
Episode #72
Malam harinya, Asyifa sudah di jemput oleh supir yang di tugaskan Bastian Sebelumnya, Asyifa hanya berdandan dengan riasan ringan, karena di sana dia akan di rias kembali sesuai dengan tema.
Hanya berselang sepuluh menit, Asyifa sudah sampai di musium pasifika, tempat pagelaran fashion show.
Dari luar terlihat, Belum ada pengunjung yang datang, yang terlihat hanya panitia yang membereskan pekerjaannya, juga para wartawan yang sedang menunggu untuk pengambilan berita.
Asyifa, masuk kedalam gedung, di sana semuanya sudah tertata apik, Runway, panggung tempat berlenggak lenggok memperagakan busana atau aksesoris para perancang, terletak di tengah-tengah musium dan di kelilingi oleh kursi pengunjung.
" Mbak, Humaira?" tanya seorang laki-laki yang memakai seragam batik dan udeng di kepalanya, udeng adalah ikat kepala yang dipakai oleh kaum laki-laki Bali, terlihat dia seorang panitia dari acara ini.
" Iya, itu saya!" jawab Humaira.
" Mari Mba! saya akan mengantar Mba ke belakang panggung, Mba Tyas Suroso juga sudah menunggu Mba di sana" ucap pemuda itu, sambil berjalan di depan Asyifa.
Asyifa mengangguk dan mengikuti laki laki tersebut hingga kebelakang panggung, disana, sudah terlihat, Tyas Suroso, seorang Desainer yang sudah go internasional, berjalan untuk menyambutnya.
" Terima kasih loh, May? kamu sudah bersedia jadi model dari rancangan aku!" ucap Tyas, sambil menjabat tangan Asyifa, dan mencium pipi kanan dan pipi kiri sang Dewi Yunani tersebut.
Asyifa membalas, jabatan tangan dan ciuman pipi kanan dan kiri dari Tyas Suroso, ". kamu terlalu berlebihan, aku yang seharusnya berterima kasih, karena kamu sudah mau menjadikan model amatiran ini berjalan diatas catwalk, aku merasa begitu tersanjung, he he he" Asyifa terkekeh merendah.
Setelah insiden pembersihan gaun dari noda lipstik di pesta ulang tahun tuan WIJAYA Kusuma, Tyas dan Asyifa, memang sudah mulai akrab, sehingga bahasa mereka tidak terlalu formal lagi.
" Baiklah, sekarang kita bersiap siap dulu" ujar Tyas, sambil mempersilahkan Asyifa duduk, " Wayan, tolong persiapkan gaunnya!" teriaknya kemudian, kepada salah satu pegawainya," kamu tunggu dulu di sini ya? sebentar lagi MUA nya datang, Aku akan check model yang lain dulu" ujarnya pamit.
Tak lama kemudian, MUA nya pun datang dan langsung merias Asyifa, Setelah dia memakai gaunnya terlebih dahulu.
Di sudut lain, Melinda dan Camilla, akhirnya tiba di musium pasifika, mereka langsung di sambut oleh panitia , yang di tugaskan menjemput model dan langsung mengarahkannya ke belakang panggung, untuk di rias terlebih dahulu.
Di dalam perjalanan menuju belakang panggung, Camilla dan Melinda, tidak sengaja bertemu dengan Bastian, Melinda reflek, memanggil namanya, " Bas!"
Bastian menoleh, dan melihat ada Camilla dan Melinda, diapun tersenyum, dan membalas lambaian tangan Melinda.
Camilla dan Melinda berjalan semakin dekat.
Melinda melirik pakaian yang di kenakan oleh Bastian, sama dengan pakaian yang lainnya, diapun tak dapat menahan rasa penasarannya
.
" Kamu jadi panitia event ini?" tanya Melinda ramah, tetapi ada nada tidak enak dalam suaranya, dia merasa bersalah, Bagaimanapun Bastian dulu adalah menejer Camilla, dan sekarang menggantikannya.
__ADS_1
" Iya, ada teman ngajak kerja di sini, lumayan ada pemasukan, he he he!"Bastian bercanda.
" Ya udah, semangat kerjanya, kita ke belakang panggung dulu!" seru Melinda akhirnya.
Camilla sebenarnya ingin berkomentar, " Emang enak kerja jadi babu gini? nyesel kan gak jadi menejer aku lagi? makanya kalau bersikap itu mikir dulu! miriskan hidupmu sekarang!" sayangnya cibiran itu, tertahan di kerongkongannya, dia tidak akan mempermalukan dirinya lagi seperti yang lalu lalu, walaupun itu sangat menekankan perasannya dia harus menahan.
Mereka pun sudah masuk kedalam , back stage, di sana sudah ramai di hadiri oleh model beserta menejernya, para desainer pun datang untuk mengecek persiapan model model.
Di event ini, ada sepuluh desainer pakaian yang datang, dan sepuluh desainer perhiasan, mereka bekerja sama untuk mengadakan event ini, para desainer ini tidak hanya berasal dari Indonesia, ada juga dari Malaysia, Singapore, Thailand, bahkan Australia, empat diantaranya dari Indonesia, jadi model yang datang juga tidak hanya dari Indonesia saja, banyak juga dari negara tersebut, yang di bawa oleh para desainernya langsung.
Salah seorang panitia, langsung memberikan Camilla gaun yang akan di kenakannya, di bungkusan gaun tersebut memang telah di tulis dengan nama model yang akan mengenakannya, Camilla pun langsung ke ruang ganti untuk menggunakannya.
Camilla merasa pakaian itu sedikit sempit, apakah memang pakaiannya yang sempit atau dia yang sudah mengalami kenaikan berat badan? akan tetapi, di timbangan angkanya masih tetap.
Seandainya Camilla tau, bahwa Melinda Sudah meriset ulang angka di timbangannya.
Camilla keluar dari ruang ganti, dan duduk untuk di rias.
Melinda hanya mengamati sekitarnya, ini pertama kali dia mengikuti ajang seperti ini di balik panggung, selama ini dia hanya duduk sebagai pengunjung sebagai pemilik butik, butiknya Lady's palace memang memanjang beberapa karya desainer.
Tatapan Melinda terus menyusuri setiap detail persiapan fashion show ini, beberapa model juga tak luput dari perhatiannya, hingga tatapannya terpaku pada satu model di sudut kiri panggung tersebut.
" Itu,.. itu bukannya perempuan yang memeluk Arsyad tadi siang? itu artinya Arsyad juga akan ada di sini?" lirihnya.
" Ga apa apa Mil, Aku seperti melihat teman lama, sudah abaikan saja!" ucap Melinda, perhatiannya sudah kembali pada Camilla.
" Baiklah!" ucap perempuan itu sambil melanjutkan live di akunnya.
Melinda tetap melihat model perempuan itu, dia terlihat masih muda, enerjik dan juga sangat cantik, seperti perempuan Asia timur tengah, dan Eropa, untuk pertama kalinya Melinda merasa insecure, alias tidak percaya diri.
Satu jam telah berlalu.
Acara akan segera di mulai, semua model pun dikumpulkan dan di atur, akan tampil satu persatu untuk merayakan busana dan perhiasan, yang dikenakan mereka, kemudian diatur berdasarkan urutan.
Di luar panggung MC alias pembawa acara sudah berkoar-koar, beberapa kata sambutan juga sedang di sampaikan saat ini.
Di urutan pertama, Asyifa sebagai Humaira, tampil dengan sangat memukau, gaun malam yang di desain oleh Tyas Suroso, benar benar menampilkan keindahan sosoknya, anting dan kalung berlian yang di kenakannya sangat sesuai.
Tyas Suroso berkomentar, " Gaun ini seperti di rancang untukmu seorang, May!"
Humaira hanya tersenyum saja, mendengar komentar dari tyas, sedangkan wajah Camilla Sudah berubah sangat masam.
__ADS_1
Camilla terus melihat ke arah Asyifa, dengan tatapan membunuh yang sangat pekat, awalnya ia ingin menjadi model pembuka, model yang pertama kali tampil, tapi sudah di hancurkan oleh Humaira, " tunggu pembalasanku selanjutnya, May! Aku tak akan membiarkan mu bertahan lama!" Rutuknya dalam hati, tangannya benar benar mengepal, hingga jarinya menusuk telapak tangannya.
" Oke, semuanya siap siap ya, sekarang waktunya tampil!" seru koreografer yang bertanggung jawab dalam kemunculan model dalam Runway.
" Tiga,..Dua,..Satu!" serunya.
Asyifa pun keluar dari back stage, dia berjalan melangkah dengan anggunnya, dia tersenyum lembut, tapi Auranya begitu kuat dan tegas, dia mampu menghipnotis pengunjung dengan tehnik ekspresi nya, tehnik berjalan, berdiri dan berputarnya terlihat sangat terlatih, tidak akan ada yang percaya bahwa ini pertama kalinya dia beraksi di atas catwalk.
Di bangku pengunjung, Angga dan Amar sama sama terpaku dengan penampilan Asyifa, bukan hanya makeup nya yang flawless, tetapi gaun dan perhiasannya itu sangat cocok untuknya, dia seperti putri kerajaan, tak heran gelar, "Dewi Yunani" di sematkan oleh netizen kepadanya.
Hati Amar begitu berdegup, tak bisa dia kendalikan, untung saja suara musik pengiringnya cukup kuat, kalau tidak, suara degub jantungnya mungkin sudah terdengar oleh pengunjung di sebelahnya.
Setelah itu, Asyifa berputar, kembali ke belakang back stage, penonton pun kembali pada kesadaran semula, sontak semua berdiri dan bertepuk tangan.
Tyas Suroso bertepuk tangan paling kencang, dia terlihat sangat puas dengan penampilan Humaira, " Bener kan Di, aku tak salah memilih model kali ini!" ucapnya bangga pada Rudi asistennya.
Rudy mengangguk, menyetujui pendapat bosnya, " Dia memang tampil sangat memukau!" pujinya sambil berdecak kagum.
Model keduapun tampil, di susul dengan model model lainnya, akan tetapi penampilan mereka di nilai biasa saja, karena tidak bisa menampilkan Aura yang seperti Asyifa tampilkan.
Tibalah pada giliran Camilla, dia melangkah dengan penuh percaya diri, walaupun dia merasa gaunnya agak sedikit sempit, dia tetap melangkah, tehnik berdiri dan berjalannya cukup mulus, sebagai seorang yang mengawali karirnya di dunia catwalk, hal ini bukan hal yang sulit untuknya.
Camilla terus berjalan, hingga ke ujung catwalk, lampu sorot mengenai dirinya, entah kenapa di tengah jalan, dia merasa kulitnya terasa gatal, dia berusaha mengabaikan rasa gatal itu, dan terus berjalan, tetapi semakin dia mengabaikan rasa gatal itu semakin menjadi, ekspresinya yang awalnya tersenyum lembut, berubah menjadi mengeryit dan tidak tersenyum, dia berusaha menggaruk bagian lengannya yang terasa begitu gatal, akan tetapi tiba-tiba terdengar suara, " KREK!"
Penonton pun langsung penasaran, itu bunyi apa, dan seketika penonton heboh, melihat jahitan di punggung Camilla terlepas, Camilla begitu malu dan pipinya begitu merah, dia bergegas kembali ke belakang panggung, tanpa mempedulikan lagi pertunjukannya, dia sedikit berlari kecil menghindari tatapan penonton.
" BRUK!" Camilla terjatuh di atas catwalk.
Camilla semakin malu, dia menanggalkan high heels nya dan segera berlari kebelakang panggung, dia tidak tahu, kenapa tiba-tiba sepatunya licin.
Penonton tergelak tawa, mereka sangat terhibur sekali dengan tingkah kocak Camilla.
Model selanjutnya pun tampil, hingga penampilan terakhir.
Camilla bergegas pulang setelah mengganti pakaiannya, dia bahkan tidak mengajak Melinda.
Bastian yang berada di belakang panggung hanya bisa tersenyum puas, tidak sia sia dia mendaftar jadi panitia event kali ini, " Nona Boss memang benar-benar mengerikan, Bagaimana dia bisa menugaskan ku sebagai bagian dari panitia, dan mengganti gaun yang akan di kenakan Camilla, dengan ukuran yang lebih kecil, serta membubuhinya dengan obat gatal yang tidak terasa, berwarna bahkan tidak berbau, anehnya, obat gatal itu akan bereaksi jika terkena keringat dan cahaya, tak heran, ketika di belakang panggung Camilla baik baik saja, entah darimana Nona Boss mendapatkan obat unik seperti itu!" pikir Bastian.
Melinda yang menyaksikan penampilan Camilla tidak bisa menyembunyikan tawanya, dia sedikit menggunakan pelumas di high heels nya Camilla, dan ternyata itu berguna, untuk sejenak dia melupakan kegalauannya.
Asyifa menatap dingin adegan itu, dia masih menjaga image nya untuk tidak tertawa, " Camilla, karir modelmu sudah hancur sekarang, tidak akan ada lagi yang memintamu jadi model, sekarang tinggal menunggu kehancuran karir aktingmu, tunggu saja!"
__ADS_1
***