gak mau usaha kita untuk mendapatkan kontrak semua sia sia!" balas Bastian.



" Ngertiin dong kondisi aku!" pekik Camilla.


Bastian juga berteriak, " KAMU SELALU MINTA DI MENGERTI, AKU SELALU BERUSAHA MENGERTI KAMU! PERNAH TIDAK, KAMU MENGERTI POSISI AKU SEBAGAI MENEJER KAMU? PERNAH? Bastian terengah-engah, matanya merah, tampak jelas sekali gurat kemarahannya.


Camilla tidak kalah memekik.


" ITU TUGASMU SEBAGAI MENEJER, AKU BAYAR KAMU MAHAL UNTUK ITU!"


Bastian terdiam, Camilla juga, mereka sama sama beberapa saat.


Kemudian Bastian menghela nafas panjang dan menghembuskanya perlahan, dia berusaha sedang mengontrol emosinya.


Bastian berjalan ke arah balkon, dia memandang kota Jakarta di siang hari ini, setelah yakin dia tenang, kembali dia menghampiri Camilla, dan duduk di sebelahnya, seperti posisi semula.


Camilla sebenarnya menyesali ucapannya barusan, melihat tingkah Bastian, pasti ucapannya melukai harga diri lelaki itu.


Bastian tersenyum kepada Camilla, senyum tulus tapi memancarkan luka.


" Aku berhenti jadi menejer kamu Mil, mungkin kamu bisa membayar mahal jasa ku dan pekerjaan ku, seperti, mengatur jadwalmu, menghandle para wartawan, mengurus kontrak kontrakmu atau sebagainya, ya, kamu bisa bayar mahal untuk itu,.. tapi untuk rasa perhatian, rasa khawatir, rasa peduli, kamu tidak akan pernah bayar untuk semua itu, apalagi kesetiaanku sama kamu, Aku pikir hubungan kita sudah tidak memandang materi,.tapi ternyata, semua yang aku lakukan hanya di pandang karena uang, ha ha ha, terima kasih Mil, jaga dirimu baik-baik, Aku berhenti!" Bastian segera membuka pintu dan berlalu pergi, ada kristal jatuh dari matanya.


Camilla tercengang, dia belum menyadari situasinya, ingin sekali dia menahan langkah Bastian, tapi dia urungkan, Bastian terluka, dan sepertinya dia harus mencari penggantinya.


\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2