Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Pemimpin bayangan Prameswari group


__ADS_3

Episode #31


  " Bagaimana persiapan mu ke London, syifa? Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya? jangan ada yang ketinggalan ya! Visa apa yang kamu pakai? Visa turis, Visa kerja, atau Visa pelajar?"Hamdan Hutapea bertanya, setelah menyuruh sekretarisnya menyiapkan dokumen terkait pelaporan Wijaya Kusuma ke polisi.


    Membaca sekilas dokumen itu, membuat sekretaris Hamdan Hutapea sedikit bergetar, Sekretaris itu masih berdiri terpaku menatap dokumen tersebut, memenjarakan Wijaya Kusuma? Bukankah ini berlebihan?"pikirnya.


   Melihat sekretarisnya sedikit kebingungan," Apa ada yang tidak kamu mengerti dari dokumen tersebut? kamu hanya perlu melakukan seperti biasanya, apa ada hal yang aneh?" pak Hamdan Hutapea mengeryit, dia memandang sang sekretarisnya lekat.


   Si sekretaris terbata bata, " Bu,..Bukan itu pak! In,..ini benar atas nama wi,.. Wijaya Kusuma? sang kepala keluarga Kusuma group?" si sekretaris bertanya memastikan.


     Hamdan Hutapea menjawab," Iya, kamu benar, itu sang patriark Wijaya Kusuma, kenapa? apa ada masalah atau hal yang aneh?"


  Sekretaris nya menggeleng pelan, dia tak dapat berkata apa-apa lagi, sosok sang patriark adalah sosok yang sangat kuat, Dengan kekuasaannya dia akan dapat bebas dengan mudahnya.


  Pak Hamdan Hutapea seolah mengerti, apa yang di pikirkan sekretaris yang sudah Lima tahun bekerja untuknya," Sudahlah, kerjakan saja tugasmu! Berhasil atau tidak jangan terlalu di pikirkan, hal yang perlu kamu ingat adalah, semua orang sama di mata hukum, jika memang salah dia harus di selidiki,"


  " Baiklah pak, saya mengerti, kalau begitu, saya akan membuat dokumennya sekarang, permisi!" sang sekretaris langsung meninggalkan ruangan Hamdan Hutapea setelah melemparkan senyum pada Asyifa.


  Asyifa pun tersenyum balik kepada sekretaris itu.


     " Jadi bagaimana? apa persiapanmu sudah selesai?" Hamdan Hutapea bertanya lagi.


    " Aku bingung menjawabnya, pertanyaan om banyak sekali, persis seperti petugas imigrasi saja!" Asyifa mencebik.


    Botol jus kosong segera terlempar ke arah Asyifa," Dengan profesiku sebagai pengacara, pertanyaan itu sungguh sedikit, lagi pula Om memenuhi syarat untuk mengetahuinya, bagaimanapun, kau jangan pernah lupa, kalau secara hukum Om ini adalah walimu loh!"Hamdan Hutapea memperingati, pria berusia lima puluhan itu mengerucutkan bibirnya persis seperti balita yang sedang merajuk.


    Asyifa tidak bisa menahan tawanya," Ha ha ha! om kok lucu sekali sih! Balita saja kalah!"


    " Ledek terus! Kualat kamu sama orang tua Syifa!"Hamdan Hutapea mendelik.

__ADS_1


  " Ampun,.. yang mulia, ha ha ha!" tawa Asyifa pecah.


Melihat Asyifa yang sudah mulai bisa bercanda kembali, Hamdan Hutapea merasa lega, kali ini dia tahu, Asyifa tertawa dari hati, bukan sekedar sandiwara saja.


Tak berapa lama tawa Asyifa berhenti.


Semuanya sudah siap om! Kampusnya sudah dapat, dan aku juga sudah menghubungi seorang profesor di sana, hanya saja, besok aku di jadwalkan medical check up di salah satu rumah sakit!" Asyifa berkata jujur.


" Baguslah, kalau semua sudah kau persiapan secara matang, sekarang kamu fokus saja dengan studi kamu di sana, sekalian mencari keberadaan Amar, masalah tentang Wijaya Kusuma, serahkan saja pada om, kehadiranmu tidak terlalu penting di pengadilan, karena waktu itupun kamu masih sangat kecil, kamu masih belum mengerti apa apa dan masih di bawah umur," Hamdan Hutapea menyemangati keponakan angkatnya tersebut.


" Makasih sekali ya om! Om selalu ada buat Syifa!" Asyifa menyampaikan rasa terima kasih sepenuh hati. bagaimana tidak, selain sibuk mengurus kantor hukum, yang di beri nama kilau hukum, Hamdan Hutapea juga diam diam adalah pemegang keputusan dalam kerajaan bisnis Prameswari group, Dia adalah sosok pemimpin bayangan yang selama ini di cari oleh Wijaya Kusuma.


" Jangan ucapkan lagi kata terima kasih, ingat, kita ini adalah keluarga!" Hamdan Hutapea tidak bisa lagi membohongi perasaannya dia terharu,dengan ucapan terima kasih yang Asyifa ucapkan.


Ada beberapa detik keduanya terdiam.


" Keluarga mamamu?" Hamdan Hutapea mengeryitkan dahinya," Kenapa kamu menanyakan hal seperti itu?"


" Aku menemukan sekotak Perhiasan, yang di sembunyikan di belakang lukisan, di kamar papa, mama, perhiasan itu memiliki logo unik, ketika aku menelusuri logo itu di internet, tidak ada hasil apapun yang di tampilkan," Asyifa tidak menyembunyikan apapun.


Hamdan Hutapea mendesah," Latar belakang keluarga mamamu tidaklah sederhana, ketika aku kuliah hukum di Manchester, papamu mengirimkan sebuah perhiasan dengan logo unik, mungkin itu perhiasan yang sama, dengan yang papamu fotokan untukku, papamu meminta tolong padaku untuk menyelidikinya,"


" Trus!" tanya Asyifa.


" Tak lama setelah Aku menerima foto tersebut, Aku langsung pergi ke perpustakaan, untuk mencari arti logo tersebut, sayangnya aku tidak menemukan hasil apapun, kemudian, teman satu asramaku memintaku, untuk menemui seorang profesor di kampusnya, Akupun membuat janji dan menemuinya, Dia mengatakan yang membuat aku cukup kaget,"


" Apa yang di katakan oleh profesor itu, om!" Asyifa langsung menyela.


" Professor itu mengatakan, bahwa logo tersebut merupakan simbol dari salah satu bangsawan di Britania raya, atau Inggris, pihak kerajaan selalu memberikan hadiah, dengan logo tertentu, kepada bangsawan yang berjasa pada kerajaan, tujuan di berikan logo adalah sebagai tanda pada pengusaha perhiasan, agar tidak menerima perhiasan tersebut, jika ada yang menjualnya, dan segera melapor kepada pihak kerajaan," Hamdan Hutapea menjelaskan lebih lanjut." Tapi aku tak berhasil menemukan keluarga mamamu, semua bangsawan menutup diri, dan telah berbaur dengan rakyat jelata, sehingga sulit untuk melacak keberadaan mereka, apalagi tingkat kebangsawanan mereka, Mereka Hanya akan menampakkan diri jika ada upacara pernikahan, pengangkatan tahta, atau upacara berkabung, jika ada salah satu anggota istana, atau keluarga kerajaan!"

__ADS_1


" Apa Om tahu, siapa nama asli mama?"Asyifa bertanya.


" Nama aslinya adalah Lady, sebelum dia menikah, dia mengganti namanya menjadi Flora, untuk alasannya Aku tidak tahu, bahkan papamu juga tidak tahu, setelah sepuluh tahun kemudian, dia berpindah menjadi warga negara kita!"


Mendengar itu ASYIFA mendesah pelan, Dia terlihat seperti memikirkan sesuatu, terdengar suara puh pelan dari bibirnya.


" Apa yang kamu pikirkan syifa?" Hamdan Hutapea tak bisa menahan dirinya untuk bertanya, melihat raut wajah Asyifa.


" Aku bingung om! Bagaimana menjelaskan ini ke pihak imigrasi,sana, jika mereka menanyakan tentang perhiasan itu," Asyifa memijit sebelah keningnya.



" Kamu tinggal jujur, dan cerita semuanya, tunjukkan foto pernikahan papa dan mamamu, paspor lamanya, dan foto keluarga kalian, kamu bisa katakan, kamu ingin mengembalikan kepada keluargamu, di paspor lama mamamu pasti ada nama belakangnya kan? walaupun nama belakang banyak di gunakan oleh keluarga di Inggris, seharusnya pihak imigrasi akan melepaskan mu, Hal terpenting adalah, jangan panik, semoga dengan perhiasan tersebut, kau bisa lebih mudah menemukan keluarga mamamu, mungkin terdengar mudah, tapi mencari keluarga mamamu di sana sangat sulit!" Hamdan Hutapea memberikan sarannya.



" Menurut Om, jangan terlalu habiskan waktumu untuk mencari keluarga mamamu, mamamu pasti mempunyai alasan tersendiri, mengapa dia meninggalkan keluarga bangsawan, setahu Om, Mereka yang memilih untuk meninggalkan keluarga bangsawan, biasanya akan di kucilkan, dan tidak terlalu di perduli kan, jangankan bangsawan biasa, seorang pangeran yang baru baru ini mengumumkan mengundurkan diri dari keluarga kerajaan juga mengalami hal yang sama, jadi, jangan terlalu berkecil hati jika nanti mereka tak menganggap mu!" Hamdan Hutapea berkata serius.



" Lebih baik fokus kepada studi dan pencarian Amar! Hamdan Hutapea menambahkan.


Asyifa mendesah, dia mengerti sekali hal ini, " Baiklah om, aku mengerti!"


Asyifa menghabiskan jus apelnya, setelah itu dia pamit undur diri.


Hamdan Hutapea memandang Asyifa meninggalkan ruangannya, Dia hanya bisa menggelengkan kepala, melihat anak sahabatnya tersebut.


****

__ADS_1


__ADS_2