Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan

Pembalasan Istri Gendut Yang Di Sia-sia Kan
Permainan di mulai


__ADS_3

Episode #36


    Suara alarm berbunyi, membangunkan Ardi, Dengan malas Ardi meraih ponselnya yang terletak di atas nakas dekat ranjangnya, kemudian dia membuka matanya dan mematikan alarm tersebut.


    Pukul enam pagi matahari sudah mulai merangkak naik, samar cahaya tersebut menembus ventilasi di kamar tidurnya.


  Ardi kemudian duduk dan menoleh ke sampingnya, dia melihat Camilla masih terbungkus selimut yang sama dengan tubuhnya, pelan dia menyingkap selimutnya, dan melangkah menuju kamar mandi.


       Selang lima belas menit kemudian, Ardi telah menyelesaikan mandinya, rambutnya juga basah, setelah aktivitas semalam, mengingat itu, terbersit rasa bersalah, karena melakukan itu di ranjang Asyifa, jika Asyifa tahu, entah apa yang akan di buatnya.


     Pelan, lelaki itu mendudukan dirinya di samping Camilla, dia membangunkan Camilla lembut dengan menepuk nepuk pipinya manja.


        " Hmmm," geliat Camilla sambil membenamkan wajahnya ke bantal, " Masih ngantuk," ucapnya serak menggoda.


       Melihat tingkah seperti itu Ardi hanya terkekeh pelan, kali ini dia menggelitik telapak kaki Camilla.


   Camilla langsung menjauhkan kakinya dari jahil jari jarinya Ardi, Ardi tidak menyerah, dan terus menggelitiknya hingga kekasihnya itu bangun.


   Camilla yang sedang menikmati empuknya bergelung dalam selimut seketika kesal dan melemparkan bantal ke arah Ardi, Ardi dengan tangkas menangkap bantal tersebut dan langsung melemparkannya, untuk sementara terjadi perang bantal di antara mereka.


    "Apa kegiatan hari ini, Honey?" tanya Ardi, sambil memilih pakaian yang akan di kenakan ke kantor.


    " Hari ini aku free, Belum tahu mau ngapain, belum ada jadwal, kalau bosan paling mau main ke butiknya Melinda," jawab Camilla, sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


   Camilla membersihkan diri, sementara Ardi sedang bersiap siap ke kantor, semuanya sudah rapi hanya dasi saja yang belum terpasang.


    Camilla keluar dari kamar mandi, dengan jubah mandi yang masih melekat di badannya, rambut dan lehernya masih basah, menyisakan beberapa tetesan air di sana, Ardi memperhatikan, hasratnya mulai bangkit, tetapi dia mengalihkan perhatiannya, dia takut terlambat ke kantor jika menuruti keinginan sesatnya tersebut.


  Melihat ardi yang akan memasang dasinya, Camilla menghampiri, kemudian dia mengambil alih tangan Ardi, untuk memasangkan dasi.


   Ardi memandang Camilla dalam, Camilla yang di tatap heran dan mengeryitkan dahinya,. " Kenapa beb,?" tanyanya, tangannya menarik dasi hingga mencapai kerah baju Ardi.


    " Kamu cantik," lalu mengecup pucuk kepala Camilla.


   Camilla tersipu, dan hendak berbalik arah.


   Ardi menahan gerakan tersebut, dan merapatkan rangkulannya pada wanita itu, dengan lirih ia berbisik,. "Aku serius mau go public, kita tidak mungkin bermain kucing-kucingan terus, Daripada hubungan kita tercium media lebih dulu, dan semakin menambah sensasi, lebih baik kita bertahap menunjukkan kedekatan kita, Bagaimana,?


   Camilla tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar, seketika dia melepaskan pelukannya, wanita itu kemudian menangkupkan tangannya ke wajah lelaki itu, setelah itu dia menatap lembut sepasang mata milik suami sahabatnya itu, dengan nada gemetar ia memastikan, " Kamu serius,?"


      Ardi mengangguk lalu mencium kedua pipi kekasihnya, itu sudah cukup sebagai jawaban.


      Camilla begitu bahagia, dia melompat dan memeluk Ardi, " Terima kasih sayang, Aku sangat mencintaimu," ucapnya tulus.


     Ardi sangat bahagia mendengar kata-kata dari seorang Camilla, dia lupa Camilla adalah seorang artis terkenal yang kemampuannya tidak di ragukan lagi.


    Ardi melepas pelukannya, dengan lembut dia menatap pujaan hatinya lalu berkata, " Kamu siap siap yah, malam ini kita akan datang ke pesta ulang tahun seseorang yang sangat berpengaruh di negara ini, Aku ingin kamu tampil memukau di sana,"


    " Pasti sayang,! Aku tak akan mengecewakanmu dan akan membuat kamu bangga," ujar Camilla sambil tersenyum manis.


    " Nanti aku transfer untuk biaya perawatan dan persiapan nanti malam," ucap Ardi lembut.

__ADS_1


      Mendengar itu, Camilla langsung lompat ke pelukan Ardi dan berucap, " Terima kasih sayang," kemudian dia mengecup pipi kanan dan kiri Ardi, tak lupa dia mengucapkan sangat mencintai Ardi.


   Akhirnya Ardi pun berangkat ke kantor, sementara Camilla memesan taksi online, dia meninggalkan mobilnya di rumah Asyifa itu.


   ****


     Di butik Lady's palace, Melinda sedang sibuk menatap toko online di laptopnya, dia serius sekali menggugah foto jualannya beserta dengan caption yang menarik, dia sangat bersyukur, baik toko online maupun offline nya, sama sama memberikan keuntungan.


   " Pesanan dari siapa? sampai senyum senyum begitu?" suara Camilla menggema dalam ruangan itu, dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan langsung ke pojok ruangan membuka kulkas dan mengambil softdrink yang selalu tersedia di sana, kebiasaannya tidak pernah hilang.


    Melinda tetap mempertahankan senyumnya dan memandang ponselnya lama, tanpa memandang Camilla, lalu berucap, " Biasa, pesan dari Michael, dia mengingatkan, jangan telat makan siang, dan bilang kangen, itu saja, so sweet banget kan?"


   Camilla yang mendengar tiba tiba merasakan minumannya menjadi hambar, wanita itu hanya menanggapi seadanya, " Namanya juga orang lagi bucin, ya pasti so sweet dong,"


   Melinda melirik sekilas dengan ekor matanya, seutas garis lengkung di bibir indahnya tercipta, melihat sedikit perubahan pada wajah kesal Camilla.


       Camilla kemudian duduk di hadapan Melinda, dia ada hal yang berbeda, semakin di amati semakin dia terkejut.


     " Mel, kulitmu kalau aku perhatikan semakin bagus, semakin cerah, trus itu juga, bekas jerawat yang selalu kamu sembunyikan dengan bedak, tidak ada lagi, bagus banget tuh skincare, bagi rahasianya dong!" ungkap Camilla.


     Melinda terkekeh- kekeh mendengar penuturan Camilla.


     " Kamu itu yang lucu, kamu lupa ya,.. kita pernah ke klinik kecantikan? Lupa yah, kalau dokternya kasih dua botol obat untuk kita,? Ya aku konsumsi itu, gak nyangka kalau hasilnya bagus banget!" seru Melinda sambil meraba kulit wajahnya, " Kamu belum minum ya?"


   Camilla hanya cengengesan, " iya, aku lupa,!" ucapnya.


   Melinda tau bahwa tak semudah itu meyakinkan Camilla, tetapi melihat antusias nya kali ini dia yakin bahwa Camilla pasti akan segera mengkonsumsinya.


      "Iya,. Ardi mengajak menemani dia ke ulang tahun salah seorang yang berpengaruh di negeri ini, jadi aku mau liat liat gaun di sini," ujar Camilla, menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya.


   " Sepertinya sudah siap go public nih, setelah menghilang, aku senang mendengarnya," ucap Melinda tulus.


    Camilla hanya menganggukkan kepalanya dan berkata, " Thanks,"


   Mereka langsung keluar dari ruang kerja Melinda, dan langsung menuju display tempat gaun di pajang, Gadis itu terus melangkah di samping Camilla, untuk melihat gaun gaun di butiknya, beberapa pengunjung yang tahu akan kehadiran sang artis, tidak sungkan untuk mengajak berfoto bersama, sebagai sosok yang selama ini lemah lembut dan baik hati, tentu saja Camilla mengiyakan ajakan mereka.


     Setelah berjalan berkeliling cukup lama, Camilla menghentikan langkahnya pada gaun yang sangat menarik perhatiannya, gaun itu simpel tetapi sangat elegan, warna maroon yang di padu dengan hitam, dengan potongan yang sangat teliti, ada beberapa butir mutiara di gaun itu, yang semakin menambah keindahannya, Desain nya begitu indah, Camilla jatuh hati pada gaun itu.


       Melida mengerti dengan ketertarikan Camilla, dengan raut wajah menyesal dia memberitahu wanita itu," Sayang sekali, gaun ini sudah di pesan dan di bayar, kita hanya tinggal menunggu penjemputan ya saja ,"


  Camilla mendengus kecewa, dia benar benar menginginkan gaun itu.


   Setelah berkeliling setengah jam, akhirnya Camilla menemukan gaun yang cocok untuknya, walaupun pikirannya masih tertuju pada gaun sebelumnya.


   Setelah dari butik, Camilla berencana ke sebuah salon langganannya di salah satu mall terkenal di kota ini, dengan berbekal masker dan kacamata hitam, Camilla memasuki salon tersebut.


   Setelah memasuki salon tersebut, Camilla di hampiri oleh salah satu staff dengan name tag 'Aliya' untuk melayaninya.


   Camilla tentu saja mengambil perawatan lengkap, seperti biasanya, ketika dia melakukan pembayaran, muncullah seorang wanita berparas cantik seperti Dewi Yunani, semua mata pengunjung tertuju pada wanita itu, mereka mengagumi sosok cantik tersebut, Camilla yang merasa, perhatian yang seharusnya dia dapatkan kini di rebut oleh sosok tersebut, yang tak lain adalah" Humaira Pramesti' identitas baru dari,'Asyifa Prameswari'.


" Saya juga Mau perawatan lengkap, ya mbak," ucap Humaira, sambil menyodorkan kartu hitam pada kasir, tentu saja dia sudah menyamarkan suaranya.

__ADS_1



Mata Camilla sedikit terbelalak, melihat.kartu itu, kartu itu seperti kartu gold start milik Asyifa, hanya tampilan logonya saja yang berbeda, entah mengapa membayangkan Asyifa ada sedikit ketakutan di hatinya, ya hanya sedikit.



" Mbak ini,Sepertinya tidak asing ya," ucap salah satu pengunjung, ketika Humaira sudah duduk dan melakukan perawatannya.



Ada Camilla juga di sana, persis di sebelah Humaira.



" Iya, pernah liat, tapi di mana yah?" timpal pengunjung lainnya.



Humaira hanya menampilkan senyum, sedangkan Camilla sudah mulai kesal, tidak ada pengunjung yang menyapanya.



" Saya ingat," timpal pengunjung yang lainnya.



" Inikan mbak yang lagi viral, yang memakan petai di restoran dan menghabiskan tiga porsi!" serunya senang.



" Iya bener, ternyata lebih cantik dari yang di video,!


" Bener bener!" seru yang lain membenarkan.


Camilla yang kesal langsung menyahut,. " Apa hebatnya makan pete, makanan orang kampung yang buat orang lain tidak nyaman, belum lagi bau mulut dan bau di kamar mandi,! membuat orang lain tidak nyaman,!



Pengunjung yang lainnya langsung terdiam.


Humaira hanya menyunggingkan senyum tanpa menoleh ke arah Camilla, dia menjawab dengan sangat lembut, " Makan pete bukan sebuah dosa dan aib yang harus di sembunyikan, kenapa harus malu, makan pete di muka umum, selama kita tahu cara menghilangkan baunya, sehingga tidak menggangu kenyamanan orang lain, yang paling memalukan itu adalah memakan hak orang lain, apalagi memakan suami sahabatnya sendiri!.


Sontak semua pengunjung bertepuk tangan, sebagai tanda bahwa mereka memuji seorang Humaira Pramesti.


Camilla mengepalkan tangannya, dan menatap benci pada Humaira, dia tau, sosok itu sedang menyindirnya.



Humaira yang tidak lain adalah ASYIFA menatap acuh tak acuh padanya, dengan senyuman yang meremehkan, " Permainan yang sebenarnya akan mulai berlangsung, Witch!'


****

__ADS_1


__ADS_2