
Episode #108
" Ting!" Sebuah pesan masuk ke ponsel Asyifa.
Dari pop up WhatsApp terlihat Ferdinand mengirim sebuah file video, Asyifa segera memasang earphone nya dan membuka pesannya kembali.
video pun berputar, video itu terlihat dari beberapa sisi, sepertinya Ferdinand sudah berhasil menggabungkan semuanya, dalam satu file, sebelum dia mengirimkan nya.
Dalam video terlihat jelas, wajah frustasi dari ARDIANSYAH, Asyifa hanya tersenyum kecut, menonton video tersebut, terutama adegan, di mana Ardi meninju tembok dan mengibas ngibaskan tangannya.
Sejenak dia termangu, dia mengingat semua hal yang dia alami sepanjang pernikahannya dengan Ardi, manis pernikahan yang dia cicipi Hanya tiga bulan pertama, dia ingat kekerasan verbal yang di lakukan Ardi, dia ingat betul, malam dia ke guguran, ketika Ardi mendorongnya sewaktu dia mabuk, sehabis berpesta dengan Camilla, Asyifa mengepalkan tangannya, seketika dia mengusap perutnya, seraya berpikir, " Seandainya kamu masih ada nak? mungkin sekarang kamu sedang lucu-lucunya, dan penasaran dengan banyak hal, sambil berceloteh tentang ini dan itu,
Bagi seorang ibu, kehilangan seorang anak adalah kehilangan separuh hidupnya, kehilangan mimpinya.
Bastian memperhatikan Nona Boss nya yang melamun sambil memegang perutnya, Du mengira Asyifa Sedang kelaparan, " Setelah aku selesai mengerjakan ini, Aku akan ajak dia ke kantin sebentar, Kasian sampai kelaparan gitu!" pikir Bastian polos.
****
Hari berlalu dalam sekejap mata, matahari sudah beralih ke peraduan, dan bulan pun akhirnya muncul.
Di apartemen Camilla.
Camilla menangis terisak-isak dalam pelukan Ardi, setelah dia mengadu, bahwa dia di teror oleh seseorang, Camilla juga menampilkan pesan yang di kirim oleh si peneror, bahkan memberi nama video tersebut, " Si lima puluh detik"
Ardi merebut ponsel Camilla, dan memperhatikan semuanya, dia membaca beberapa pesan tersebut.
( Nona Camilla sangat seksi, kira kira jika video ini saya unggah di situs dewasa, saya akan memberikan sekitar lima persen, pendapatan, karena anda adalah bintangnya)
( Nona, jika ini tersebut, dan anda di benci oleh masyarakat, datang saja pada saya, saya akan memberikan pekerjaan yang bagus untuk Nona, anda pasti bahagia Nona, karena pekerjaannya sama seperti yang di video, penuh kenikmatan)
Berbagai pesan monohok dan melecehkan pun di kirim.
Setelah membaca beberapa pesan yang melecehkan seperti itu, Ardi pun dengan santainya memutar video yang di beri nama, Si lima puluh detik.
Dalam adegan tersebut, wajah keduanya begitu terlihat jelas, orang yang tidak berpengalaman juga tau jika bintangnya adalah Ardi dan Camilla, hanya saja, kenapa bagian pribadi mereka di tutupi stiker?
" Biarkan saja si peneror itu, lama lama dia juga akan berhenti sendiri," kemudian Ardi mengembalikan ponsel Camilla.
Camilla terhenyak dengan respon Ardi, dia tidak percaya, dengan apa yang dia dengar, laki laki ini tidak menganggap serius masalah ini.
" Apa maksudmu? Apa kau ingin terkenal dengan sensasi begini? menjijikan!" Camilla berteriak marah.
Ardi tidak menanggapi, dia malah mengeluarkan ponselnya untuk bermain game,
" Ardi!" Camilla berteriak penuh amarah.
__ADS_1
" Apa sih, jangan ganggu, aku mau main game dulu," setelah mengucapkan itu, Ardi merebahkan diri di sofa.
Camilla begitu kesal, segera dia menarik ponsel Ardi dan menahannya.
" Apa maksudmu memperlakukan aku seperti ini, apa kamu gak mikir konsekuensinya jika video ini tersebar? amarah Camilla memuncak.
" Apaan sih, jangan lebay! Jika kamu takut video itu tersebar kamu tinggal datangi si peneror dan berikan sejumlah uang! Sudahlah, jangan terlalu membesar-besarkan masalah kecil," Ardi mencoba merebut ponselnya tapi gagal.
" Masalah kecil katamu?" Camilla meluapkan amarahnya, dia bangkit dan berdiri, sambil berkacak pinggang, sebelah tangannya menunjuk nunjuk Ardi.
Ardi pun tersulut emosi, yang melihat tingkah Camilla yang sudah kelewatan, segera dia berdiri dan menampar kekasihnya itu, batas kesabarannya sudah habis, semakin di diamkan semakin dia di injak.
" PLAK!" Suara tamparan begitu nyaring terdengar.
Sesaat suasananya sunyi, bahkan nyamuk saja tidak berani mengeluarkan suara.
" Kamu!" Camilla mencicit ketakutan, tangannya sebelah memegangi pipinya yang terasa kebas dan panas akibat tamparan Ardi tersebut.
" Kenapa? " Kamu pikir Aku bodoh, sehingga mudah kamu tipu?"Ardi menatap begitu tajam pada Camilla, Aura membunuhnya langsung keluar.
" Apa kamu pikir Aku gak tau, kalau semua ini adalah rekayasa? si peneror mana yang meminta ijin duluan sama si korban jika ingin meng-upload video ke situsnya dewasa, mana videonya di beri stiker di area pribadi? kamu pikir video tersebut bakalan laku?" Ardi marah sekali, wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
" Dengerin aku ya? " Aku tau kamu yang merencanakan Semua ini, kamu yang memberikan video tersebut, dan kamu berlagak seperti korban, mana ada video seperti itu, yang kualitas gambarnya sangat bagus, terlebih lagi sudut peletakan kameranya sangat pas, sehingga dapat menangkap pelakunya dengan jelas terlebih lagi memasang stiker di area pribadi!" Ardi menganalisis blak blakan.
" Itu,.." Camilla terdiam, dia kehabisan kata-kata.
" Kenapa tidak di lanjutkan? Apa Aku benar? Lagian juga, mana ada peneror yang menutupi area sensitif dengan stiker, mana mau rugi dia!" Ardi berusaha menenangkan amarahnya, dengan menarik nafas panjang terlebih dahulu.
" Apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" nada suara Ardi sudah merendah, sekarang dia sudah duduk kembali.
" Baiklah, aku mengaku!" akhirnya Camilla jujur.
__ADS_1
" Aku merencanakan Semua ini, agar kamu mau menikahi Aku! Aku hanya tidak ingin kamu terbebani oleh si hacker itu! dengan kita menikah, setidaknya opini masyarakat sedikit berkurang, dan tidak tertarik untuk membesar besarkan kasus ini, aku hanya mencoba membantumu!"
Ardi menatap Camilla dengan tajam, seolah matanya bertanya, " Hanya itu?"
Camilla menghela nafas, " Sebenarnya aku ingin kita menikah, ini sudah hampir dua tahun, sejak Asyifa hilang dalam kecelakaan itu, tetapi hingga sekarang, kamu masih tidak mau menikahiku, Aku cape menunggu terus!" Air mata Camilla tumpah.
Memang hal ini yang dia pendam selama ini, " Aku pikir, dengan membuat drama seperti ini, aku bisa memberikan solusi, dan solusinya adalah dengan kamu menikahiku, Hiks Hiks Hiks,..." isakan Camilla semakin kuat.
Ardi menelisik Camilla, dia tidak menemukan kebohongan apapun, memang selama ini, dia sudah menjanjikan pernikahan, namun tak jua dia tunaikan.
Ardi pun menghela nafas panjang, amarahnya sudah memudar, dia menatap pilu keadaan Camilla.
" Apa kamu yakin, mau menikah dengan aku?" Ardi bertanya serius.
Camilla mendongak, dia menatap Ardi lekat, tatapannya penuh binar dan cinta, " Apakah menurutmu aku bercanda?"
Ardi melihat, tidak ada kebohongan kali ini, Camilla memang tulus ingin menikah dengan Ardi.
" Satu hal yang harus kamu tahu! Aku tidak punya aset apa apa! Aku tidak ingin kamu menyesal nantinya, jadi aku katakan sekarang," Ardi berkata jujur.
Camilla tersenyum manis, dia langsung memeluk Ardi, " Aku mencintai dirimu, selama bersamamu aku sudah merasa bahagia,"
Ardi membalas pelukan Camilla, " Baiklah, aku akan meminta Ferdinand, untuk meluangkan waktu beberapa hari agar tidak ke kantor, secepatnya kita akan pergi ke labuan Bajo, untuk melamarmu secara resmi!"
Camilla adalah anak tunggal, kedua orang tuanya sudah bercerai ketika dia masuk sekolah menengah atas, ibunya sudah pindah ke paris, mengikuti suami barunya, sedangkan ayahnya, yang warga negara asing, membuka vila di labuan Bajo, karena sudah jatuh cinta dengan tanah itu, ayahnya juga sudah menikah dengan warga lokal sana, dan memiliki tiga orang anak.
Camilla begitu bahagia, impiannya untuk menjadi nyonya ARDIANSYAH akan segera terwujud, dan malam panas pun terjadi lagi.
Wakwaw 😁
\*\*\*\*
,"
__ADS_1