Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Penggelapan Dividen


__ADS_3

Episode #42


      Ketika Fany dan Asyifa sedang bergegas menuju pintu keluar, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan pak Aliansyah, sosok yang bertanggung jawab atas proyek program yang telah di rancang oleh Ardi sebelumnya.


      Pak Aliansyah yang awalnya tidak memperdulikan kedua perempuan itu, mendadak berhenti, dia membalikkan badannya, dan segera menoleh kembali kepada mereka, lelaki paruh baya itu seperti tidak asing dengan wajah perempuan yang memimpin jalan.


      Pak Aliansyah masih terus memandangi kedua wanita yang hampir keluar gedung tersebut, dia mengumpulkan memori ingatannya yang terserak dan seketika dia terkejut, Dia segera berlari menghampiri kedua wanita tersebut sebelum mereka keluar gedung, Nathan, sang asisten yang menemani pak Aliansyah mau tidak mau segera berlari menyusul.


       " Nona, tunggu!" teriak pak Aliansyah kepada Fany dan Asyifa yang sudah berada di luar gedung.


    Kedua wanita itu segera menghentikan langkah, mereka menoleh ke belakang dan terlihat seorang lelaki paruh baya sedang mengejar mereka.


      Asyifa cukup kaget, mengetahui bahwa yang memanggilnya pak Aliansyah.


   Sebagai CEO sebelumnya dia, sangat mengenal sosok tersebut yang teguh memegang prinsip dan integritas nya.


      Pak Aliansyah terengah-engah ketika sudah tiba di posisi Fany dan Asyifa, tenaganya sudah tidak sekuat dulu, sehingga wajar jika nafasnya tidak terlalu kuat untuk berlari mengejarnya, tak lama kemudian, Nathan sudah tiba di belakangnya.


        " Ada yang bisa di bantu, pak?" tanya Asyifa sopan.


     Pak Aliansyah masih mengatur nafasnya, ada jeda sejenak.


   " Perkenalkan, saya, Aliansyah, saya seorang pegawai di kantor ini, saya sedang bertanggung jawab menangani sebuah acara, saya ingin meminta waktu nona sebentar, bisa? jawab pak Aliansyah mengutarakan niatnya.


     " Perkenalkan saya Humaira, panggil saja May, dan ini teman saya Fany," Asyifa memperkenalkan dirinya pada Aliansyah dan Nathan.


      Asyifa dan Fany sama sama mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri pada pak Aliansyah dan Nathan.


  Setelah saling berkenalan, Asyifa langsung bertanya," Bapak ada perlu dengan kami berdua, atau salah satu dari kami?"


   " Sebenarnya saya ingin berbicara dengan nona May!" jawab pak Aliansyah lugas.


    " Baiklah May, pak Aliansyah dan Nathan, saya duluan kembali ke kantor, saya masih banyak pekerjaan tertinggal, Mari semuanya!" Fany pamit, dan langsung melangkahkan kakinya.


  Dia segera memesan taksi online, untuk kembali ke kantor, dia akan segera mengadakan meeting dengan tim audit dari PRAMESWARI group.


      " Bagaimana kalau kita membahasnya sekalian makan siang nona May?"pak Aliansyah mengusulkan.


     Sebenarnya Asyifa ingin menolak, tapi melihat kepribadian dan etos kerja dari pak Aliansyah, diapun akhirnya menyetujui.


        Mereka bertiga segera menuju kafe di seberang gedung kantor, pada jam makan siang seperti ini, kafe itu terlihat ramai, jadi pak Aliansyah memesan private room, bagaimanapun perbincangan ini termasuk penting.


      Mereka memesan makanan terlebih dahulu, dan berbasa-basi sejenak, setelah pesanan datang, mereka bertiga mengisi perut dahulu, sebelum masuk ke inti pembicaraan, pembawaan Asyifa yang easy going, membuat suasana tidak canggung.


        Setelah perut mereka terisi, pak Aliansyah segera masuk ke pokok pembicaraan.


    " Saya ingin menawarkan pekerjaan untuk anda, Nona, itupun jika nona tertarik" ucap pak Aliansyah lugas.


      Nathan hanya diam mendengarkan, dia tidak terlibat dalam pembicaraan.


       " Pekerjaan?" Asyifa mengeryitkan alisnya, dia berpura pura tidak mengerti, padahal dia sangat faham tentang pekerjaan pak Aliansyah, dalam mempertanggung jawabkan jalannya sebuah acara atau program tv.


        "Iya, benar sekali Nona May, beberapa hari belakangan ini, sejak keviralan anda yang makan pete, saya sudah mencari tentang kontak anda, tetapi susah sekali mendapatkannya, saya ingin, anda membintangi sebuah program tv, yang akan di tayangkan di jam Prine time atau jam tayang utama, yang berkisar antara jam enam petang hingga sepuluh malam, seperti yang di ketahui, pada jam tersebut, pendapatan televisi meningkat, dan bintang akan lebih populer" jelas pak Aliansyah..


        " Jadi, anda bermaksud, memanfaatkan keviralan saya menjadi bintang di acara ini? saya bahkan tidak casting dulu?" Asyifa bertanya lebih detail.


         " Sebenarnya, semua persiapan sudah siap nona May, kita seharusnya juga sudah mulai untuk syuting, tapi ada kendala di lapangan, kita kekurangan dua bintang di sini, awalnya perusahaan ingin menerima artis Camilla , sebagai rekomendasi dari CEO pak ARDIANSYAH, dia akan di tunjuk sebagai bintang utama, akan tetapi belakangan ini dia berulah dan viral, anda pasti lebih tau Nina May, karena itu bersinggungan dengan anda, dan sekarang respon masyarakat begitu buruk dengan beliau, terlebih ketika ada muncul kalimat vital " ORANG KAMPUNG" , dan sejauh ini, Camilla juga tidak mengklarifikasi atau membuat video permintaan maaf, sehingga hal ini akan merusak citranya, kami tidak mungkin menjadikan dia bintang utama lagi, kami tidak ingin mengambil resiko, Jadi setelah menemui Nona, kami berharap, Nona May bisa bekerjasama," Pak Aliansyah tidak menutupi apapun.


    Ini yang Asyifa suka dari pak Aliansyah, Transparansi !


   Apakah pihak anda akan tetap memakai Camilla? Anda tau sendiri, jika kita ada perselisihan," ungkap Asyifa.


     Pak Aliansyah mendesah pelan, sebelum dia berujar, "Secara pribadi, saya sudah tidak ingin memakai jasa dari Camilla, tapi kami juga tidak bisa mengesampingkan rekomendasi dari CEO, terlebih program ini adalah idenya sendiri,"

__ADS_1


        " Jadi?" Asyifa memastikan.


     Camilla tetap bermain dalam program ini, tapi bukan sebagai bintang utama, tetapi hanya sebagai karakter pendukung, bagaimana?" pak Aliansyah menjawab dengan keadaan sebenarnya.


     "Baiklah, akan saya pikirkan terlebih dahulu, " Oh ya, Tadi anda mengatakan, bahwa program ini di rancang oleh CEO sendiri, boleh saya pelajari dulu konsepnya?"Asyifa bertanya seolah dia tertarik, sebenarnya dia curiga, jika Ardi mencuri idenya.


       Pak Aliansyah, mengangguk setuju, kemudian dia menoleh ke arah Nathan dan memberi perintah, " Kirimkan Draft nya, pada nona May, biar nona May membacanya dulu,"


    Nathan mengangguk setuju, " Baiklah" ucapnya kemudian.


   Nathan langsung merogoh ponselnya, dan ingin mengirim filenya, tapi dia bingung mau kirim kemana.


    Asyifa faham dengan ekspresi dari Nathan, segera dia mengulurkan ponselnya dan memperlihatkan alamat email nya, tentu saja alamat email baru, sesuai dengan identitas nya sekarang. akan bahaya jika masih memakai email Asyifa.


       Tak berapa lama, email pun terkirim.


   Asyifa segera membuka dan membaca draft yang baru saja dia terima.


Setelah membaca sekilas, dia mengambil kesimpulan bahwa Ardi memang mencuri idenya, tapi dia mengubah beberapa poin penting menjadi lebih menarik, untuk urusan pekerjaan, Asyifa mengakui bahwa Ardi termasuk kompeten.


" Bagaimana Nona May? apakah anda tertarik?" pak Aliansyah memastikan, dan berharap sekali, jika Dewi Yunani ini, bersedia menerima tawaran pekerjaan ini.



" Baiklah saya akan memikirkannya dulu, saya akan menghubungi pak Aliansyah dalam waktu dekat, ini kartu nama saya," Asyifa tidak langsung menyetujui, biar bagaimanapun dia harus menunjukkan sedikit jual mahal, segera dia mengeluarkan kartu nama dari tas tangannya," Saya belum memiliki seorang menejer, jadi bapak bisa langsung menghubungi saya!" sambungnya.



Nathan juga memberikan kartu nama pada Asyifa.


" Baiklah pak, saya akan kembali dulu, terima kasih atas tawaran pekerjaan dan makan siangnya, semoga hubungan kita terus terjalin," ucap Asyifa usai berjabat tangan.


Asyifa keluar dari private room menuju parkiran PT GARUDA TV NUSANTARA, sepanjang perjalanan, semua mata pengunjung kafe tertuju padanya, terlebih pada paras cantiknya, tetapi dia abai dan terus melangkahkan kakinya.


Pak Aliansyah, terus menatap kepergian Asyifa, dia serasa tidak asing dengan aura wanita itu, dia merasa dekat, tapi dia memang tidak kenal samasekali, dan ini pertemuan pertama mereka.


pak Aliansyah pun tersadar dari lamunannya, dia menoleh ke arah Nathan, dan berkata," Ayo, kembali ke kantor, masih banyak pekerjaan yang menunggu,"


Setelah mengatakan itu, Nathan dan pak Aliansyah melangkahkan kakinya ke luar ruangan, dan kembali ke gedung kantor PT GARUDA TV NUSANTARA.


***


Sementara itu, desas desus tentang adanya audit dadakan yang akan di lakukan oleh pihak PRAMESWARI group, telah mengguncang seisi gedung kantor, terlebih di bagian Divisi keuangan, entah darimana berita itu langsung tersebar begitu cepat.


AMI, yang kembali ke kantor setelah usai jam makan siang, merasakan keringat dingin di sekujur tubuhnya ketika mendengar itu, segera dia beranjak ke meja kerjanya, dan mencoba mengakses data keuangan beberapa bulan kebelakang, tapi apapun yang ia lakukan percuma, data keuangan tersebut telah terkunci dan tidak ada yang bisa membukanya.


Satu satunya pihak yang memegang kata kunci atau Password adalah Fany, bahkan pihak PT GARUDA TV NUSANTARA pun tidak tahu, karena password itu langsung dikerjakan didepan semua pihak, jadi tidak ada yang bisa membongkar.



Ami, sudah beberapa kali membobol data itu, tetapi tidak bisa, ingin sekali dia menghubungi salah satu pihak IT untuk membantunya, tapi niat itu di urungkan, itu malah akan menunjukkan bahwa dia adalah pelaku penggelapan, " Tidak, Tidak," aku harus mencari jalan lain!.



Ami, hanya memandangi layar komputer di mejanya, Dia linglung, dia takut.


"Issh,.. denger denger besok pihak dari PRAMESWARI group, akan mengaudit keuangan perusahaan kita, enam bulan kebelakang," Salah satu karyawan wanita di ruangan itu mulai menggosip.


" Emang ada apa sih? Aku kurang update high?" Salah satu menimpali.


" Lihat ga, tadi,.. ada satu cewek cantik sekali, datang ke kantor sama salah satu teman ceweknya? karyawan yang lain ikut berkomentar.


Semua karyawan di sana tertarik oleh pembahasan itu, tanpa sadar, mereka berkumpul di salah satu meja, dekat meja Ami.

__ADS_1



"Iya, aku ada lihat, cantik banget, sumpah!"


" Nah, mereka itu dari PRAMESWARI group, kabarnya sih mau Audit gitu,.. pakai tim mereka sendiri,"


" Kok, gitu? Emang ada masalah?"


" Katanya sih, ada yang di curigai, melakukan penggelapan dana,!"


" Penggelapan dana gimana?"


" Kabarnya sih pembagian Dividen kemarin tidak transparan, jauh berkurang di Banding sebelumnya"


" Wajarlah, mereka curiga, secara, mereka adalah salah satu pihak pemegang saham terbesar dan pasti teliti, terlebih Bu boss, Bu Asyifa pewaris dari PRAMESWARI group, bisa di bayangkan kecewanya mereka, semenjak Bu syifa udah ga ada malah merugikan perusahaan,"


" Untungnya mereka mau mengusut kasus ini, dan melakukan penguncian data diam diam, bisa di bayangkan tidak, jika tiba tiba saham, dua puluh lima persen langsung di tarik? perusahaan akan rugi besar, dan kemungkinan akan ada PHK besar-besaran,"


" Aduh, gak bisa bayangin aku tuh,..?"


" Kira kira siapa ya, dalangnya?"


" Entahlah, Nanti juga ketahanan, yang pasti bukan aku! hehehe"


Kumpulan karyawan divisi keuangan semakin asik bergosip, Ami tidak berkomentar apapun, dia masih terlihat shock.


" Raheem," Suara deheman pak Harun kepala divisi keuangan menggema di ruangan.


Para karyawan yang sedang berkumpul pun, segera membubarkan diri dan kembali ke meja kerjanya masing-masing.


Pak Harun, langsung kembali ke ruangannya, orang tua itu sebenarnya penasaran, siapa dalang penggelapan Dividen itu, dan ingin sekali bergabung untuk bergosip, akan tetapi itu tidak mungkin di lakukan, hal itu akan menciderai kewibawaannya, satu hal pasti yang dia tahu, salah satu anggota Divisi nya terlibat.


***


Sementara itu, Camilla, sudah tiba di klinik, setelah mendaftar dan menunggu cukup lama, akhirnya tiba juga gilirannya.


Dokter dan asisten perawat di sebelahnya segera memeriksa Camilla.


Camilla melepaskan masker dan kacamata yang dia kenakan, tampaklah, ruam ruam gatal kemerahan, dari pipi hingga dagunya, Dokter yang hanya melihat sekilas juga tahu, bahwa itu adalah alergi.


Setelah memeriksa keadaan Camilla, Dokter itu segera menuliskan resep, dan meminta Camilla menebusnya di apotik.


Tetapi sebelum pamit, dia teringat botol obat yang di rekomendasikan oleh seorang Dokter di klinik kecantikan ketika Melinda mengajaknya untuk perawatan bersama,, dia mengambil botol itu, dan menyerahkannya pada dokter itu.


" Apa Dokter mengetahui tentang produk ini? Camilla bertanya, sekaligus menyerahkan satu botol obat ke dokter itu.



Dokter tersebut meraihnya, dan memperhatikan sejenak, kemudian matanya berbinar, terlihat ada rasa ingin memiliki barang itu.


"Bagaimana Dok? tanya Camilla mendesak.


Setelah memeriksa, dokter itu mengembalikan lagi botol tersebut, pada Camilla.


" Anda termasuk beruntung memilikinya!" ucap Dokter itu.



Seketika, Camilla terheran.


Dokter itu paham, bahwa Camilla meminta penjelasan.


" Obat itu bisa di katakan langka, hanya di produksi terbatas, walaupun banyak orang memiliki uang, tetapi barang itu termasuk limited edition, biasanya klinik kecantikan akan merekomendasikan pil ini, setelah pelanggan melakukan perawatan lengkap, tetapi mereka tidak akan menjualnya, itu hanya sebagian hadiah, sehingga banyak orang akan datang untuk melakukan perawatan, selain itu juga kandungan obat ini, bahkan lebih mujarab dari salep yang aku tulis tadi,"

__ADS_1


Setelah mendengar hal itu, Camilla pamit dan keluar dari ruangan Dokter tersebut, mengingat kulit Melinda yang berubah jadi lebih baik, Camilla sudah memutuskan untuk meminum pil itu nanti di rumah.


****


__ADS_2