
Episode #89
Kemarahan tuan Wijaya Kusuma telah meluluh lantahkan perasaan Ardi, untuk pertama kalinya dia merasa sangat hancur, menyadari konsekuensi yang akan di terima dari semua perbuatannya, dia hanya tersenyum kecut.
Mobil sport yang masih atas nama mertuanya itu, membelah jalan ibukota, dia berkendara tidak ada tujuan, dia hanya ingin memperbaiki suasana hatinya.
Mobil terus melaju, hingga sudah meninggalkan ibukota dan sudah memasuki daerah Bogor, tanpa ia sadari, perutnya sudah berbunyi, " Kruuk" tanda minta di isi, Ardi ingat dia belum makan siang, dan sekarang sudah hampir pukul lima, wajar saja jika dia kelaparan, Ardi pun segera menuju rumah makan terdekat.
Dia terus berkendara, dan menemukan rumah makan terdekat, itu adalah rumah makan Sunda, dengan saung saung yang menghadap sawah, ada juga kolam ikan di bawah saung tersebut, Ardi pun segera memesan makanan dan menunggu di dalam saung, yang sekitarnya tidak ada orang.
Sambil menunggu pesanannya datang, Ardi terus berpikir , dalam benaknya dia merasa tempat ini tidak asing, dia segera membongkar memori di kepalanya, dan kemudian menyadari, bahwa ini adalah tempat makan pertama, dia dan Asyifa, Ardi hanya bisa tersenyum pahit ketika mengenangnya.
Dia mulai mengenang, bagaimana tuan Wijaya Kusuma mendapatkan dirinya.
Flashback on.
Waktu itu, hujan deras, petir menyambar, kilat pun semakin membahana, Ardi yang baru pulang, dengan mengendarai motor bebek, tidak mampu untuk melewati cuaca buruk seperti itu, akhirnya dia memilih berteduh, di sebuah pelataran toko, ada sekitar tiga puluh menit dia di sana, sebelum seseorang dengan badan yang kekar dan tegap, dengan wajah yang sangat dingin dan tegas menghampirinya, segera laki laki tersebut mencengkram tangannya dan berkata, " Ikut saya!"
Ardi yang sudah ketakutan, pada awalnya hanya bisa meringis, cengkraman tersebut cukup kuat bagi dirinya, sehingga terasa sedikit sakit.
Ardi pun menurut, karena memang dia tidak punya pilihan lain, namun pandangannya tertuju pada motor bebeknya, dia takut motor tersebut hilang.
Menyadari apa yang di pikirkan oleh Ardi, sosok tersebut itu menenangkan, meski masih dengan suara dingin dia berkata," Tenang saja, rekan saya berjaga di sini, motormu aman!"
Mendengar itu Ardi merasa lega, sosok itu pun segera membukakan pintu mobil dan menyuruh Ardi masuk, di dalam mobil tersebut, sudah ada dua orang yang menunggu, Ardi persis di perlakukan seperti tahanan, dia duduk di tengah.
Perjalanan sekitar lima belas menit tidak terasa, karena cuaca buruk, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang.
__ADS_1
Mobil pun berhenti, Ardi di turunkan, dan di antarkan kesalah satu ruang VIP di sebuah restoran mewah, di sana untuk pertama kalinya Ardi melihat seorang sosok laki laki yang begitu berwibawa, Lebih tepatnya menakutkan, Dengan sorot mata yang tajam berkesan kejam, rambut laki laki tersebut sudah banyak yang memutih, tetapi perawakannya masih terlihat bugar dan tegap.
Ardi merasakan Aura dingin yang di pancarkan oleh lelaki tersebut, rasa dinginnya melebihi cuaca buruk, dan pendingin di ruangan itu.
" Senang sekali, akhirnya saya bisa bertemu dengan anda, pak Ardi! Silahkan duduk!"sapa lelaki tersebut, mencoba ramah.
Ardi hanya bisa tersenyum kikuk, selain menurut dia bisa berbuat apa, akhirnya dia pun duduk.
" Pak Ardi tidak usah berpikir macam-macam, Saya hanya ingin membicarakan tentang kerja sama antara kita! di jamin pak Ardi akan senang, he he he!" kekehan lelaki tersebut membuat nyali Ardi ciut.
" Hufft! bukannya mencairkan suasana, malah tertawanya , membuat suasananya semakin suram, Duh Gusti, aku harus bagaimana!" batin Ardi, meminta pertolongan.
" Oh ya, saya belum memperkenalkan diri! ujar sosok tersebut, ada jeda sedikit sebelum dia melanjutkan," Saya adalah Wijaya Kusuma, seorang pendiri dan patriarki dari Wijaya Kusuma group, kamu pasti tidak asing dengan Wijaya Kusuma group kan?" tatapan Wijaya Kusuma begitu tajam.
" Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya ingin menawarkan kerjasama dengan anda pak ARDIANSYAH! Bagaimana, apakah anda tertarik? tentu saja hal ini akan sangat menguntungkan Anda! Wijaya Kusuma sudah masuk ke inti pembicaraan.
" Maaf sebelumnya tuan, kerjasama seperti apa yang tuan maksudkan? saya hanya seorang karyawan baru yang training, di salah satu stasiun TV swasta, Bagaimana mungkin group raksasa seperti Kusuma group, mengajak saya untuk bekerjasama?" ungkap Ardi, bicara lancar Setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.
" Ha, ha ha, ha!" Suara tawa tuan Wijaya Kusuma membahana di sudut ruangan, untungnya ini adalah ruangan VIP, jadi bisa meredam suara, " Kamu memang anak muda yang pintar, dan tahu bahwa kerjasama ini bukanlah kerjasama yang biasa, Dengan kemampuan analisis mu yang seperti ini, saya jamin, karir kamu akan melaju pesat!" puji tuan Wijaya Kusuma, pujian tersebut terdengar tulus tetapi sebenarnya palsu, itu hanya sebuah pujian agar Ardi merasa dia percaya diri agar dapat berpikir akan cepat naik karirnya.
" Tuan terlalu memuji saya, saya jadi merasa sungkan!" Ardi merendah, walau dalam hatinya ada sedikit kebanggaan..
Tuan Wijaya Kusuma, mengangguk, kemudian dia memanggil seorang asisten di belakangnya, dan berbisik memerintahkan sesuatu, pengawal tersebut pun pergi dan tak lama dia kembali dengan membawa sebuah amplop berwarna coklat, setelah memeriksanya sebentar, dia meletakkan amplop coklat itu di meja.
" Periksalah, apa kamu mengenalnya?" tanya tuan Wijaya Kusuma tegas.
__ADS_1
Ardi mengambil amplop tersebut lalu membukanya, betapa terkejutnya dia, bahwa itu adalah foto general manager, dimana tempat dia bekerja, Asyifa Prameswari.
" Saya,.." Ardi berusaha menjawab, namun di sela oleh tuan Wijaya Kusuma.
" Saya tahu, kamu sedang dekat dengannya, kalian sering makan di kantin bersama, Setelah insiden terkunci di dalam kantor, Saya ingin kamu terus mendekati dia, sebagai imbalannya, karirmu akan melonjak naik secara mengesankan, kamu bukan lagi sebagai karyawan biasa, kamu tahu kan, siapa pemilik perusahaan tempat kamu bekerja?"
Ardi menghela nafas, " Yang saya tahu itu adalah Prameswari group, untuk saat ini".jelas Ardi.
" Untuk saat ini, PRAMESWARI group pemegang saham terbesar, tapi kita tidak akan tahu, kedepannya seperti apa.
Ada hal yang harus kamu tahu, bahwa gadis itu adalah satu satunya ahli waris dari Prameswari group, jika kamu bisa bekerja sama, saya menjanjikan karirmu, akan segera menanjak, dan setiap pencapaian yang kamu lakukan, akan mendapat reward atau hadiah dari saya sebagai bonus, Bagaimana?" tawaran tuan Wijaya Kusuma begitu menggiurkan..
" Ting!"
Suara notifikasi pesan Ardi terdengar.
" Kamu bisa check, saya sudah mengirimkan uang muka pertemuan kita ini, senilai seratus juta, kedalam rekening kamu, saya menghargai waktumu untuk menemui saya hari ini, saya berikan waktu satu kali dua puluh empat jam, dimulai dari sekarang, hubungi nomor ini jika setuju, tidak akan ada kesempatan kedua!" tegas tuan Wijaya Kusuma, setelah itu, tuan WIJAYA Kusuma segera meninggalkan tempat itu, bersama para ajudannya.
Ardi pun seketika terhenyak di kursi, dan masih menatapi ponselnya, sekarang saldo di rekeningnya Sudah bertambah banyak, tanpa harus bekerja keras dan menunggu satu bulan gajian.
flashback off.
Ardi sudah tersadar dari lamunannya, ketika seorang pelayan menghidangkan makanan pesanannya.
****
__ADS_1